
''Apa kau harus mengantar Lily pulang, sepertinya dia juga betah disini??? nyonya Sophia mencoba mengalihkan obrolanya.
''Lily akan segera bertunangan dengan anak rekan bisnis daddy, aku juga ingin tahu pria seperti apa yang akan menjadi suami Lily'', ucap Ken
''Mommy tidak tahu, keluarga daddymu dari dulu seperti itu, bahkan mereka tega memisahkan anak dengan ibunya, demi kejayaan bisnisnya''.
''Apa mommy masih mencintai daddy???, tanya Ken
''Mommy dan daddymu dulu saling mencintai, kami tidak pernah mendapat restu, tapi karena cinta kami yang begitu besar, kami memutuskan menikah tanpa sepengetahuan keluarganya, tapi sebesar apa cinta yang kita miliki, mungkin kami memang tidak berjodoh, pada akhirnya kami terpaksa berpisah, dan yang membuat mommy sedih, mommy harus kehilangan hak asuh atas dirimu, mommy berusaha untuk mendapatkan hak mommy, tapi usaha mommy selalu gagal dan mommy menyerah, menunggumu tumbuh besar hingga bertahun-tahun lamanya.
''Sudahlah mom jangan diingat lagi, itu hanya akan menyakiti hati mommy, sekarang kita bisa hidup bersama disini, mommy tidak perlu takut bertemu mereka''. Ken menggenggam tangan nyonya Sophia,''aku akan ada bersama mommy''.
''Kau benar Ken, mengingatnya hanya akan membuat sakit, jadi sebaiknya kita lupakan masa lalu yang buruk, dan kita mulai kehidupan yang baru, mommy merasa tenang sekarang kau bisa menerima mommy dan juga kalian bisa bersama lagi''.
''Aku banyak belajar dari istriku, ia bilang tidak ingin hidup dengan menyimpan luka dan kebohongan, melupakan masa lalu yang buruk, dan memaafkan mereka yang menyakiti, untuk kehidupan baru yang lebih baik, aku merasa semakin mengenalnya aku semakin jatuh cinta padanya''. ucap Ken
''Syukurlah kalau kau sudah menyadarinya, dia pantas untukmu, meski usia kalian berbeda jauh, tapi dia sangat bijak dalam berfikir''.
''Mommy aku akan melihatnya, mungkin dia sudah bangun, tolong awasi anak-anak mom''. Ken beranjak dari duduknya menuang segelas susu dan mengambil beberapa lembar roti, membawanya ke atas, istrinya pasti lapar pikirnya.
''Hari ini dokter Burhan ingin mengajak mommy keluar, sepertinya kau ingin berduaan terus dengan istrimu, mommy akan mengajak kedua cucu mommy dan juga Lily, jangan terlalu bersemangat, dia baru sembuh dari operasi, kau juga harus perhatikan kesehatanya''.
Ken diam sesaat, ''aku akan memberitahunya'', ia segera ke atas membawa nampan berisi sarapan untuk istrinya, ia membuka pintu dengan sangat hati-hati tersenyum melihat istrinya masih lelap terbungkus selimut. Ken meletakan nampan di atas nakas dan duduk di tepi ranjang, mencium kening istrinya yang tak terganggu kehadiranya.
''Honey, aku bawakan sarapan untukmu'', ucapnya dengan lembut.
Tidak ada pergerakan dari istrinya, nafasnya naik turun dengan tenang dan teratur.
''Honey, honey...., panggilnya sekali lagi, Ken merasa gemas melihat istrinya yang tidak terusik, ia segera menarik selimut yang menutupi tubuh polos istrinya hingga setengah badan, membuat tubuh kurus itu menggeliat seperti bayi bangun tidur, ia merasa dingin, Ken menyesap leher istrinya dan turun ke punggungnya.
Wanita itu merasa geli, tidur nyenyaknya terganggu, dia berusaha membuka matanya yang terasa berat, saat membuka matanya, ia melihat suaminya terus menyesapi tubuhnya, ''Apa yang kau lakukan??.
''Membangunkanmu'', ucapnya dan tak menghentikan kegiatannya, tanganya tak berhenti bergerilya meremas gundukan kenyal yang terasa tegang.
''Hentikan Ken!!, ia segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos dan duduk disandaran ranjang.
''Kenapa ditutupi, kau malu terlihat polos olehku, aku sudah melihat semua semalam, ucapnya tersenyum nakal.
Ken mengambil nampan berisi segelas susu dan roti menaruhnya di pangkuan istrinya.
