Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 111



Siang itu Dewa sedang pergi ke supermarket untuk membeli buah,sedangkan Kiara ia masih dirumah sakit ditemani oleh bibi dan mbak Lastri.


Saat perjalanan pulang dari supermarket, Dewa mendapat telpon dari sang kakek.Dengan malas Dewa mengangkat telpon nya.


"hallo ada perlu apa anda menghubungi saya?"kata Dewa dingin.


"Begitukah cara kamu ngomong kepada kakek?"ucap kakek.


"sikap saya sudah sesuai dengan apa yang anda dan keluarga anda lakukan kepada calon istri saya"


"ada perlu apa,kalo tidak ada yang penting saya tutup dulu telponnya"lanjut Dewa


"tunggu,kakek mohon kamu balik lagi kekantor ya."pinta kakek


"maaf,saya tidak tertarik"


"Dewa,kakek mohon sama kamu.kalo kamu mau balik kekantor kakek gak akan lagi ganggu urusan kamu dengan wanita itu"


Dewa terdiam mendengar perkataan kakeknya,


"oke karena kamu diam saja,kakek anggap kamu setuju."


setelah menutup telponnya Dewa melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit.


Sampai dirumah sakit,terlihat Kiara sedang mengobrol bersama bibi dan mbak Lastri.


"lagi ngomongin apa sayang"tanya Dewa yang berjalan mendekati Kiara, kemudian mengecup kepala Kiara.


"gak apa apa kok mas,cuma ngobrol biasa aja"


"buahnya mana tuan,biar bibi cuciin dulu"


"oh ini bi' makasih ya bi"


kemudian mbak Lastri dan bibi pergi untuk mencuci buah.tinggal Dewa dan Kiara didalam ruangan.


kemudian Dewa duduk diatas ranjang milik Kiara,lalu menarik Kiara kedalam pelukannya.kiara merasa sangat nyaman setiap berada dalam pelukan Dewa.


"kakek tadi telpon mas,dia minta mas balik lagi ngurus kantor"ucap Dewa membuka obrolan


"oh ya?terus mas mau?"


"mas masih bingung"


"bingung kenapa?mas gak usah bingung,mas balik aja ngurus kantor,mas kan tau banyak orang yang menggantung kan hidup mereka di sana.kalo perusahaan mas bangkrut berapa ribu orang yang akan jadi pengangguran"


"iya sayang,mas bakalan balik kekantor.tapi nanti kamu gak ada yang nemenin"


"kan ada bibi sama mbak Lastri yang nemenin aku.lagian aku juga udah kelamaan dirumah sakit,udah waktunya aku pulang ke rumah."


"belum,biar genap sebulan dulu baru pulang kerumah."


"emang harus banget mas genap sebulan"


"iya,gak ada penawaran lagi"


"iya,manut lah aku mas.mending mas kesalon gih,potong rambut terus itu kumis sama jenggot nya dirapiin"ucap Kiara sambil menyentuh bulu yang ada dimuka Dewa


"nanti aja,mas lagi pengen Deket Deket sama kamu."


pagi itu, Dewa sudah siap dengan setelan jasnya.sudah lama Kiara tak melihat Dewa yang keren seperti ini.


Kiara mendekati Dewa lalu membenarkan letak dasi Dewa.


"memang suami ku ini yang paling ganteng"ucap Kiara yang tak berhenti berdecak kagum melihat Dewa.


"apaan sih kamu yank,bikin mas malu aja"


"ya udah mas berangkat gih,"


"ya udah,kalo gitu mas berangkat ya.kamu baik baik ya disini"ucap Dewa lalu mengecup kening kiara


"iya mas,hati hati ya"


kemudian Dewa pun pergi menuju perusahaan nya.setelah dewa sampai di perusahaan,ia sudah disibukan dengan pekerjaan yang sudah terbengkalai beberapa waktu lalu.


sedangkan Kiara,ia hanya pergi ke taman setiap hari untuk menghilangkan jenuh.meski ditemani oleh bibi dan mbak Lastri tapi kadang ia juga merasa kesepian.


beberapa hari sudah Dewa mulai aktif di kantor,dan waktu Dewa banyak dihabiskan di kantor.kiara menjadi tambah kesepian,malam itu Kiara sudah tidur tapi tiba tiba ia terusik dan mulai membuka matanya kembali.


"mas,kamu baru pulang"


"maaf ya sayang,gara gara mas kamu jadi kebangun"ucap Dewa merasa bersalah.


