Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
96.



Setelah tahu istrinya sedang mengandung tiga janin calon bayi kembarnya, Ken begitu protektif terhadap istrinya, meski tubuhnya sendiri lemah karena mengalami sindrom ngidam, ia berusaha bangkit dan tidak ingin membuat istrinya kelelahan mengurusnya, dan sejak itu ia tidak mengijinkan istrinya naik dan turun tangga, Ken mengajak istrinya untuk menempati kamar yang ada di lantai bawah, tepatnya di kamar yang dulu di tempati Ken sebelum mereka menikah. Ken juga tidak membiarkan istrinya mengurus kedua anaknya sendiri, akan tetapi ia yang lebih banyak mengurus kedua anak kembarnya itu, ia juga melarang istrinya membuat kue dan semua pekerjaan di toko kue dilakukan oleh pegawainya. Perut Arrumaisha terlihat semakin besar, berat badanya semakin bertambah, ia mudah sekali lelah.


Setiap pagi Ken akan mengajak istrinya berjalan-jalan di taman belakang rumahnya, dan menemani istrinya berenang, sesuai yang dianjurkan oleh dokter Rahajeng, Ken juga selalu menemani istrinya senam ibu hamil yang diselenggarakan setiap minggunya oleh rumah sakit kota, semua itu ia lakukan demi tetap menjaga kesehatan istri dan bayinya, semua perhatian Ken benar-benar tercurah untuk istrinya, hingga Arrumaisha merasa begitu sangat di cintai, bahkan wanita itu merasa tidak bisa jauh dari suaminya sebentar saja.


Hari ini dokter Fahri berniat menjemput kedua keponakanya yaitu Ryube dan Ryuna dan membawanya ke rumahnya. Sejak Arrumaisha hamil dan suaminya Ken mengalami sindrom ngidam, hampir setiap akhir pekan jika tidak ada acara yang penting, dokter Fahri akan menjemput kedua keponakan kembarnya, mereka akan menginap di rumahnya, hubungan persaudaraan mereka menjadi semakin baik. Dokter Fahri sudah menganggap kedua anak kembar Arrumaisha seperti anaknya sendiri, meski dia belum menikah dan memiliki anak, akan tetapi ia sangat menyukai anak-anak, terkadang saat mendapatkan hari libur, dokter Fahri akan mengajaknya ke pulau sebrang mengunjungi nyonya Sophia yang sudah seperti ibu baginya dan dokter Burhan, yang kini telah menjadi kakek bagi si kembar.


Arrumaisha sedang di duduk di teras belakang rumahnya ditemani suaminya dan mbak Ratna, mereka sedang membahas masalah perkembangan tokonya, sebagai kepala toko, ia telah mendapat bimbingan langsung dari Aldo, dan sampai sekarang menjadi orang kepercayaan Arrumaisha. Sejauh ini pekerjaan mbak Ratna cukup baik, gadis yang baru berusia dua puluh tahun itu sangat cakap dalam bekerja, meski ia hanya lulusan sekolah menengah, namun ia sangat bisa diandalkan.


Dreetttt.... dreeetttt, getar ponsel, Ken segera mengangkatnya.


''Ada apa??, jawab Ken langsung


''Aku sudah sampai disekolah anak-anak, aku akan menjemputnya dan membawanya pulang, aku masih menunggu mereka keluar'', ucap dokter Fahri.


''Apa kau akan membawanya lagi??


''Ya, sebentar lagi aku sampai situ''.


''Ok, jawabnya dengan enteng dan ponselnya langsung dimatikan.


''Siapa??, tanya Arrumaisha


''Si jomblo'', jawabnya Ken dengan enteng


''Sayang..., jangan memanggilnya begitu!!.


''Mau di panggil apa??, dia memang jomblo kan???.


Seketika mbak Ratna tersenyum mendengarnya, namun ia buru-buru menutup mulutnya. Mbak Ratna tahu yang di maksud adalah dokter Fahri, saudara ipar Arrumaisha, meski beberapa kali dokter Fahri datang ke rumah Arrumaisha, ia tidak pernah bertemu langsung denganya, beberapa karyawan toko sering membicarakanya, gadis yang keseharianya selalu mengenakan hijab itu hanya sedikit tahu cerita bahwa dokter Fahri seorang yang tampan dan berkarisma.


''Dia itu seorang dokter, sama sekali tidak baik memanggilnya begitu, apa dia akan kesini???.


''Dia sudah sampai sekolah anak-anak, dia sedang menunggu mereka keluar dan akan membawanya kemari''.


