Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 55



Pagi itu seperti biasa Kiara sudah bangun duluan,Ia sudah selesai membuat sarapan.Kemudian Kiara pergi kekamar Dewa untuk membangunkan nya.


Semalam setelah makan malam,Kiara membantu Dewa menyiapkan keperluan Dewa selama dinas keluar kota.


"Mas Dewa bangun udah jam setengah 6 Lo,bentar lagi mas Danu jemput"kata Kiara sambil membuka tirai dikamar Dewa.


"Iya sayang,ini aku udah bangun"kata Dewa sambil mengucek matanya.


"Ya udah mas mandi gih,aku udah siapin baju gantinya"


Dewa pun segera kekamar mandi,lalu Kiara merapikan tempat tidur Dewa.Setelah selesai Kiara segera keluar dari kamar Dewa.Saat hendak berjalan keluar,tiba tiba Dewa keluar dari kamar mandi dengan handuk yang diikat dipinggangnya.


"kyaaa...mas Dewa kalo keluar dari kamar mandi pake bathrobe nya donk"pekik Kiara saat melihat Dewa.


"Maaf,mas gak tau kalo kamu masih disini.Lagian kenapa badan mas kan bagus gini,lihat nich perut sixpack mas.Apalagi kalo mas masih setengah basah gini,jadi makin seksi kan"kata Dewa dengan santainya.


"Mas Dewa mesum"teriak Kiara kemudian buru buru keluar dari kamar Dewa dengan wajah yang memerah,sedangkan Dewa tersenyum gemas melihat sikap Kiara.


Kiara keluar kamar Dewa dengan wajahnya yang merah karena malu,ia mempercepat langkahnya.


"Hah...gila banget,pagi pagi udah liat mas Dewa kayak gitu.Oh...kasihan mata ku yang suci ini"gumam Kiara.


Tak lama kemudian Dewa sudah siap,kemudian ia keluar dengan membawa koper yang sudah disiapkan tadi malam.


Kemudian Dewa menghampiri Kiara yang sedang menata piring dimeja makan.


"Pagi sayank"ucap Dewa lalu mencium pipi kanan Kiara.


"issshhh...mas Dewa kalo mau cium tu jangan tiba tiba dong,bikin deg deg an aja"Kata Kiara ambil memegang pipinya yang baru saja dicium oleh Dewa.


"Jadi mas harus minta ijin dulu?"goda Dewa.


"Ya seenggaknya aku bisa sia..."kata Kiara terhenti saat menyadari kata katanya yang barusan ia ucapkan sendiri.Entah mengapa rasanya sangat malu.


"Hahahaha kenapa wajah kamu itu yank?"


"Udah gak usah banyak tanya,dimakan tu sarapannya"ujar Kiara sambil berusaha menyembunyikan wajahnya.


Dewa pun mulai menyantap makanan didepannya,dengan pandangan yang tak lepas dari Kiara.


"Mas ngapain liatin aku terus kayak gitu?"tanya Kiara


"Mas cuma mau puas puasin liat kamu sebelum mas berangkat"ucap Dewa.


"dih...kayak mau berangkat perang aja,mas cuma keluar kota itu pun cuma satu Minggu"kata Kiara.


"emang kamu gak sedih mas tinggalin kamu selama seminggu?"


"Gak lah,aku malah seneng soalnya bisa bebas Deket Ama siapa aja"goda Kiara.


"Kamu ya,"ucap Dewa kesal,kemudian cepat cepat ia mengeluarkan hp nya.


"Mau telpon siapa mas?"


"mas mau telpon Danu,mas akan batalin perjalanan bisnis mas. Mas mau disini aja nungguin kamu"ucap dewa mencak mencak.


"jangan,aku cuma becanda Mas!"kata Kiara sambil meraih tangan Dewa yang memegang hp.


"Becanda kamu gak lucu"ucap Dewa ngambek.


"Iya maaf dech,"kata Kiara dengan senyum yang lebar.


"Bodo"ucap Dewa


"Yah ngambek,ya udah mas ngambek dulu aja aku udah harus berangkat ke sekolah.ati ati ya disana"kata Kiara,kemudian beranjak dari duduknya.


kemudian Dewa menarik tangan Kiara dan memeluknya.


