Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 100



saat sedang ngobrol di balkon,tiba tiba hp Dewa berdering.Dengan malas Dewa berjalan menghampiri hp nya yang ia taruh di nakas dekat ranjang.


Dewa pun melihat siapa yang menelepon nya,setelah melihat siapa yang menelepon Dewa malah mematikan handphone nya kemudian melemparnya ke kasur.


Dewa pun berjalan menghampiri Kiara,belum sempat berjalan jauh HP nya berdering kembali.Tanpa memperdulikan hpnya Dewa terus saja berjalan kearah Kiara.


"siapa yang telp mas?"tanya Kiara saat Dewa duduk disampingnya


"orang salah sambung,gak penting biarin aja"ucap dewa kemudian memeluk Kiara.


Hp dewa yang dibiarkan terus saja berdering,hingga membuat Kiara sedikit terganggu.


"diangkat dulu mas,siapa tau penting.dari tadi bunyi terus"ucap Kiara.


dengan berat Dewa pun berjalan menuju hp nya.Kemudian Dewa mengangkat nya dengan terpaksa


"ada apa?"tanya Dewa.


"dih kakak jutek amat sama adek sendiri."ucap Jessy diujung telp


"katakan ada perlu apa kamu telpon kakak"


"ya elah kak,aku telpon kakak karna aku kangen sama kakak"


"katakan berapa yang kamu butuhkan"tanya Dewa


"kakak tau aja tapi aku gak mau uang,aku pengen kakak beliin tas branded di toko biasanya"


"kamu bilang aja berapa nanti kakak transfer"


melihat Dewa sedang sibuk meladeni adiknya,kiara memilih pergi keluar kamar.Kiara berjalan menuju dapur,karna disana terdengar ramai karna aktifitas memasak.


"lagi masak apa Bu?"tanya Kiara pada seorang wanita paruh baya.


"eh nyonya,jangan panggil ibu panggil aja Bibi seperti tuan memanggil saya.ini saya sedang memasak sayur lodeh"jelas bibi.


"oh...ada yang bisa aku bantuin bi?"


"gak usah nyonya,ini sudah selesai kok.nyonya tunggu saja dimeja makan"


Kemudian kiara duduk dimeja makan,dan seorang pelayan meletakan 1 per satu makanan diatas meja.kiara menatap makanan itu dengan tatapan lapar.Setelah selesai menata meja makan,pelayan itu pun kembali kedapur.


"mbak ini udah semua?"tanya Kiara.


"iya nyonya,semua masakan sudah keluar semua"ucap pelayan dengan patuh


"itu bibi lagi goreng apa?"tanya Kiara


"oh itu bibi sedang goreng ikan asin "


"aku minta boleh gak mbak,sedikit juga gak apa apa"ucap Kiara.


"nyonya doyan ikan asin?"tanya pelayan ragu ragu.


"doyan mbak,aku minta sedikit ya"pinta Kiara.


"baik saya akan Ambilkan"kata pelayan,lalu berjalan kedapur tak lama kemudian ia kembali dengan membawa ikan asin diatas piring.


"ini nyonya"


"wah ..makasih mbak"ucap Kiara sambil menelan liurnya.


Tak lama Dewa turun dari lantai bawah,ia melihat Kiara yang sudah duduk manis dimeja makan kemudian menghampiri Kiara.


"udah disini aja kamu yank"


"hehehehe...laper mas"ucap Kiara,sambil menaruh nasi dipiring dewa.


"mau sama sayurnya mas?"


"iya dikit aja"kata Dewa,Kiara mengambilkan sayur serta lauk lainnya untuk Dewa.


setelah selesai melayani Dewa,Kiara mengambil nasi untuknya sendiri.kemudian Kiara dengan lahap memakan makanannya.


"tumben tadi adik kamu telpon mas,ada apa?" tanya Kiara kepo.


",biasa dia telpon mas cuma kalo ada maunya aja",


"oh..."ucap Kiara kemudian memasukan makanan kemulut nya lagi


Kiara tampak menyukai masakan yang dibuat bibi.tanpa terasa ia beberapa kali sudah menambah nasi kedalam piringnya.


Dewa yang melihat itu sedikit takjub,karna biasanya Kiara tidak makan sebanyak itu.Tapi Dewa senang melihat Kiara makan dengan lahapnya.


"enak banget ya yank?"tanya Dewa


"Heem mas, mantap"ucap Kiara dengan mulut penuh makanan


"pelan pelan aja makanan gak ada yang minta kok"


"iya mas,mas juga makan.mau nambah nasinya?"


"udah mas udah kenyang,buat kamu aja semuanya"


"boleh gak,bibi kita bawa kerumah ?"


