Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
28.



Beberapa kali Aldo menghubungi nomor bosnya, tapi tidak juga diangkat.


''Nyonya, tuan Ken masih belum mengangkat panggilan saya''.


''Sebenarnya apa yang terjadi pada putraku?, kau pasti tahu kan??


''Tuan baru kembali beberapa bulan lalu, selama lima tahun lalu tuan tinggal di luar negeri, saya tidak tahu apa yang terjadi pada tuan disana, saya hanya menjalankan perintahnya menjalankan perusahaan'', jujur Aldo


Tiba.... tiba ponsel Aldo bergetar, ada panggilan masuk dengan nama Bos, Aldo buru-buru mengangkatnya, sedikit menjauh dari wanita yang mengaku ibu bosnya itu.


''Halo tuan, ada wanita yang mencari tuan, dia bilang ibu anda??, tuan sebaiknya cepat kembali kesini''.


''My Mom????


''Dia yang seperti ada di foto di meja kerja tuan'', bisiknya


''Berikan ponselmu padanya, aku ingin video call''.


''Baik tuan, Ken segera mengubah panggilan menjadi video call.


''Nyonya tuan ingin video call dengan anda'', Aldo memberikan ponselnya pada wanita itu.


''Ken Alexander dimana kamu, mommy sudah datang sejauh ini, kau malah tidak ada di tempat, apa yang terjadi padamu??


''Mom, aku baik-baik saja, bagaimana mommy bisa datang kesini???


''Apa kau tidak suka mommy datang mencarimu??


''Tentu saja aku senang, baiklah aku akan segera kembali, kita harus bertemu, berikan ponselnya pada Aldo, wanita itu segera mengembalikan ponsel Aldo''.


''Aldo dia mommyku, bawalah dia ke apartemen, aku akan segera kembali kesana''.


''Baik tuan'', telepon pun di matikan.


Aldo segera menjalankan tugas bosnya mengantar ibu atasanya ke apartemen.


Sementara itu, Arrumaisha telah selesai perawatan di spa, dia segera turun mencari anak-anaknya, terlihat mereka masih asyik bermain, tapi tidak terlihat mantan suaminya.


''Mama sudah selesai spa'', tanya gadis kecil itu, bahkan mungkin dia tidak tahu apa itu spa.


''Hemmm mami sangat harum'', ucap Ryuna yang sedang asyik menggambar, pria kecil yang begitu perhatian.


Arrumaisha tersenyum mendengar celoteh putranya ''dimana papa kalian?, kenapa tidak menemani kalian disini??


''Itu papa disana'', tunjuk Ryuna


''Papa datang, kau sudah selesai??, tanya Ken sesaat dia menghirup bau harum mantan istrinya yang selesai memanjakan diri, yah walaupun tadi Ken agak sedikit memaksanya untuk spa.


''Sudah, trimakasih ya'', ucapnya sedikit malu. ''Kau dari mana? kenapa meninggalkan mereka bermain sendiri, bagaimana kalau ada penculik'', bisiknya di telinga Ken.


''Tiba-tiba Ken meremang, bau harum dan nafas lembut wanita di sampingnya seperti menghipnotisnya, dia hampir saja tidak bisa mengendalikan diri, buru-buru dia mengusap wajahnya dengan kasar.


''Anak-anak hari ini mainya sudah dulu ya, ada yang perlu papa kerjakan, lain kali kita bisa main lagi'', dengan sedikit rayuan akhirnya Ken membawa mereka pulang, mereka segera keluar dari pusat perbelanjaan, setelah sebelumnya berbelanja untuk anak-anaknya dan juga mantan istrinya. Hati Ken terasa senang melihat kedua anaknya begitu gembira, namun ada sedikit kekhawatiran yang di pendam.


Dalam perjalanan Arrumaisha terus melihat keluar, dia tahu dari tadi mantan suaminya terus memperhatikannya, sembari menyetir.


''Apa yang diluar sangat indah, dari tadi kau melihat ke luar?? sindirnya secara halus, padahal Ken begitu percaya diri akan dirinya yang tampan tidak kekurangan apapun, tapi kenapa tidak bisa membuat wanita yang duduk disampingnya, segera membuka hati untuknya, begitu menderitanya sampai sulit memberinya kesempatan.


