
Arrumaisha mempersiapkan diri untuk membuka toko kuenya, membeli berbagai bahan-bahan yang di butuhkan untuk pembuatan kue . Dia sudah tidak sabar ingin beraktifitas kembali, dibantu oleh assinten rumah tangga, dia menata toko kue yang berjajar dan terhubung dengan toko kelontongnya yang kini sudah berubah menjadi seperti mini market diantara toko kue dan mini marketnya, Arrumaisha membeli beberapa kursi dan ditata layaknya cafe, namun dia masih harus menunggu mantan suaminya datang, bagaimana pun dialah yang telah memberikannya perlengkapan untuk usahanya ini serta merenovasi rumah tokonya, meskipun mereka bukan lagi pasangan suami istri lagi, tapi dia yang banyak mendukungnya, Arrumaisha sangat menghargainya.
Di waktu senggangnya dia membuat kue kering yang bisa tahan lebih lama dan di pajang di sana. Saat anak-anaknya ada dirumah diapun berhenti melakukan aktifitas.
''Mama Be kangen papa, kenapa papa tidak pulang, apa papa tidak sayang sama kita, jadi papa pergi lagi'', ucap Be memeluk mamanya sebelum tidur malam ini.
''Be kan bisa telfon papa kapan pun'', jawabnya
''Be gak mau telefon papa lagi, papa janji hanya akan pergi sebentar, ini sudah lama papa gak pulang juga'', putri kecil itu merajuk, melihat putrinya seperti itu Arrumaisha merasa bersalah, dia tidak ingin kedua anaknya sedih jika tahu kedua orang tuanya sudah bercerai, dan tidak mungkin tinggal bersama terus, Arrumaisha takut jika mengatakan yang sebenarnya akan membuat kedua anaknya kecewa, terlebih mereka baru beberapa bulan bertemu.
''Mungkin pekerjaan papa banyak dan belum selesai, jadi belum bisa pulang''. Arrumaisha mencoba memberi pengertian pada putrinya.
''Mami, papa bilang pekerjaan papa ada yang dikerjakan uncle Aldo dan orang lain, ada juga yang harus dikerjakan papa sendiri, mami tahu tidak pekerjaan papa??, tanya pria kecil itu.
Arrumaisha diam, dia tidak pernah menanyakan tentang pekerjaan mantan suaminya, dan lagi dia tidak enak kalau bertanya sesuatu yang tidak sepantasnya, mereka sudah perpisah, untuk apa menanyakan pekerjaannya dari dulu juga dia tidak pernah tahu dan tak ingin bertanya, karena itu merupakan syarat pernikahan tidak mencampuri urusan masing-masing.
''Mami, aku pernah lihat papa kerja dari komputer di rumah, papa menulis sesuatu di komputer, terus aku juga mencobanya mengetik nama papa disana, disana muncul foto papa, terlihat sangat keren'', jelasnya.
''Benarkah??, sejenak Arrumaisha terdiam, dia tidak pernah tahu siapa suaminya dan dia juga tidak mencari tahu, baginya Ken adalah masa lalu kelamnya, saat mengingatnya hanya akan mengingatkan dia saat masih bersamanya lima tahun lalu dari sanalah semua berawal, Arrumaisha tak ingin mengingatnya lagi, tapi sekarang dia tidak tahu harus mengatakan apa pada kedua anaknya.
''Dimana ponsel kalian, mami pinjam sebentar''.
''Mama mau menelfon papa ya??, tanya Ryube antusias.
''Tidak, mama mau mencari sesuatu'', Arrumaisha segera mencari informasi tentang mantan suaminya, dia mengetikan nama mantan suaminya di pencarian g****e dan dia begitu terkejut melihat profil mantan suaminya disana serta muncul gambar orang yang begitu dikenalnya.
''Ken Alexsander Stevano seorang pembisnis dan pengusaha muda yang telah sukses di ibukota, kini bisnisnya telah merambah ke kota lain, salah satunya di kota B, pengembang wahana wisata di kota B yang sebentar lagi akan segera di mulai pembangunanya.
''Sayang ini papa kalian bukan???, menunjukanya pada kedua anaknya??
''Mami, apa dia papaku, dia sangat mirip dengan papa'', tanya Ryube
''Mami waktu aku lihat di komputer, ada foto papa muncul disana, gambarnya seperti itu, apa itu pembisnis???
