Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
36.



Pagi-pagi sekali Ryuna bangun, semalam dia tidur di sofa, di lihatnya sang mama dan saudara kembarnya masih tertidur, dia tahu maminya tidak tidur semalaman dan baru bisa tidur menjelang pagi, karena menjaga saudara kembarnya yang sedang sakit, perlahan Ryuna melangkah ke ranjang, mengambil ponsel di nakas, dia segera mencari kontak papanya menekan tombol pemanggil dan keluar dari kamar, agar tidak menggangu tidur mereka.


Dreetttt.... dreettttt....


Ryuna melihat wajah papanya di layar yang baru bangun tidur.


''Halo papa'', sapanya berbisik.


''Halo jagoan papa, pagi sekali kamu bangun?apa mama dan Be juga sudah bangun ?,tanyanya.


''Mami baru saja tidur, semalam mami tidak tidur, Be sedang sakit, mama menjaganya''.


''Be sakit????, sakit apa??, kenapa tidak ada yang memberitahu papa??


''Be demam, kemarin aku ingin memberitahu papa, tapi mami melarangnya, takut mengganggu papa, Be hanya demam biasa, dia merindukan papa''.


''Kenapa tidak telefon papa???


''Be gak mau telefon papa, katanya papa hanya pergi sebentar tapi sampai sekarang papa gak pulang juga, papa gak sayang sama kita ya??, makanya papa pergi lagi'', ucapnya menirukan kata-kata saudara kembarnya.


''Papa kan sudah bilang kalian bisa menelfon papa kapanpun, maaf papa sangat sibuk kemarin, sampai lupa menelfon kalian''.


''Aku tahu, apa semua pembisnis selalu sibuk?? apa itu pembisnis?? kemarin malam aku tanya mami tentang pekerjaan papa, mami tidak menjawabnya, terus mami lihat di ponsel ada gambar papa katanya papa seorang pembisnis??, apa papa tidak akan pulang karena papa sibuk sebagai pembisnis? lalu bagaimana dengan Be, dia sangat merindukan papa sampai sakit, dia tidak mau telpon, Be ingin papa disini bersama kami'', Jelasnya.


Ken, tak bisa menjawabnya, sesaat dia memikirkan kata-kata putranya barusan, mantan istrinya tak pernah tahu siapa dirinya, dan mungkin dia tidak juga mencari tahu, karena dulu dirinya melarangnya untuk tidak mencampuri urusan masing-masing, hingga sekarang dia masih tidak tahu. Ken merasa benar-benar konyol dengan pernikahan mereka dulu, sangat tidak bisa disebut sebuah pernikahan, dan apakah mungkin wanita yang lima tahun di nikahinya berfikir dirinya begitu buruk dan jahat padanya sehingga menolak untuk rujuk, bagaimana dengan nasib kedua anaknya nantinya, Ken tidak ingin kedua anaknya akan mengalami seperti yang dia alami.


''Halo papa, apa papa mendengarkanku, jadi benar papa pergi karena tidak ingin tinggal bersama kami'', tanya Ryuna lagi.


''Papa sangat menyayangi kalian, papa janji akan segera pulang, jaga mami kamu dan saudaramu''.


''Aku akan selalu menjaganya, papa jangan kuatir''.


''Anak pinter, papa bangga padamu, papa akan segera pulang, ok''.


''Ok papa, janji ya biar Be tidak sedih lagi dan cepat sembuh''.


''Papa janji, nanti papa telefon lagi, ini masih pagi tidurlah lagi''.


''Iya baik'', Ryuna menutup panggilan teleponnya, dia tidak ingin mengganggu maminya dan saudara kembarnya yang sedang tidur, dia masuk ke kamarnya dan berbaring di ranjangnya.


Sementara itu Ken langsung menghubungi Aldo.


Dretttt.... dretttt


''Pesankan tiga tiket ke kota B pagi ini, putriku sedang sakit, aku dan mommy akan kesana, kau juga harus ikut, bersiaplah kita akan mulai pekerjaan disana'', perintahnya tegas tidak bisa di ganggu gugat.


''Baik tuan'', jawab Aldo dengan mata berat dan masih mengantuk, dia segera memesan tiket penerbangan pagi ke kota B dari aplikasi online. Meskipun Ken selalu memberikan tugas yang terkadang sangat mendadak, namun Aldo tetap menjalankannya, Ken sangat mempercayai Aldo, dia orang yang sangat bisa diandalkan.


