
Waktu terus berlalu, hingga tak terasa pembangunan perluasan toko dan rumah berlantai dua milik Ken telah rampung.
Ken membeli tanah di belakang dan samping ruko milik Arrumaisha untuk memperluas toko dan rumah keluarga kecilnya, meski sampai sekarang permintaan rujuk dari Ken belum mendapatkan jawaban dari Arrumaisha yang merupakan mantan istrinya.
Ken bahkan telah meminta Aldo untuk mencari perlengkapan rumah dan toko milik Ken. Tentu Aldo sang asisten yang selalu di andalkan Ken selalu siap.
Hubungan Ken dan Arrumaisha juga terlihat semakin baik, seperti keluarga pada umumnya, meski Ken merasa Arrumaisha masih menjaga jarak dengannya, namun Arrumaisha tidak melarang Ken dekat dengan anak-anaknya, dan Ken tidak pernah menyia-nyiakan waktu bersama kedua putra putri kembarnya, meski hanya menemani bermain di ruko miliknya.
Seperti biasa Ken menjemput putra-putrinya dari sekolah dan langsung membawanya ke ruko, namun saat sampai di sana, tidak ada siapapun.
''Mami....!!! seru Ryuna memanggil maminya.
''Papa, mama tidak ada??, tanya Ryube.
''Mungkin mama sedang di toko, papa lihat dulu ya'', Ken segera ke bawah menuju toko milik Arrumaisha, namun sesampainya di toko dia tidak melihatnya juga. Ken bermaksud bertanya pada Ratna pelayan toko yang di percaya Arrumaisha.
''Apa kau tahu kemana Isha?, tanya Ken tanpa basa basi.
''Maksud tuan mbk Arrum, tadi mbk Arrum nitip pesan, minta tuan Ken untuk menjaga anak-anak''.
''Pergi kemana dia?, ucap Ken tegas
''Saya tidak tahu tuan, mbak Arrum tidak bilang mau kemana''. ucap Ratna.
''Ya sudah'', Ken segera meninggalkan Ratna menuju lantai dua menemui kedua anak kembarnya.
''Papa mami mana???, tanya Ryuna
''Mami tidak ada di toko, mungkin pergi sebentar, hari ini ditemani papa ya, kita tunggu saja mama pulang''.
''Papa Be lapal!!
''Be mau makan apa??, papa yang masak untuk Be dan jagoan papa!!
''Papa bisa masak sepelti mama??, tanya Ryuna.
''Kita lihat saja, ayo kita lihat ada apa di lemari penyimpanan''.
Mereka bertiga segera menuju dapur mungil milik Arrumaisha, Ken mau membuka lemari penyimpanan makanan, dan dia melihat tulisan tangan Arrumaisha, Ken perlahan membacanya.
''Maaf hari ini saya ada kepentingan, bisakah tuan menjaga anak-anak??, makan siang sudah saya siapkan, trimakasih''.
''Kau masih sungkan padaku Isha, mereka anak-anakku tentu saja aku akan menjaganya'', guman Ken dan segera mengambil makanan yang sudah disiapkan Arrumaisha untuk mereka.
Sementara itu Arrumaisha telah sampai di rumah sakit, hari ini dia berencana cek up, setelah dua bulan ini dia tidak cek up dan sempat merasa sakit saat mendapati haidnya, namun semua itu dia tahan.
Arrumaisha langsung mengambil antrian, sebelumnya dia telah mendaftar dan duduk menunggu bersama pasien lain yang mengantri.
Tertulis di atas pintu nama dr. Burhanudin Spog.
Seorang perawat keluar dari ruang periksa, memanggil nama Arrumaisha.
Setelah menunggu sampai beberapa antrian akhirnya namanya terpanggil juga.
Arrumaisha masuk ke ruang dokter Burhan, dia nampak kaget melihat sosok dokter yang kini sudah berganti dengan seorang dokter muda, begitu juga dengan dokter yang tengah duduk di kursi dokter Burhan nampak terdiam melihat ke arahnya.
''Arrumaisha...???,, benarkan anda Arrumaisha???,, tanya dokter muda itu.
Arrumaisha mengangguk
''Kau tidak mengenaliku??, tanya dokter muda itu tersenyum
Arrumaisha tidak bergeming kemudian menggeleng pelan.
''Maaf apa anda mengenal saya???