"kenapa emangnya,sayang?"


"masakan bibi enak"ucap Kiara


"boleh aja,kalo bibi mau"


"maaf nyonya,saya tidak bisa ikut kejakarta soalnya disini saya masih punya anak anak kecil"


"maaf ya nyonya saya gak bisa"


"ya sudah,apa boleh buat?"kata Kiara dengan sedikit kecewa


"gak usah sedih,dirumah kan udah ada bibi dan mbak Lastri.emang masakan mereka gak seenak masakan bibi?"


"gak kok,masakan mereka enak tapi kalo masak lodeh masakan bibi disini yang pas sama selera aku"


"ya udah nanti minta suruh bibi ajarin sampai biasA,"


"iya."ucap Kiara sambil meletakan sendok ya,tanda ia sudah selesai makan.


Kiara mengelus ngelus perutnya yang terasa kekenyangan.


"kenyang yank?"


"iya mas,sampai gak bisa gerak nih"


"hahahaha...kamu ada ada aja sih,makan kayak orang kalap gitu."


"hah..siapa suruh masakan bibi enak"ucap Kiara.


kemudian Dewa membantu Kiara bangun dari tempat duduknya.Lalu Dewa mengajak Kiara berjalan jalan keliling vila sambil menunggu nasi dalam perut Kiara turun.


Kiara dan Dewa menyusuri setiap sudut vila,sambil sesekali Dewa menceritakan awal mula ia membeli pulau ini.


Setelah lelah berjalan dan makanan Kiara sudah turun kemudian mereka kembali kekamar karna malam semakin larut.


Dewa berbaring disamping Kiara,sambil mengelus elus perut kiara.


"perut kamu udah keliatan sedikit buncit ya yank"


"iya,kan si kecil didalam sini udah tumbuh besar."


"heem...jadi gak sabar pengen cepet-cepet gendong dia"ucap Dewa kemudian menciumi perut Kiara.


"Hay kecil lagi apa kamu?"kata Dewa pada perut Kiara.


"aku lagi bobo Daddy"ucap Kiara.


"kamu kekenyangan juga ya?"


"iya Daddy,aku kenyang banget sekarang mau bobo"jawab Kiara.


"hahahaha...ya udah selamat malam princess"ucap Dewa kemudian mencium perut Kiara lagi.


"kok princess sih,kan baby nya cowok"protes Kiara.


"siapa bilang cowok orang Beby nya cewek."


"ya kan princess"lanjut Dewa.


"gak mau pokoknya cowok"


"udah,mau cowok atau cewek yang penting lahir dengan selamat ya sayang.udah malam sekarang kamu tidur ya,katanya besuk mau jalan jalan kepulau sebelah."ucap Dewa,mengalah karna kalo dilanjutkan akan selesai tahun depan


Kiara pun dengan patuh menuruti perintah dewa,mata Kiara pun sudah tertutup dan ia lama kelamaan sudah terlelap.


Dewa pun tidur disamping Kiara sambil memeluk tubuh kecil kiara.dan mereka pun terbuai dalam mimpi masing masing.


matahari pagi menyinari kamar Kiara lewat celah tirai yang tak tertutup sempurna.Kiara mulai mengerjakan badannya,dan mengucek kedua matanya.


Kiara pun bangun dari tidurnya, semalaman ia tidur didalam dekapan dewa.perlahan Kiara mengangkat tangan Dewa yang melingkar di pinggang nya.dengan pelan Kiara turun dari ranjang dan pergi kekamar mandi.


setelah menuntaskan hasrat nya kebelakang Kiara pun segera mandi.Ia sudah tak sabar ingin jalan jalan kepulau sebelah.


Setelah selesai mandi,Kiara menghampiri dewa yang masih saja tidur.Kiara membangunkan Dewa dengan mengoncang pelan bahu Dewa.


tapi seperti biasa,bukan Dewa namanya kalo sulit dibangunkan.kiara kemudian mendekati Dewa lalu mencium kening Dewa,tak sampai disitu kiarq mulai mencium kedua pipi Dewa dan lalu mencium hidung Dewa.


sebenarnya Dewa sudah terbangun,ia menanti kiara untuk mencium bibirnya,tapi setelah menunggu lama Kiara tak kunjung meneruskan aksinya.


"kok gak dilanjutin yank?"tanya Dewa dengan mata yang masih tertutup.


"huh maunya,udah bangun terus mandi gih.katanya mau ngajak aku jalan jalan."


"gak mau,cium dulu"


"gak mau ya udah,kalo gitu aku jalan sendiri"ucap Kiara kemudian hendak berlalu meninggalkan Dewa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung