Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
78.



Pagi telah tiba, matahari bersinar terang, sinarnya menerobos dari celah jendela. Aldo ingin mengajak kekasihnya untuk menikmati udara pagi di pulau sebrang, akan tetapi ia mengurungkanya, semalam semua tidur sangat larut.


Aldo keluar dan melihat beberapa pegawai hotel mulai menata kembali halaman villa yang siang ini akan di gunakan untuk acara pernikahan atasannya dan mantan istrinya, beberapa rencana yang telah disusun bersama Aldo berubah, Aldo hanya bisa menjalankan apa yang diinginkan atasanya, meskipun begitu ia turut bahagia, karena usaha dan kerja kerasnya menyatukan keluarga atasanya tidak sia-sia, dia berharap atasanya bisa hidup bahagia bersama istri dan anak-anaknya.


Hampir satu jam Aldo berolahraga menikmati udara dingin dan sejuk.


''Pagi'', sapa Reisa dengan wajah masih mengantuk, ia baru bangun dan ingin menghirup udara pagi yang dingin, dan melihat kekasihnya sedang berolah raga pagi di sekitar villa.


''Slamat pagi dokterku sayang'', sapa Aldo sembari memeluk Reisa.


''Lepaskan Al, nanti ada yang lihat!!!


''Biar saja, kau takut di lihat siapa??, bos dan nona Isha sudah tahu hubungan kita, tidak perlu lagi menyembunyikannya dari mereka'', jawabnya


''Banyak pegawai hotel yang sedang melihat kita''.


Aldo mau tak mau melepaskan dokter Reisa, ''apa kau suka suasana disini??, tanyanya sembari duduk di kursi


''Udaranya sangat dingin di pagi hari, ini pertama kalinya aku kesini'', jawabnya sembari membetulkan jaket yang ia kenakan dan duduk disebelah Aldo.


''Apa keluargamu tidak pernah mengajakmu berlibur kesini??, tanya Aldo, ''kurasa pulau ini sangat cocok untuk liburan, terutama pasangan muda ataupun untuk berbulan madu'', ucapnya lagi


''Kami hanya liburan ke tempat yang dekat ibukota saja, jawab Reisa. ''Al...'', panggilnya


'' Ya''


''Kenapa mereka tiba-tiba memutuskan rujuk sekarang, bukankah mereka pergi untuk berkencan??, apa Isha.... ????, Reisa sangat penasaran dengan keputusan sahabatnya itu.


''Bos sudah merencanakanya beberapa hari sebelum berangkat, aku bahkan harus membuat daftar kencan mereka, hanya saja tidak memberitahu nona Isha, memang ada perubahan rencana, awalnya bos ingin menikah di hotel miliknya di kota B, tapi hotel itu belum selesai di bangun, dia tidak ingin menunggu lebih lama lagi, tapi aku senang akhirnya sekarang mereka rujuk juga'', jelas Aldo


''Begitu ya, aku pikir mungkin ada tekanan dari mantan suaminya, dia begitu lama berfikir dan penuh pertimbangan, semoga mereka akan bahagia selamanya''.


''Apa nona Isha tidak mengundang siapapun??,tanya Aldo, ''boss meminta beberapa orang kepercayaannya untuk datang, bahkan meminta pengacara yang khusus menangani perusahaan semalam menghubungiku''.


''Oh ya, aku pikir hanya acara keluarga saja, dia bahkan tidak mengundang senior, aku yakin pria itu akan patah hati'', ucap Reisa.


''Dia pasti akan mengerti, dan akan bertemu wanita lain yang mencintainya, sepertinya akan ada kejutan besar yang disiapkan tuan Ken untuk nona Isha''.


''Entahlah, kita lihat saja nanti, dan jangan dandan terlalu cantik'', tegur Aldo


''Kenapa??, aku sudah cantik dari lahir''. jawabnya membuat Aldo tersenyum


''Aku tidak ingin tamu tuan sekaligus rekan kerjaku menggodamu nanti'', jawab Aldo.


''Apaan sih, tidak lucu''.


''Aku serius, ada beberapa dari mereka yang belum menikah, mereka suka menggoda dan bermain-main dengan wanita cantik sepertimu. Apa mereka belum bangun???,


''Sepertinya begitu, orang kaya bebas, di hari pernikahannya masih enak tidur bukanya bersiap''.


'' Haaaahhhh, kau mau pernikahan kita nanti seperti apa???, tanya Aldo serius.


''Pagi-pagi sudah bahas pernikahan, apa tidak ada yang lain yang perlu di bahas.


''Kau tahu, sudah lama aku ingin membahasnya denganmu, tapi akhir-akhir ini aku sangat sibuk, dan sejak kemarin hingga semalam, kita tidak ada kesempatan berbicara berdua, tentu saja aku serius'', jawab Aldo.


''Iya maaf, eeemmm yang jelas aku tidak ingin pernikahan seperti pernikahan Isha, dari pertama kali menikah dan sekarang rujuk, dia tidak tahu apa-apa, aku punya orang tua jadi sebaiknya kita minta pendapat mereka''.


''Bos sengaja tidak memberitahu nona Isha, karena jika nona tahu rencananya, ia takut nona Isha akan menolaknya, terlebih kemarin meninggalkan kedua anaknya, selain itu ia tidak ingin menambah beban pikiran nona Isha'', jelas Aldo.


''Apa dia selalu begitu dari dulu, memutuskan semua sendiri dan suka membuat kejutan??, setelah aku pikir mantan suami Isha sedikit romantis, tidak sejahat seperti yang Isha ceritakan''.


''Bos sudah banyak berubah sekarang, dulu tidak seperti itu, saat mereka baru menikah nona hanya diizinkan pergi kuliah, selebihnya harus berada di apartemen, terkadang dia juga tak boleh keluar dari kamar, jika aku atau siapapun datang ke apartemenya'', jelas Aldo.


''Separah itu, apa dia seorang yang pencemburu???,tanya Reisa


''Dia selalu menyembunyikan pernikahannya dengan nona Isha, tapi dia juga tidak suka melihat nona dekat dengan siapapun, jika marah pada nona, ia tidak diijinkan keluar dari kamar dan tidak memberinya makan, aku pikir mungkin dulu bos sedang dilema, orang tuanya bercerai saat ia berumur lima tahun, kemudian ayahnya menikah lagi, dia tinggal dan dibesarkan oleh ibu tiri serta mendapat perlakuan yang kurang baik, dia orang yang gila kerja, dia hanya berfikir bagaimana bisa kembali bersama ibu kandungnya, dia ingin memboyong ibunya ke Ibukota dan berencana membangun rumah yang nyaman untuknya, saat itu ia sudah dijodohkan dengan seorang model terkenal dinegaranya, bos juga menyukainya, tapi saat membeli lahan milik keluarga nona Isha pamanya bilang pembeli harus menikahi nona Isha sebagai syarat dari kedua orang tua nona, dan dengan enteng ia menyanggupinya begitu saja, dia tidak pernah mengira akan seperti ini sekarang, dan mungkin bos menyadari bahwa tunanganya yang dia kagumi selama ini, tidak sepenuh hati mencintainya, dia berselingkuh dengan saudara tirinya, hingga akhirnya terjadi pertengkaran dan kekasihnya tertembak oleh saudara tirinya, kejadian itu membuatnya depresi, hampir lima tahun dia tidak kembali, walaupun begitu ia tetap memantau perusahaanya di ibukota, sebelum ia kembali ke ibukota ia memintaku untuk mencari nona Isha, dia bilang selalu bermimpi tentang anak kecil, dan setelah tahu keberadaan nona, ia sangat penasaran dan bos ingin menemuinya, tidak disangka nona Isha melahirkan anak-anak bos'', jelas Aldo.


''Jadi waktu itu kau terus menemuiku, karena sedang mencarinya, apa kau juga menyuruh orang untuk mencarinya, seingatku ada beberapa orang yang datang ke kampus menanyakan Isha???,tanya Reisa


''Ya, saat itu bos tidak ada, aku harus mengurus perusahaan sendiri, jadi aku minta bantuan orang untuk mencari informasi tentangnya, sampai akhirnya aku turun tangan sendiri dan bertemu denganmu, maaf saat itu aku tidak langsung memberitahumu bahwa aku telah bertemu dengan sahabatmu, aku membuatmu kecewa'', ucap Aldo menyatukan telapak tangan kirinya dengan telapak tangan kiri Reisa lalu menciumnya.


Mereka menikmati suasana berdua di pagi yang dingin dan hangatnya sinar matahari yang semakin naik.