
Sudah hampir sebulan Ken masih tidak mau pergi untuk memeriksakan dirinya, tubuhnya makin hari semakin terlihat pucat dan badanya juga terlihat lebih kurus, kondisinya semakin tambah parah, bahkan sekarang ia tidak bisa mencium bau masakan atau apapun yang bisa membuatnya kapan saja mual itu datang begitu saja, bahkan sekedar hanya membayangkan sesuatu saja tubuhnya akan langsung memuntahkan isi perutnya, hingga terkadang tidak ada yang dia muntahkan lagi.
Berbeda dengan Arrumaisha, perempuan dua anak itu sekarang tubuhnya terlihat lebih berisi dan segar. Dulu saat pertama kali Ken bertemu istrinya setelah lima tahun berpisah, istrinya terlihat kurus dan wajahnya terlihat kelelahan, akan tetapi sekarang ia terlihat semakin cantik dan menarik. Bahkan sering kali Ken dibuat cemburu saat ada seorang pria datang ke toko untuk sekedar belanja dan berbasa-basi sebentar denganya. Banyak yang mengira Arrumaisha masih gadis dan belum bersuami apalagi memiliki anak. Toko kue milik Arrumaisha memang semakin ramai dan terkenal, banyak yang singgah untuk makan di restonya ataupun sekedar membeli kue untuk oleh-oleh. Terlebih saat hari libur Arrumaisha akan sangat sibuk. Dengan kecanggihan teknologi dan melalui ponsel pintarnya, kini toko kue miliknya bisa menjangkau pasar yang lebih luas, melayani pembelian online dan offline. Dengan beberapa karyawan saja dan pengawasan langsung dari Arrumaisha.
Ken merasa bangga dengan istrinya yang cepat sekali memahami apa yang ia ajarkan, meskipun begitu ia selalu mewanti istrinya untuk tidak melupakan kedua anaknya dan tugasnya sebagai istri yaitu mengurusnya. Entah kenapa Ken selalu ingin di perhatikan oleh istrinya, dan terkadang bertingkah seperti anak kecil yang manja.
Sejak keadaan suaminya bertambah parah, Arrumaisha menyarankan suaminya untuk berjemur di pagi hari dan suaminya itupun tidak membantah, pagi ini setelah mengantar kedua anaknya ke sekolah, ia membawakan segelas air jeruk hangat dan semangkuk buah segar dan menemani suaminya yang sedang berjemur di balkon rumah. Sebenarnya ia sangat sedih melihat kondisi suaminya saat ini, namun ia tidak ingin menunjukanya. Ia juga tidak tahu harus melakukan apa, dia berharap dengan berjemur suaminya akan merasa hangat dan tidak kedinginan saat pagi.
''Honey, apa kau lelah mengurusku??, tanya Ken dengan suara yang lemah, pria itu menyandarkan tubuhnya di kursi dan memejamkan mata, ''apa sekarang kau menyesal menikah denganku??, tanyanya lagi
Arrumaisha seketika langsung menoleh, ia tidak mengerti apa sebenarnya yang di pikirkan suaminya''Kenapa tiba-tiba kau berfikir begitu??.
''Aku hanya ingin tahu saja??, seharusnya aku bisa membantumu mengurus anak-anak, tapi bahkan untuk berdiri saja aku tidak punya tenaga, sekarang kau harus mengurus anak-anak sendiri ditambah lagi mengurusku''.
''Itu sudah kewajibanku, apa kau tahu anak-anak sangat sedih kau sakit, akhir-akhir ini mereka sering murung karena kau tidak menemani mereka belajar dan bermain, dan tak bisa mengantarkan mereka ke sekolah''.
''Maaf ya'', ucapnya
''Tidak perlu minta maaf, jika kau tidak ingin membuatku dan anak-anak sedih, maka pergi ke rumah sakit dan periksalah, atau setidaknya memberitahu mommy terlebih dahulu, aku yakin mommy tidak akan terganggu dan mungkin saja mommy bisa memberikan solusi.
Ken tidak menjawab, sejak dirinya sering bangun dan mual di tengah malam, Arrumisha akan terjaga hingga suaminya itu bisa tidur kembali, bahkan terkadang setelah itu ia tidak tidur lagi bersiap untuk mengurus kedua anaknya.
''Apakah dulu kau punya riwayat sakit seperti ini, bagaimanapun tubuhmu butuh asupan makanan, tapi kau hanya bisa makan buah-buah tertentu saja dan itu tidak cukup''. jawabnya lembut.
Ken mengingat-ingat masa kecilnya, ''saat aku masih kecil aku pernah sakit karena merindukan mommy, sampai akhirnya harus masuk rumah sakit karena tidak makan''.
