
Malam telah tiba, halaman villa itu berubah seperti istana kecil yang indah dengan gemerlap lampu hias dan balon beraneka warna, kedua anak itu begitu senang, mereka belum pernah merayakan ulang tahunya seperti sekarang, biasanya hanya memotong kue buatan mamanya dan membuka kado pemberian sang mama, mereka terbiasa merayakannya bertiga saja, tapi kali ini mereka begitu senang karena ada papanya, grandma dan juga tante serta teman dekat mamanya juga berkumpul bersama mereka.
Arrumaisha sedang membantu putrinya berganti pakaian, dan mendadaninya seperti seorang putri dari negeri dongeng, gadis itu nampak ceria, mata birunya memancarkan aura kecantikan bagai peri.
''Ohhhh, putri mama sangat cantik'' sanjungnya setelah selesai mendadaninya.''Apa Be ingin turun dulu atau menunggu mama??, tanyanya
''Bolehkah aku bermain di halaman sana dengan Ryuna??, tanyanya.
''Tentu saja, ada papa dan uncle Aldo di bawah''.
Gadis itu turun dengan hati-hati, menghampiri papanya yang sedang berbincang dengan assistenya, kedua pria itu selalu serius saat membahas sesuatu.
''Papa.... '', serunya
''Waaahh putri papa cantik sekali, apa mama yang membuatmu seperti ini??, sanjung Ken
Gadis itu mengangguk dan tersenyum senang.
''Kenapa mama belum turun??, tanya Ken dia meraih putrinya dan mendudukanya di pangkuannya.
''Mama masih berganti pakaian'', jawabnya
''Kau sangat cantik Be'', puji Aldo terkagum dengan kecantikan alami gadis kecil itu. ''Anda sangat beruntung tuan memiliki putra tampan dan putri yang cantik'', ucapnya lagi.
Ken diam tak menjawab, dia menurunkan Ryube dari pangkuan, lalu berdiri ''baby apa kau mau bermain dengan Ryuna disana???
Gadis itu mengangguk, dan berjalan keluar.
''Uncle Aldo akan mengawasi kalian'', ucapnya, ''Aldo awasi kedua anakku, aku akan ke atas dulu, ada yang ingin aku bicarakan denganya''.
''Baik tuan''.
Gadis itu langsung berlari menuju saudara lelakinya yang sedang bermain sendirian, dan Aldo mengikutinya dari belakang.
Arrumaisha sedang memilih pakaian yang akan ia kenakan malam ini, kemarin Ken telah membelikanya beberapa potong pakaian, namun ia bingung untuk mengenakan yang mana, pasalnya semua baju itu terbuka di bagian atas, saat mandi tandi Arrumaisha baru menyadari leher dan dadanya banyak tanda merah, ia tidak bisa mengontrol dirinya saat mantan suaminya mencumbunya semalam, ia merasa malu dengan dirinya, sejak ia berpisah dengan mantan suami, ia bertekat untuk tidak menikah lagi dan menutup diri, hanya fokus berjuang merawat dan membesarkan kedua anaknya, tapi pada akhirnya pendirian yang begitu kuat itu kini seakan runtuh, permohonan rujuk mantan suaminya, desakan mantan ibu mertuanya dan pertimbangan saran dari sahabatnya dan orang-orang di sekitarnya, membuatnya berfikir kembali, terlebih permintaan kedua anaknya, dia hanya ingin anak-anak hidup bahagia, mengingat kencanya semalam ia benar-benar merasa kotor, setiap kali mantan suaminya menyentuhnya ia merasa seperti memiliki magnet, ia tidak bisa menolak semua perlakuan lembutnya yang membuatnya melambung, dan ia tidak mungkin memakai baju yang terbuka, itu hanya akan membuatnya malu di depan semua, terlebih jika sahabatnya melihatnya, pasti akan menegurnya lagi.
''Apa yang kau pikirkan Honey, kenapa belum bersiap??, tanya Ken yang tiba-tiba masuk ke kamar mengaggetkanya, ia lalu menutup pintunya.
''Aku tidak mungkin pakai baju ini, semua terbuka'', keluhnya
''Kenapa dengan bajunya, kau sudah mencobanya kemarin, dan itu sangat pas di tubuhmu'', ucapnya.
''Kau lihat baju ini, semua terbuka di bagian atas, tidak bisa menutupi bekas.....'', ucapnya terhenti, ''ini semua ulahmu'', kesalnya.
Ken tersenyum lalu memeluknya, dan mencium pipinya.
''Jangan mulai lagi Ken'', ucapnya
Ken mengabaikannya, ia mengeratkan pelukanya, ''Honey ada yang ingin aku katakan''
''Apa??
'' Aku ingin kita menikah besok'', ucapnya
''Apa!!!!, kenapa tergesa-gesa, kita baru mulai berkencan, kenapa besok langsung menikah???, ucapnya kaget
''Apa aku harus menunggumu lebih lama lagi??, sudah hampir setahun sejak kita bertemu, dan aku minta rujuk, baru sekarang kau menerimaku, aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu lagi, apa kau mau menyiksaku setiap hari??, aku sudah siapkan semua kau tidak perlu kuatir'', ucap Ken meyakinkanya
''Tapi....''.