"gak apa apa kok mas,mas cepetan istirahat gih,pasti mas capek benget"


"iya,mas mau cuci muka bentar ya"ucap Dewa kemudian segera pergi ke kamar mandi.


tak lama kemudian Dewa keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ranjang Kiara.kiara mengerti maksud Dewa kemudian Kiara menggeser duduknya dan lalu Dewa pun berbaring disamping Kiara.


"maafin mas ya yank,karena mas akhir-akhir ini gak ada waktu buat kamu."ucap Dewa lalu menarik Kiara kedalam pelukannya


"iya mas,aku ngerti kok.yang penting mas harus jaga kesehatan.jangan telat makan"


"iya sayank,oh iya yank kayaknya lusa mas harus ke Singapure"


"hmmm...berapa hari mas?"


"iya gak apa apa,yang penting mas jaga kesehatan.


Dua sejoli itu pun mengobrol hingga larut malam,hingga mereka tertidur didalam pelukan masing masing.


pagi itu, seperti biasa setelah sarapan bersama Kiara dewa pamit untuk kekantor.sedangkan Kiara ia pergi berjalan jalan ditanam sendirian.


Kiara duduk dibawah pohon yang cukup rindang sambil membaca buku.Saat tengah asik membaca buku,seorang menggunakan sepatu pantofel hitam dan membawa tongkat berdiri didepan kiara.


Kiara pun mendongakkan kepalanya,dan melihat sosok paruh baya yang berdiri didepannya.


Kiara sedikit terkejut melihat sosok didepannya,karena tidak mengira akan melihat beliau disana.


"kakek ...tu...tuan besar,apa kabar?"sapa Kiara gugup.


wajah kakek Dewa terlihat sangat datar.Tanpa banyak omong beliau mengeluarkan secarik kertas dari balik kantong jas nya.


"ini ada cek senilai 10 milyar,tinggakan Dewa"ucap kakek


"maaf, saya tidak mengerti maksud anda"ucap Kiara yang syok mendengar kata kakek.


"aku tau kamu pandai,jadi aku tidak perlu menjelaskan nya lagi"


"aku beri waktu seminggu silahkan tinggalkan dewa.dengan uang itu kamu bisa hidup dengan baik."lanjut kakek.


"maaf,saya tidak butuh uang.saya hanya butuh mas Dewa ada disamping saya.


"karena keegoisan kamu,kamu ingin menghancurkan masa depan Dewa.kamu cuma wanita cacat yang tidak bisa memberi keturunan untuk Dewa."


"saya sama sekali tidak mengerti apa yang anda ucapkan"


"mungkin Dewa Masih merahasiakan nya dari kamu.karna kecelakaan tempo hari rahim kamu harus diangkat,dan sebab itulah kamu selamanya tidak bisa memberi keturunan untuk Dewa.jadi seharusnya kamu tau diri dan biarkan Dewa bahagia bersama wanita yang bisa memberi dia keturunan."


Kiara terlihat makin syok setelah mendengar berita buruk tentang dirinya.


"kamu pikirkan dulu,aku beri waktu seminggu.kalo dalam waktu seminggu kamu belum ninggalin Dewa,jangan salahkan aku jika keluarga Luna, Ajeng,tari dan keluarga ayah kamu merasakan akibatnya.kamu pasti tau kekuatan keluarga ku seperti apa,kalo harus berurusan dengan perusahaan kecil seperti mereka adalah suatu yang gampang."ancam kakek, kemudian kakek pergi meninggalkan Kiara yan masih mematung ditempat duduknya.


perasaan nya campur aduk menjadi satu,Kiara ingin sekali menangis tapi air matanya sudah tak dapat keluar lagi.


kemudian Kiara berjalan kembali menuju kamarnya.sampai dikamar Kiara duduk di kursi dekat jendela.


Tak lama kemudian seorang suster datang untuk pemeriksaan rutin.


"siang Kiara,sekarang periksa dulu ya"


"iya sus,"kemudian Kiara berjalan mendekati suster


kemudian suster mulai meriksa tekanan darah Kiara.


"sus,aku mau tanya sesuatu tapi suster harus jawab jujur ya"


"mau tanya apa Ki,aku janji akan jawab jujur"


ucap suster sambil memeriksa Kiara


"apa benar,rahim ku diangkat akibat kecelakaan kemarin sus"tanya Kiara.


mendengar pertanyaan Kiara membuat suster menghentikan pekerjaannya.raut wajahnya pun berubah bingung harus berkata apa.


"suster gak perlu jawab,dari wajah suster pun aku udah bisa tau jawabannya"ucap Kiara,berusaha tegar..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. bersambung