Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 119



Dua hari sudah Dewa pergi,dan dua hari sudah hidup Kiara bagai tak berwarna,seakan semangatnya ikut terbang bersama Dewa.


Seperti biasa,kiara hanya disibukan dengan membantu mbak lastri didapur ataupun beres beres rumah.


hanya itu yang bisa kiara lakukan untuk sekedar membuang kegalauan hatinya.


"non,..."kata mbak lastri saat berjalan mendekati kiara di ruang tengah.terlihat raut kepanikan dan cemas diwajah mbak lastri.


"iya mbak ada apa,kok mbak kelihatan panik gitu"


"anu non..."ucap lastri


"iya mbak ada apa,tarik nafas dulu..."kiara berusaha menenangkan lastri


"Non,baru saja saya dapet kabar dari kampung kalo bapak saya masuk rumah sakit"jelas lastri.


"oh...terus gimana keadaan bapak mbak?"


"mbak belum tau,kalo non mengijinkan mbak mau ijin buat pulang kampung non.Mbak kwatir terjadi sesuatu sama bapak"terlihat air mata sudah membasahi pipi lastri.


"iya mbak,mbak lastri boleh pulang.Nanti biar aku yang ngabari mas dewa"


"makasih non,tapi gak apa apa kalo non mbk tinggal sendiri"


"iya mbak aku gak apa apa,lagian ada pak usub juga.ya udah mbk siap siap aja dulu.tenang gak usah panik,pasti bapak baik baik saja"


"iya non semoga saja begitu,kalo gitu mbak permisi dulu"


kiara hanya menatap punggung lastri yang kian menghilang didalam kamar.


"Non,saya pamit dulu ya"ucap lastri sambil menjinjing tas ditangannya.


"Iya mbak,hati hati ya.nanti kalo sudah sampe kampung jangan lupa kabari aku."


"iya non,non jaga diri ya dirumah.kalo kondisi bapak saya sudah membaik saya akan segera pulang"


"iya mbak,mbak gak usah mikirin aku.Yang penting kondisi kesehatan bapak."


"ini mbak,aku ada sedikit uang buat bekal diperjalanan ya"ujar kiara sambil menyerahkan amplop coklat pada Lastri


"gak usah non,saya masih ada kok tabungan"tolak Lastri


"gak apa apa mbak,jangan ditolak"paksa kiara.


"ya udah,terima kasih ya non.kalo gitu saya permisi


dulu"


Setelah kepergian Lastri,kiara hanya duduk termenung disofa ruang tengah.


sepi itulah yang dirasa kiara saat ini.ia benar benar sendirian dirumah sebesar ini.


"gak apa apa Ki,kamu harus mulai terbiasa dengan perasaan sepi seperti ini."ucap kiara pada diri nya sendiri.Kiara pun bangikit menuju kamarnya.


sesampai dikamar,terdengar suara hpnya.Setelah melihat siapa yang menelpon,cepat cepat kiara mengangkatnya.


"halo mas.."sapa kiara dengan riang


"hay sayank,lagi ngapain?tanya dewa disebrang sana.


"lagi kangen sama mas"


"masak sich?mas juga kangen banget sama kamu.saking kangen nya rasanya mas pengen terbang terus nyamperin kamu"


"wihhh...superman kali ah"ucap kiara sambil tersipu malu.terdengar kekehan dari sebrang telpon.


"oh iya mas...ini mbak lastri pulang kampung"kata kiara.


"loh kok mendadak?"


"iya mas,tadi mbak lastri dapet telpon dari kampung katanya bapaknya sakit.Ya jadi mbak lastri minta pulang"


"terus kamu sendirian donk dirumah?Bibi juga belum dateng?"tanya dewa terdengar sangat kwatir.


"Gak apa apa mas,aku berani kok sendirian dirumah.lagian ada Pak usub jaga didepan"


"tapi kan mas tetep kepikiran,ya udah nanti mas minta Danu biar istrinya nemenin kamu dirumah."


