
Pagi ini matahari masih malu malu menunjukan sinarnya.Awan mendung menghalangi nya bersinar.
Kiara membuka matanya,ia beberapa kali mengerjapkan matanya beberapa kali.Dan betapa kagetnya Kiara,ia bangun dipelukan hangat Dewa.
Sontak Kiara pun berteriak membuat Dewa yang masih tidur terbangun.
"Aaaaaaaa"teriak kiara
",Ada apa sih yank?"tanya Dewa panik,terlihat Kiara juga terlihat panik.
"kenapa aku ada dikamar mas,mas udah ngapain aku?"
"hais...kamu pagi pagi udah bikin kaget aja sich yank.Mas gak apa apain kamu,kalo gak percaya coba aja cek di badan kamu ada yang aneh gak"ucap Dewa kemudian menutup matanya kembali.
Kiara kemudian segera pergi kekamar mandi untuk mengecek.Tak lama kemudian,Kiara keluar dengan rasa malu.
"gimana ada yang aneh gak?"ucap Dewa yang sudah duduk diujung tempat tidur.Kiara pun hanya menggelengkan kepalanya.
lalu Dewa menghampiri Kiara,dan menarik tangan Kiara lalu mengajak Kiara duduk diranjang.
"Mas memang dulu pernah maksa kamu,sampai kamu kehilangan mahkota kamu.Itu pun karna mas dipengaruhi oleh obat.Tapi kalo mas sadar seperti kemarin mas gak mungkin ngapa-ngapain kamu.Meski pun mas pengen mas akan coba buat tahan.Mas hargain kamu,jadi mas gak akan ngambil kesempatan saat kamu tidur.Mas akan tunggu kamu saat kita udah sah jadi suami istri,jadi kamu jangan banyak berpikir"ucap Dewa,membuat hati Kiara menjadi hangat.
"Tapi kalo kamu izinin mas gak akan tolak"lanjut Dewa menghancurkan penilaian Kiara.
"Huffttt dasar Om Om mesum"ucap Kiara kemudian berlari menuju kamarnya.
Dalam perjalanan kekamarnya,Kiara merutuki dirinya sendiri karna sudah menuduh Dewa yang tidak tidak.Ia sangat malu dengan apa yang sudah terjadi.
Sebenarnya setelah kejadian malam itu,Kiara sedikit takut kalo harus berduaan dikamar dengan Dewa.Ia takut kejadian itu terulang lagi.
setelah mandi dan memakai seragam sekolah Kiara pergi kedapur membuat sarapan untuk Dewa.Tak lama Dewa menyusul Kiara kedapur sudah lengkap dengan setelan kerjanya.
"Nanti pulang jam berapa yank?"tanya Dewa sambil menyesap kopi yang ada didepannya.
"belum tau mas,mas nanti gak usah jemput aku naik Ojol aja"ucap Kiara sambil menaruh sepiring nasi goreng seafood didepan Dewa
"ya udah,itu kamu bawa tas gede amat.emang isinya apa kan udah gak ada pelajaran kan."
"oh itu isinya buku sama baju ganti, rencananya habis pulang sekolah aku langsung main ke apartemen mas Danu"
"oh...kok tumben mau main kesana?"
"Iya mas,aku bosen dirumah terus.mau main juga ga punya temen."
"Maaf ya sayank,karna sibuk mas jadi gak punya banyak waktu buat kamu.Maaf karna mas sampe saat ini belum sempet ajak kamu liburan"
"Iya gak apa2 kok mas,aku ngerti.udah sarapannya dimakan dulu,keburu kesiangan nanti"ucap kiara
Setelah selesai sarapan Kiara dan Dewa meninggalkan rumah.Sesampainya disekolah kiara segera turun dari mobil dewa dan cepat cepat masuk kedalam sekolah.
Suasana sekolah tampak sepi,hanya ada beberapa siswa yang berlalu lalang.Kemudian Kiara pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang pernah ia pinjam.
Setelah Kiara selesai mengembalikan buku,ia masih ingin berlama lama disana.perpustakaan adalah tempat yang menurutnya paling nyaman belakangan ini.
Saat tengah duduk sendiri,sebuah tepukan dibahu mengagetkan nya.Dengan kesal Kiara menoleh kebelakang untuk melihat siapa pelakunya.
