Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
52.



Arrumaisha segera menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, saat mendengar langkah kaki mendekat ke kamarnya, setelah putranya keluar dari kamarnya tadi dia bersandar di ranjang mencerna kata-kata Ken, ''membuatnya cemburu'', sama sekali Arrumaisha tidak berniat begitu, dia hanya menjawab telfon dari dokter Fahri. Memang dokter Fahri menyukainya dia bahkan mengatakan langsung tentang perasaanya, tapi Arrumaisha juga telah menolaknya, dirinya merasa tak pantas untuk pria baik seperti dokter Fahri, masih banyak wanita yang pantas untuknya, pria sepertinya masih bisa menemukan wanita yang sepadan denganya, dan karena Arrumaisha telah bertekat untuk hidup membesarkan kedua anaknya saja, meski tak di pungkiri semua yang di lakukan oleh Ken, mantan suaminya sangat membantunya meringankan beban hidupnya, sekarang hidupnya tidak sesusah dulu dan tidak serepot dulu, banyak orang yang membantunya, dia memang merasa memiliki keluarga terlebih dengan kehadiran nyonya Sophia yang begitu menyayangi kedua cucunya. Namun entah apa yang menjadi pertimbanganya sehingga dia masih tak ingin rujuk dengan mantan suaminya dan bertahan hidup disatu rumah, semua memang bukan dirinya yang minta, Ken lah yang memberikanya kehidupan dia yang sekarang.


''Isha, aku bawakan makan malam untukmu, aku menyuruh anak-anak untuk belajar bersama Aldo, bagunlah, jangan membuat putramu kuatir'', entah kenapa melihat Arrumaisha seperti itu, Ken merasa semakin bersalah, tadi dia tidak bisa mengontrol dirinya sehingga bicara dengan emosi.


Arrumaisha tidak bergerak sama sekali, dia juga tidak menjawab sampai beberapa saat kemudian Ken masih menunggunya bangun.


''Apa kau benar-benar tidur lagi, mau aku suapin? tawarnya sembari duduk di sisi ranjang. Ken tidak pernah merendahkan diri di depan wanita, bahkan jika itu Rachel, tapi saat ini dia menghadapi mantan istrinya yang sulit dia pahami, ketika tadi saat makan bersama, dia merasa bahwa putranya lebih bisa memahaminya, seorang anak kecil belum genap lima tahun sudah bisa menjaga dan merawat mamanya, dan itu membuat Ken bangga memilikinya, meski kadang putranya membuatnya cemburu, entah kenapa Ken sekarang merasa curiga dengan siapapun yang dekat dengan mantan istrinya, hingga hanya karena Arrumaisha menerima telfon dari pria lain, dia tak bisa menahan diri untuk tidak marah.


''Maaf tadi aku berkata kasar di depan anak-anak, aku memang tidak berhak marah padamu, aku hanya...., tidak bisakah kau memberiku kesempatan sekali lagi, aku benar-benar ingin rujuk denganmu dan menghabiskan sisa umurku bersamamu serta anak-anak kita, aku....., aku....'', Ken tidak meneruskan ucapanya, tidak tahu harus bicara apa untuk meyakinkankan mantan istrinya.


Sesaat Arrumaisha teringat kata-kata mantan ibu mertuanya tadi siang tentang perjodohan Ken, perlahan dia membuka selimutnya dan duduk bersandar di sisi ranjang.


''Makanlah, putramu yang mengambilkan makanan itu, dia begitu pengertian dan perhatian padamu, aku sangat iri padanya, jangan membuatnya kuatir!!!, ucap Ken lembut.


Arrumaisha mengernyitkan dahinya, ''kenapa kau iri pada putramu sendiri??


''Bukankah putra kita sangat spesial, aku bangga memilikinya, sampai sekarang aku masih tidak memahami pikiranya, bagaimana anak seumur dia sangat pengertian dengan ibunya, bahkan berfikir ingin menikahi ibunya sendiri nanti, itu sangat mustahil''.


''Itu hanya ucapan anak-anak, mereka belum paham tentang apa itu menikah, dia hanya asal bicara saja''.


''Bagiku itu aneh, tidak semua anak akan mempunyai pikiran seperti itu kan?.


''Dia itu berjiwa kesatria, dia hanya ingin melindungi ibunya dan saudara perempuannya, dia tidak tahu cara mengatakannya dengan benar''.


''Berjiwa kesatria, menurutmu begitu??? Ken merasa malu pada dirinya sendiri, dirinya seperti pengecut, dulu jelas-jelas dia yang meminta Arrumaisha tidak mencarinya lagi setelah bercerai dan bilang tidak akan pernah jatuh hati padanya, tapi sekarang dia memohon untuk rujuk.


