
Kiara segera masuk kedalam kelas, setelah Dewa mengantarnya sampai depan sekolah.
"Kenapa Lo,pagi pagi kayak galau gitu?Semalem gak dapet jatah dari mas mu?"tanya Ajeng saat melihat Kiara terlihat lesu.
"Aku lagi bingung nich, lusa mas Dewa ultah aku bingung mau ngasih kado apa"Keluh Kiara.
"Kenapa harus bingung beliin aja jam tangan atau apa lah yang sering dia pake"ucap Luna.
"Kalo ngasih jam tangan,tau sendiri jam tangan mas Dewa branded semua pasti harganya puluhan bahkan ratusan juta.Aku mana sanggup beli yang kayak gitu."Ucap Kiara
"Beliin kemeja,atau dasi,Pokonya barang yang bisa dia pake sehari hari"saran Luna.
"Udah dari pada bingung nanti habis sekolah kita langsung ke mall,kita bantuin kamu cari kado buat pacar Lo itu"kata ajeng
"Huffttt..bilang aja kamu yang mau shopping"ucap Tari sewot.
"Hehehehe...kan sekalian"kata Ajeng sambil nyengir.
Setelah jam pelajaran selesai Kiara dan ke 3 sahabatnya itu pergi ke mall untuk mencari kado buat Dewa.
Setelah perjalanan yang cukup lama karena macet, akhirnya mereka sampai dengan selamat.
"Mau mau cari apa Ki?"tanya Luna.
"Apa ya,aku juga bingung. Tapi dari tadi aku udah kepikiran buat beliin jam tangan aja"ucap Kiara
"Ya udah kita coba liat liat dulu aja sapa tau ada yang cocok."ucap Ajeng
Kemudian mereka mulai menjelajah mall untuk mencari hadiah untuk Dewa. akhirnya mereka masuk kesebuah toko jam yang terlihat mewah.Kiara mulai melihat jam yang dipajang di etalase toko.
"Selamat siang bisa saya bantu"sapa pelayan toko.
"Mas,saya mau cari jam buat cowok"
"Oh sebelah sini mbak,"kata pelayan toko itu.
"Ini koleksi terbaru kami"ucap pelayan toko dengan ramah. Kiara terlihat tercengang saat melihat harga yang terpampang di setiap jam.
"Gimana Ki ada yang kamu suka?"tanya Luna.
"Maaf mas,kalo jam cowok yang agak murah ada?"tanya Kiara
"Oh ada ,yang sebelah sini"ucap pelayan toko dengan wajah yang sedikit berubah kesal.
Kiara melihat deretan jam yang ada disamping kiri.Memang sangat terlihat perbedaan nya,dengan jam yang baru saja Kiara lihat.
"Mas bisa lihat yang ini"ucap Kiara.
"Ini,hati hati itu barang mahal.Kalo rusak kamu gak sanggup gantinya"ucap pelayan toko,yang sikapnya berubah 360°.
"Iya mas,kita cuma mau liat aja."ucap Ajeng yang mulai bete.
Dengan hati hati Kiara mengangkat jam yang ada didepannya.Iya melihat dengan teliti,setelah dirasa pas dengan harga dan model nya akhirnya Kiara membelinya.
"Mas kalo yang kayak gini tapi model lain ada?"ucap Kiara.
"Gak ada?"ucap pelayan toko ketus
"Kalo ini kacanya tahan banting gak mas?"tanya Luna.
"gak tau,"jawab pelayan toko sambil memainkan hpnya
"Ada garansinya kan mas?"
"Banyak tanya banget sih,jadi mau dibeli gak?"
"Iya mas jadi,yang ini aja kalo gitu"ucap Kiara sambil meletakan jam diatas etalase kaca.
"Yakin mau yang ini?uangnya ada gak"ucap pelayan toko sengak.
"iya mas,ada kok"kata Kiara sabar.
"Mas kita disini mau beli bukan mau ngemis.Kita ini pelanggan Lo mas, pelanggan adalah raja.Jadi hormati dong"Oceh Luna kesal.
"Ya udah Ki kita cari ketoko lain aja."Ucap Ajeng sambil menarik tangan Kiara keluar dari toko.
"Gila bener tuh pelayan,gue baru pertama kali ini dipermalukan kayak gitu".ucap Luna marah
"Iya gue juga,mana tadi banyak orang lagi"timpal Ajeng.
"Iya aku malu banget,tadi liat ada yang vidioin kita gak?Takutnya besuk langsung viral"tanya Tari.
