Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
60.



Sepanjang perjanan pulang mengantar keponakanya ke sekolah, Lily menanyakan kisah hubungannya Ken dengan Arrumaisha, dan Ken tidak bercerita terlalu banyak, Ken hanya bilang kalau dia bersyukur bertemu dengan istrinya yang telah melahirkan anak-anak yang pintar dan patuh, hingga sampai rumah Lily langsung ke toko ingin belajar membuat kue pada Arrumaisha.


***


Sepulang sekolah, Ryube langsung berlari mencari mamanya, tiba-tiba gadis itu terlihat murung, bahkan tidak mendengar panggilan papanya.


''Mama...., mama....., panggil Ryube


''Mama ada di toko sayang, ada apa tanya??? nyonya Sophia.


''Be mau cari mama'', jawabnya


''Kenapa Be murung begitu, apa terjadi sesuatu di sekolah???, tanya nyonya Sophia lagi


Gadis itu diam tidak menjawab.


''Tidak ada yang terjadi'', jawab Ryuna


''Benarkah tidak terjadi apa-apa?? mau papa temenin ke toko cari mama??, tanya Ken


Gadis kecil itu mengangguk dan segera berjalan menuju toko.


''Kamu tidak ikut ke toko sayang'', tanya nyonya Sophia pada cucu laki-lakinya.


''Tidak aku mau menemani grandma disini, agar grandma tidak kesepian'', jawabnya.


''Ohhh, terimakasih sayang, ternyata kau mewarisi sifat mamamu, begitu peduli dengan grandma, terimakasih ya'', ucap nyonya Sophia haru.


''Grandma, mungkin Be sedih, katanya tante Lily tidak akan menetap disini bersama kita, papa bilang tante Lily akan menikah, tante Lily juga bilang kita harus datang kesana saat dia menikah nanti'', jelas Ryuna


''Ohh ya, tante Lily sudah dewasa, jadi wajar jika mau menikah, mungkin tante Lily sudah bertemu pria baik yang akan menjadi suaminya'', jawab nyonya Sophia


''Apa orang dewasa harus menikah, seperti mami dan papa, kenapa harus menikah???


''Kalau tidak menikah bagaimana bisa memiliki anak -anak yang tampan dan cantik seperti kamu dan Be, pria dan wanita dewasa boleh menikah, lalu hidup bersama-sama selamanya sampai akhir hayat'', jelasnya


Ryuna tampak berfikir mencerna kata-kata grandmanya, ''lalu kenapa grandma dan grandpa tidak hidup bersama-sama, kenapa grandpa tidak menemani grandma disini, apa grandma bercerai dengan grandpa???


Nyonya Sophia sangat terkejut mendengar pertanyaan cucu laki-lakinya, ''dari mana kau tahu kata-kata itu sayang??, jangan bicara sembarangan, berdoa dan memohon yang baik-baik'', tegurnya.


''Ada papa dan mamanya temanku bercerai, dia sekarang hanya tinggal dengan mama dan neneknya saja, papanya tidak tinggal bersamanya lagi, dia sangat sedih jarang bertemu papanya, grandma saat dulu aku kecil mami dan papa tidak tinggal bersama, aku dan Be juga menunggu begitu lama untuk bertemu dengan papa, kami dulu tinggal di rumah yang kecil, lalu papa datang membuatkan rumah yang besar untuk kami, kenapa papa dan mami dulu tidak bersama-sama, apa mami dan papa dulu juga bercerai seperti papa dan mamanya temenku?, tapi sekarang mami dan papa menikah dan hidup bersama selamanya??


''Shuuuttt, sayang perceraian itu bukan hal yang baik dan sangat di benci Tuhan, dengarkan grandma, jika nanti kalian sudah dewasa dan memutuskan untuk menikah, kalian harus tetap bersama-sama dengan pasangan kalian dalam kondisi apapun, senang atau susah selalu bersama, mengerti!!!!.


Ryuna terdiam perfikir kemudian mengangguk tanda mengerti, nyonya Sophia begitu kagum dengan cucunya.


''Kau harus jadi laki-laki dewasa yang baik dan kuat, yang menyayangi keluarga'', tutur nyonya Sophia lagi.


''Seperti papa????, tanyanya.


''Ya lebih baik lagi dari papa!!!.


Sementara itu Ryube, sudah di toko dia melihat Lily belajar membuat kue pada Arrumaisha.


''Halo Be, kau sudah pulang???, sapa Lily yang sedang membuat adonan kue.


''Tante Lily sedang buat kue apa?


''Mama....., Be mau peluk mama'', ucapnya manja.


Arrumaisha pun mendekat pada putrinya yang berada dalam gendongan Ken, ia mencium putrinya dan Ryube langsung memeluk leher sang mama, sehingga Ken juga ikut condong ke arahnya, membuat posisi mereka begitu dekat, Ken tak bisa menahan diri dan ikut mengecup pipi Arrumaisha, Arrumaisha reflek mincubit pinggang Ken.