''Ya, apa yang bisa di lakukan anak-anak seumur dia, apa yang Aldo ajarkan pada mereka??


''Entahlah, Aldo bisa banyak hal, cepatlah makan nanti makannya dingin'', ucapnya sekali lagi tapi Arrumaisha hanya melirik makanan di nakas begitu saja.


''Tuan....'', panggilnya perlahan


''Kenapa memanggilku seperti itu lagi??, berhenti memanggilku dengan sebutan tuan'', Ken menatap wajah mantan istrinya yang terlihat aneh.


Arrumaisha menarik nafas dalam, mulutnya seperti tercekat sulit mengatakan.


''Ada apa??


''Isha.....'', wajah Ken tiba-tiba berubah tegang dan terlihat begitu kesal.


Arrumaisha merasa dirinya salah bicara, dia tidak berani menatap Ken.


''Maaf......, aku tidak ingin ikut campur, kami tidak akan menjadi bebanmu, anda sudah banyak melakukan hal tak terduga untuk kami, anda memberi kami tempat dan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan kami sebelumnya, ini sudah lebih dari cukup'', tambahnya.


''Apa mommy memberitahumu??, tanyanya kesal mendengar penuturan itu dari mantan istrinya.


Arrumaisha hanya mengangguk, dia tidak ingin menjadi penghalang untuk Ken, bagaimanapun mereka adalah keluarganya, dan dirinya bukan siapa-siapa, hanya seorang mantan istri yang tidak pernah dia harapkan dalam kehidupannya.


''Apa kau mau aku menikah dengan wanita lain???tanyanya kemudian.


''Aku pikir wanita pilihan keluargamu pastinya bukan wanita biasa, mereka pasti sudah mempertimbangkannya dengan baik, dan itu pantas untukmu''.


''Isha....,, dengarkan aku baik-baik, mereka memang ingin aku segera bertunangan dengan perempuan pilihan mereka, mereka hanya ingin bisnis mereka semakin besar dan berkembang dan mempertaruhkan aku untuk tujuan mereka, aku tidak ingin memberitahumu karena tidak ingin menjadi beban pikiranmu, aku tidak peduli bisnis mereka. Jika ada perempuan yang ingin aku nikahi saat ini... hanya kamu, dan aku tidak akan menikah dengan siapapun kecuali kamu, aku akan menunggu sampai kau mau membuka hati menerimaku kembali, aku ingin hidup bersamamu dan juga anak-anak kita sampai tua bahkan sampai punya cucu atau bahkan cicit, sampai ajalku tiba, aku akan menunggumu menerimaku kembali.


''A......pa???? tuan anda....''.


''Apa kau ingin menikah dengan dokter itu, makanya kau terus menolakku dan berharap aku segera pergi dari sini???


''Ti....dak, bu....kan seperti itu, bukankan keluargamu sangat penting''.


''Kau, anak-anak dan mommy lebih penting bagiku daripada mereka!!! ucap Ken mantap.


Arrumaisha diam mencerna, dia tidak mengerti dengan pria disampingnya.


''Isha..... Ken meraih tangan Arrumaisha dan menggeser duduknya lebih dekat dengan mantan istrinya yang masih mencerna ucapan mantan suaminya, ''aku memang bersalah padamu dan juga pada anak-anak, jika kau punya syarat agar kau mau menerimaku kembali, katakan padaku apa syaratnya, aku akan melakukanya apapun, asal jangan memintaku pergi darimu atau memintaku menikahi perempuan lain''.


Arrumaisha membelalak, dia tidak percaya mantan suaminya yang dulu begitu jahat tidak pernah menghargainya, kini memohon dengan kata-kata lembut dan manis.


''Aku......terdiam sejenak.....aku.... aku tidak punya apa-apa yang bisa diandalkan, aku bukan perempuan yang pantas untuk anda, aku hanya seorang perempuan yang kebetulan mengandung anak-anakmu, aku hanya ingin hidup bersamanya, mendampingi anak-anak hingga waktu yang aku tak tahu entah sampai kapan''.


''Aku mohon Isha, aku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk seperti dulu, aku akan berubah, beri aku kesempatan'', mohon Ken mengenggam erat tangannya meraih tubuh kurus itu dan mendekapnya erat, air matanya luruh begitu saja, Ken semakin erat memeluk tubuhnya dan mencium kening memberikan kenyamanan yang tidak pernah mereka rasakan berdua sebelumnya, Arrumaisha bisa mendengar dada Ken yang berdetak kencang cukup lama hingga pintu kamar itu terbuka nampak dua bocah kecil itu lari dan berhamburan ke ranjang.