Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
53.



''Papa-mama, sedang apa??? tanya putri mereka saat melihat papanya memeluk mamanya erat.


''Apa mami sakit lagi? apa mami kedinginan???tanya putranya kuatir, kedua anak itu langsung naik ke tempat tidur mamanya.


Arrumaisha segera melepaskan diri dari dekapan Ken ''mami tidak apa-apa sayang'', ucapnya, meskipun tak dipungkiri perasaannya tadi begitu hangat, namun Arrumaisha segera menepisnya, pipinya terasa panas, dia malu tertangkap basah oleh kedua anaknya sedang berpelukan dengan mantan suaminya, sedang Ken terdengar menggerutu dengan kehadiran kedua anaknya.


''Hahhhh, baru sebentar bisa berdua dengan mama, kalian sudah datang'', gumanya lirih namun masih bisa di dengar oleh Arrumaisha yang mencoba menetralkan fikiranya.


''Papa kami sudah selesai belajar, bolehkah kami tidur bersama mama dan papa malam ini???? Be mau tidur sama mama dan papa??, pintanya sambil memoyongkan bibir mungilnya begitu menggemaskan, gadis kecil itu tidak tahu kalau kedua orang tuanya tidak pernah tidur sekamar meskipun tinggal disatu rumah, sampai saat ini mereka juga tidak tahu bahwa kedua orang tuanya sudah bercerai.


''Kalian sudah tumbuh besar, kalau semua tidur di sini, tidak akan cukup, lagi pula papa sudah membuatkan kamar yang bagus untuk kalian berdua, kenapa ingin tidur di kamar mama lagi?? tolak Ken.


''Kenapa kita semua harus tidur di kamar sendiri? mama boleh kan?, rengek Be cemberut lucu.


''Apa karena ini rumah papa, jadi kita tidak boleh tidur dengan mama??? ucap pria kecil itu santai namun membuat Arrumaisha dan Ken saling pandang.


''Bukan begitu sayang, papa hanya ingin kalian belajar menjadi anak yang pemberani, dimulai dari tidur sendiri di kamar masing-masing, laki-laki dan perempuan juga harus terpisah kecuali kalau sudah menikah'', ucap Arrumaisha lembut menengahinya sekaligus teguran telak untuk Ken yang sedari tadi berada di kamarnya.


''Aku akan tidur dengan mami, aku tidak mau papa marah pada mami lagi, mami jangan sedih lagi, aku akan menjagamu'', ucap pria kecil dengan berani langsung bersandar pada maminya.


Arrumaisha tersenyum sembari membelai rambut putranya, berbeda dengan Ken wajahnya terlihat masam, ucapan putranya yang begitu berani benar-benar membuatnya semakin masam terlebih tatapan tajam manik biru mata putrinya Ryube yang mewarisi mata birunya.


''Papa sudah bilang tadi, papa tidak marah pada mama hanya....., papa hanya cem.... bu... ru... saja'', ucapnya pelan namun putrinya yang menatapnya dengan tajam bisa mendengar itu.


''Apa itu cemburu pa??? tanya putrinya


''Cemburu itu......., kalian masih anak-anak tidak akan mengerti'', jawab Ken


''Kenapa papa cemburu lalu marah ke mami?? tanya Ryuna.


Ken tidak mengerti kenapa kedua anaknya terus mendesaknya, terlebih putranya, Ken masih tidak memahami cara pikir putranya.


''Apa kalian berdua tidak suka papa kembali??? apa mau jika papa digantikan oleh orang lain???tanya Ken pada kedua anaknya.


Kedua anak itu menggeleng tanda tidak mau dan itu membuat Ken tersenyum, Arrumaisha hanya diam namun membeliakan matanya mendengar perbincangan anak-anaknya dengan papanya, meskipun agak kesal dengan kata-kata mantan suaminya yang menurutnya semakin aneh, tapi dia harus menahan diri untuk tidak berdebat lagi dengan mantan suaminya, terlebih di depan kedua anaknya.


''Dengar ya anak papa yang baik, jangan biarkan pria manapun dekat dengan mama kalian, kalian harus menjaga mama dengan baik!!!!, seru Ken tanpa rasa malu, Arrumaisha nampak kaget mendengarnya hingga matanya membelalak pada Ken, namun pria itu pura-pura tak melihatnya.


