Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 74



Berita pemutusan kerja sama itu pun sudah terdengar ditelinga Pak Santosa,yaitu pemilik dan pendiri Makmur Santos grup.


Berita itu membuat beliau marah besar,segera beliau menyuruh sekertaris menghubungi Clara untuk menghadapnya.


Dengan cepat Clara lari tergopoh-gopoh menuju ruangan ayahnya itu.Dengan takut ia mengetuk pintu ruangan ayahnya.Karna Clara tau betul,betapa menakutkannya bila ayahnya sudah marah.


"Pagi pah?"sapa Clara.


"Apa maksudnya ini?"tanya pak Santosa sambil melempar dokumen dari perusahaan Dewa.


"A...aku juga gak tau pah,tiba tiba perusahaan itu membatalkan kontrak secara sepihak"


"gak tau kamu bilang,kamu kan yang minta proyek ini.kamu bilang gak akan ada masalah,tapi apa ini?baru juga dimulai,tapi sudah gagal.Kamu tau betapa pentingnya proyek ini untuk perusahaan.kamu malah Hancurin semuanya"kata pak Santosa penuh emosi.


"maaf pah"kata Clara kemudian menundukkan kepalanya


"maaf?kamu tau perusahaan Dewa itu perusahaan besar,banyak orang yang mau kerja sama dengan mereka.Untuk dapetin kontrak dengan mereka itu gak gampang tau,tapi kamu kacaukan semuanya.Keluar sana"


Clara pun dengan sedih keluar dari ruangan ayahnya.


"Siska,buat janji dengan Dewa kita akan perbaiki kekacauan ini"perintah pak Santosa pada sekertaris nya.


"Baik tuan"kemudian siska keluar dari ruangan Bosnya.


Setelah membuat janji temu,pak Santosa datang kekantor Dewa tepat waktu.Beliau segera menemui Dewa diruangannya.


"Selamat siang Mr. Dewa"sapa pak Santosa


"Selamat siang tuan Santosa,silahkan duduk."balas Dewa


"Terimakasih"kata pak Santosa kemudian duduk disofa.


"Maaf,mau minum apa?"tanya Dewa.


"Tidak usah repot repot Mr. tujuan saya kesini untuk meluruskan masalah pembatalan kontrak yang sudah kita sepakati sebelumnya"


"Iya, bukannya sudah jelas say akan membayar ganti ruginya"


"Bukan masalah ganti rugi,saya kesini untuk meminta 1 kesempatan lagi agar bisa bekerja sama dengan perusahaan anda"


"Saya akan memberi satu kesempatan,tapi ada syaratnya"ucap Dewa


"Apa pun syaratnya saya akan lakukan"


"Saya tidak mau anak anda Clara yang bertanggung jawab atas proyek ini lagi"ucap Dewa tegas


"Baik Mr. saya akan lakukan apa yang anda inginkan."


Kemudian Dewa dan pak Santosa melanjutkan obrolan nya,sebelum pak Santosa pamit undur diri.


Setelah pertemuan itu, Dewa melihat jam tangannya.Waktu sudah menunjukan pukul 2 siang,saatnya ia pergi menjemput Kiara.Setelah berpamitan pada Danu, Dewa segera buru buru menjemput Kiara.


untung saja jalan tak semacet biasanya.Tak lama Dewa sampai didepan gerbang sekolah Kiara.Tak lama kemudian siswa disana mulai keluar dari sekolah.Dewa melihat satu persatu siswa yang mulai berhamburan keluar.


Cukup lama Dewa menunggu Kiara keluar,tak lama kemudian Kiara keluar.Dewa pun segera- menghampiri Kiara.


"Hay yank"sapa Dewa,kiara tampak terkejut melihat dewa.


"Lho mas,kok kesini ada apa?"


"Kok ada apa?Ya biasa donk yank,mas jemput kamu"


"Oh,kok gak ngasih kabar dulu.Tapi maaf mas,mending mas balik kekantor aja saya udah pesen Ojol kok.Itu dia udah dateng,ya udah saya duluan ya"ucap Kiara kemudian lari menghampiri kang Ojol.


Dewa tampak terpaku menatap Kiara yang sudah menjauh.Dengan berat hati Dewa kembali kekantornya.


Setelah kembali kekantor, Dewa pun mulai disibukan dengan pekerjaan.Dewa tampak sibuk,hingga ia tak sadar kalo hari sudah sore.