"Maafin aku ya Gaes,gara gara aku kalian dipermaluin kayak gini.maafin aku,"ucap Kiara yang tak enak hati karna membuat sahabatnya yang seorang nona muda dipermalukan seperti itu.
"gak pa pa Ki,ya udah kita cari hadiahnya lagi ya"ucap Luna yang sama tak enaknya.
Kemudian mereka kembali berkeliling,tak lama mereka masuk kembali ke toko jam lainnya.
"Mbak,saya mau cari jam buat cowok yang harganya gak mahal dan gak begitu murah juga"ucap Kiara.
"Oh silahkan mbak,disini kita punya jam dari harga ratusan ribu sampai ratusan juta.silahkan sebelah sini"
Kemudian Kiara mulai memilih yang sekiranya cocok dengan Dewa.Tak perlu waktu lama untuk Kiara memilih.Setelah membayar kiara dan ke 3 sahabatnya pun keluar dari toko itu.
Setelah berkeliling sebentar Kiara dan ke 3 sahabatnya memutuskan untuk pulang.
Malam itu sesudah makan malam Kiara dan Dewa sedang menonton tv diruang tengah.
"Tidak usah dirayakan kek, Dewa sudah dewasa"ucap Dewa yang sedang menerima telpon,sedangkan Kiara ia hanya diam duduk dipojokan.
"Dewa tidak bisa janji, akhir akhir ini Dewa sibuk.Ya sudah Dewa lagi ada kerjaan,kakek sehat sehat disana"Ucap Dewa kemudian mengakhiri teleponnya.
"Siapa mas?"Tanya Kiara hati hati,takut merusak mood Dewa.
"Kakek"ucap Dewa singkat.
"Oh..."ucap Kiara.Setelah itu tak ada pembicaraan diantara mereka.
"Lusa kakek nyuruh mas pulang kerumah,"ucap Dewa memecahkan keheningan.Lalu Dewa menarik Kiara kepelukannya.
"Terus mas gak mau pulang?"tanya Kiara
"Mas males kalo harus balik kerumah itu,"jawab Dewa terselip kesedihan bercampur amarah Dimata Dewa.
"Kenapa mas?,kalo menurut ku sih mas harus nya pulang.beruntung mas yang masih punya keluarga yang care dengan mas"ucap Kiara.
"Mas mau pulang tapi kamu harus temenin mas kesana"
"aku ikut mas?Apa aku pantes ada ditengah tengah mereka?"tanya Kiara.
"Sttttttt..kamu ngomong apa sih sayang,kamu udah mas pilih jadi istri mas,jadi seenggaknya mereka harus kenal sama kamu.Kalo pun mereka tidak suka atau pun tidak merestui kita,mas gak perduli.Mas tetap akan nikah sama kamu"ucap Dewa menyakinkan Kiara.
"Ya udah aku akan ikut mas,jadi mas mau Dateng ke sana kan?'
"Iya sayang".
Beberapa hari kemudian,Kiara dan Dewa sudah berada didalam mobil menuju kediaman orangtuanya.
Malam itu kiara tampak cantik dan elegan.Dengan make up yang tipis sudah bisa memancarkan kecantikan Kiara.
Satu jam kemudian, Dewa dan Kiara pun sudah sampai di pelataran halaman rumah orAng tua Dewa.Dari luar tampak dekorasi yang berkelas.
Dewa mengandeng tangan Kiara,saat memasuki rumah.Banyak mata yang melihat,Bahkan tak sedikit dari mereka saling berbisik.
"Itu tuan muda,tampan sekali.Siapa wanita yang ada disampingnya itu?cantik sih tapi aku gak pernah lihat"Bisik salah satu tamu.
"iya,baru pertama kali tuan muda membawa pasangan diacara pesta seperti ini"
Tangan Dewa tetap menggenggam tangan Kiara.
"Dewa anak ku akhirnya kamu pulang juga.kamu sudah tidak sayang dengan mami mu ini.Gimana kabar kamu?"Ucap wanita setengah baya yang masih terlihat cantik sambil memeluk dewa.
"Aku baik"jawab Dewa dingin.
"Issstt..ini anak dari dulu masih kayak es batu,ini siapa nak?"tanya mami Dewa saat melihat Dewa.
"Dia calon istri ku"jawab Dewa singkat..
.
.
.
...
..
.
..
..
.
.
.
Bersambung dulu ya,
nanti dilanjut lagi