''Pria lain itu siapa??, tanya Ryuna, putranya itu masih terus bertanya.


''Dirumah ini tidak ada pria yang dekat mama selain papa, uncle Aldo setiap hari sibuk keluar terkadang tidak pulang dan paman penjaga juga selalu ada di luar menjaga pintu'', jelas putri mereka.


''Pokoknya kalian harus lakukan itu, jauhkan mama dari pria yang mendekati mama, kalau sampai ada pria lain yang dekat sama mama dan bawa pergi mama kita bagaimana??, Ken tak bisa menjelaskan maksud yang sebenarnya.


Kedua anak itu mengangguk mengerti, mereka takut jika mamanya akan meninggalkannya dan tidak bisa bersama mama dan papanya yang selama ini mereka tunggu kedatanganya.


Ken bangga sekali dengan putranya, bocah kecil itu sudah berani mengertaknya, dia sama sekali tidak takut padanya dan begitu melindungi mamanya. Ken mengacak-acak rambut putranya, namun putranya segera menepis tanganya tanda tidak suka di perlakukan seperti anak kecil.


''Papa janji tidak akan marah lagi, sekarang sudah malam kalian tidur, besok papa antar ke sekolah'', ucapnya kemudian


''Aku mau diantar sama mama juga pa?, Ryube segera berbaring di tengah-tengah ranjang berada diantara papa dan mamanya.


''Mama kalau pagi sibuk di toko Be!!! papa yang antar kalian kesekolah tiap hari, kenapa sekarang minta diantar sama mama juga???


''Mama sudah lama tidak antar kita ke sekolah, dulu kan waktu papa belum pulang, mama yang selalu mengantar kita ke sekolah lalu menjemput kita saat pulang, Yuna mau tidak diantar mama??? tanyanya pada saudaranya.


''Tentu saja aku mau?? tapi mama bisa antar tidak besok pagi??


''Iya besok mami yang antar kalian, sekarang kalian berdoa dulu dan tidur, sini peluk mami dulu'', kedua anak itu menurut dan setelah mendapat pelukan sang mama mereka berbaring diantara papa dan mamanya.


''Mami, aku tahu pria yang dekat dengan mami'', ucap Ryuna lagi.


''Siapa??


''Aku, papa kan tidak suka kalau aku tidur dekat mami seperti sekarang'', jawabnya membuat semua tertawa.


''Kau benar sayang, kamu yang selalu dekat sama mami, kamu jagoan mami yang pemberani'', ucap Arrumaisha lembut.


''Kalau begitu kenapa papa cemburu sama Leyuna??? kan Leyuna anaknya mama sama papa!! tanya Ryube penasaran


''Kalian berdua tidak ada yang sayang sama papa, daritadi menyalahkan papa terus'', ucap Ken, dan seketika Ryube langsung memeluk papanya.


''Be sayang papa kok'', ucapnya sembari mencium pipi papanya, sedangkan Ryuna malah memeluk maminya dengan erat.


''Mami....., panggil Ryuna sambil mencium rambut maminya yang tergerai


''Ada apa?? jawab Arrumaisha sambil terus membelai rambut putranya agar lekas tidur.


''Apa orang dewasa suka cemburu lalu marah??? apa cemburu bisa membuat orang jadi bodoh???, tanyanya dengan lugu.


''Eemmmm....sepertinya begitu sayang''.


''Apa mami juga akan marah kalau cemburu??? sahut Ryube. Apa mami juga pernah cemburu??? tanyanya lagi


''Entahlah, mami sudah lupa?? jawabnya asal tak ingin bertambah panjang.


''Kalian berdua kalau masih bicara terus kapan tidurnya, apa mau tidur di kamar kalian sendiri sekarang!!!tegur Ken karena tak ingin anaknya bertanya terus, Ken tahu kalau kedua anaknya tidak puas dengan jawabannya. Dia adalah anak yang cerdik untuk memahami hal yang seharusnya belum mereka pikirkan.


Kedua anak itu langsung terdiam mendapat teguran dari papanya, Ryube memeluk papanya dan Ryuna memeluk maminya erat dan memejamkan matanya.