Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 87



Setelah sampai dirumah Kiara segera memasak mie untuk Dewa lengkap dengan sayur dan telur.Awalnya Dewa sangat semangat dan tidak sabar untuk memakannya tapi saat sudah matang,hanya mencium bau nya saja sudah membuat Dewa mual.


"udah buang aja yank,aku gak kuat.mual..."ucap Dewa kemudian lari kekamar mandi.


"Wah gak bener ni,mas harus kedokter.jangan jangan asam lambung mas naik"ucap Kiara.


kemudian Kiara menelpon Danu,agar dipanggilkan dokter untuk Dewa.


Dewa tampak terkulai lemas dikamar mandi,ia mengeluarkan semua Snack yang ia makan tadi.Kiara membantu Dewa untuk berbaring ditempat tidurnya.


Tak lama dokter pun datang,dan segera memeriksa Dewa.Kiara menceritakan semua keluhan Dewa


"Gimana dok?"tanya Kiara.


"setelah memeriksa kemungkinan asam lambung nya sedang naik.ini saya buat kan resep,diminum sebelum makan ya."ucap dokter.


Setelah itu dokter pun pergi,Kiara menatap Dewa dengan cemas.Kiara mendekati Dewa lalu mengusap lembut rambut Dewa.


1 Minggu penuh Dewa merasa mual,ia sampai tidak bisa bekerja.Hanya mencium sesuatu yang menyengat saja sudah membuatnya mual.Entah mengapa belakangan ini hidungnya sangat sensitif.


Tak hanya itu,ia juga menginginkan makanan yang selama ini tak pernah ia makan.Apa lagi dijam malam.


"Yank...mas mau makan seblak dech"


"udah besuk aja belinya,"ucap Kiara


"Tapi mas pengen sekarang"kata Dewa kemudian meraih HP nya yang ada dimeja.


"Mas mau ngapain?"tanya Kiara


"mas mau minta Danu buat beliin"jawab Dewa.


"Jangan,kasihan mas Danu.Belakangan ini dia udah menderita buat nurutin apa mau mas.kasihan mas Danu udah pusing ngurus mbak Dian sekarang ditambah suruh ngurus mas"omel Kiara.


"Dih emang mas ngapain?mas kan cuma minta tolong"ucap Dewa tak mau kalah.


"iya mas emang minta tolong,tapi minta tolong nya yang wajar donk."


"emang gak wajarnya dimana sayank?"


"mas lupa,kemarin mas minta dibeliin mas Danu martabak telur gak pake kulit,terus minta bakso bentuk kotak,kemarin minta mie ayam gak pake mie nya.emang itu wajar?masih untung kalo dimakan,ini cuma diliatin doang gak dimakan.ujung ujungnya aku juga yang makan"


"Iya iya yank...maaf,mas juga gak tau kenapa akhir-akhir ini mas aneh.Tapi sekarang mas pengen banget makan seblak"


"Ya udah,ayo kita cari.biar mas Danu tidur nyenyak hari ini"ucap Kiara kemudian menarik tangan Dewa.


dengan malas Dewa pun menuruti kemauan Kiara.Karna kalo tunangan kecilnya itu sudah ngomel bisa berabe kalo tidak dituruti.


Dewa ditemani Kiara berkeliling mencari penjual seblak,karna hari sudah malam jadi banyak warung seblak yang sudah tutup.


setelah berkeliling beberapa lama kemudian


mobil Dewa pun berhenti disebuah warung seblak pinggir jalan.Dengan antusias dewa pun mulai memesan apa yang ia mau.


"Mbak pesen seblaknya satu ya,yang pedes.yank kamu mau gak?"ucap Dewa,dan Kiara hanya mengelengkan kepalanya.


"Baik pak silahkan duduk dulu"ucap mbk penjual seblaak.


"mbak,saya boleh liat cara buatnya ya"tanya Dewa,Kiara hanya memperhatikan dewa dari samping.


kemudian mbk penjual seblak pun mulai memasak pesanan dewa.Satu persatu bahan pun dimasukan,saat hendak mengaduk Dewa pun menghentikan mbak penjual seblak itu.


"Stop mbak,jangan diaduk biar gitu aja"ucap Dewa


"Maaf pak,kalo seperti ini gimana saya bisa mencampurkan semua bahan ini."kata penjual seblak.


