
Pagi menjelang siang, mereka telah sampai di pusat kota B, kota yang hanya memiliki satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Setiap hari libur selalu banyak pengunjung, terutana orang tua yang mengajak anak-anaknya bermain ataupun berbelanja.
''Honey ajaklah mommy dan Lily pergi ke tempat spa waktu itu, mereka pasti ingin merasakan spa disini'', ucap Ken yang berdiri di belakangnya, dia melingkarkan tanganya di pinggang Arrumaisha, mendekatkan ke tubuhnya dan memeluknya dengan posesif, ''aku akan menjaga anak-anak'', bisiknya lagi ditelinga Arrumaisha membuatnya meremang.
Suasana mall sangat ramai, banyak pasang mata yang melihat mereka, terlebih Arrumaisha yang terlihat berbeda dari mereka, Arrumaisha yang orang pribumi asli dan yang lainya orang asing, bahkan melihat anak-anaknya yang tidak mirip denganya, Arrumaisha merasa malu, wajahnya terasa hangat, dia tidak pernah di perlakukan seperti itu sebelumnya, terlebih ini di tempat umum. Sepertinya Ken ingin menunjukannya pada Lily tentang hubungan mereka.
''Iya, lepaskan dulu aku'', jawab Arrumaisha lirih berusaha melepas tangan Ken dari pinggannya.
''Mommy, Lily, pergilah spa di lantai atas bersama istriku, dia sudah pernah spa di sini, dan jadi anggota disini'', ucap Ken
''Oh ya, bagaimana rasanya?? nyaman tidak??,tanya Lily
''Nanti kau coba saja sendiri'', jawab Arrumaisha
''Kalau begitu ayo sayang kita memanjakan diri, kau sibuk setiap hari, hari ini biarkan Ken menjaga anak-anak'', ucap nyonya Sophia bersemangat.
''Baiklah mari keatas, jaga anak-anak dengan baik'', ucap Arrumaisha dengan tegas.
''Ok honey'', jawab Ken melepas tangannya dan membiarkan ketiga wanita itu beranjak meninggalkannya dan kedua anaknya yang asyik berada di arena permainan.
Ken menemani kedua anaknya bermain sambil menunggu ketiga wanita yang sedang memanjakan diri, hingga beberapa jam lamanya, Ryuna dan Ryube juga sangat senang, bermain sampai puas, semua permainan di cobanya.
''Papa, Be lapar??, ucap gadis kecil itu malu-malu.
''Kalau begitu ayo kita makan dulu, nanti lanjut lagi mainya''.
''Ye, asyik'', ucap gadis itu senang.
''Apa kalian senang main kesini???
''Iya, tapi bagaimana dengan mami, grandma dan tante Lily?, kenapa mereka sangat lama di atas?, apa yang mereka lakukan??, tanya Ryuna.
''Mereka sedang melakukan spa, tentu saja lama??, Ken segera membawa kedua anaknya untuk makan terlebih dahulu.
Sementara itu Arrumaisha telah selesai melakukan spa, ia keluar dari ruangan dan hendak duduk di lobi menunggu nyonya Sophia dan Lily selesai, namun dia sangat terkejut saat melihat seorang pria muda yang begitu dikenalnya duduk disofa yang ada di lobi sedang fokus dengan laptopnya.
''Aldo.....!!, apa yang kau lakukan disini??? tanya Arrumaisha mengagetkan Aldo
''Nona Isha...., saya...., saya sedang menunggu seseorang'', jawab Aldo gugup
''Ohhh, kenapa kau terlihat gugup, apa kau sedang menunggu kekasihmu???, tanyanya menebak.
''Iya nona''', jawab Aldo malu-malu, ''nona dengan siapa kesini???, tanya Aldo sungkan
''Kami semua main kesini, Ken sedang menemani anak-anak bermain di bawah, aku dan grandma juga Lily di suruh spa'', jawab Arrumaisha jujur.
Seketika wajah Aldo jadi pucat, ''Tuan Ken menemani nona kesini??.
''Tidak usah kaget begitu, ini kan hari libur, kau juga harus memikirkan dirimu sendiri, kau sudah bekerja keras, maaf aku dan anak-anakku sering merepotkanmu''.
''Iya nona, tidak apa-apa, jangan sungkan''.
''Saya baru kali ini menemaninya kesini''.
''Ohhh begitu ya, kau tidak ingin mengenalkan kekasihmu pada kami???
