
Sepanjangan sore itu, Kiara dan Dewa melanjutkan obrolan mereka dihalaman depan.Mereka duduk di sebuah bale bambu yang berada dibawah pohon mangga.
Tak lama kemudian Danu keluar dengan membawa 2 piring berisi singkong goreng,dan ubi rebus.
Disusul oleh Mbok Yati dan Adit,yang membawa 1 nampan berisi beberapa cangkir.
"Nich,ngopi dulu.Sore sore begini enaknya ngopi sambil makan gorengan".Kata Mbok Yati sambil meletakan cangkir didekat Dewa dan Danu.
"Iya Bu makasih". Jawab Dewa.
"Punya ku mana Mbok? Tanya Kiara yang tidak mendapat jatah minuman.
"Nich buat kamu"Kata Adit sambil menyodorkan 1 kotak susu coklat
"Iihh...Mas Adit tau aja kesukaan ku". Jawab Kiara dengan girang. Kiara pun segera menusuk susu nya dengan sedotan.
"Eh...rasanya..."Kata Kiara dengan muka yang tak enak.
"Kenapa?basi ya,masak kadaluarsa?"Kata Adit dengan panik.Dan terlihat kepanikan juga dari wajah Dewa, Danu, dan Mbok Yati
"Rasanya kayak susu cokelat". Jawab Kiara sambil tertawa puas.
Seketika wajah mereka ber 4 pun berubah kesal karena sudah dijahili Kiara.
"Dasar anak kecil"Kata Adit sambil mengacak rambut Kiara.
Wajah Dewa pun seketika muram,auranya menjadi dingin.Kiara yang menyadari itu cepat cepat menggeser badannya agak jauh dari Adit.
"Kalo sudah selesai minum susu,mandi sana Nok". Ujar Mbok.
"Iya mbok,tapi aku gak bawa baju ganti".
"Nanti Mas bawain,habis ini Mas mau balik ke apartemen."Kata Dewa.
"Iya,nanti kesini lagi.Nanti makan malem disini aja,Ibu udah masak banyak "Kata Mbok.
"Iya Bu, terimakasih."Jawab Dewa.
Mereka saling bercerita dan sesekali tertawa,tak terasa matahari sudah menghilang dari pandangan.Kemudian Danu dan Dewa pamit pulang.
"Bu kita pamit dulu"Kata Dewa sambil menjabat tangan Mbok.
"Iya,nanti balik lagi ya.Kita tunggu buat makan malam"Jawab Mbok.
"Iya Bu, terimakasih".kata Dewa,kemudian ia berjalan menghampiri Kiara.
"Mas pulang dulu ya,nanti Mas bawain baju ganti kamu"
"Iya mas,"
"Kamu jangan deket deket dengan orang itu, Mas gak suka". Kata Dewa sambil memandang Adit yang berada tak jauh dari nya
"Iya"Jawab Kiara singkat.
Setelah itu Dewa dan Danu meninggalkan rumah Mbok Yati.
"Kiara tadi kelihatan bahagia banget ya Bos?"Kata Danu didalam mobil.
"hmmm.."Jawab Dewa.
"Kenapa Bos?kok kayaknya ada yang dipikirkan?"Tanya Danu melihat Dewa.
"Udah,cepetan nyetirnya. Terus cepet cepet balik kesini". Jawab Dewa
"Kenapa Bos,kok kayaknya buru buru banget?"Tanya Danu.
"Aku cuma gak mau Kiara deket deket sama cowok itu"Jawab Dewa keceplosan.
"Ehem...Ceritanya Bos cemburu ni?"goda Danu.
"Bukan urusan kamu,udah nyetir yang bener"kata Dewa sedikit kesal,terlihat wajah Dewa tampak memerah.
"Cie si Bos lagi polling in lop."gumam Danu sambil tertawa geli.
Tak lama kemudian mobil Dewa pun sampai di apartemen.Kemudian Dewa dan Danu segera masuk kedalam apartemen.
Dewa dan Danu pun masuk kedalam kamar masing masing untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi Dewa kemudian pergi kekamar Kiara untuk mengambil baju ganti dan keperluan pribadi Kiara.
Setelah mengambil semua keperluan Kiara Dewa keluar kamar dan menunggu Danu diruang tamu.
"Danu cepetan!"teriak Dewa,tapi tidak ada sahutan dari Danu.
Dewa tampak gelisah menunggu Danu keluar kamar.Kemudian Dewa berjalan menuju kekamar Danu.Ia mengetuk kamar Danu.
Tok...tok..tok...
"Danu cepetan,kalo gak aku tinggalin kamu".ancam Dewa.
"Iya bos,bentar"Teriak Danu dari dalam kamar.
"5 menit gak keluar aku tinggal".ancam Dewa lagi.
"Iya bos"jawab Danu,dengan buru buru ia memakai celana dan kaos hitamnya.
Tak sampai 5 menit Danu sudah selesai dan segera berlari menghampiri Dewa yang tidak sabaran.
