Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
39.



Matahari terasa sangat terik siang ini, setelah menempuh sekitar dua jam, akhirnya Reisa sampai di desa tempat Arrumaisha tinggal, udara memasuki pedesaan terasa sejuk, angin pantai mulai terasa menyapu wajah ayu Reisa dia membuka kaca mobil dan membiarkan udara luar masuk, dia mengambil ponselnya dan segera mencari nama sabatnya di daftar kontaknya.


''Dreetttt.... dreetttt...


Arrumaisha mengambil ponselnya di atas meja, setelah makan siang tadi dia mengantarkan nyonya Shopia ke kamar dan membiarkannya beristirahat, dia masih menunggu sahabatnya Reisa yang akan mengunjunginya dan mengawasi putranya yang sedang berenang. Sedangkan putrinya Ryube tidak mau lepas dari gendongan papanya. Aldo sendiri keluar untuk mengecek lokasi yang akan di bangun sebuah bisnis milik Ken yang akan segera di mulai pembangunanya.


''Halo!!!


''Isha, aku sudah sampai di depan mini market, rumahmu ke arah mana??, tanya Reisa di telepon.


''Aku tinggal di belakangnya, langsung belok ke jalan sampingnya, aku akan keluar'', jawabnya sambil jalan.


''Sayang mami ke depan sebentar ya, mau jemput teman dulu!!, serunya.


''Dokter Reisa sudah sampai sini ya ma?? putranya sudah mengenal teman ibunya saat di rumah sakit.


''Iya'', jawabnya sambil lalu, dia segera ke depan untuk menyambut sahabatnya.


Seorang penjaga membukakan pintu pagar rumah, Reisa langsung masuk dan memarkirkan kendaraannya di garasi. Dia melihat sekeliling, rumah sahabatnya nampak masih baru dan desainya modern, terdapat halaman di samping garasi yang lumayan luas dan juga taman bunga dan halaman, terlihat nyaman.


''Halo slamat datang'', sapa Arrumaisha nampak senang. Arrumaisha langsung memeluknya.


''Isha, kenapa rumahmu di pelosok seperti ini, jauh sekali dari kota, aku hampir nyasar tadi!!!, keluh Reisa, melepas pelukannya.


''Benarkah??? oohh maaf ya kau pasti lelah, ayo kita masuk''.


''Bagaimana keadaan putrimu???


''Dia sudah lebih baik, Be hanya kangen papanya, dan tadi papanya datang''.


''Bagaimana dengan pria kecilmu yang tampan??


''Dia sedang berenang'', ayo masuk!!! mereka segera masuk dan menuju taman belakag.


''Sayang teman mami sudah sampai, sapa dulu!!!, serunya pada putranya yang masih asyik berenang


''Halo dokter Reisa, selamat datang di rumah kami, apa kabar??, sapa Ryuna ramah


''Halo tampan, kabarku baik, waahhh kau sudah pandai berenang ya, siapa yang mengajarimu??.


''Papa, mami kan enggak bisa berenang!!!


''Benarkah???


''He'emmm, dia sangat jujur? sayang sebentar lagi waktunya istirahat, dokter Rei silakan duduk, mau minum apa??


''Apa saja, jangan panggil aku dokter, ini bukan di rumah sakit''.


''Panggil apa dong??? tanya pria kecil


''Kakak boleh??.


''Apa, dia lebih pantas jadi keponakanmu Rei''


''Hehehe, aku kan baru 22 tahun Isha''.


''Hehehe panggil aunty saja sayang, tampan aunty bawa oleh-oleh tapi masih di mobil, tadi lupa bawa turun, cepat bersihkan dirimu, terus ambil sendiri ya'', serunya pada Ryuna.


''Woooww, bilang terimakasih dulu sama aunty Reisa''.


''Terimakasih Aunty Reisa, apa Be juga dapat???


''Tentu saja, dimana Be yang cantik??


''Dia sama papanya diatas, tadi papanya datang sama nenek mereka, ternyata nenek baru pensiun sebagai dokter, terus langsung di periksa, dia hanya kangen papa katanya''.


''Ibu mertuamu di sini??? tanya Reisa sambil mengernyit.


''Iya mereka datang bersama tadi, apa kau sudah makan siang Rei??? Arrumaisha berjalan ke dapur membuat segelas jus alpukat kesukaan mereka berdua dan mengambil kue kering buatannya, Reisa mengikutinya ke dapur.