''Eeeee iya nona, sebenarnya nona sudah mengenalnya'', jawab Aldo merasa canggung, ini pertama kalinya Aldo mengobrol berdua dengan Arrumaisha, ia takut kalau atasannya yaitu Ken melihatnya berdua, dan bisa salah paham.
''Benarkah??, siapa??? tanyanya antusias
''Dia.... dia...'', Aldo bingung mau mengatakan tapi dia ingat perjanjianya dengan Reisa, untuk menyembunyikan hubunganya dari Ken ataupun Arrumaisha.
Tak berapa lama keluar seorang perempuan yang begitu di kenalnya dari ruang spa. Ia tertegun berdiri disana.
Arrumaisha menoleh tatkala Aldo melihat ke arah lain, sangat tidak disangka berdiri Reisa disana.
''Rei....., kau disini juga???, sapa Arrumaisha kaget.
''Isha, kau sedang apa disini??
''Menurutmu???
Mereka bertiga saling menatap, Aldo dan Reisa tidak bisa menghindar lagi, dua muda mudi itu seperti tertangkap basah.
''Aldo, apa dia kekasih yang kau maksud???, tanya Arrumaisha penuh selidik.
Aldo begitu gugup memandang ke arah Reisa, namun berusaha tetap tenang.
''Isha aku bisa men....jelas....kanya padamu''. ucap Reisa terbata.
''Ok, jelaskan padaku apa hubungan kalian??, kalian berdua sedang berkencan??, Arrumaisha penasaran.
''Sebenarnya......, sebenarnya.... sudah hampir sebulan ini kami resmi jadian, Reisa menarik nafas sejenak, aku dan Aldo sepakat untuk tidak memberitahu tentang hubungan kami padamu atau pada suamimu, karena aku takut kau berpikiran macam-macam'', jelas Reisa merasa tak enak.
''Kenapa kau harus takut padaku, apa kau pikir aku ibumu??, Arrumaisha tersenyum
''Bukan begitu, kau dan tuan Ken sampai sekarang masih belum jelas, aku takut kau berfikir yang sama terhadap Aldo karena dia asistennya''.
''Iya nona, kami tidak bermaksud menutupi hubungan kami dari nona ataupun tuan Ken. Kami hanya tidak enak saja'', ucap Aldo meyakinkan
''Kalian ini kenapa berpikiran begitu, aku senang akhirnya kalian bersama, tapi Aldo aku mohon kau jangan mempermainkan sahabatku ataupun menyakitinya, jangan sampai apa yang menimpa padaku terjadi juga padanya???, ucap Arrumaisha tulus.
''Nona jangan kuatir, saya berjanji tidak akan menyakitinya, tapi bagaimana dengan nona sendiri, saya rasa tuan Ken telah banyak berubah, dia tidak arogan seperti lima tahun lalu, tuan benar-benar menyesalinya, saya juga berharap nona mau memaafkan tuan dan menerimanya kembali, terlebih untuk si kembar, tuan sudah sangat menderita sejak kecil, tuan seperti orang yang kehilangan arah sebelumnya, tapi sekarang dia lebih bersemangat hidup bersama sikembar dan juga nona Isha''.
''Kau sedang tidak berkata bohong agar tuan Ken terlihat baik di depan sahabatku Isha kan???, ucap Reisa menolak.
''Tidak Rei, sering kali tuan Ken tidak fokus bekerja karena memikirkan sikembar, tuan tidak ingin sikembar merasakan apa yang pernah tuan Ken rasakan, jika nona menolak rujuk dan memilih menikah dengan laki-laki lain bagaimana nasib mereka''.
''Tapi Isha juga berhak bahagia, untuk apa dia rujuk dengannya kalau hanya akan menderita bersamanya, dia mungkin sangat realistis, tapi dia itu orang asing, cara berfikirnya berbeda dengan kita'', tolak Reisa.
''Rei, tuan Ken sudah berubah, aku bisa jamin itu, sejak aku bekerja padanya hingga sekarang, aku baru melihatnya dia amat sangat menyesali dengan apa yang di lakukan pada nona Isha dulu, itu semua terjadi karena sejak kecil dia berpisah dari nyonya Sophia, dan mendapat perlakuan yang berbeda dari ibu sambungnya. Percayalah tuan Ken orang yang sangat serius. Saat tuan tahu nona Ryube sakit, pagi itu juga dia memintaku segera membeli tiket dan segera kembali kesini, padahal hari itu ada rapat penting di kantor pusat, dia sangat kuatir dan takut terjadi sesuatu pada nona Ryube'', Jelas Aldo membuat Arrumaisha semakin gusar, namun ia berusaha tetap tenang.