Dewa pun segera menyelesaikan pekerjaanya sebelum hari menjadi malam.jam setengah 7 malam, Dewa keluar dari perusahaan nya bersama Danu.


mereka pun segera masuk kedalam mobil,dan meninggalkan perusahaan.Tak perlu waktu lama,mobil yang dikendarai Danu itu pun sudah masuk kedalam halaman rumah Dewa.


Setelah berhenti, Dewa pun keluar dari mobil dan segera masuk kedalam rumah.Suasana rumah tampak sunyi dan gelap.Seperti tidak ada kehidupan disana.


Dewa pun segera menyalakan lampu rumah,ia segera naik keatas.Dewa segera pergi kekamar kiara.Ia mengetuk kamar Kiara,tapi tak ada jawaban dari dalam.Kemudian dewa memutar kenop Pintu,tapi tidak berhasil membukanya.


"Tumbem banget kamarnya dikunci"gumam Dewa


Tak lama kemudian Kiara membuka pintu kamarnya.


"Ada apa mas? ada yang bisa saya bantu?"tanya Kiara dengan sopan


"Gak ada apa apa kok,mas cuma mau ketemu kamu"ucap Dewa


"Oh ini sudah ketemu kan?kalo gak ada yang lain saya masuk dulu ya,saya mau belajar"ucap kiara dingin.


"Yank mau sampai kapan kamu dingin kayak gini sama mas?Kamu masih marah sama mas?kamu gak kangen sama mas?"tanya Dewa.


"Maaf mas,saya besuk ada ulangan jadi saya mau belajar lagi"ucap Kiara kemudian menutup pintu kamarnya.


"Maaf mas,aku sebenarnya gak marah sama kamu.Aku cuma mau ngasih pelajaran ke kamu"gumam Kiara.


Dengan lesu, Dewa pun kembali kedalam kamarnya.Ia segera bersih bersih mandi.Sedangkan Kiara,Ia keluar dari dapur untuk membuat makan malam untuk Dewa.


Dengan cepat ia memasak,agar tidak bertemu dengan Dewa.Sebenarnya Kiara tak tega setiap kali melihat dewa dengan wajah melaasnya itu.


Setelah selesai memasak,Kiara segera menatanya dimeja makan.Ia pun segera kembali kedalam kamarnya,tak lupa ia juga membawa sepiring nasi dan segelas air putih kekamarnya.Karna Kiara butuh tenaga untuk memberi pelajaran pada Dewa.


Selang beberapa waktu, Dewa terlihat menuruni anak tangga.Ia pergi kedapur untuk menemui Kiara,karna seperti biasanya jam segini Kiara sedang sebuk memasak di dapur.


Tapi Dewa tak mendapati Kiara disana,lalu ia melihat dimeja makan sudah tersedia beberapa makan disana.Lalu Dewa kembali keatas menuju kamar Kiara.Belum sempat mengetuk pintu,ia sudah disambut dengan sebuah tulisan"jangan diganggu sedang belajar".


Dewa pun dengan kecewa pergi keruang makan.Suasana sepi,tak seperti biasanya saat Kiara tidak marah padanya.Acara makan malam selalu berlangsung dengan gembira.


_-_-_-_-_-_-_--_-_-_-_--_-


Pagi itu,Kiara pergi ke sekolah lebih awal.Ia menyerahkan tugas membangunkan Dewa pada Danu.Ia berencana menghindari Dewa untuk beberapa waktu.


Setelah mendapat telpon dari Kiara pagi tadi,Danu segera pergi kerumah bosnya.Tanpa buang waktu,ia segera pergi kekamar Dewa begitu Danu sampai disana.


Ia langsung masuk kedalam kamar Dewa tanpa mengetuk pintu.Dan benar saja,terlihat Dewa yang masih tertidur pulas.


"Pagi bos,"Ucap Danu sambil membuka tirai kamar Dewa.Dewa mengeryitkan dahinya,saat sinar matahari mengenai matanya.


"Bos bangun bos udah pagi"teriak Danu.


terlihat Dewa yang mulai membuka matanya.


"Ngapain pagi pagi kamu kesini?"tanya Dewa


"bangunin bos"ucap Danu.


"Kiara mana?"


"Oh dia sudah berangkat ke sekolah"


"Udah berangkat?kanapa gak bangunin aku dulu?"


"Kalo soal.itu saya gak tau bos"


"Ckk...kamu taunya apa?Ya udah aku mau mandi dulu"


kemudian Danu keluar dari kamar Dewa.ia menunggu Dewa diruang tengah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung