
Hari telah berganti pagi, dipenginapan semalam Aldo menunggu bosnya, namun yang ditunggu tidak terlihat kembali ke penginapan sama sekali. Setelah sarapan Aldo berangkat ke lokasi, hari ini furniture yang di beli kemarin akan datang, dan rencananya dia akan menemui bosnya disana.
Setengah jam kemudian Aldo telah sampai di lokasi, dia bicara dengan beberapa tukang bangunan sambil menunggu kedatangan Ken.
Setelah mengantar kedua anaknya ke sekolah, Ken pergi ke rumah yang akan segera ditempatinya, disana terlihat Aldo sedang bicara dengan tukang.
''Halo Tuan apa kabar??? sapa Aldo saat melihat kedatangan Ken.
''Baik, bagaimana, apa kau sudah mendapat barang-barang untuk rumah ini??.
''Sudah tuan hari ini rencananya akan dikirim, saya sudah menyuruh sebagian tukang untuk segera membersihkan dalam rumah sehingga nanti barangnya langsung dapat di tata''.
''Baguslah, aku sudah tidak sabar ingin menempatinya, badanku sakit semua tiap malam tidur di dalam mobil''.
''Tuan'', Aldo terlihat ragu-ragu ingin mengatakan tentang apa yang dilihatnya kemarin.
''Ada apa Aldo???
''Apa tuan benar-benar akan rujuk dengan nona Arrumaisha??, apa nona Arrum sudah memberi jawaban???, tanya Aldo kemudian.
''Dia belum memberiku jawaban sampai sekarang, kenapa???.
''Apa tuan sudah mempertimbangkan dengan masak, bagaimana kalau nona tidak menerima tuan lagi?.
''Aku tidak ingin kehilangan mereka lagi, aku juga tidak mungkin mengambil paksa anak-anakku, mereka sudah sangat menderita selama ini, dan kedua anakku sangat dekat dengan mamanya, kemarin dia pergi entah kemana, aku menemani anak-anak sejak pulang sekolah, hingga sore kami tertidur dan ternyata putraku menunggu mamanya sampai pulang kerumah, dan akhirnya dia bisa tidur setelah mamanya datang, karena aku tertidur di kamar dengan putriku, putraku memilih tidur di sofa dan mamanya juga tertidur di lantai.
''Haaahhhh, aku tidak ingin mereka hidup seperti ini Aldo, aku tahu kesalahanku tidak termaafkan, tapi aku ingin mereka hidup dengan baik, meskipun nanti Isha menolakku tidak mau rujuk, aku akan memberikan yang terbaik untuk mereka''.
''Saya salut sama tuan''.
''Apa yang harus dibanggakan, aku merasa sangat kecil dihadapkannya, dialah yang hebat, bisa bertahan hidup hingga sekarang''.
''Tuan, eeeee sebelumnya saya minta maaf''.
''Kenapa??
''Sebenarnya kemarin saya tidak sengaja melihat nona saat makan siang di sebuah restoran di kota''.
''Oh ya, lalu???
''Maaf tuan saya tidak ingin membuat tuan kecewa, tapi kemarin saya melihat nona sedang makan siang bersama seorang pria'', jelas Aldo.
Ken langsung menatap Aldo, meminta penjelasan, ''maksudmu apa???.
''Saya tidak sengaja tuan, saat nona masuk ke dalam restauran bersama seorang pria, saya sudah disana dan akhirnya saya mengikuti nona, maafkan saya tuan''.
''Siapa pria itu??, apa dia kekasihnya??, atau calon suaminya???, wajah Ken tiba-tiba menegang.
''Saya tidak tahu tuan, setelah keluar dari restauran, pria itu mecarikan taxi untuk nona, dan kemudian nona pulang, saya mengikutinya dari belakang hingga nona sampai di rumah. Dan kemarin saya sempat mengambil foto-foto mereka, tapi tidak begitu jelas, ini tuan lihatlah''. Aldo menunjukan foto yang diambil dari ponselnya kemarin.
''Siapa dia??? tanya Ken, tiba-tiba dia sangat penasaran.
''Saya juga tidak tahu tuan, tapi sepertinya mereka sudah mengenal lama, mungkin teman atau sahabat nona, atau kerabatnya, bukankan ibu nona berasal dari kota ini''.
'' Ken diam mengamati foto itu, kau selidiki dia, aku ingin kau cari informasi tentangnya secepatnya''. Ken sangat penasaran tentang pria yang bersama istrinya kemarin.
''Tapi saya tidak tahu harus mencari kemana tuan???, kemarin saya hanya kebetulan melihat nona masuk ke dalam restauran bersama pria itu, setelah makan nona langsung pulang??. Aldo terdiam, begitu juga Ken.
''Kemarin dia pergi setelah anak-anak berangkat ke sekolah, dia juga pamit pada pelayan toko, aku sempat bertanya pada pelayan toko, dia hanya bilang ada kepentingan dan minta aku menemani anak-anak''.
