
Sampai didapur,para pelayan terlihat senang.Apalagi si kepala pelayan wanita,dengan senyum jahatnya ia mendekati Kiara.
"Aduh adu aduh...kasihan banget sich,pujaan hatinya dijodohin sama orang lain.Makanya jadi orang tau diri, pembantu ya pembantu aja jangan berharap bisa jadi istri majikan."ledek pelayan wanita itu.
"hahahahaha...mungkin kebanyakan nonton FTV ,atau terlalu banyak baca novel.jadi halunya ketinggian"sahut salah satu pelayan.
Kiara hanya diam tanpa ada niat untuk membalas.Lagian percuma melawan mereka,pasti bakalan main keroyokan.
"Makanya tadi aku suruh kamu kupas bawang,itu buktinya air mata kamu beneran gak keluar kan"ucap kepala pelayan
Ternyata itu maksud kata kata tadi,Kiara baru menyadari kalo nyonya sebenarnya ingin menunjukan derajat nya dengan keluarga Dewa.
Kemudian Kiara melanjutkan pekerjaannya,tanpa memperdulikan nyinyiran dan ledekan dari para pelayan.
Diruang makan.
"Dewa makan yang banyak donk,mami sudah suruh kepala koki buat masakin makanan kesukaan kamu Lo"ucap mami yang kwatir melihat Dewa yang sedari tadi hanya memainkan makanannya.
pikiran Dewa kosong,ia hanya memikirkan Kiara.Sebenarnya ia ingin segera mencari Kiara dan memeluknya.Dewa tau kalo saat klinik pasti Kiara sangat sedih.
Setelah selesai makan, Dewa pergi keruang kerja kakeknya.Ia harus mengobrolkan sesuatu dengan kakeknya.Sedangkan mami dan Natasha duduk diruang keluarga.
"Sayang kamu pasti capek banget ya,"ucap mami pada Natasya.
"Gak terlalu kok Tante"ucap Natasya
"jangan panggil Tante donk, sebentar lagi kan kamu jadi menantu mami"kata mami sambil merangkul pundak Natasya
"Iya mi"ucap Natasya malu malu.
Kiara sangat iri melihat hubungan yang terjalin antara Natasya dan mami.Ia membayangkan kalo mami merestui hubungan Dewa dan dirinya ,sambil membereskan meja makan.
"Heh,pelayan"ucap mami, menyadarkan Kiara dari lamunan.
"ngelamun aja,nanti kalo mecahin sesuatu gimana"teriak mami
"maaf nyonya"ucap Kiara kemudian segera menyelesaikan pekerjaan.
saat akan balik ke dapur,mami memanggil Kiara.
"Kamu bawa air hangat kesini,kemudian pijat kaki Natasya.Kasihan dia baru saja sampai Jakarta "
"Baik nyonya"
Tak lama Kiara membawa 1 baskom air hangat,lalu meletakkannya didekat kaki Natasya.Kiara berjongkok disamping Natasya
"Maaf non Natasya,boleh saya buka sepatu nya?"tanya Kiara dengan sopan
"Gak udah mbak,aku gak apa apa kok"tolak Natasya karena tidak enak
"Udah gak apa apa sayank,Kiara ini jago banget Lo mikirnya"ucap mami.
"Ya udah,maaf ya mbak"
Kiara pun mulai melepas sepatu Natasya,saat hendak mencuci kaki Natasya Dewa terlihat menuruni anak tangga lalu berjalan mendekati Kiara.
"Ngapain kamu?"tanya Dewa,tapi Kiara tidak memperhatikan.Kiara hanya mencuci kaki Natasya dan sambil memijat nya pelan.
"Kiara ngapain kamu?"teriak Dewa,Kiara pun sontak kaget.Bukan cuma Kiara tapi semua orang yang ada disana ikut kaget.
"Maaf tuan muda,saya sedang memijat non Natasha"ucap Kiara ragu ragu,Kiara melihat kemarahan dari wajah Dewa.
"Bangun"perintah Dewa dingin,tapi Kiara tetap melanjutkan pekerjaannya.
"Bangun Kiara"ucap dewa lagi,
"Kiara bangun,"teriak dewa lagi,tapi Kiara tidak memperdulikan nya.
"Maaf tuan saya sedang melakukan pekerjaan saya"ucap Kiara kemudian melanjutkan lagi tugasnya.
"Kiara bangun"kata Dewa tambah marah, kemudian Dewa menarik tangan Kiara dengan kencang.membuat Kiara mau tak mau pun berdiri lalu berjalan mengikuti langkah lebar Dewa.