''Tidak ada, hanya sedang menikmati perjalanan'', ucapnya memberi alasan.


''Papa, mama hari ini sangat cantik ya!!!, aku sangat iri'', seru gadis kecil itu mengerucutkan bibir mungilnya, begitu lucu dan menggemaskan.


''Kau juga sangat cantik sayang, putri mama paling cantik di dunia'', pujinya pada putrinya seketika gadis itu senang.


"Selain cantik mami juga harum,?? timpal putranya yang duduk di sofa belakang, bocah laki laki itu berdiri dan memeluk maminya dari belakang lalu mencium pipi kananya, dan terus menciumi rambut sang mami.


Arrumaisha tersenyum pada putranya, dialah kekuatannya, bocah kecil yang sangat patuh padanya dan selalu mengkuatirkanya.


''Ken merasa sangat cemburu melihat interaksi mantan istrinya dengan putranya sendiri, pria kecil itu sepertinya akan menjadi sainganya, selain peduli pada mamanya juga sangat mengagumi mamanya.


''Mami aku sangat menyayangimu, nanti kalau aku besar ingin menikahi mami'', ucapnya dengan lugu.


Ciiittttttttt,


Seketika Ken mengerim mendadak, hampir saja kepala Arrumaisha terbentur, untung dia memakai sabuk pengaman. Dan juga tangan kiri Ken langsung menopang tubuh putranya agar tidak terjungkal.


"Kenapa denganmu!!!, teriak Arrumaisha, semua begitu kaget.


"Maaf, tadi aku kaget mendengarnya'', Ken menepikan mobilnya. Dia mengambil nafas dalam, kemudian segera mengambil air di botol dan meminumnya, putranya ini baru saja membuatnya dehidrasi. Untung saja jalanan sudah menuju arah rumah mereka, jadi agak sepi.


''Sayang duduk yang benar, biar tidak jatuh'', ucap Arrumaisha pada putranya, bocah itu langsung menurut, dia juga sangat kaget tadi.


''Papa, hati-hati kalau menyetir Be takut!!!!, teriak Ryube.


"Ryuna, kau tidak boleh bicara sembarangan seperti itu pada mamimu, dia wanita yang melahirkanmu, dia istriku, kau tidak boleh menikahinya'', ucap Ken tanpa sadar mengakuinya sebagai istrinya.


"Dan Be tidak boleh iri dengan mama, Be juga sangat cantik kamu putri papa paling cantik, kalian harus menyayangi dan menjaga mami, karena mami sudah melahirkan dan merawat kalian, mengerti''.


"Tapi aku hanya menyayangi mami dan Be pa'', ucap putranya lagi.


"Itu harus, karena kamu anak laki-laki, mami ibumu, dan Be saudaramu, keduanya tidak boleh kau nikahi, dan kau harus menjaganya dengan baik''.


''Tapi papa tidak menjaga kami, papa pergi lama gak pulang-pulang'', ucap gadis kecil itu tanpa rasa bersalah dan membuat Ken terkejut. Wajahnya langsung berubah masam. Dia tidak bisa menjawab ataupun beralasan.


Arrumaisha menyadari, kata-kata putrinya barusan telah melukai hati Ken, selain itu ungkapan hati putranya padanya tadi juga membuatnya linglung, hingga membuatnya mengerem mendadak.


''Sayang ada hal yang terkadang sangat kita inginkan, tapi kita tidak bisa memilikinya, tugas kalian sekarang adalah belajar menjadi baik, nanti Tuhan pasti memberikan yang baik juga untuk kalian, saat kalian besar nanti kalian akan paham, kalian harus belajar memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, mami sayang kalian berdua selamanya, apa kalian mengerti''. Tutur kata yang lembut itu begitu menenangkan.


Melihat Ken yang masih belum menjalankan mobilnya, Arrumaisha pun berkata ''Apa kita tidak jadi pulang, apa kita akan menginap disini'', ucapnya membuat Ken tersadar, tadi dia benar-benar lupa, kalau kendaraan masih belum sampai rumah.


Ken segera menyalakan kendaraannya dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Hatinya tiba-tiba menjadi kacau, kedua anaknya membuatnya tidak bisa fokus lagi.