Aahhhh....,''Honey sakit, lepaskan'', rintih Ken akan tetapi malah mendapat pelototan dari Arrumaisha.


Lily melihat kejadian yang baru saja terjadi, bagaimana Ken yang begitu sibuk, bahkan dia tidak peduli dengan keluarga daddynya lagi, akan tetapi ia merasa perlakuan kakaknya pada istrinya sangat romantis dan begitu menyayangi anak dan istrinya. Lily masih tidak tahu bagaimana pria yang akan menikah denganya nanti, dia hanya bisa berharap jika pernikahanya nanti benar-benar terjadi, dia ingin suami yang baik seperti kakaknya Ken yang begitu sayang dengan keluarganya.


Mendengar papanya kesakitan, Ryube langsung melepas pelukannya, ''papa kenapa??.


''Tanganya mama ada apinya'', jawab Ken asal


''Mana, tidak ada api di tangan mama??


''Pinggang papa panas di cubit mama'', keluh Ken.


''Be ganti baju dulu sama papa ya, sebentar lagi mama sama tante Lily selesai, temani grandma dulu ok!!!.


Gadis kecil itu mengangguk, Lily heran dengan keponakanya, kedua keponakanya tidak membantah pada mamanya, setiap kali mamanya memberitahunya mereka dengan patuh melaksanakanya.


Ken kembali ke rumah, melihat putranya yang biasanya berenang, kini sedang berbincang serius dengan grandmanya.


''Sedang membicarakan apa, sepertinya sangat serius sekali??, tanya Ken.


''Sedang menemani grandma, mami dan tante Lily dimana???


''Mama masih mengajari tante Lily membuat kue kesukaan kita'', ucap Ryube


''Waaahh, aku tidak sabar ingin mencicipi kue buatan tante Lily, apa seenak kue buatan mamiku'', ucap Ryuna. Pria kecil itu tidak lagi menanyakan tentang perceraian, dia tidak ingin papanya tahu tentang perbincangannya dengan grandma.


Sementara itu Arrumaisha dan Lily masih di toko kue.


''Isha, boleh aku tanya sesuatu??, disela menunggu mengoven cake yang ia buat.


''Tentang apa???


''Eeeemmm, bagaimana dulu kau bisa menikah dengan Ken, apa kau mencintainya, siapa yang jatuh cinta lebih dulu, kau atau Ken.


''Kenapa kau tidak tanya langsung padanya??


''Dia tidak akan terus terang, tapi tadi dia bilang sangat mengaggumimu, dia sangat bersyukur bertemu denganmu, kau telah merawat anak-anak dengan baik, mereka sangat patuh padamu, dia bilang kau wanita yang kuat bisa bertahan dalam kondisi apapun dan juga penyayang, sepertinya nyonya Sophia juga sangat menyukaimu''.


''Aku tidak sekuat itu, dia terlalu membesar-besarkan'', jawabnya.


''Benarkah??? apa Ken pernah bercerita tentang masa lalunya??, apa kau tahu kalau dulu dia sudah bertunangan? dia juga pernah depresi saat kehilangan tunangannya''.


''Dia hanya cerita sedikit, kenapa??


''Aku tahu Ken seorang pekerja keras, dia memulai bisnisnya sendiri di ibukota setelah tamat universitas, dan tunanganya hanya tahu menghamburkan uang Ken, sampai akhirnya Ken menemukan dia berselingkuh dengan kakakku Mark. Aku tidak tahu harus berpihak pada siapa, Ken adalah saudaraku dari daddy dan Mark saudaraku dari mommy, mereka selalu tidak akur dari dulu, terlebih perlakuan mommyku yang tidak baik terhadapnya. Tapi sekarang aku melihat Ken begitu menyukai kehidupanya, dia bahkan memiliki waktu untuk bersama anak-anak, apa Ken selalu seperti itu, bahkan tidak segan menunjukkan sikap romantisnya di depan anak-anaknya.


Arrumaisha tersenyum, ''aku tidak tahu banyak tentang masa lalunya, tiap orang juga berbeda dalam menyikapi suatu masalah, ada yang tetap kuat saat ia terjatuh, karena ada yang harus di pertanggung jawabankan, ada pula yang lemah dan menyerah, karena berfikir semua sudah berakhir.


''Ya kau benar, kakakku Ken dan Mark adalah dua orang yang berbeda, mungkin Ken pernah sangat terpuruk saat itu, tapi akhirnya dia bangkit dan sekarang menemukan hidup yang lebih bahagia, tapi Mark memilih hidup menyendiri, dan hidup dengan penyesalan, Ken sangat beruntung bisa bertemu denganmu, tolong jaga dia, jangan pernah lepaskan dia''. mohon Lily