''Tadi aku makan bersama di rumah sakit, ada salam dari dokter Fahri, aku bilang sama dia kalau hari ini akan mengunjungimu, kau jadi perbincangan di rumah sakit''.


''Aku, kenapa?? kangget Arrum


''Ku dengar dari perawat kalau dokter Fahri itu menyukaimu sejak awal kuliah, tapi karena waktu itu dia akan melanjutkan study keluar negeri, dia tidak sempat mengatakanyanya padamu, saat dia bertemu denganmu kembali di rumah sakit lagi dia begitu senang dan kaget kamu bilang sudah menikah dan memiliki anak, kau tahu banyak perawat di rumah sakit yang menyukainya, tapi dia terkesan cuek dan dingin, meskipun terkadang senior kita itu sesekali suka bercanda, dan perawat yang mendampinginya bilang kalau dokter Fahri pernah mengakuinya, tapi dia sepertinya patah hati, karena ternyata kamu sudah menikah. Tapi setelah tahu kalau ternyata kau sudah bercerai, dia sedikit lega, apa kau masih berkomunikasi denganya???


''Kalian suka bergosip!!! dia beberapa kali menanyakan kondisiku pasca oprasi hanya chat saja''. jujurnya


''Dia sangat sibuk, pasienya sangat banyak bahkan ada yang dari luar kota''.


''Sepertinya senior menjadi dokter yang terkenal ya''


''Sepertinya begitu, Isha...., sebenarnya apa yang terjadi padamu???, aku selalu bertanya-tanya, kau tiba-tiba saja menghilang dari kampus setelah tahun pertama, kau hanya bilang pulang ke kampung halaman ibumu, lalu kau tidak bisa di hubungi lagi, dan sekarang tiba-tiba kau sudah punya anak, dan aku baru tahu dari senior katanya kau sudah bercerai''.


''Isha meski kita bukan sahabat dari kecil, tapi dulu saat awal kuliah kita sahabat, kenapa kau tak pernah mau cerita padaku apa sebenarnya yang terjadi padamu, kau telah melalui banyak hal, dan kau masih setegar karang, apa kau masih menganggapku sahabat???


''Bukan cerita yang bagus untuk di ceritakan, aku bahkan ingin melupakanya, tapi kau lihat tidak semudah yang kita inginkan'', jawabnya.


''Harusnya kau cerita padaku, sangat disayangkan, kau mendapat beasiswa di tahun kedua tapi kau malah menghilang dan tidak bisa di hubungi, semua teman-teman menayakanmu dan mencarimu, kau malah bersembunyi di pelosok desa ini''.


Arrumaisha tersenyum, ''ceritaku sangat tidak baik, dulu hampir tidak sanggup menjalaninya, seandainya tak ingat ada dua nafas yang ingin melihat dunia, aku mungkin sudah tidak ada di dunia ini''.


''Seberat itukah?? tapi kau bertahan hingga sekarang''.


''Aku tidak setegar itu, aku tidak punya apa-apa dan siapa-siapa untuk diandalkan saat itu, hanya keyakinan dan pasrah pada pemberi kehidupan''.


''Waktu itu aku ingat ada seseorang mencarimu di kampus, dia muda dan tampan, kupikir dia kekasihmu, karena beberapa kali datang ke kampus menanyakan keberadaanmu, hanya saja aku tidak tahu namanya, tapi dia bukan pria yang kulihat di rumah sakit, waktu itu suamimu kan???.


''Kau benar dia papanya anak-anakku, mantan suamiku'', jelasnya.


''Yang datang ke kampus bukan dia, kapan kau menikah dan kenapa bercerai, suamimu terlihat orang yang bertanggung jawab dan sepertinya sangat menyayangi anak-anaknya?????.


''Ceritanya sangat panjang Rei, aku juga tidak menyangka hidupku akan seperti ini, semua datang padaku begitu saja, kupikir semua sudah berakhir lima tahun lalu tapi seperti kau lihat, aku hanya bisa menjalaninya saja, tidak tahu kedepanya akan bagaimana??.


''Apa yang terjadi, aku sangat penasaran, apa suamimu tidak baik padamu, ku lihat dia sangat peduli padamu??


...............