Kiara pun mulai kuwalaham mengimbangi langkah kaki Dewa.Ia hampir saja terjatuh,tapi ia masih bisa menahannya.dewa terus menarik serta menggenggam tangan Kiara dengan erat.membuat tangan Kiara sakit,tak hanya tangan Kiara pun merasakan perut nya juga ikut sakit.
"Mas,mas dewa lepas.sakit mas"rintih Kiara,tapi Dewa tak mendengar kan.
"Mas Dewa"teriak Kiara, menyadarkan Dewa lalu dewa pun berhenti.
"Sakit mas"ucap Kiara berusaha menepis genggaman Dewa.
kemudian Dewa melepas genggaman tangan nya,terlihat memar merah pada tangan Kiara.
"maafin mas,mas gak bermaksud nyakitin kamu"ucap Dewa
"Mas cuma gak suka kamu ngelakuin pekerjaan seperti itu,kamu itu calon istri mas gak pantas kamu kayak gitu"
"apakah masih penting status ku itu mas?Dimata kamu aku adalah tunangan kamu,tapi apa kata orang lain"ucap Kiara sambil menundukkan kepala mengontrol emosi nya.
"kamu ngomong apa sih sayang, selamanya kamu adalah calon istri mas.kamu gak usah dengar kata orang,gak penting apa kata mereka"ucap Dewa kemudian menangkup wajah Kiara.
"Penting mas,penting banget.Aku juga mau memiliki hubungan yang direstui oleh semua orang.sudah lama aku hidup sendiri,hidup jauh dari orang tua setidaknya setelah menikah aku ingin mendapat kasih sayang dariorang tua kamu."ungkap kiara,
"Buat apa restu mereka,selamanya mereka gak akan kasih restu buat kita."
"Iya mas,aku tau itu.Berkat nyonya aku kembali tersadar kalo kita itu berbeda.Sebelumnya aku sempat lupa diri,tapi hari ini aku sadar kalo aku gak baik buat kamu.aku gak punya apa apa untuk bahagiain kamu"ucap Kiara.
"kamu pantas dapat yang lebih baik dari aku,jadi hari ini aku akan mundur dari kisah cinta ini.Maaf aku gak bisa lagi lanjutin lagi hubungan kita.Kamu berhak bahagia mas ,tapi bukan dengan aku"lanjut Kiara,yang sudah tidak dapat menahan air matanya.
"Sayang kamu ngomong apa, selama nya aku gak akan tinggalin kamu."ucap Dewa kemudian memeluk Kiara
"percuma mas,kalo kita terusin banyak hati yang akan terluka .Aku gak mau hubungan kamu demgan keluarga kamu jadi renggang gara gara aku."
"Sttttttt...kamu percaya mas,mas akan berusaha buat batalin perjodohan ini.Kasih waktu buat mas ya"ucap Dewa, kemudian mencium kening Kiara.
Kiara pun mengangguk,dan mencoba kembali percaya pada Dewa.
Setelah kejadian itu,Kiara mulai menikmati hubungan dengan Dewa.Ia tak mau kehilangan momen momen mereka berdua.
Hidup Kiara saat ini bagaikan bom waktu,hanya tinggal menunggu saat meledaknya saja.Jadi untuk itu Kiara akan menikmati sisa sisa hidupnya.
Saat ini, Dewa sedang sibuk membaca dokumen diruang tengah.Kiara yang sedari tadi dicueki Dewa pun mulai mendapatkan ide untuk menjahili Dewa.
Tanpa banyak bicara,Kiara mulai mendekati dewa.lalu dengan paksa Kiara duduk dipangkuan Dewa dengan posisi berhadapan.
Dewa pun kaget menerima perlakuan Kiara,sebab inilah pertama kalinya Kiara berinisiatif duluan.
Dewa kemudian memeluk pinggang Kiara,dan Kiara pun mulai mendekat kan bibirnya pada bibir Dewa.Kiara kini mulai mengecup dan mengul*m bibir Dewa.Tapi dewa hanya diam menikmati aksi Kiara.Karna kesal Kiara pun mengigit pelan bib*r Dewa..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
. Bersambung
hari ini 3 episode dulu ya,jempol Thor Ampe kesemutan n mati rasa karna ngetik terus.🤣
Ayo dukung Thor terus ya,biar Thor jadi semangat.😉
Jangan lupa like,komen, vote biar Thor jadi makin semangat 😁