Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
54.



Ken sedang sibuk dengan pekerjaanya, setelah mengantar kedua anaknya pergi ke sekolah dia langsung kembali ke rumah dan membuka labtopnya, dia memang selalu menerima laporan kerja dari Aldo sang asisten yang selalu bisa di andalkan melalui emailnya, dia segera mengecek email masuk, ada beberapa email yang masuk, Ken membuka satu-persatu, dia begitu terkejut melihat email yang dikirim dengan nama Vallery Alicia Stevano yang tak lain adalah adik perempuan Ken dari pernikahan daddynya dengan ibu tirinya, Ken segera membukanya.


''Ken, aku pergi dari rumah, aku ingin menyusulmu, aku tidak bisa menghubungi nomormu'', from Lily, tulisnya singkat namun membuatnya mengeryitkan dahi.


Sejujurnya Ken tidak ingin mempedulikan apapun tentang keluarga daddynya, sejak perceraian kedua orang tuanya, Ken menjadi sangat pendiam, sejak ditinggalkan mommya saat itu membuat hubungan dengan daddynya menjadi tidak baik, apalagi sejak Mark di bawa ke rumah keluarganya dan setelah itu lahir adik perempuanya, Ken semakin tersisih, meski Lily dilahirkan bukan dari rahim ibu yang sama, namun keberadaan adik perempuannya dan tingkahnya selalu menggemaskan, sering kali membuatnya tersenyum sendiri. Ken baru teringat dia telah mengganti nomornya sehingga keluarga daddynya tidak bisa menghubunginya, termasuk Lily juga tidak tahu, sampai beberapa lama Ken masih melamun, dan sebuah notifikasi kembali masuk.


''Ken aku sudah di bandara, aku tidak tahu harus kemana???


''Ken merasa ada yang salah, sesuatu telah terjadi pada adik tirinya. Ken buru-buru beranjak keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan nyonya Shopia.


''Mom kebetulan sekali, ada yang ingin aku bicarakan'',ucapnya.


''Ada apa???


''Ini tentang Lily, dia menyusulku ke ibukota''.


''Siapa dia??, apa dia pacarmu??, tanya nyonya Shopia mengernyitkan dahinya.


''Mommy, Lily itu adik tiriku, putri dad....dy''. jelasnya sedikit terbata tak ingin membuat mommynya terluka.


''Ohhhh, ku kira kau punya kekasih lagi'', jawab nyonya Shopia santai.


''Mom, Lily bilang dia pergi dari rumah dan menyusulku ke ibukota, apa yang harus aku lakukan, apa aku harus membawanya kesini?


''Ken, ini bukan rumahmu, apa kau lupa rumah ini kau bangun dan kau berikan untuk anak dan mantan istrimu, kau tidak bisa membawa semua orang untuk tinggal disini!!


''Lily sudah sampai di bandara ibukota sekarang, dia sedang menungguku, aku yakin sedang terjadi sesuatu dengannya, dia belum pernah datang kesini mencariku''.


Sebaiknya kau bicara dengan mantan istrimu dulu jika ingin membawa orang lagi, kita sudah numpang disini, kalau bukan karena anak-anakmu, apa kita akan diterima dengan baik disini, lihatlah mantan istrimu, setiap hari dia lebih memilih menyibukkan diri di toko kuenya, dari pada menemani kita. Apa kau tak pernah memberinya uang, sehingga dia harus bekerja keras, dia baru sembuh dari operasinya, tapi dia selalu bangun lebih awal tiap hari untuk membuat kue''.


''Mommy, aku sudah memberinya, tapi dia tidak pernah memakainya''.


''Apa dia benar-benar tidak mau rujuk denganmu, sangat disayangkan jika seperti itu''.


''Mom aku sudah memintanya berkali-kali, aku juga sedang berusaha, jangan bahas itu dulu, sekarang bagaimana dengan Lily???


''Sebaiknya kau suruh dia tinggal di hotel dulu, jangan langsung menyuruhnya datang kesini sebelum menantuku mengijinkanya!! ucap nyonya Shopia seperti tidak suka.


Anak dan ibu itu sejenak terdiam, Ken tahu mommynya mungkin belum bisa menerima kehadiran anak dari mantan suaminya.