Pesawat telah berangkat dari bandara ibukota menuju kota B, Ken dan ibunya yaitu nyonya Sophia, serta Aldo sudah berada di dalam pesawat. Ken tidak sabar ingin segera sampai, sebelum berangkat dia meminta sopir di rumah Arrumaisha untuk menjemput mereka di bandara kota B.


Semua tampak tergesa-gesa tadi, bahkan nyonya Shopia sedikit kesal pada Ken karena baru diberi tahu tadi pagi, tidak ada persiapan apapun. Namun dia juga senang beberapa hari menunggu Ken, akhirnya tak lama lagi bisa bertemu dengan cucunya.


Pesawat yang membawa mereka mendarat sempurna di kota B pagi ini, saat di pesawat tadi Ken masih membahas pekerjaan dengan Aldo, nyonya Shopia tidak ingin mengganggu, dia tidak sabar ingin segera bertemu kedua cucunya dan juga wanita yang telah melahirkan cucu untuknya, wanita paruh baya itu tidak pernah menyangka bahwa untuk kali pertama dia datang ke negara tempat putranya mengembangkan bisnisnya, justru mendapat kejutan dari putranya, dua anak kembar, selama ini dia sangat iri saat teman-temanya menceritakan tentang cucu mereka, nyonya Sophia merasa lega, meskipun dia tahu kedua anaknya sudah bercerai, dia berharap anaknya bisa rujuk, dia akan membantu putranya kali ini untuk mendapatkan kebahagiaanya, dia telah kehilangan waktu untuk bersama anaknya Ken sejak usia lima tahun hingga sekarang Ken hampir 30 tahun, tanpa melakukan apapun. Kini saatnya dia berada di samping putranya itu untuk mendukungnya.


Selama dalam perjalanan nyonya Shopia sangat menikmati, perjalanan sangat lancar dan tidak ada kemacetan serta lalu lalang kendaraan, sangat berbeda dengan keadaan di ibukota, disisi kanan kiri jalan banyak pohon-pohon besar nan rindang, udara juga begitu segar, tak terasa perjalanan telah memasuki desa tempat Arrumaisha tinggal.


''Apa masih jauh Ken??? tanya nyonya Shopia


''Sebentar lagi sampai mom''.


''Mommy tidak sabar ingin bertemu dengan cucu mommy''.


''Aku juga sangat merindukan mereka, putriku sakit karena rindu padaku'', Ken menggenggam tangan mommy.


''Benarkah,... jadi ini alasanmu mengajak mom mendadak mengunjunginya'', sesaat nyonya Shopia terdiam.


''Iya, Isha baru saja sembuh dari operasi, sekarang putriku Ryube sakit, dan lagi bukankah mommy ingin bertemu mereka''.


''Ya, tapi mom belum menyiapkan sesuatu?? Mommy akan mendukungmu untuk rujuk, momny tidak pernah melakukan tugas mommy sebagai ibu, jadi sekarang mom akan membantu mendapatkan keluargamu kembali''.


''Apa yang akan mommy lakukan??.


''Mommy belum tahu, kita lihat saja nanti''.


''Asal jangan menyakitinya mom, aku tahu sebenarnya dia juga memikirkan masalah ini, tapi mungkin dia juga takut setelah tahu siapa diriku''.


''Kau ini belum apa-apa sudah menyerah, kau punya anak-anak yang sangat menantimu, mereka adalah senjatamu, mommy akan membantumu''.


Sekitar dua jam perjalanan darat akhirnya mereka sampai, sopir itu turun dan membukakan pintu untuk nyonya Shopia, Ken dan Aldo segera turun, Ken segera menggandeng ibunya dan membawanya masuk kedalam rumah, pelayan menyambut mereka di depan pintu.


Ryuna yang saat itu sedang bermain sendiri di lantai bawah langsung berlari tatkala melihat papanya.


''Papa.....''!!,panggil Ryuna begitu senang, pria kecil itu langsung melompat ke pelukan Ken yang langsung berjongkok menyesuaikan tinggi dengan putranya.


''Papa, akhirnya papa pulang....''