Tepat jam 7 malam mereka sampai dirumah Mbok Yati.Terlihat Kiara sedang duduk disebuah ayunan sambil memandangi rumah lama nya.Dewa dan Danu memasuki halaman rumah Mbok Yati.
"Hayo anak perawan malem malem ngelamun disini,entar berubah jadi kuntilanak Lo"kata Danu membuat Kiara kaget.
"Iih.. Mas Danu bikin kaget aja".kata Kiara dengan kesal.terlihat Danu yang sedang tertawa.
"Nih baju kamu."kata Dewa sambil menyerahkan sebuah paper bag.
"Makasih Mas Dewa,ya udah yuk masuk. Dari tadi udah ditungguin"Kata Kiara kemudian berjalan masuk kedalam rumah
"Permisi".kata Dewa dan Danu saat masuk kedalam rumah.
"Oh.. Nak Dewa, Nak Danu sudah sampe.Ayo sini kita makan dulu,pasti sudah pada laper ya."Kata Mbok sambil mengajak Dewa dan Danu duduk diatas tikar.
"Maaf ya,makannya lesehan kayak gini"kata Mbok lagi.
"Iya Bu gak pa pa,kayak gini malah santai"kata Danu dan Dewa hanya tersenyum.
"Aku ganti baju bentar ya"kata Kiara lalu pergi kekamar Mbok.
Tak lama kemudian Kiara keluar dari kamar dan segera bergabung dengan semua orang.Kiara duduk disamping Dewa.
"Ayo Monggo dimakan".kata Mbok mempersilahkan.
Kemudian Kiara mengambilkan nasi untuk semua orang.Pertama ia mengambilkan nasi untuk Mbok,kemudian untuk Dewa, Danu, Adit dan yang terakhir dirinya sendiri.
Dan acara makan pun dimulai.Terlihat beberapa sayur dan lauk.Menu malam itu,sop ayam,tumis kangkung,tahu tempe,ayam goreng,dan kepiting saos asam manis kesukaan Kiara.
Dan seperti biasa,tanpa disuruh pun Dewa membantu Kiara mengupas kulit kepiting.
"Ibu kok masak kepiting sich...aku kan gak suka"protes Adit yang dari dulu memang tak suka makanan seafood.
"Ibu masak buat si Denok,itu kamu makan kangkung aja"kata Mbok.
"Ya elah Bu,aku udah disini hampir satu bulan gak pernah dimasakin makanan kesukaan aku.Giliran Kiara baru aja Dateng langsung dimanja"Protes Adit lagi.
"Mas Adit jangan iri ya,emang dari dulu Mbok lebih sayang sama aku.weeeeek"kata Kiara sambil menjulurkan lidahnya.
Adit terlihat kesal,dengan terpaksa ia menyuap makanan nya.Mbok tampak bahagia saat melihat Dewa dengan telaten mengulaskan cangkang kepiting untuk Kiara.
"Nak Dewa ayo makan juga".kata Mbok
"Bu,bos saya ini gak bakalan makan kalo anak asuhnya ini belum kenyang makannya"ledek Danu.
"Bilang aja pengen dikupasin juga"sahut Kiara yang tak terima.
Makan malam itu berjalan dengan penuh kehangatan,Kiara tampak senang sampai beberapa kali ia nambah.
Setelah selesai makan,mereka pun keluar rumah. Mereka duduk dibale bambu,cuaca malam itu sangat cerah.terlihat bulan dan bintang menghiasi langit malam.
" Nanti tidur disini aja,Mbok masih kangen sama kamu"kata Mbok pada Kiara
"Nak Dewa sama Nak Danu juga,nginep aja disini.Nanti bisa tidur dikamar Adit.Tapi keadaan rumahnya ya kayak gini".
"Terimakasih Bu,Kita pulang aja ke apartemen saya takut kalo merepotkan Ibu"kata Dewa
"Gak pa pa,ibu malah seneng rumah jadi rame.Biasanya Ibu cuma berdua sama Adit.Udah nginep aja disini"
"Kalian balik ke Jakarta kapan?"tanya Mbok
"Besuk Bu, mungkin siang atau gak sore."jawab Dewa.
"Ya udah,ibu titip Kiara ya nak Dewa"kata mbok.
"Mbok rumah itu gak ada penghuninya ya Mbok?"Tanya Kiara sambil menunjuk rumah lamanya.
"Gak ada Nok,yang punya itu orang Bali,paling kesini kalo pas ada kerjaan aja.paling yang kesana cuma orang yang bersih bersih aja"jelas Mbok.
"Oh...sayang banget ya. Besuk kalo Kiara udah kerja,udah punya banyak uang Kiara bakal beli rumah ini lagi"kata Kiara sembil terus memandang kedalam rumah dengan penerangan yang minim itu.
"Kalo kamu mau,Mas bisa beliin rumah itu Sekarang juga"kata Dewa dengan entengnya.
"Gak,Kiara mau berusaha sendiri,beli rumah itu dengan uang Kiara sendiri"kata Kiara penuh keyakinan.
Kemudian Dewa memberi suatu kode pada Danu yang ada didepannya,dan dibalas anggukan oleh Danu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung