Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
73.



Malam itu Ken dan Arrumaisha tidak kembali ke villa yang mereka sewa, Ken sengaja, karena ia takut tidak bisa menahan diri jika hanya berdua di villa, mereka menyewa sebuah tempat yang menyerupai tenda namun memiliki fasilitas lengkap, dan tidak terlalu besar, sepertinya pemilik memang mendesain hotelnya seperti tenda, meski jumlahnya tidak banyak, tapi hampir semua tempat terisi, ada beberapa pasangan dan keluarga yang sudah lebih awal berada disana. Mereka ingin melihat matahari terbit di pagi hari. Udara pantai saat malam terasa dingin, ada yang menyalakan api unggun, ada yang bernyanyi dengan iringan petikan gitar, ada juga yang turun ke pantai, mereka tidak ada yang tidur, suasana pantai yang biasanya sunyi dan hanya deburan ombak yang memecah keheningan, itu sudah tidak terasa, banyak juga wisatawan asing yang datang.


Arrumaisha tidak terbiasa dengan udara dingin pantai saat malam hari, ia terbatuk-batuk dan bersin, ia segera masuk ke dalam ruangan yang disewa Ken, didalamnya hanya ada tempat tidur lantai, kamar mandi dan dapur mini, ''ini seperti berkemah'', ucapnya.


''Apa kau suka berkemah??


''Terakhir kali aku berkemah, saat sekolah mene...hacim...hacim'', jawabnya mengigat


''Apa kau masih tidak enak badan???, tanya Ken kuatir melihat mantan istrinya bersedekap dan bersin-bersin.


''Aku tidak terbiasa ke pantai malam hari, belum pernah ke pantai saat malam, udaranya terasa dingin'', jawabnya.


Ken segera menutup pintu, ''Honey!!!


Arrumaisha menoleh, namun justru melihat Ken terdiam.


''Ada apa??,tanya Arrumaisha


''Sebenarnya..., Ken berhenti sesaat dia tampak ragu-ragu dan duduk di samping Arrumaisha, ''sebenarnya aku masih tidak percaya kau mau menerimaku kembali, dan hanya mengajukan satu syarat, apa kau tidak menginginkan yang lainnya'', tanya Ken lebih lanjut.


''Maksudnya, kau mau aku minta apa???,tanyanya balik.


''Ya mungkin ada sesuatu yang kau inginkan, katakan apa saja yang kau inginkan, aku pasti akan mengabulkanya??, jawab Ken


Arrumaisha tersenyum lembut, ''misalnya?? tanya Arrumaisha.


''Aku tidak tahu kau menginginkan apa selain tentang anak-anak, kita akan membesarkan mereka bersama'', ucap Ken penuh keyakinan.


Arrumaisha tampak berfikir sejenak, ''tidak ada, kau sudah memberi kami tempat tinggal yang nyaman, merenovasi tempat usahaku, sekarang jauh lebih tertata, kau juga menanggung kehidupanku dan anak-anak, aku sangat berterimakasih, selain tentang mereka, rasanya tidak ada lagi yang ku inginkan, mereka adalah harta yang tak ternilai harganya bagiku dan tak bisa digantikan dengan apapun, merekalah alasanku mempertimbangkanmu kembali, selama ini aku terus berbohong kepadanya tentangmu, aku tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya, mereka tidak mengerti masalah orang dewasa, anak-anak hanya tahu bermain dan meminta, hatiku sangat sakit saat mereka berkata tidak ingin kita bercerai, padahal kenyataannya kita telah berpisah jauh sebelum mereka lahir, kita tidak akan hidup satu atap selamanya tanpa menikah hanya karena anak-anak saja bukan, aku hanya ingin mereka hidup dengan nyaman dan aman, tanpa rasa takut, mereka punya masa depan yang masih panjang, mereka membutuhkanmu juga, mereka sangat menantimu selama ini, aku hanya ingin mereka tidak akan mengalami hidup sepertiku, dan bisa meraih mimpinya, mereka ingin keluarganya yang lengkap'', jawabnya begitu panjang.


Ken diam, ia sangat terharu dengan merasa bersalah dengan jawaban mantan istrinya, ia tidak bisa menggapai mimpinya karena dirinya yang tidak bertanggung jawab, bisa saja ia meminta ganti rugi harta benda, tapi sama sekali tidak, ia hanya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. ''Apa kau tahu apa yang diinginkan anak-anak???, tanyanya


''Anak-anak sangat banyak maunya tapi juga berubah-ubah, aku ingat saat Be menonton film anak kesukaanya, dia bilang sangat ingin bermain salju, gadis itu sangat penasaran apakah manusia salju bisa bicara, ia ingin membuatnya, tidak dengan Ryuna dia lebih pengertian tentang apapun, tidak banyak menuntut dan hampir tidak pernah mengeluh, dia bilang ingin jadi dokter, agar bisa menyembuhkan orang sakit, terkadang dia juga bilang ingin jadi superhero bisa melindungiku dan juga saudara perempuannya, terkadang aku merasa dia sangat dewasa jauh dari usianya'', ucapnya sambil membetulkan duduknya, ia merasa udara pantai menusuk kulitnya, terlebih dia hanya memakai dress yang tipis dan terbuka di bagian punggungnya. Ia mendekap kedua kakinya dan menaruh dagunya di atas lututnya.


Lagi-lagi Ken terdiam, dia merasa sedih mendengar itu, merasa ada waktu yang telah hilang dengan sia-sia yang tidak akan pernah kembali.


''Honey, bisakah kita segera menikah, aku tidak ingin kau terlalu banyak berfikir dan menundanya, ku mohon'', ucap Ken


''Kenapa??, bukankah kita baru mulai berkencan, agar kita bisa saling memahami'', jawabnya


''Aku merasa banyak waktu yang hilang dengan sia-sia, selama ini dan semua yang terjadi tidak bisa digantikan, aku menyesal dulu pernah mengatakan hal bodoh kepadamu untuk tidak mencariku lagi'', ucap Ken penuh penyesalan.


''Seandainyapun saat itu aku mencarimu dan memberitahumu apa kau akan percaya begitu saja??, apa yang akan terjadi saat kau sudah bahagia bersama orang yang sangat kau dembakan, lalu tiba-tiba kami datang padamu??, jawab Arrumaisha lembut, namun begitu membuka hati Ken menyadari betapa dirinya sangat egois saat itu, ia merasa begitu sakit sekarang, ia benar-benar terlihat sangat menyesalinya.


''Aku tahu kau menyesal, karena anak-anak harus menjalani kehidupan yang serba kekurangan, tidak ada orang tua yang ingin hidup anak-anaknya menderita, semua pasti ingin yang terbaik untuknya, masih banyak waktu untuk memperbaiki semuanya'', ucapnya begitu menguatkan Ken.


''Kau benar-benar wanita yang baik dan lembut, kau sangat menenangkan, terimakasih honey'', ucapnya lalu mencium punggung Arrumaisha yang terasa dingin. ''punggungmu sangat dingin'', ucapnya, lalu menggeser posisinya dan duduk di belakang Arrumaisha mendekapnya dengan erat.


Arrumaisha merasa hangat, ia bersandar di dada Ken, beberapa kali Ken mencium leher Arrumaisha, menyesapnya dengan lembut, Arrumaisha tidak menolak, ''kau tidak akan mengulangi yang tadi kan, ini di tempat umum'', ucap Arrumaisha menyadarkan Ken


Ken menghentikannya, ''tidak, kecuali jika kamu yang menginginkanya'', ucapnya terdengar menyebalkan.


Arrumaisha hendak berpindah posisi, namun Ken tidak melepasnnya dan mengeratkan dekapanya, ia menoleh ingin mengumpatnya, Ken langsung mencium bibirnya, dan mengigit bibir bawahnya, hingga ia membuka mulutnya, lidahnya menerobos dan bermain-main di dalam sana, sekali lagi Arrumaisha terhanyut, ia tidak bisa menolak perlakuan Ken membuatnya seperti melayang, dan Ken terus mencumbunya, tanganya bergerilnya mencengkeram dua bukit kembarnya, membuatnya mendesah lirih, itu membuat Ken semakin menggila hingga mereka tak bisa lagi menahan diri, Ken membaringkan Arrumaisha dengan lembut, dan terus menciumnya, ciuman itu turun ke leher, membuat beberapa tanda disana, lalu turun ke dada, menikmati dua bukit kembarnya, tangan satunya meremas gundukan besar dan mulutnya tak henti ******** gunung kembar yang membuncah itu bergantian, Arrumaisha menggeliat geli, dan mencengkeram kepala Ken, deru nafas mereka berdua naik turun, Ken terus menciumnya, menyingkap pakain yang di pakai Arrumaisha, tiba-tiba Ken menghentikannya, saat melihat bekas oprasi di perut Arumaisha, dia mengelusnya dengan lembut.


''Apa ini sakit??? tanyanya


Arrumaisha sangat malu, ia segera tersadar, lalu membetulkan pakaianya untuk menutupi tubuhnya, meskipun tadi ia begitu menikmati perlakuan Ken yang membuatnya melambung, tapi ia sadar tak seharusnya mereka melakukanya, ''jangan menyentuhku'', ucapnya kesal.


Ken diam seperti orang bodoh, mengusap wajahnya dengan kasar''maaf, kau yang membuatku begitu'', ucapnya dengan santai


''Apa!!! Arrumaisha melotot dan sedikit menjauh


''Aroma tubuhmu seperti wine, saat menyesapnya ingin lagi dan lagi, kau sangat memabukan'', ucapnya


''Jangan menyentuhku sebelum kita menikah'', ucapnya.


''Jadi kau setuju kita segera menikah??? tanyanya dengan senang, ''bagaimana jika besok, atau sekarang saja''.


''Apa kau ini keturunan vampir, kenapa harus menikah jam dua belas malam'', jawabnya kesal


''Ken melihat penunjuk waktu di pergelangan tanganya, menunjukkan jam 23.55, ''darimana kau tahu vampir menikah jam dua belas malam???, tanyanya seperti orang bodoh.


Arrumaisha tersenyum, ''kau ini bodoh atau apa, penghulunya sudah tidur''.


Ken tidak marah, disebut bodoh oleh mantan istrinya, dia malah tertawa, suasana sangat sunyi, deburan ombak memecah keheningan malam, sebagian sudah terlelap dan sebagian tetap terjaga menunggu fajar pagi muncul dari peraduan.


Huaaaahhh....''Aku mengantuk, bangunkan aku saat mataharinya akan muncul'', ucapnya seraya berbaring


Ken tidak menjawab, dia ikut berbaring disisi Arrumaisha yang membelakanginya, ''jangan tidur aku masih ingin mengobrol'' ucapnya lalu memeluk Arrumaisha dari belakang.


''Jangan macam-macam Ken, ini tempat umum''.


''Aku tidak macam-macam, hanya ingin memelukmu'', ucapnya.


Arrumaisha heran, pria menyebalkan ini tiba-tiba berubah menjadi seekor kucing yang manis.