Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
83.



Malam ini dokter Burhan mengundang nyonya Sophia dan keluarganya untuk makan malam dikediamanya. Setelah acara pernikahan tadi siang, dokter Burhan kembali ke rumah bersama dokter Fahri, saat di jalan dokter Burhan langsung menghubungi pelayan di rumahnya untuk menyiapkan makan malam untuk tamunya.


''Kenapa ayah mengundangnya???, tanya dokter Fahri dengan malas sembari menunggu kedatangan keluarga nyonya Sophia.


''Kenapa?, dokter Burhan mengernyitkan dahinya, ''dia salah satu teman dekat ayah dulu saat ayah masih belajar bersamanya di luar negeri'', jelasnya.


''Sedekat apa??, bukankah ayah baru bertemu dengannya kemarin??.


''Kami sudah lama tidak bertemu, tapi kami masih sering berkomunikasi, karena putranya tinggal di negara kita, beliau datang dari jauh, apa salahnya mengundangnya untuk makan malam bersama di rumah''.


''Apa ayah menyukai dokter Sophia???, tanya dokter Fahri tiba-tiba.


''Kalau iya, apa kau akan setuju jika ayah menikah lagi???, ayah sudah lama sendiri sejak ibumu meninggal'', jawabnya santai


''Apa ayah tidak kasihan pada ibu??, dia juga sendirian disana'', jawabnya sedih


''Apa kau akan membiarkan ayahmu ini hidup sendirian sampai mati??, ibumu akan tetap ada di hati ayah, saat kau sudah setua ayah dan hidup sendiri, kau pasti akan tahu namanya kesepian'', jawab dokter Burhan dengan santai.


''Jadi ayah menyuruhku pulang karena hal ini???, apa dokter Sophia tidak memiliki suami???, tanyanya lagi


''Dia sudah lama sendiri, kehilangan hak asuh sejak putranya berusia lima tahun, dan baru beberapa bulan lalu ia datang kesini untuk bertemu putranya, bukankah kau sudah mengenal mereka??.


''Aku tidak sedekat itu, aku mengenalnya karena Arrumaisha'', jawabnya sedih


''Kenapa kau menyukai menantu dokter Sophia??, dan hampir terkena serangan jantung tadi???, ucap dokter Burhan.


''Apa dokter Sophia yang memberitahu???, dokter Fahri sedikit kaget ayahnya mengetahui keadaanya.


''Tidak, ayah juga pernah muda, ayah bisa melihat caramu menatapnya, tatapan memujamu sama dengan tatapan ayah saat bertemu ibumu, kau menatapnya penuh dengan cinta dan kecewa''.


''Dia satu-satunya wanita yang aku sukai, dulu aku tidak punya kesempatan dan keberanian mengutarakanya saat masih di ibukota, lalu aku harus ke luar negeri untuk melanjutkan studi dan kehilangan kontak denganya, saat aku kembali ke ibukota, dia sudah tidak ada disana, dan setelah aku bertemu dengannya dia sudah bercerai dan memiliki anak, aku tetap menyukainya, aku tak peduli dia sudah pernah menikah dan memiliki anak, dan aku terus berharap dia akan menerimaku serta mengabaikan yang lain, tapi dia memilih kembali pada mantan suaminya, dan tidak memberitahuku, aku sangat tidak beruntung'', keluhnya.


''Haaahhhh, ayah memintamu segera menikah, bukan menyukai istri orang lain, banyak gadis muda yang menyukaimu, tapi kau malah mengabaikanya, kenapa kau menjadi lemah hanya karena seorang wanita yang tidak akan pernah bisa kau miliki'', tuturnya


''Ayah kenapa menyukai dokter Sophia???, tanya dokter Fahri seakan tak terima


'' Dia wanita yang baik, lembut dan penyayang, ayah merasa senasib dengannya, ayah cukup lama hidup sendiri, ibumu meninggal saat melahirkanmu, ayah membesarkanmu dan kakakmu sendiri, sekarang kedua kakakmu juga tinggal jauh dari ayah bersama suami dan anak-anaknya, kami sama-sama kehilangan, berpisah dengan orang yang kita cintai, meski dengan cerita yang berbeda, mungkin kami bisa berbagi, kami punya teman bicara dan tidak sendirian di hari tua''.


