Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
82.



Dokter Fahri berjalan di dampingi kedua anak kembar Arrumaisha dengan perasaan tidak menentu, dia tidak tahu jika ayahnya menyuruhnya pulang, dan malah menjadi tamu tak diundang di pernikahan wanita pujaanya yang menikah kembali dengan mantan suaminya, sebenarnya dokter Fahri telah menduganya sejak awal saat ia mengutarakan isi hatinya dan justru mendapat penolakan, akan tetapi ia masih berharap satu kemungkinan ada keajaiban untuk kisah cintanya, dan sekarang ia harus menguatkan hati untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan mereka. Dokter Fahri menahan nyeri di dadanya


''Mama ada paman dokter!!!, seru gadis itu berteriak memberitahu sang mama yang duduk bersama suaminya dan pengacaranya untuk membahas beberapa hal tentang pengalihan saham miliknya.


Ken segera menangkap putrinya yang berlari ke arahnya, ''Jangan lari-lari Be!!!, serunya sembari memangku putrinya


''Papa, paman dokter datang kemari!!!, ucapnya


Ken menatap istrinya, '' kau bilang tidak mengundangnya???.


''Aku memang tidak mengundang siapapun'', jawab Arrumaisha.


''Bagaimana dia bisa tahu, kita menikah disini??.


Arrumaisha menggelengkan kepala.


Tinggal beberapa langkah dokter Fahri sampai di hadapan pasangan pengantin, akan tetapi ia berhenti dan tertegun melihat wanita yang dicintainya mengenakan gaun berwarna putih dan terlihat begitu pas di badanya yang kurus, ia terlihat begitu anggun dan cantik.


Arrumaisha langsung berdiri dan diikuti suaminya serta pengacaranya.


Reisa dan Lily berdiri di belakang dokter Fahri, Reisa ingin memberitahu sahabatnya, bahwa ia tak memberitahunya, tapi ia hanya bisa menggelengkan kepala.


''Ba....gai...mana kak Fahri bi...sa ke...sini???, ucap Arrumaisha terbata, dia merasa tak enak pada pria baik di depanya.


''Selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga kalian bahagia'', ucap dokter Fahri berusaha kuat, menahan nyeri di dada.


''Trimakasih dokter, ucap Ken sembari menjabat tangan dokter Fahri dengan erat, lalu melingkarkan tanganya di pinggang ramping Arrumaisha dengan posesif, seakan ia ingin menunjukkan padanya, bahwa wanita pujaanya lebih memilih mempertahankan keluarganya.


''Maaf aku tidak tahu jika hari ini kalian melangsungkan pernikahanan, aku tidak menyiapkan hadiah untuk kalian.


''Trimakasih kak, bagaimana kak Fahri bisa tahu???, tanya Arrumaisha penasaran.


''Ayah memintaku pulang, ia bilang ingin mengenalkanku pada temannya, ternyata yang di maksud ayah adalah nyonya Sophia, sekali lagi selamat ya, semoga kalian ba...ha...gia'', ucapnya terbata dan....


Bruukkkk, dokter Fahri jatuh terduduk di tanah ketika hendak meraih tangan Arrumaisha, ia mencengkeram dadanya dengan kuat, wajahnya terlihat pucat, keringat dingin membasahi tubuhya.


''Kak!!!!, teriak Arrumaisha seketika panik dan ikut terduduk di tanah, saat dokter Fahri hendak jatuh Arrumaisha reflek meraih tangan dokter Fahri yang terasa dingin.


''Senior!!!!, seru Reisa


Lily juga kaget dia tidak mengerti apa yang terjadi.


Dokter Burhan dan nyonya Sophia berjalan dengan cepat ke arah mereka, dokter Burhan segera memberikan pertolongan untuk putranya.


Semua langsung berlari mengerumuni dokter Fahri.


''Apa tidak sebaiknya kita bawa ke rumah sakit???, ucap Ken dia tidak menyangka dokter muda yang menjadi rivalnya akan jatuh mengetahui mereka telah menikah kembali.


''Biar saya panggilkan ambulan'', ucap Aldo


''Tidak, tidak perlu'', ucap dokter Fahri lemah.


''Fahri apa kau tidak pernah memeriksakan kesehatanmu???, kenapa bisa sampai seperti ini??, tanya dokter Burhan


''Dokter sebaiknya anda ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, sepertinya anda tidak baik-baik saja'', ucap nyonya Sophia.


Dokter Fahri hanya mengangguk, ia berusaha mengatur nafasnya yang terlihat berat.


