
Hari ini dokter Fahri datang ke rumah sakit lebih awal, setelah tiga hari mengikuti seminar di ibukota, pasienya pasti telah banyak mengantri, ia memarkirkan kendaraanya di tempat parkir khusus dokter, tak berselang lama dokter Reisa juga telah sampai disana.
''Slamat pagi dokter???, sapa dokter Reisa ramah
''Slamat pagi juga, tumben sendirian sopirnya kemana???
''Sopir siapa dok??? kan saya tidak punya sopir!!! jawab dokter Reisa
''Sopir biasanya, ngomong-ngomong kemarin aku ketemu dia di bandara'', dokter Fahri sengaja meledek dokter Reisa.
Dokter Reisa langsung mengerti kalau yang dimaksud sopir adalah Aldo yang sedang gencar mendekatinya dan tak jarang mengantar atau menjemputnya, ''oh maksudnya Aldo???
''Kok bisa ketemu di bandara dok??? (dia dari mana batin dokter Reisa).
''Kami bertemu di pintu keluar, dia bilang sedang menjemput adiknya bos'', jawab dokter Fahri.
''Adiknya bos, maksudnya adiknya mantan suami Arrumaisha???, tanya dokter Reisa lagi.
''Mungkin, oh ya dokter Rei, apa Isha jadi rujuk??
''Kenapa tidak tanya sendiri, dokter kan punya nomor telfonya??.
''Hahhh, tidak mungkin aku menanyakannya, aku tidak ingin memaksakan diri, itu hanya akan menjadi beban pikiran baginya''.
''Belum apa-apa sudah mau menyerah dokter???
''Tidak, aku masih menunggunya''.
''Dokter kalau benar-benar mencintainya, tunjukkan padanya keseriusan dokter, jangan hanya menunggu, Isha itu perempuan yang terluka atas perbuatan mantan suaminya, sehingga dia tidak percaya lagi dengan makluk yang bernama pria, makanya memutuskan hidup sendiri bersama anak-anaknya!!!, ucap Reisa
''Aku tahu, justru karena hal itu aku tidak ingin memaksakan diri, aku yakin dia memiliki alasan dan pertimbangan, aku tidak mau egois, bagaimanapun anak-anak adalah prioritasnya, aku juga tidak ingin membuatnya kehilangan hak asuh atas anak-anaknya, jika Arrumaisha menolak rujuk, suaminya ingin anak-anaknya, jika sampai ia menolak dan kehilangan hak atas anak-anaknya itu akan melukainya, dia akan semakin terpuruk, karena dia sudah berjuang dengan keras selama ini'', jelas dokter Fahri.
''Iya tapi dia berhak untuk memilih dan meraih kebahagiannya, aku yakin seandainya mantan suaminya tidak kembali, dia pasti sudah bersama anda, semangat dokter!!!!
''Kau sendiri bagaimana, masih tidak jelas statusnya, jangan memberi harapan jika memang tidak mau, nanti dia dapat yang lain, kau bisa terluka''.
''Hehehe, kami sudah jadian kok, tapi jangan bilang Isha ya'', dokter Reisa menunjukan cincin di jarinya.
''Oh ya selamat ya, kenapa Isha tidak boleh tahu, dia kan sahabatmu??
''Aku takut dia akan berfikir dia pria yang sama seperti mantan suaminya, karena bagaimanapun pria itu adalah kepercayaan mantan suaminya, yang telah membantu mengurus pernikahan dan bahkan perceraian mereka hingga akhirnya menemukan Isha kembali'', jelas Reisa.
''Sepertinya dia sangat bisa diandalkan, ya sudah ayo kita segera masuk, pasien sudah menunggu'', ajak dokter Fahri
''Hihihi, pagi-pagi grumpi ya dok''. Mereka berdua beranjak dari tempat parkir dan segera masuk ke ruang praktiknya.
****
Pagi ini setelah sarapan Lily ikut Ken mengantar sekolah kedua keponakannya.
''Tante Lily, apa tante suka tinggal disini???, tanya Ryube yang duduk di kursi penumpang yang ada di belakangnya. Dia benar-benar bicara menggunakan bahasa papanya.
''Sepertinya begitu, disini benar-benar masih alami, udara sejuk dan alamnya hijau'', jawab Lily
''Kalau begitu apa tante akan menetap disini???
''Tentu saja'', jawab kedua anak itu hampir bersamaan.