Arrumaisha tak bisa menjawabnya, dia baru menyadarinya, lima tahun lalu saat mereka mengakhiri pernikahan mereka, Arrumaisha telah berjanji di dalam hatinya untuk tidak mengingat satu tahun hidup bersama mantan suaminya, Arrumaisha yang hanya seorang mahasiswa sama sekali tidak tertarik untuk menikah, selama sekolah dia belajar dengan giat untuk mendapatkan beasiswa agar tidak menjadi beban paman dan bibinya, karena mereka sudah bersedia merawat dan membesarkan, serta menyekolahkanya. Tapi takdir berkata lain, pamanya yang selama ini ia anggap sebagai pengganti orang tuanya, malah tega memaksanya menikah dengan seseorang yang dia tidak tahu asal usulnya.
Saat itu Arrumaisha sempat menolak, tapi kondisi pamanya yang sedang kesusahan uang untuk mengganti rugi uang perusahaan tempat pamanya bekerja karena kelaleianya, mau tidak mau dia merelakan tanah peninggalan orang tuanya di jual, dan dia juga terpaksa memenuhi syarat yang di katakan padanya yang katanya wasiat dari ibunya. Arrrumaisha menerima syarat pernikahan itu, asalkan dia tetap diijinkan untuk melanjutkan studinya, dan Ken menyetujuinya dengan syarat mereka hidup masing-masing tidak boleh mencapuri urusannya, tapi siapa yang tahu takdirnya sekarang, yang harus tetap terhubung dengan mantan suaminya.
Arrumaisha buru-buru memegang kening putrinya, suhunya agak panas.
''Ryuna temani Be sebentar mami ambil obat dulu, Arrumaisha segera turun mengambil obat dan pengompres.
Pria Kecil itu duduk di tepi ranjang, melihat saudara kembarnya yang terbaring di ranjang, tidak bersemangat seperti biasa.
''Be mau aku telfonkan papa??, tanyanya
''Tidak aku tidak mau bicara dengan papa, papa bohong, katanya mau pergi sebentar, papa gak sayang sama kita, kalau papa sayang dia gak akan pergi ninggalin kita''.
''Papa pasti sibuk, kalau benar papa kita pembisnis pasti banyak pekerjaanya''.
Arrumaisha tadi buru-buru mengambil obat dan naik ke atas, saat akan masuk kamar dia mendengar percakapan kedua anak kembarnya, hatinya berdesir, dia benar-benar tidak tahu harus memberitahu kedua anaknya dengan cara apa. Dia segera bergegas mengukur suhu badan putrinya, memasang pengompres di kening putrinya, dan memberinya obat penurut panas.
''Yuna kamu tidur di kamar sendiri ya, Be sedang sakit, biar kamu tidak ikutan sakit'', pintanya pada putranya.
''Mami aku akan tidur di sofa itu saja, aku ingin menemani Be dan mami'', jawabnya.
''Ya sudah terserah kamu, kalau tidak nyaman pindah ke kamarmu''.
''Mami jangan kuatirkan aku, mami perhatikan saja Be dia sedang sakit'', kata-katanya putranya begitu menenangkan, anak sekecil itu sudah sangat pengertian.
''Mami, apa aku perlu memberitahu papa, kalau Be sakit karena merindukanya'', ucapnya berbisik di telinga maminya.
''Tidak usah, mungkin papa benar-benar sedang banyak pekerjaan, Be hanya demam, mami masih bisa menjaganya, kau istirahatlah''.
''Baik mami i love you'', ucap pria kecil itu mencium pipi sang mama
''I love you too, siapa yang mengajarimu becira seperti itu''.
''Papa, mami aku tidur di sofa ya, kata papa aku harus menjaga Be dan mami''.
''Anak pintar, tidurlah'', ucapnya mengelus kepala putranya, Ryuna segera berbaring di sofa.
''Arrumaisha tidak bisa tidur dia memikirkan artikel tentang mantan suaminya, dan lagi sejak empat tahun lalu sejak kedua anaknya lahir dan sedang sakit seperti ini, dia akan menunggu untuk memastikan demamnya turun, menyeliputi putranya yang tidur di sofa yang ada di kamarnya. Beberapa kali Arrumaisha membuka artikel tentang Ken Alexsander Stevano, dia tidak ingin mempercayainya, tapi foto dan namanya begitu mirip dan jelas itu adalah orang yang dia kenal. Dia juga mengingatnya beberapa kali pria itu memintanya rujuk, dia tidak ingin disakiti untuk kedua kalinya, dia sudah bertekat bulat, tidak ingin menikah lagi, tapi bagaimana menjelaskan pada kedua anaknya.