"Udah gak apa apa,masukin aja seperti biasa.Tapi yang ini gak perlu diaduk aduk"ucap Dewa,Kiara hanya tersenyum melihat keanehan Dewa


penjual seblak pun dengan bingung menuruti kemauan Dewa.Tak lama kemudian pesanan Dewa pun sudah siap dan Dewa pun segera membayar dan membawa pulang bungkusan seblak dengan tidak sabar.


setelah itu Dewa dan Kiara pun segera pulang,sampai rumah Dewa buru buru kedapur.Ia sudah tidak sabar untuk mengunboxing seblak kepengen annya.


seperti biasa Dewa hanya melihat makanan yang ada didepannya selama beberapa detik saja,kemudian meninggalkan nya begitu saja.


"Udah,cuma gitu doank?"tanya Kiara yang sudah mulai terbiasa dengan tingkah aneh Dewa belakangan ini.


"hehehehe iya yank,kalo kamu mau dimakan aja"ucap Dewa tanpa dosa.


Dewa tertawa melihat Kiara yang selalu mengucapkan kata yang sama saat menghabiskan makanan yang diinginkan dewa.


Matahari seperti biasa bersinar dengan cerahnya,Kiara sudah disibukan dengan urusan rumah.Dari bersih bersih hingga memasak,semua masih Kiara lakukan meski sering rasa lelah menghampirinya.


"Pagi kiara,makin Ndut aja"sapa Danu yang baru sampe.


"eh mas Danu udah Dateng,gimana gak Ndut mas kalo tiap hari harus habisin makanan yang dipesan mas Dewa".ucap Kiara


"tapi tadi malem gak pengen apa apa kan Ki?"


"Siapa bilang,kemarin mas Dewa pengen seblak tapi masaknya gak boleh diaduk coba."


"hahahaha...bisa gitu?tapi kok tumben gak telpon aku?"


"kemarin udah mau telp mas tapi aku larang, akhirnya kita cari sendiri."


"hahahaha...ada ada aja,Ki maaf ya sebelumnya.kamu sadar gak kalo tingkah aneh bos akhir akhir ini kayak orang lagi ngidam"


"hah...masak iya mas dewa cowok bisa ngidam?maksud mas,mas Dewa hamil gitu?"tanya Kiara


"Haduh,kamu bodoh atau polos sich Ki?emang kamu gak pernah baca dibuku soal cowok yang ngidam?"


"Aku pernah baca sih mas,tapi aku Kiara itu cuma mitos aja"


"hedeh,berarti kalo gitu kamu lagi..."ucap Danu sambil melihat perut rata Kiara.


Kiara pun mengikuti arah mata Danu,kemudian buru buru Kiara menutupi perutnya dengan tangan.


"Mas jangan ngaco dech,masak iya aku hamil"ucap Kiara mengelak


"hahahaha..maaf udah bikin kamu panik,itu cuma tebakan aku aja kok"ucap Danu.


Kiara sesaat memikirkan perkataan Danu,ia mulai teringat bahwa dia sekarang sudah telat haid selama 1 bulan an.Kiara jadi berpikir apakah dia benar benar...


Setelah sarapan Dewa dan Danu pun berpamitan pergi kekantor.kiara yang ditinggal sendiri pun mulai bosan.Kemudiam ia mulai Googling,ia mencari tau semua masalah kehamilan.


Kiara membaca dengan cermat,sesekali ia mencocokan ciri ciri kehamilan dengan dirinya sendiri.Terdapat beberapa ciri yang ada pada dirinya.


Dengan ragu,kemudian Kiara memesan Ojol untuk mengantarnya ke apotik untuk membeli testpack.Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Ojol pesanannya pun datang.Kiara segera pergi menuju apotik,tak lama kemudian Kiara sampai.


"Selamat pagi,bisa dibantu?"sapa penjaga apotik.


"Mbak aku mau cari tes kehamilan"kata Kiara


"Oh mau yang mana,kita disini punya beberapa macam merk."jelas pelayan apotik,sambil menunjuk tes kehamilan yang ditata rapi dietalase.


"Ya udah semuanya aja sekalian mbak"ucap Kiara karna Kiara tak tau mana yang bagus.


setelah membayar Kiara pun pergi dengan menggunakan Ojol yang sama.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


Bersambung