"tapi mas tetep gak tenang.Ya udah mas usahain besuk lusa mas pulang."


"ya udah terserah mas aja"ucap kiara mengalah,


"ya udah mas mau mandi dulu ya.kamu jangan lupa makan,"


"iya mas,mas juga jaga kesehatan ya"


"iya...miss you"ucap dewa


"miss you too"balas kiara.


-----------


Matahari sudah memunculkan sinarnya kembali,perlahan mata kiara terbuka.


setelah membuka tirai kamar dan merapikan tempat tidur kiara segera membersihkan diri.dua puluh menit kemudian kiara keluar dari kamar mandi.


Kiara langsung keluar kamar menuju dapur.Biasanya ada mbak lastri yang sudah sibuk didapur dijam segini.


Tadi malam lastri sudah telpon memberi kabar kalo sudah sampai kampung.Lastri pun mengucap kan terima kasih karna Dewa sudah mentranfer beberapa uang untuk biaya rumah sakit ayah lastri.


kiara pun segera menuju lemari es,lalu mencari bahan bahan untuk ia eksekusi menjadi masakan.


Saat tengah mengeluarkan beberapa sayur,hp kiara pun berbunyi,Lalu kiara pun mengangkatnya.


"assalamualaikum pak"sapa kiara.


"waalaikumsalam non,maaf hari ini bapak ijin gak masuk kerja ya non.Bapak lagi gak enak badan"ucap pak usub.


"oooh bapak lagi sakit,iya pak gak apa apa bapak istirahat aja dirumah."


"iya non terimakasih"


"iya pak sama sama".kiara meletakan hp nya d1iatas meja dapur.Niat kiara untuk masak pun sirnah.


"mungkin ini kesempatan yang diberikan tuhan agar aku bisa pergi dari rumah ini"ucap kiara dalam hati,sambil memasukan kembali sayur kedalam lemari es.


Tanpa pikir panjang kiara pun segera menuju kamarnya.Kiara mengambil tas yang sudah ia siap kan beberapa hari yang lalu.


Tak lupa ia juga meninggalkan surat untuk Dewa,Dan beberapa benda berharga yang pernah Dewa berikan pada kiara.


Rasanya Teramat berat meninggalkan Dewa,tapi kiara harus melakukannya,Untuk kebaikan semua.Perlahan tapi pasti kiara melangkah keluar kamar dengan membawa barang barang yang ia bawa saat pertama kali masuk kerumah dewa.


Diluar taksi yang ia pesan pun sudah menunggu,tanpa ragu kiara pun meninggalkan rumah dewa.


"selamat tinggal mas"bisik kiara lirih,airmatanya tak bisa ia bendung.Meninggalkan orang yang paling dicintai memang sangat lah sulit begitu yang dirasa kiara.


sepanjang jalan kiara hanya diam sambil menatap luar jendela,sesekali tanganya terayun mengusap air matanya yang meleleh dipipi nya.


"sudah sampai mbak,"ucap supir taksi membuyarkan lamunan kiara.


"oh iya mas tunggu sebentar ya"ucap kiara,ia pun bergegas keluar mobil.


Kiara berdiri didepan rumah Ajeng,orang yang masih ia anggap sebagai sahabatnya sampai kini.


Terlihat kesibukan dihalaman depan rumah ajeng,seperti ada acara hajatan tapi entah lah,kiara tak tau.


Kiara hanya berani melihat dari luar,tanpa berani melangkah kedalam.Setelah kesalah pahaman yang terjadi kiara seakan menjaga jarak dari sahabatnya itu.Ia takut ajeng akan semakin benci pada nya.


Terlihat dari arah dalam,bibi(ART rumah ajeng) berjalan cepat menghampiri kiara.Selama ini Bibi sangat baik kepada kiara.


"non kiara kok cuma diluar,ayo masuk"ucap bibi yang sedikit ngos ngosan sambil menarik tangan kiara.


.


.


.


.


.


.bersambung