''Mami, paman dokter kenapa???, tanya pria kecil itu.


''Paman dokter sedang tidak enak badan'', ucapnya lembut pada putranya.


''Paman cepat sembuh ya nanti temani Be main'', ucap gadis kecil itu ikut menggenggam tangan dokter Fahri seolah memberikan kekuatan untuknya.


Dokter Fahri tersenyum tipis, melihat gadis kecil itu mengkhuatirkanya.


''Apa kau sudah lebih baik???, tanya dokter Burhan, dia kuatir dengan kondisi putranya saat ini, ''ayah sudah bilang berapa kali, segeralah menikah agar ada yang mengurusmu'', ucapnya lagi.


Dokter Fahri hanya mengangguk, dia tidak menyangka akan menjadi selemah ini melihat wanita yang ia cintai menikah kembali dengan mantan suaminya, hingga tak kuasa menahan nyeri di dadanya, dan harus terjatuh di depan wanita pujaanya. Dia memang pria kalem dan sabar, meski sudah mendapat penolakan, dia masih berharap satu kesempatan, tapi sekarang harapan itu telah sirna di depan mata, dia harus berhenti berharap.


''Paman dokter aku bawakan air untukmu minumlah'', ucap pria kecil itu membawa sebotol air mineral dan memberikannya pada dokter Fahri. Setelah tahu dokter penyelamat ibunya tidak baik-baik saja, pria kecil itu berlari ke meja yang menyediakan minuman untuk tamu, dan mengambil sebotol air mineral dan memberikanya.


''Trimakasih'', ucap dokter Fahri terharu, ia tidak menyangka anak-anak dari wanita pujaaanya begitu perhatian, semua yang ada disana juga merasa haru dengan tingkah dan kepedulian kedua anak kembar itu.


''Mari saya bantu berdiri dokter'', ucap Aldo membantu dokter Fahri berdiri dan berjalan kedalaman villa, diikuti Reisa.


''Senior maafkan saya'', ucap Reisa setelah sampai di dalam vila dan duduk di sofa.


''Kenapa kau minta maaf??, ini tidak ada hubunganya denganmu, dari awal dia sudah menolaku, tapi aku masih berharap satu kemungkinan, tidak aku sangka aku sangat lemah di depannya, kau tidak perlu minta maaf, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan, dan lagi bukankah ini lebih baik, mereka bisa hidup bersama-sama, anak-anak juga akan lebih baik bersama kedua orang tua dan keluarganya.


Tiba-tiba Arrumaisha masuk ke dalam vila bersama pelayan yang membawakan hidangan untuk dokter Fahri.


''Apa kakak sudah lebih baik??, tanyanya terlihat kuatir, ''aku meminta pelayan hotel membawakan makanan untuk kita, aku belum makan dari tadi, mari kita makan bertiga'', ucapnya.


''Kenapa kau kemari, apa suamimu tidak marah, aku baik-baik saja, maaf membuat kalian kuatir, aku mengacaukan pernikahanmu dengan menjadi tamu tak diundang''.


''Jangan bicara seperti itu kak, aku yang seharusnya minta maaf karena tidak mengundangmu, semua ini adalah rencana suamiku, baru kemarin aku menyetujuinya dan ia tidak ingin menundanya lagi'', jelas Arrumaisha.


Suasana menjadi hening sesaat.


''Aku baru tahu jika dokter Burhan adalah ayah kak Fahri, dan juga sahabat ibu mertuaku'', ucap Arrumaisha mencairkan suasana.


''Aku juga tidak tahu sama sekali'', sahut Reisa, ''setelah ini senior harus segera memeriksakan diri'', ucap Reisa lagi


''Iya benar, jangan sibuk melayani pasien tapi lupa dengan kesehatan sendiri''. ucap Arrumaisha.


''Hai, ayolah kalian berdua kenapa begitu kuatir, ini pertama kalinya aku mengalami hal seperti ini, kau benar Isha mungkin aku terlalu sibuk dengan pekerjaan, dan mengabaikan yang lainya.


''Kalau begitu mulai sekarang, kak Fahri harus membagi waktu bekerja dan cari istri lalu segera menikah'', ucapnya.


''Benar, bukankah tadi dokter Burhan meminta anda untuk segera menikah???, sahut Reisa.


''Apa ada yang sepertimu Isha??, haiiiss kalian berdua kenapa sangat cerewet, ucap dokter Fahri terlihat menyedihkan.


Mereka bertiga terdiam, ''Ada yang lebih baik dan lebih pantas untuk bersanding denganmu kak'', ucap Arrumaisha