''Apa kau merindukan mommy??, atau kau takut dengan jarum suntik??.
''Aku yakin mommy sekarang bahagia bersamanya, dulu aku sering diam-diam ke rumah sakit untuk sekadar melihat mommy, sekarang aku hanya mau kamu dan anak-anak saja''.
''Tapi mommy akan sedih jika tahu kau sekarang seperti ini, bahkan keluargamu akan menyalahkanku, karena tidak bisa merawatmu, sampai kapan kau akan bertahan dengan keadaan ini, badanmu terlihat semakin kurus, bukankah akan lebih baik jika kita tahu lebih awal penyebabnya, jadi tidak akan terlambat untuk mengobati''. jawab Arrumaisha, ia membelai wajah suaminya dengan lembut dan membuat Ken merasa nyaman.
Ken menatap istrinya dan merasa bersalah. ''Apa kau mencintaiku??.
Arrumaisha heran dengan pertanyaan suaminya, ia sampai mengernyitkan dahinya, ''kenapa menanyakan itu???.
''Jawab saja, aku ingin mendengarnya''.
''Aku tidak tahu apakah ini cinta atau hanya kewajibanku saja, tapi aku melakukan semua dengan tulus sebagai istri dan juga sebagai ibu dari anak-anak, apa itu masih belum cukup, sejujurnya sekarang aku sangat takut dan kuatir dengan keadaanmu, setiap hari kau semakin lemah, aku takut jika tiba-tiba kau pergi meninggalkankan kami, anak-anak baru merasakan senang dengan kebersamaan kita, tapi sekarang kau seperti ini mereka jadi murung dan tidak bersemangat. Tiba-tiba saja air mata Arrumaisha menggenangi matanya dan mengalir membahasahi pipinya, ia buru-buru memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya.
''Honey jangan menangis lagi, aku tidak akan mati sekarang, aku masih ingin hidup lama bersamamu dan anak-anak selama-lamanya'', ucapnya sembari meraih tangan istrinya dan mengenggamnya dengan erat.
''Kalau begitu aku mohon padamu, pergilah ke rumah sakit atau ke dokter yang kau percaya, aku akan menemanimu''.
''Jangan berfikir macam-macam, aku masih kuat, baiklah aku akan memberitahu mommy, hapus air matamu terlebih dahulu, aku tidak ingin mommy melihat wajahmu yang sebab dan berpikiran buruk padaku'', Ken meraih ponselnya di meja dan mencari kontak mommnya lalu segera menekan tombol hijau. Arrumaisha buru-buru menghapus air matanya.
Tak berapa lama terlihat wajah nyonya Sophia di layar ponselnya.
''Halo mom, apa kabar??, sapa Ken berusaha terlihat sehat.
''Mommy baik, bagaimana keadaan kalian??, apa cucu mommy sedang sekolah??, kenapa wajahmu terlihat pucat Ken??.
''Kami sedang di balkon, anak-anak sedang ke sekolah, mom ada yang ingin Isha bicarakan dengan mommy'', Ken menarik tubuh istrinya dan mendudukanya di pangkuannya lalu memeluk pinggangnya.
''Ada apa sayang??
''Mommy sehat-sehat kan disana??, terlihat di layar nyonya Sophia seperti sedang berada di lapangan dengan rumput yang hijau.
''Kau lihat sendiri mommy sedang bermain golf dengan suami mommy''.
''Syukurlah kami senang melihatnya, eemmmm mom, aku ingin memberitahu mommy, sudah sebulan ini Ken sakit, tapi dia tidak mau memeriksakan diri ke rumah sakit ataupun ke dokter, dia semakin terlihat pucat dan kurus, aku kuatir dia semakin lemah dan tambah parah mom'' Arrumaisha menceritakan kondisi suaminya pada ibu mertuanya dengan detail, expresi nyonya Sophia nampak tenang dan santai.
''Sayang, apa tiap bulan kau masih mendapati bulananmu???, tanya nyonya Sophia langsung setelah mendengar kata-kata menantu kesayangannya itu.
''Maksud mommy???, Arrumaisha mengingat-ingat kapan terakhir kali haid.
''Coba kau ingat kapan terakhir kali kamu haid, jika tidak, bisa jadi kau sedang hamil dan suamimu sedang mengalami yang namanya ngidam, tapi lebih jelasnya kalian sebaiknya pergi ke dokter kandungan'', ucap nyonya Sophia
''Apa mom!!!, Ken langsung mengambil alih ponsel di tangan istrinya, tiba-tiba ia sangat bersemangat.
''Honey kamu........ ?????