"Rio...kaget tau"ucap Kiara
"Sttttttt..gak boleh berisik diperpus."
"Bodo"kata Kiara kesal.
"Hahahaha...maaf,oh iya udah liat pengumuman dimading belum?"tanya Rio yang duduk didepan Kiara.
"Belum,aku baru aja Dateng terus langsung kesini.emang ada apa?"tanya Kiara penasaran
"cepetan liat gih,itu pengumuman beasiswa nya udah keluar"
"Oh ya,aku harus cepetan liat nich.kamu dapet gak?"kata Kiara hendak berdiri kemudian duduk lagi.
"Aku keterima di UI donk,tapi gak dapet beasiswa"ucap Rio.
"Oh...selamat ya.moga aja aku juga keterima disana"ucap Kiara yang tampak gembira mendengar kabar dari Rio.
"segitunya banget gak mau jauh sama aku ya"kata Rio ke pedean.
"dih pede banget sih,ya udah aku kemading dulu ya"
"aku temenin"
kemudian Kiara dan Rio pergi kemading bersama sama.Setelah sampai terdapat beberapa kertas yang ditempel dari beberapa universitas yang ada di Indonesia.Dengan teliti Kiara memeriksa namanya yang ada pada kertas kertas itu.
"wah gila kamu juga diterima di universitas di Bandung Ki"
Kiara pun segera memeriksa,dan benar saja 4 diantara kertas tersebut tercantum namanya.Artinya Kiara diterima di4 universitas yang ada di Indonesia.2 diantaranya tidak mendapat beasiswa,1 ia mendapat beasiswa biasa,dan 1 mendapat beasiswa full.
"Lo pilih yang mana Ki?"tanya Rio yang ikut bingung,karna ke 4 universitas adalah universitas ternama di Indonesia.
"Aku sih lebih milih UI sih,tapi biayanya pasti mahal."kata Kiara galau.
"Ya udah kamu pikir pikir dulu aja,masih ada waktu kurang lebih 2 bulan buat putusin."
"Heem kamu bener"
"Ya udah ke ruang kepala sekolah sana,ambil formulir buat daftar ulang"kata Rio.
setelah kekantor kepala sekolah,Kiara pun m mutuskan untuk pulang.Rio menawarkan untuk mengantar pulang Kiara,tapi ditolak oleh Kiara.
jadi Rio menemani kiara menunggu Ojol pesanannya.
Kiara pun berpamitan pada Rio,saat Ojol pesanannya datang.motor yang ditumpangi Kiara pun mulai menjauh dari pandangan Rio.
Tak perlu waktu lama untuk Kiara sampai diapartemen dian.setelah menelpon Dian memberi kabar kalo dia sudah dibawah,Kiara pun segera masuk kedalam lift.Tak lama lift pun berhenti dilantai tempat tinggal Dian.
Kiara segera memencet bel,lalu dian membukakan pintu.
"Hay mbak,"sapa Kiara
"Ayo Ki masuk"ajak Dian
"Oh ini mbak,katanya orang hamil suka makan yang asem asem"kata Kiara menyerahkan seplastik mangga yang tadi ia beli saat perjalanan kesana.
"Halah Ki,gak usah repot repot gini"
"Gak apa apa kok mbak,cuma mangga aja"
Kiara melihat suasana rumah Dian,meskipun kecil tapi sangat bersih dan tertata rapi.
"Duduk Ki,bentar aku buatin minum ya"kata Dian kemudian pergi kedapur untuk mengambilkan kiara minum.
tak lama Dian keluar membawa air minum dan beberapa cemilan .
"udah mbak gak usah repot repot,nanti kalo kecapekan aku dimarahi mas Danu Lo"
"Gak apa-apa Ki,kamu dari mana Ki?"
"Oh tadi dari sekolahan mbak"
"oh, kapan pengumuman lulusannya Ki?"
"besuk hari Jum'at mbak,aku deg deg an banget "
"tenang aja Ki,kamu pasti lulus kok"
"iya mbak"
mereka pun saling bercerita,Kiara banyak menanyakan tentang kehamilan dian.tak terasa hari sudah siang saat bel rumah Dian berbunyi.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
Bersambung