''Baiklah mom, aku akan menyuruhnya untuk mencari hotel untuk dia menginap''. Ken buru-buru kembali ke kamarnya. Dia mengingat kata-kata mommynya tentang rujuk, dia tidak tahu harus bagaimana lagi untuk membuat mantan istrinya menerimanya kembali, anak-anaknya tidak bisa jauh darinya, tidak mungkin juga Ken membawanya ke ibukota, dia sudah berjanji tidak akan mengambil kedua anaknya, dia ingin memulai hidup yang baru bersama mantan istrinya, namun begitu sulit meyakinkan mantan istrinya.


****


Seorang gadis bermata biru tengah duduk di ruang tunggu bandara ibukota, pesawat yang ditumpanginya telah membawanya sampai di ibukota dengan selamat pagi ini, namun dia tidak tahu harus kemana, berkali-kali menghubungi nomor seseorang tapi tidak juga mendapat jawaban, email yang dia kirimkan juga belum ada balasan, dia terus memeriksa ponselnya dengan gelisah, gadis itu merasa sangat lelah, terus menatap layar ponselnya, hingga sampai beberapa lama sebuah notifikasi pesan masuk.


''Aku sedang di luar kota, kau cari hotel dulu untuk menginap, aku akan segera menghubungimu''.


Senyum gadis itu langsung mengembang, dia menarik nafas lega, meski belum bertemu sang kakak, dia segera bergegas keluar bandara dan menaiki taxi untuk mencari penginapan.


Sementara Ken masih berdiam di kamarnya tak tahu hingga saat waktu menjemput kedua anaknya masih juga belum keluar.


Nyonya Sophia duduk di teras belakang, dari sana terlihat Arrumaisha keluar dari pintu belakang toko, berjalan ke arahnya. Nyonya Shopia begitu menyukai mantan menantunya, sesibuk apapun dia masih ingat waktu untuk kedua anaknya.


''Mommy sedang apa??, sapa Arrumaisha membawa setoples kue kering yang di buatnya dan menaruhnya di meja depan nyonya Shopia.


''Tidak ada sayang, apa pekerjaanmu sudah selesai???


''Ya, aku akan menjemput anak-anak''.


''Kenapa kau yang menjemput? sepertinya Ken sedang di kamarnya, apa dia lupa waktunya menjemput anak-anak''.


''Tidak apa-apa mom, mungkin dia sibuk, aku bisa menjemputnya sendiri, sudah lama juga aku tidak menjemput mereka'', ucapnya.


''Kau ini, semua kau kerjakan sendiri, ingatlah mereka masih ada papanya yang harus bertanggung jawab. Kau baru selesai di toko sudah harus pergi menjemput''.


''Tidak apa-apa mommy, jika Ken keluar bilang saja aku sudah pergi menjemputnya, aku pergi dulu, mom kuenya di makan ya'-, ucapnya tersenyum ramah


''Hati-hati sayang!!!!


Arrumaisha langsung keluar dengan motor maticnya untuk menjemput kedua anaknya hingga sampai 30 menit dia sudah kembali ke rumah. Ken masih di kamar, entah apa yang di kerjakan.


''Grandma!!!, sapa kedua anak itu pada nyonya Shopia ketika masuk rumah, kedua anak itu langsung berlari menuju teras belakang dan mencium tangan wanita paruh baya itu.


Nyonya Shopia begitu senang melihat kedua cucunya yang selalu sopan padanya.


''Grandma, papa dimana?? tanya gadis kecil itu


''Papa ada di kamar sayang sedang bekerja.


''Be mau lihat papa dulu'', ucap gadis kecil kesayangan papanya sambil lalu. Ryube segera berlari ke kamar papanya di lantai bawah dan mendorong pintu kamar.


''Papa, Be sudah pulang!!! serunya. Ken nampak kaget melihat putrinya masuk ke kamar, dari tadi dia fokus dengan laptopnya hingga lupa menjemput kedua anaknya pulang sekolah. Ken langsung meraih putrinya dan mengendongnya.


''Be, kau pulang dengan siapa??? tanya Ken


''Sama mama, tadi kan mama yang jemput Be sama Leyuna''.


''Naik apa???


''Naik motor sama mama, papa sibuk kerja apa?? tanyanya.


'' Haaah maaf, papa sampai lupa menjemput kalian'', ucap Ken pada putrinya. ''Sekarang mama dimana??


''Mama lagi sama grandma Sophia'', gadis kecil itu memeluk leher papanya manja.


''Kalau begitu, ayo kita temui mereka?? Ken melangkah keluar kamar dengan tetap menggendong putrinya.