"Mas gak suka kamu bercanda kayak gitu lagi"ucap Dewa sambil mengeratkan pelukannya.


"Iya mas,aku minta maaf ya."


"Kamu tau kan,mas gak mau kehilangan kamu"


"Iya,sayang maaf ya.Ya udah aku mesti berangkat sekarang".


"Haduh pagi pagi udah liat orang pacaran,ngenes amat nasib jomblo ini"ucap Danu saat masuk kedalam rumah Dewa.


Kiara dan Dewa pun menoleh kearah Danu yang sudah memelas.Cepat cepat kiara melepas pelukannya.


"Semua sudah siap Dan?"tanya Dewa.


"Iya bos semua sudah siap,tinggal berangkat saja"ucap Danu.


"oke kalo gitu kita berangkat,sekalian kita anterin Kiara sekolah"ucap Dewa.


"Siap bos"jawab Danu sambil menyeret koper Dewa menuju mobil


Ini adalah pertama kalinya Dewa pergi jauh dari Kiara setelah mereka hidup bersama.


"Yank,aku udah suruh pak Ilham untuk antar jemput kamu selama mas gak ada.Terus mas juga udah minta bibi buat tidur dirumah buat nemenin kamu"ucap Dewa.


"iya mas makasih,tapi gak usah repot repot aku bisa sendiri kok.Lagian kasihan pak Ilham dikantor beliau udah banyak kerjaannya"


"Mas gak butuh penolakan"kata Dewa keras kepala.


"ya udah terserah mas aja"


"Nah gitu kan manis,"kata Dewa sambil mencubit hidung Kiara pelan.


Tak lama mobil itu pun. berhenti didepan sekolah Kiara.


"Mas aku masuk ya"ucap Kiara,lalu Dewa menarik Kiara kedalam pelukannya lagi.


"Kamu jaga diri ya disini,awas kalo macem macem sama cowok lain"Ucap Dewa


"Iya mas,aku gak bakal macem macem kok.Mas jangan capek capek,jangan lupa makan"


"Iya sayang,Ya udah masuk gih.kalo kamu lama lama disini mas jadi gak tega ninggalin kamu sendiri."


"Iya iya ku pergi,mas Danu aku titip mas Dewa ya.kalo ganjen sama cewek lain jitak aja,atau Jambak aja brewoknya ini"ucap Kiara, Dewa pun.hanya diam


"Baik nyonya"jawab Danu dengan senyum yang lebar


"Ya udah aku duluan ya,kalian hati hati dijalan.Kalo udah sampe kabari ya"kata Kiara.


kemudian terlihat mobil Dewa menjauh dari sekolah.Setelah mobil Dewa tidak terlihat Kiara masuk kedalam sekolah.sebenarnya sangat berat harus jauh dari Dewa,tapi Kiara berusaha menahannya.


Seperti biasa setelah sampai sekolah Kiara segera keperpus untuk mengikuti bimbingan. Kegiatannya memang sangat monoton,kadang ia juga bosan menjalani rutinitas yang sama setiap harinya.


Setelah sekolah Kiara pun segera pulang kerumah dengan dijemput Pak Ilham. suasana rumah tampak sepi,entah karena apa.Setelah bersih bersih Kiara pun duduk di taman belakang untuk mengerjakan tugas sekolah nya.Saat itu lah hp nya berdering.


"Hallo mas?"sapa Kiara


"Lagi ngapain sayank?"tanya Dewa


"Aku lagi belajar aja,mas lagi ngapain?kok baru ngabari sekarang?"


"Iya maaf ya sayang,tadi pas baru sampe mas harus langsung ngecek proyek jadi belum bisa ngabari kamu.ini mas udah dihotel"ucap Dewa sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


"Oohhh gitu,ya udah mas istirahat dulu.Pasti capek habis perjalanan jauh"


"Mas udah kangen sama kamu yank".kata Dewa yang membuat Kiara memerah mendengarnya.


"Belum juga 1 hari udah kangen aja"


"Mas juga gak tau,rasanya gimana gitu"


"Hahahahaha...mas ada ada aja."


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka,Dengan asyik sampai tak menyadari matahari sudah kembali ketempat peraduannya.


.


.


.


.


.


.


..


.


..


.


..


.


..


.


.


Bersambung