Arrumaisha diam dan berfikir, ini sangat tiba-tiba, ia tidak menduganya sama sekali, besok adalah hari dimana dia berjuang sendiri melahirkan kedua anaknya, meskipun mereka tidak lahir secara normal, tapi merawat luka dan merawat sendiri kedua bayinya, itu sangat membuatnya kesakitan, dan mantan suaminya ingin menikahinya tepat di hari lahir kedua anaknya.
''Kenapa tiba-tiba ingin menikah besok??, kenapa memutuskan sendiri tidak membicarakan terlebih dulu denganku'', ucapnya.
''Berapa kali aku memohon padamu, aku tidak ingin jika terlalu lama kau akan berubah pikiran, selain itu karena besok adalah hari lahir anak-anak kita, aku punya alasan sendiri, aku ingin mengingatnya seumur hidupku, aku telah melakukan banyak kesalahan kepadamu dan anak-anak, saat mereka lahir aku tidak ada bersama kalian, jadi mulai besok dan selamanya kita akan hidup bersama-sama, membesarkan anak-anak, aku hanya ingin menikah denganmu, bersamamu hingga akhir hayat kita'', jawab Ken mantap
''Tapi, aku belum siap, ini terlalu mendadak'', jawabnya lagi
''Kau tidak perlu memikirkan apapun, aku sudah menyiapkan semua'', ucapnya begitu yakin, Ken menarik tali kimono yang di pakai Arrumaisha hingga terbuka, terlihat dua gunung kembarnya yang penuh, Ken tak bisa menahan hasratnya, ia mendorongnya ke ranjang dengan pelan membaringkannya di ranjang mencium bibirnya dengan lembut lalu mencium leher Arrumaisha dan menyesapnya, tanganya mulai bergerak meremas dua gundukan yang terasa kenyal dan menegang.
''Hentikan Ken, kita harus turun''. ucap Arrumaisha ''jangan mengecewakan anak -anak, mereka sudah menunggumu cukup lama'' ucapnya menyadarkan Ken.
''Sebentar saja, aku ingin menghirup aroma tubuhmu'', ucapnya berat dan terus mencumbunya
''Ken!!!!, Arrumaisha mendorong tubuh mantan suaminya yang berada di atasnya hingga jatuh ke sisinya, wajahnya terlihat kusut, lagi-lagi dia harus menahan hasratnya yang sudah lama terpendam.
Arrumaisha segera bangun, mengambil satu gaun yang di pilahnya tadi, lalu segera memakainya, ia tidak mengerti dengan mantan suaminya yang suka menciumnya dan menyesapnya sesuka hati, ia merias wajahnya dengan tipis, gaun tanpa lengan itu hanya sedikit menutup dada dan terbuka di bagian punggung namun terlihat pas di kenakanya, ia terlihat anggun.
Ken bangkit dan duduk di ranjang memandangi mantan istrinya yang sedang berhias, besok mereka akan menikah dan akan menjadi awal kehidupan mereka bersama, dia sudah tidak sabar menunggu hari esok tiba.
''Kenapa masih disini, siapa yang menemani anak-anak???
''Ada Aldo, jawabnya tenang
Arrumaisha telah selesai berhias, ia terlihat cantik dengan riasan tipis dan natural, ''mommy bilang kurangi beban kerjanya, dia juga harus memikirkan masa depannya'', ucap Arrumaisha.
''Setelah kita menikah, aku akan memberikannya kelonggaran waktu untuk menata hidupnya, mungkin dia juga ingin segera menikahi kekasihnya'', jawabnya
''Apa dia serius dengannya???.
''Kurasa begitu, dia tidak pernah dekat dengan perempuan, karena sibuk dengan pekerjaanya''.
''Dia tidak akan mempermainkanya kan??
''Aku tidak tahu, kenapa membahasnya??, jawabnya.
''Dia sahabatku, aku tidak ingin dia terluka, jika Aldo hanya ingin bermain-main saja''.
''Jangan pikirkan mereka, mereka sama-sama sudah dewasa, kau hanya perlu memikirkan bagaimana malam pertama kita besok dan anak-anak kita saja sekarang'', ucapnya tersenyum nakal.
Arrumaisha membulatkan matanya,'' apa itu bisa di bilang malam pertama??.
''Seingatku kita belum pernah menikmati malam pertama, tapi malam terakhir yang tak terlupakan'', Ken mengingat hari ketika ia meminta haknya enam tahun lalu yang tidak ia duga akan memnghadirkan dua anak kembar.
''Apa kau tidak ingin mengundangnya???, tanya Ken
''Siapa??, tanyanya balik
''Pria yang begitu memujamu'', jawabnya
''Apa kau mengundangnya??, Arrumaisha tahu yang di maksudnya adalah dokter Fahri.
''Tidak, acaranya hanya khusus untuk keluarga kita saja, tapi kalau kau ingin ia menjadi saksi pernikahan kita besok, aku tidak keberatan''.
''Lalu kenapa membahasnya, aku hanya pasienya saat itu'', jelasnya.
''Aku tahu terimakasih honey, ayo turun mereka menunggu kita'', Ken mengulurkan tangannya Arrumaisha tersenyum menyambutnya, mereka segera turun untuk merayakan ulang tahun kedua anaknya.