''Aku mohon jangan panggil dia dengan sebutan itu, panggil namanya saja, hargailah dia sebagai saudaramu, dia sudah sangat baik, hampir setiap akhir pekan ia datang dan mengajak anak-anak, dan kau bisa beristirahat di rumah''.


''Aku tidak memintanya, dia sendiri yang mau melakukanya''. ucapnya sembari mengelus perut istrinya


Arrumaisha membelikan matanya dan mendesah, suaminya itu selalu seenak sendiri pada saudara tirinya.


Mereka masih melanjutkan pembahasan laporan toko dengan mbak Ratna, tidak beberapa lama, suara kendaraan memasuki halaman rumah mereka, dan suara kedua anak kembarnya terdengar memanggilnya.


''Mami, aku pulang dengan paman'' panggil putranya itu


''Papa....., mama!!!, seru putrinya begitu sampai


Ken segera berdiri menangkap kedua anaknya yang berlari ke arahnya.


''Papa, paman mau ajak Be dan Ryuna main boleh ya??.


''Kalian baru sampai, sudah mau pergi lagi''. ucap Ken


Dokter Fahri mengikutinya dari belakang dan membawa sesuatu yang terbungkus paper bag di kedua tanganya.


''Assalamualaikum'' sapa dokter Fahri


''Waalaikum salam'', jawab Arrumaisha dan mbak Ratna bersamaan.


''Isha aku bawakan makanan penunjang khusus untuk ibu hamil'', ucapnya sembari meletakanya di meja lalu duduk di kursi kosong sebelah mbak Ratna.


''Ini sangat bagus untuk ibu dan janin, kau bisa memakanya kapanpun''.


''Sekali lagi terimakasih''.


''Kenapa kau selalu perhatian pada istriku'', ucap Ken tak suka.


''Apa aku harus perhatian padamu, kau sama sekali tidak menarik'', jawab dokter Fahri membuat Arrumaisha dan mbak Ratna tertawa.


''Jangan pernah berharap istriku akan tertarik padamu dengan menyogok makanan seperti ini, aku bisa membelinya'', ucapnya dengan sombong.


''Istrimu dari dulu tidak pernah tertarik padaku, kau tidak perlu kuatir dan cemburu'', jawab dokter Fahri acuh


''Alasan saja, bilang saja kau masih tidak bisa move on dari istriku''.


''Kalau iya, apa kau akan memberikannya???, dengan senang hati aku akan menerimanya'', jawab dokter Fahri kesal.


''Apa kau punya kelainan, menyukai wanita yang sudah bersuami dan sedang hamil''.


''Aku tidak meminta, tapi jika kau mau memberikannya padaku, aku tidak keberatan'', jawab dokter Fahri langsung membuat Ken terdiam, ia meninggalkan dokter Fahri dan membawa kedua anaknya untuk berganti pakaian.


Mbak Ratna tidak bisa menahan tawanya, menurutnya suami dari atasnya sangat lucu jika cemburu dan selalu bicara terus terang.


Dokter Fahri menoleh melihat gadis yang duduk disampingnya yang tidak bisa menahan tawanya.


Seketika mbak Ratna menutup mulutnya degan tangan kananya, ia merasa malu dan langsung menunduk.


''Apa tidak ada air, suamimu membuat suasana jadi panas''.


''Tunggu sebentar, biar aku ambilkan''. ucap Arrumaisha.


''Mbak Arrum duduk saja biar saya yang ambilkan, Ratna langsung berdiri untuk mengambil air.


''Dia siapa, karyawan baru???, tanya dokter Fahri


''Dia mbak Ratna kepala toko'', jawab Arrumaisha


''Ohh''.


''Kenapa???


''Tidak apa-apa, tidak pernah lihat'', jawab dokter Fahri.


Mbak Ratna datang membawa segelas air mineral dan memberikannya pada dokter Fahri.


''Silahkah diminum'', ucap Ratna


''Trimakasih'',


Mbak Ratna tersenyum dan mengangguk , ia tidak menyangka pria yang dibicarakan pegawai toko itu ternyata sangat tampan dan berkarisma


Sesaat dokter Fahri seperti terhipnotis, senyum yang manis dan wajah yang menunduk malu itu membuat jantungnya berdebar-debar. Ia langsung meneguk air dalam gelas hingga habis tak tersisa


''Mau tambah lagi minumnya dok???, tanya Mbak Ratna dengan sopan


Dokter Fahri tidak menjawab, ia menatap Mbak Ratna dan melamun.


''Kak, mau lagi minumnya??, tanya Arrumaisha dan mengagetkanya.