''Grandma bilang juga senang tinggal disini, jadi kami meminta grandma untuk tidak pulang, mami bilang kalau grandma tinggal sendiri dan jauh dari kami, tidak ada yang menjaga grandma, grandma sudah tua'', jelas Ryuna
''Iya benar, grandpa kemana???, apa dia sangat sibuk sekali?? kasihan grandma sendirian, tidak ada yang menemani'' tutur Ryube.
Ken dan Lily saling pandang, mereka diam tidak tahu harus menjawab apa.
''Tante Lily hanya sementara di sini, dia akan segera menikah'', jawab Ken.
''Benarkah???, yaahhh sayang sekali??, gadis kecil itu tiba-tiba sedih.
''Kalian anak yang baik dan pintar, belajarlah yang rajin, nanti kalau sudah besar bisa berkunjung menemui tante dan juga bisa bertemu grandpa, pasti grandpa senang melihat kalian''.
''Kenapa grandpa tidak kesini bersama grandma??? tanya Ryube.
''Apa Be ingin bertemu grandpa??, bagaimana dengan Ryuna??, tanya Lily.
''Bagaimana caranya, apa harus naik pesawat, kami belum pernah naik pesawat'', tanya Ryuna antusias.
''Saat nanti tante jadi menikah, kalian semua harus datang, bersama papa dan mama dan juga grandma, dan tentu saja naik pesawat, karena jaraknya jauh dari sini'', ucap Lily
''Oh ya kemarin saat tante datang kesini, tante naik pesawat kecil, terus bunyinya kencang sekali, tante sangat takut sampai tidak sadar mencengkeram lengan penumpang di sebelah tante'', jelas Lily mengingat kejadian kemarin saat menuju ke kota B.
''Hahaha, tante takut naik pesawat ya??
''Sebenarnya tidak, tapi kemarin itu suara pesawat sangat kencang, tante sedikit takut, oh ya orang itu mengenal uncle Aldo, tante lihat mereka sempat mengobrol di pintu keluar'', jelas Lily.
''Siapa????,tanya Ken penasaran
Lily hanya mengangkat bahunya, ''dia tampan dan sangat berwibawa, wajahnya terlihat lembut dan sabar, kami tidak mengobrol'', ucap Lily.
Tak terasa mereka telah sampai di sekolah, Ken menurunkan kedua anaknya dan mengantarkan hingga masuk ke halaman sekolah dan disambut oleh guru mereka, kemudian Ken segera kembali ke mobil dan kembali ke rumah.
''Ken...., bagaimana jika aku menolak untuk menikah'', ucap Lily tanpa melihat Ken, dia memilih menutupi kegelisahanya dengan melihat pemandangan di luar.
Ken mengernyit, '' apa kau yakin????
''Entahlah, aku merasa belum siap menikah, aku baru tamat universitas, aku masih ingin berkarir''.
''Lily perusahaan itu milik daddy dan ibumu, nanti kau bisa belajar mengelola perusahaan di bawah pengawasan daddy, aku hanya bisa memberi solusi seperti yang aku jelaskan kemarin, dan kau sudah tahu alasanku menolaknya, sekarang kau sudah kabur dari rumah, mereka pasti tidak akan diam saja, karena sekarang kau harapan mereka, daddy dan mamamu pasti akan mengirim orang untuk mencarimu'', jelas Ken.
Haaahhhh, ''bagaimana jika aku tinggal disini??, mereka mungkin akan mencariku di ibukota, karena mereka hanya tahu bisnismu disana''.
''Aku tidak masalah, kau bisa membantu mengurus perusahaanku disini bersamaku, dan jika mereka sampai kesini tahu mommy ada disini tinggal bersama anak dan istriku, mereka juga akan terlibat, aku tidak ingin mereka menyalahkan keluargaku, ku rasa itu bukan solusi, percayalah daddy tidak akan mencari pria sembarangan untukmu''.
''Ken, apa daddy tahu kau sudah menikah dan bahkan memiliki anak-anak yang pintar dan mewarisi genmu, istrimu terlihat masih muda dan sederhana, aku lihat nyonya Sophia juga sangat menyayangi mereka''.
''Tidak, dia hanya gadis biasa, tidak punya keluarga, tapi dia gadis yang kuat dan sabar, usianya mungkin hampir sama denganmu, kau harus menjadi perempuan yang punya pendirian kuat, dan mampu bertahan dalam kondisi yang sulit sekalipun.
''Apa karena hal itu kau jatuh cinta padanya, apa dia sekuat itu??
''Salah satunya'', jawab Ken tak ingin bercerita terlalu banyak, tapi dia begitu bangga dengan sikap mantan istrinya yang berpendirian kuat dan begitu penyayang, bahkan dia sangat peduli dengan mommynya yang hanya seorang mantan ibu mertua.