''Apa mungkin pria itu kekasih nona??? tanya Aldo, bagaimana kalau ternyata dia kekasih nona Arrumaisha??, apa yang akan tuan lakukan??.
''Haaahhh, aku tidak tahu, selama menetap disini tidak ada yang datang mencarinya, dia hanya mengurus toko dan anak-anak''.
"Oh ya tuan saya sudah mendapatkan distributor barang-barang yang akan dijual di toko, tiga hari lagi barang akan dikirim kesini''.
"Bagus lebih cepat lebih baik, aku mau menjemput anak-anakku dulu, lanjutkan pekerjaanmu, dan cari tahu siapa pria itu!!!!.
Saat Ken sampai disekolah, anak-anaknya sudah menunggu di halaman sekolah bersama guru dan murid lainnya, sepertinya hari ini pulang lebih awal.
"Papa....., teriak Ryube saat melihat papanya datang menjemput.
"Halo Sweetheart, sudah mau pulang???.
"Maaf, apa anda wali murid Ryuna dan Ryube??, hari ini anak-anak dipulangkan lebih awal, karena semua guru ada rapat mendadak, tadi kami sudah memberitahu melalui chat group sekolah'', ucap guru mereka.
"Oh iya, trimakasih''.
Ken membawa putra putrinya masuk ke mobil, kenapa mantan istrinya tidak memberitahunya kalau hari ini anak-anaknya pulang sekolah lebih awal, Ken gelisah, pria difoto bersama mantan istrinya sangat mengganggu pikirannya.
''Anak-anak apa kalian pernah ke pantai, ada yang mau main ke pantai???
''Aku mau main ke pantai'', ucap Ryube sambil memeluk papanya dari belakang.
''Aku juga mau pa'', ucap Ryuna
''Boleh , tapi kita ajak mama juga, bagaimana??.
''Hole kita ke pantai.
Ken ingin mengajak anak-anaknya bermain diluar, selama dua bulan bersama anak-anaknya hanya bermain di rumah, dia tidak pernah mengajak mereka bermain, karena Ken belum mengenal dekat dengan putra putrinya dan selama dua bulan ini mantan istrinya sibuk menyediakan makanan untuk tukang bangunan rumah yang dibangun Ken, tapi sekarang sudah hampir selesai dan matan istrinya tidak sibuk lagi. Ken sengera melajukan kendaraannya.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai rumah. Anak -anak itu berlari menaiki tangga ingin segera memberitahu mamanya, karena ayahnya mengajaknya bermain ke pantai.
''Mama....,,, mami...,,,, kedua anak itu tidak sabar dan segera membuka pintu rumah, Ken mengikutinya dari belakang.
Saat pintu itu terbuka, Ken sangat terkejut melihat istrinya tertidur di sofa, ini masih pagi untuk tidur, tapi mantan istrinya itu sudah tidur. Kedua anak itu berlari membangunkan mamanya.
''Mama, mama bangun, ayo kita ke pantai!! seru Ryube sambil memeluk mamanya
''Mami, papa mengajak kita main ke pantai, ayo mami bangun'', Ryuna menggoyangkan tangan mamanya.
Arrumaisha bangun dengan berat dan sedikit kaget, kalian kok sudah pulang, jam berapa sekarang??
Arrumaisha melihat jam dinding, disana masih menunjukkan jam 9 pagi, tapi dia sudah tertidur dengan pulasnya, mungkin karena efek obat yang di minumnya setelah sarapan tadi, sehingga dia sangat mengantuk dan kemudian terlelap di sofa ruangan itu.
''Apa kau sakit???, tidak biasanya kau tidur di pagi hari'', tanya Ken yang begitu heran.
''Tidak, kenapa anak-anak pulang pagi???, tanyanya mengalihkan pembicaraan.
''Gurunya ada rapat, jadi dipulangkan lebih awal, mereka sudah mengirimkan pesan di group sekolah, kau tidak membacanya??, jelas Ken, berusaha bersikap biasa.
Arrumaisha, segera mengambil ponselnya yang tergeletak di meja, dan melihat pesan masuk.
''Maaf, aku ketiduran dan tidak mendengar pesan masuk.
''Mama ayo ma kita ke pantai sekalang!!!,
''Iya mami, aku mau main ke pantai''.
''Kalian baru pulang sekolah, dan hari sudah mulai panas, bagaimana nanti agak sore''.
''Mami aku mau mainya lama, kalo sole cuma sebental'', ucap Ryuna.
''Baiklah, kalau begitu ayo bersiap'', Arrumaisha hendak berdiri dari duduknya dan tiba-tiba dia limbung, hampir saja terjatuh namun tangan Ken dengan kuat menahannya.
Sesaat mata mereka bertemu dan saling menatap.
''Maaf'', buru-buru Arrumaisha berdiri tegak dan melepaskan pegangan Ken.
''Kau kenapa???, apa kau sedang tidak sehat??.
''Aku tidak apa-apa jangan pikirkan aku. Ayo kita berangkat sekarang!!!, ajaknya