''Habiskan sarapanya, agar tenagamu pulih, aku ingin melakukannya lagi'', ucapnya tersenyum menggoda.
Arrumaisha membeliakan matanya dan cemberut, ia tidak menjawab dan mengambil segelas susu lalu meneguknya.
''Dimana anak-anak??, tanyanya meletakan gelas susu yang kosong.
''Dia sedang berenang dengan Lily di bawah,
''Sepertinya dokter Burhan sangat serius dengan mommy, apa anak-anak tidak akan merepotkanya??.
''Mommy juga akan ajak Lily, mungkin mereka tidak enak karena mengundang kita ke rumahnya untuk makan malam dan ingin mengganti malam pertama kita sekarang, aku juga sudah bicara dengan mommy, aku tidak akan melarangnya jika ia ingin menikah lagi, kau benar selama ini ia hidup sendiri, mommy berhak untuk bahagia, terlebih diusia yang tidak muda lagi'', jelasnya.
''Apa mommy menyetuyui permohonan dokter Burhan'', tanyanya sembari mengambil selembar roti dan memakanya setengah dan setengahnya lagi di masukan ke mulut suaminya''.
Ken tidak menolak, ia tadi hanya meminum segelas kopi, dan segera mengunyahnya, ''mommy bilang butuh waktu untuk memikirkanya'', jawabnya terlihat tanpa beban, ia menaruh kembali nampan di nakas, dan kemudian mengungkung istrinya
''Kau mau apa??, Arrumaisha langsung waspada, melihat gelagat suaminya yang mulai mesum.
''Aku mau lagi seperti semalam''.
''Tidak, jangan lagi, aku ingin mandi, badanku terasa lengket'', sembari mendorong tubuh suaminya, yang tetap diposisinya.
''Baiklah dikamar mandi pasti lebih seru'', Ken segera berdiri dan mengangkat tubuh istrinya yang benar-benar polos, membawanya ke kamar mandi dan menurunkan di bawah shower, ia menyalakan air hangat ke tubuh istrinya.
Arrumaisha merasa malu, ini kali pertama ia mandi bersama seorang pria yang tak lain adalah suaminya, wajahnya bersemu merah menahan malu, tubuhnya benar-benar polos tanpa selembar kain menutupinya, air hangat mengguyur tubuhnya, Ken mendekapnya dengan erat, menikmati bibir tipis istrinya, Arrumaisha hanya bisa pasrah, menerima perlakuan lembut suaminya, Ia membalas ciumannya membuat Ken tak bisa menahan hasratnya, dan merekapun mengulang malam yang panas di pagi hari di bawah guyuran air shower, hingga hampir dua jam, mereka baru keluar, wajah Arrumaisha sangat masam, ia merasa area bawahnya sangat sakit dan perih, sejak semalam suaminya begitu bersemangat mengaulinya, perutnya terasa begah, namun saat melihat kedua anaknya duduk di ranjang dengan rapi, ia sangat terkejut.
''Kalian sudah selesai berenang??, ucapnya berbasa -basi.
''Mama dan papa kenapa mandi bersama dan lama sekali, perut Be sangat lapar'', gadis kecil itu cemberut dan memegangi perutnya
''Iya, aku juga lapar mami'', ucap putra semata wayangnya.
'' Maafin mama ya sayang, papa tuh gangguin mama mandi jadi gak selesai-selesai''.
Ken membelalakkan matanya, ''Mama yang minta ditemani mandi'', ucapnya tak mau kalah.
''Kedua anak itu menatap kedua orang tuanya yang saling menyalahkan, mereka hampir tidak pernah melihat kedua orang tuanya bertengkar.
''Kalian berdua mau makan apa???, tanyanya lagi.
Kedua anak itu diam dan menggelengkan kepalanya.
''Tunggu sebentar mommy bersiap dulu, setelah ini kita pergi keluar makan, sepertinya cacing di perut mami sudah kelaparan''.
Kedua anak kembar itu tertawa, ''kenapa cacing bisa di perut mami''.
''Bukan cacing sayang semalam papa habis menanam banyak benih, jadi benihnya minta makan''.
''Ken!!!!!!, teriak Arrumaisha dan melotot pada suaminya. Ia tak ingin suaminya bicara sembarangan di depan kedua anaknya.
Ken tersenyum, lalu mendekap Arrumaisha dari belakang, ''itu benih anak kita, bukan cacing'' bisiknya dan menggigit telinga istrinya dengan gemas.