''Sepertinya ayah cukup mengenalnya, bagaimana jika dia kembali pada suaminya???.


''Dia sudah berpisah dengan suaminya, kau lihat gadis muda yang bernama Lily, dia anak dari mantan suaminya dengan istri barunya, dia tidak mungkin kembali pada suaminya, karena suaminya sudah menikah lagi dan memiliki anak-anak''.


''Ayah bahkan belum memikirkanya, apalagi membicarakanya'', jawabnya. ''Lupakan wanita itu, bagaimanapun mereka memilih mempertahankan keluarga dan rumah tangganya, itu lebih baik karena mereka sudah memiliki anak-anak, bahkan putra dokter Sophia rela menyerahkan seluruh kekayaanya untuknya dan anak-anaknya, itu membuktikan jika putra dokter Sophia sangat mencintai istrinya, ayah tidak tahu kenapa mereka dulu bisa bercerai'', ucapnya lagi.


''Bagaimana ayah tahu??


''Mereka membuat perjanjian pra nikah tadi, meskipun pihak perempuan menolak semua pemberian suaminya, pada akhirnya ia menerimanya, bahkan dokter Sophia juga memberikan sebagian asetnya diluar negeri sebagai hadiah pernikahan mereka''. jelas dokter Burhan pada putranya


Dua pria, anak dan bapak itu terus mengobrol, sementara itu itu nyonya Sophia sedang bersiap.


''Mommy saja yang datang kesana, aku tidak ikut'', ucap Ken dengan malas.


''Ken, kita sudah sampai di sini, mereka mengundang kita, mommy tidak enak jika menolaknya, dia itu teman mommy dulu sebelum mommy menikah dengan daddymu''.


''Aku malas bertemu dengannya mom, mommy tahu kan anak teman mommy, dia itu menyukai istriku, bahkan tadi ia hampir terkena serangan jantung'', ucap Ken


''Mommy tahu, apa yang kau takutkan, Isha sudah menjadi istrimu sekarang, ia lebih memilih kembali padamu demi anak-anak, lagi pula Isha bukan wanita yang mudah tergoda dengan pria lain, kau lihat sejak kalian berpisah istrimu hanya fokus merawat dan membesarkan anak-anakmu, dia menutup diri dari dunia luar dan tidak membuka hati dengan pria manapun, mommy baru beberapa bulan tinggal bersama istrimu, tapi mommy bisa menilainya''. Jelasnya


Ken terdiam mencerna ucapan mommynya ada benarnya, Ken melihat istri dan kedua anaknya serta adiknya Lily menuruni tangga, mereka sudah selesai bersiap.


''Honey kita tidak usah ikut datang kesana, kita baru menikah, harusnya kita pergi berbulan madu, aku malas bertemu dengannya'', ucapnya seperti anak kecil yang sedang ngambek


Arrumaisha mengerti maksud suaminya, ia hanya tersenyum, ''pakai kemejamu, tidak sopan menolak undanganya, kita sudah disini'', ucapnya dengan lembut sembari membantu suaminya memakai kemeja.


''Kau suka bertemu denganya???, aku hanya mau berdua denganmu??,ucapnya membuat Lily dan nyonya Sophia tertawa.


''Lalu mau kau kemanakan anak-anak, ini hanya makan malam sebentar'', ucapnya


''Mommy dan Lily akan menjaga anak-anak, saat kau pergi berbulan madu'', ucap nyonya Sophia membuat Ken berubah pikiran.


''Mommy sudah berjaji ya'', ucapnya membenahi penampilanya.


''Tentu, berikan mommy beberapa cucu lagi yang manis dan pengertian seperti kedua cucu mommy ini'', ucap nyonya Sophia penuh harap.


''Kau dengar honey, mommy mau cucu lagi, anak-anak juga mau punya adik lagi'', ucapnya sembari memeluk pinggang istrinya, ''persiapkan dirimu'', bisiknya di telinga Arrumaisha yang memilih tak menggubrisnya.


''Kakak Ipar sepertinya kakakku cemburu pada pria pengagummu, tidak sabar ingin berdua denganmu'', goda Lily


''Nanti saat kau menikah, kau juga akan tahu rasanya'', ketus Ken


Wajah Lily seketika cemberut mengingat sebentar lagi ia akan bertunangan atau bahkan mungkin segera menikah dengan pria pilihan kedua orang tuanya.