''Kau benar -benar tidak mengingatku? Aku Fahri, senior kamu di kampus dulu!!!
''Benarkah, maaf saya tidak mengingatnya, bukankah ini ruangan dokter Burhan??.
''Saya menggantikannya, dokter burhan sudah pensiun, duduklah!!, ucap dokter muda yang bernama Fahri tersenyum senang.
Arrumaisha duduk di kursi depan meja dokter Fahri.
Seorang perawat memberikan map berisi rekam medis milik Arrumaisha dan membacanya.
''Sebelumnya nona Arrumaisha adalah pasien dokter Burhanudin dok'', kata perawat yang mendampingi dokter Fahri.
''Apa ada keluhan sekarang?
''Kenapa tidak segera pergi ke rumah sakit untuk cek up''.
''Saya tidak bisa pergi ke rumah sakit, jadi saya hanya minum obat yang diresepkan dokter Burhan''.
''Kita periksa dulu, silahkan berbaring''.
Dokter Fahri memeriksa dengan sabar dan teliti, saat memeriksa di bagian perut, terlihat stretchmark di perut Arrumaisha.
''Apa kau sudah menikah Isha?, tanya dokter Fahri
''Iya sudah'', jawab Arrumaisha singkat, ''saya sudah memiliki dua anak''.
''Benarkah??, dokter Fahri sedikit kaget kemudian menyentuh perut Arrumaisha pelan, namun Arrumaisha merintih kesakitan.
Sampai beberapa menit pemeriksaan selesai.
''Nona Isha saya sarankan untuk melakukan pemeriksaan endoskopy agar tahu lebih jelas, nanti setelah hasilnya keluar bisa kesini lagi!!.
''Suster tolong antarkan nona Isha ke ruang pemeriksaan endoskopy''.
''Baik dok, mari silahkan!!
Hampir seharian Arrumaisha menjalani berbagai pemeriksaan di rumah sakit dan keputusan akhir adalah dia harus segera oprasi. Arrumaisha berjalan keluar dari rumah sakit dengan perasaan campur aduk. Dia duduk di halte dan melamun, hingga sebuah mobil berhenti dan turun seorang pria tampan menghampirinya.
''Isha!!!, panggil pria itu yang tak lain adalah dokter Fahri
''Dokter Fahri''.
''Kenapa kau masih disini??
''Saya sedang menunggu taxi.
''Kau tinggal dimana, biar aku antar''.
''Tidak perlu dokter, saya naik taxi saja''.
''Tidak perlu sungkan, oh ya ada yang ingin aku tanyakan padamu??.
''Apa itu dokter??
''Bagaimana kalau kita cari tempat dulu, saya belum makan dari pagi, tidak apa-apa kan kita bicara sambil makan??, ini sudah lewat jam makan siang''.
''Baiklah'', jawab Arrumaisha setelah beberapa saat berfikir, tidak enak untuk menolaknya.
Dokter Fahri membukakan pintu mobil untuk Arrumaisha dan berputar masuk duduk di kursi kemudi.
''Kau mau makan apa??, tanyanya setelah menjalankan kendaraanya.
''Apa saja dok, terserah dokter saja'', ucapnya.
''Jangan terserah dong aku kan tidak tahu kau suka makan apa? atau kau punya alergi terhadap makanan tertentu?.
''Saya bisa makan apa saja dok''.
''Oh ya, jangan panggil aku dok, ini sedang tidak di rumah sakit''.
''Mau di panggil apa???
''Apa ya? sayang atau honey boleh'', ucap dokter Fahri yang membuat mata Arrumaisha langsung membelalak.
''Hahaha, tawa dokter Fahri ''maaf Isha aku bercanda, tapi kalau kau mau memanggil begitu aku tidak keberatan''.
''Dokter ada-ada saja'',ucap Arrumaisha
''Panggil dokter lagi, sekali lagi panggil dokter dapat hadiah yang tak bisa kau lupakan!!.
''Iya maaf, baiklah aku panggil kakak saja bagaimana dengan kak Fahri!!
''Tidak terlalu buruk, boleh juga''.
''Bagaimana kalau kita makan direstauran depan situ?? aku sudah sangat lapar!!.
''Hem ok''.
Dokter Fahri segera membelokan kendaraannya ke sebuah restoran yang di maksud dan memarkinkan kendaraannya.