Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
107.



Ken memandangi wajah istrinya yang terbaring lemah, wanita dua puluh tiga tahun itu telah melahirkan dua bayi laki-laki dan satu bayi perempuan dengan kondisi prematur melalui oprasi caesar, sejak semalam istrinya tidak bisa tidur karena bayi dalam kandunganya terus bergerak, dan paginya ia harus menghadiri peresmian hotel dan resortnya, sehingga membuatnya kelelahan hingga mengalami pendarahan dan terpaksa melahirkan bayinya di usia kehamilan tujuh bulan, Ken mengegam erat jemari istrinya, ia ingat saat mereka berdua pergi berkencan istrinya mengatakan tidak ingin memiliki anak-anak lagi, selama ini ken hanya mendengar bahwa melahirkan butuh perjuangan, dan sekarang Ken baru menyadarinya, selama tujuh bulan istrinya mengandung, ia sering lelah karena berat badanya yang bertambah, Ken menjaga istrinya dengan sangat hati-hati, Istrinya telah kehilangan banyak darah selama perjalanan ke rumah sakit dan jika terlambat mendapatkan pertolongan, mungkin ia akan kehilangan istri dan ketiga bayinya untuk selama-lamanya.


''Honey apa kau masih belum ingin bangun, aku ingin sekali melihatmu tersenyum dan menyapaku, aku tahu aku sangat egois ingin memiliki anak-anak lagi darimu, dan membuatmu kelelahan, cepatlah pulih dan sehat, kita akan besarkan mereka bersama-sama'', ucapnya berkaca-kaca lalu mengecup kening istrinya yang terlelap karena pengaruh obat.


Ketiga bayi kembar Arrumaisha mendapat perhatian dan penanganan khusus dari rumah sakit, dokter Burhan meminta perawat khusus mengurus ketiga bayi Arrumaisha, dan selalu mengontrolnya, meski telah memiliki beberapa cucu dari kedua anak perempuannya, akan tetapi mereka tinggal di luar negeri dan jarang sekali bertemu, ia merasa pernikahannya dengan nyonya Sophia membawa berkah dalam hidupnya.


****


Hampir sebulan Arrumaisha berada di rumah sakit, ketiga bayi kembarnya harus di rawat secara intensif di rumah sakit, meski ketiga bayi itu lahir prematur tapi keadaanya sekarang sudah semakin baik, bayi-bayi mungil itu tumbuh dengan baik, meski selama hampir sebulan mereka berada di incubator, Arrumaisha juga sudah pulih dan sehat, selama hampir sebulan ia tinggal di rumah sakit untuk pemulihan dan menemani ketiga bayinya, Ken dan nyonya Sophia selalu bergantian menemaninya, karena masih harus mengurus kedua anaknya yang bersekolah, setiap hari ia harus bolak-balik ke rumah sakit, dokter Burhan menyambut ketiga cucu kembarnya dengan gembira, meski hanya cucu sambung, tapi ia begitu bahagia, dia bahkan mengadakan tasyakuran di rumah sakit, dia sangat berterima kasih kepada rekan dokter dan semua pihak yang membantunya sejak proses persalinan hingga hampir sebulan ini. Sejak ketiga cucu kembarnya lahir setiap hari ia selalu datang ke rumah sakit hanya untuk melihat perkembangan ketiga cucunya, dia seperti tidak mau ketinggalan dengan perkembangan mereka.


Hubungan keluarga itu juga semakin dekat, mereka bahkan sering berkumpul dan makan bersama di ruangan Arrumaisha. Arrumaisha memang di tempatkan di ruang khusus bersama ketiga bayinya selama di rumah sakit, ada perawat khusus yang bertugas di sana, keluarganya bergantian menjaganya dan memantau perkembangan bayinya, ia merasa begitu dikelilingi banyak orang yang mencintainya, meski tidak mempunyai orang tua lagi, akan tetapi mertua, suami dan iparnya begitu memperhatikanya, begitu juga dengan sahabatnya Reisa, setiap hari dokter muda itu selalu menyempatkan diri menemuinya setelah selesai bekerja.


Dokter Fahri juga terlihat sibuk setiap hari, akan tetapi ia selalu memantau ketiga keponakanya itu. Seperti hari ini dia memandangi ke tiga bayi mungil yang masih terlelap, dan berbicara dengan perawat yang menjaganya, setiap pagi sebelum memulai pekerjaanya dia akan melihat ketiga bayi Arrumaisha.


''Kapan kau akan menikahinya????, apa hanya dengan melihat kau bisa memiliki bayi-bayi yang lucu seperti itu???, suara berat dokter Burhan mengagetkannya membuat nyonya Sophia dan Arrumaisha tersenyum mendengarnya.


Dokter Fahri terdiam, dia sudah sangat sering mendapat omelan ayahnya yang memintanya untuk segera menikah, ''ayah tidak keberatan jika aku menikahinya???. ucapnya


''Apa maksudmu bicara seperti itu???, kau tidak yakin dengan hubunganmu???, kau ini seorang dokter yang telah mengangkat sumpah, bisa-bisanya memberikan syarat tidak masuk akal untuk pengobatan dengan pernikahan, jangan pernah bermain-main dengan pernikahan''. ucap dokter Burhan.


''Aku sangat sibuk, belum ada waktu mempersiapkannya'', jawabnya


''Kapan kau tidak sibuk???, setiap hari kau sibuk apalagi jika sudah menikah dan memiliki anak-anak, kau akan lebih sibuk lagi, butuh berapa lama kau menyiapkanya, ayah dengar dari Isha dan Ken menyiapkan tempat di hotelnya, persiapan apa lagi??.


''Ibunya baru menjalani operasi dan sekarang sedang dalam masa pemulihan, dia harus merawat ibunya dan bekerja, tidak mungkin memintanya menikah sekarang''.


''Bagaimana dengan bulan depan???, ayah akan menggantikanmu sementara, menikah dan pergilah berbulan madu, buatkan ayah cucu yang banyak, mereka bisa tumbuh besar dan bermain bersama''.


''Aku harus membicarakannya terlebih dahulu denganya''.


''Kau itu bukan hanya pimpinan rumah sakit, tapi juga calon kepala rumah tangga, harus cepat dalam mengambil keputusan''.


''Ibu cepat bawa ayah pulang, kalau tidak ia akan mengomeliku terus'', mohonya pada nyonya Sophia.


Arrumaisha tersenyum melihat tingkah dokter Fahri yang bersikap manja pada nyonya Sophia yang merupakan ibu sambungnya.


''Terimakasih nasihatnya bu, aku akan membicarakanya lagi dengannya, apa ibu dan ayah akan ikut pulang bersamanya??, aku dengar hari ini sudah bisa di bawa pulang''. dokter Fahri mengalihkan pembicaraan, dia lelah sebulan ini ayahnya terus saja memintanya untuk segera menikah.


''Ya, ayah dan ibu akan tinggal disana dulu, Ken belum punya pengalaman mengurus bayi, terlebih bayinya masih harus mendapat perhatian, nanti kalau kau sudah menikah dan memiliki anak, ayah dan ibu juga akan pulang menemanimu''. ucap nyonya Sophia begitu tulus.


''Terimakasih bu, kalau begitu aku bekerja dulu'', dokter Fahri tersenyum dan beranjak keluar ruangan. Ibu sambungnya itu sangat tulus membuatnya merasa bahagia, dia seperti memiliki seseorang yang selalu menjaganya.


Tak berapa lama Ken datang bersama kedua anak kembarnya, mereka begitu senang mendengar mama dan ketiga saudaranya akan pulang ke rumah sehingga memilih tidak bersekolah, hampir satu bulan kedua anak kembarnya menunggu dan sekarang mamanya dan ketiga saudara kecilnya akan segera berkumpul bersamanya.


''Mami...,!!! pria kecil itu langsung berlari memeluk mamanya,"apa mami sudah sehat???


"Mama....!!!!, Be sangat rindu mama''.


"Oohhhh, mama juga sangat merindukan kalian dan mami sudah sehat". Arrumaisha memeluk dan mencium kedua anaknya ia sangat merindukannya


"Papa bilang mama sudah boleh pulang ke rumah sekarang apa kakek dan grandma juga akan ikut pulang bersama kita".


"Iya sayang, boleh kan???,


"Hore....., grandma dan kakek tunggu sampai kami libur sekolah, nanti kami ikut berlayar ke pulau Sebrang ya". ucap pria kecil itu bersemangat. ucapnya membuat semua tertawa.


''Be juga mau berlayar'', ucap gadis kecil itu tak mau ketinggalan


Ken memeluk istrinya dan menciumnya,


''I love you''.


****


Arrumaisha dan Ken hidup bahagia bersama kelima anaknya, dokter Fahri dan Ratna akhirnya menikah sebulan kemudian, Aldo dan dokter Reisa sibuk dengan karirnya masing-masing. Nyonya Sophia dan dokter Burhan kembali menetap di Pulau Sebrang. Mereka menjalani kehidupan masing-masing sebagai keluarga besar.


Happy Ending


Terimakasih atas semua dukunganya.