Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
71.



Sore itu setelah selesai makan, Arrumaisha membersihkah diri dan berganti pakaian yang baru saja Ken belikan dengan bantuan karyawan hotel, dress selutut warna kuning yang kalem tanpa lengan itu sangat pas di tubuh Arrumaisha, ia berdiri di balkon vila menikmati sore yang hendak berganti malam, udara disekitar vila begitu sejuk mungkin karena lokasinya dekat dengan lapangan golf yang di sekelilingnya banyak tumbuh pepohonan hijau, namun ia merasa sepi tanpa kedua anaknya, tiba-tiba ia sangat merindukan mereka berdua,''sedang apa mereka'',batinya. Arrumaisha tak pernah meninggalkan kedua anaknya sejauh ini, ia sangat kuatir meski mereka tinggal di rumah bersama grandma dan tantenya. Jika tahu akan diajak kepulau sebrang tentu ia akan membawanya ikut serta, meskipun kencan mereka akan terganggu, tapi mereka anak-anaknya, Arrumaisha berfikir ingin memberikan kesempatan untuk Ken saat bersamaan Ken mengajaknya berkencan agar bisa saling memahami satu sama lain, akan tetapi tidak harus meninggalkan kedua anaknya, Arrumaisha nampak berfikir dan menyadari, jika papanya saja tidak ingin terganggu oleh anak-anaknya sendiri saat mengajaknya berkencan, apalagi jika itu laki-laki lain, tentu akan banyak hal yang tak terduga yang akan terjadi.


Tiba-tiba seseorang mencium pipi kirinya, lalu memeluk pinggangnya dengan sangat erat, menghirup aroma punggungnya yang terbuka, siapa lagi kalau bukan mantan suaminya, akhir-akhir ini dia sering kali mengejutkanya dengan ciuman di pipi dan memperlakukanya dengan romantis.


''Kenapa kau suka sekali melakukan ini???, tanya Arrumaisha


''Melakukan apa??, tanyanya balik.


''Seperti sekarang'',jawabnya


''Apa kau mau aku melakukan yang lain??, jawabnya dengan santai.


''Melakukan apa???, tanyanya dengan polos


''Kau yakin mau melakukannya jika aku memintanya??,tanya Ken semakin mengeratkan pelukannya dan menghirup wangi rambut Arrumaisha yang masih basah.


''Melakukan apa dulu???,tanyanya tanpa menoleh


Ken tersenyum nakal, ''bagaimana jika membuat adik untuk Ryuna dan Ryube!!!


Arrumaisha tiba-tiba terdiam, kemudian ia berbalik, ''jangan berani macam-macam tuan Ken!!!, kita sudah memiliki anak'',jawab Arrumaisha


''Kenapa???, apa kau takut jika punya anak lagi, aku sudah pernah bilang padamu, aku masih sanggup membiayai kehidupanmu dan anak-anak bahkan jika kita memiliki beberapa anak lagi''ucapnya


''Aku tidak mau!!!, tolak Arrumaisha.


''Kenapa???, tanya Ken penasaran.


''Aku punya pengalaman yang buruk saat hamil anak-anak, jadi aku sangat takut hamil lagi, sudah dua kali perutku di sayat pisau bedah, butuh waktu lama untuk menyembuhkanya, saat akan operasi aku berfikir apa aku bisa melihat anak-anakku setelahnya, bahkan aku sangat takut saat operasi yang kedua kalinya aku takut jika aku tidak bisa bertemu mereka lagi'', jawab Arrumaisha sejujurnya, ia ingin melihat reaksi mantan suaminya, mungkin jika tahu alasannya, ia akan berhenti meminta rujuk dan meninggalkanya.


''Maaf, maafkan aku'', ucapnya memeluk erat Arrumaisha ''aku sangat tidak berguna''. Ken sangat tahu mantan istrinya telah melahirkan kedua anaknya tanpa dirinya disisinya dan harus merawatnya sendiri luka bekas oprasi dan merawat dua bayi sekaligus. Beberapa saat kemudian ia melepas pelukannya, ''tidak apa-apa jika kau tidak ingin punya anak lagi, mereka juga sudah cukup, asal kau beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan buktikan padamu bahwa aku bisa menjadi suami yang baik untukmu dan papa yang baik untuk anak-anak, kita akan membesarkan mereka bersama dan menua bersama hingga akhir hayat''.


Ken mengenggam erat tangan Arrumaisha, jemari mereka saling bertautan, mereka saling memandang, ia menempelkan keningnya di kening Arrumaisha sesaat, sudah lama dia tidak pernah sedekat ini dengan perempuan, ''Aku memang pria brengsek, tapi aku akan bertanggung jawab, aku mau kau memberiku kesempatan sekali lagi, dulu kita tidak pernah saling mencintai, tapi aku yakin seiring berjalannya waktu, cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya, aku ingin menikahimu dan hidup bersama dengan baik''. Ken membingkai wajah Arrumaisha dan tidak tahan dengan bibir merahnya, ia langsung mencium bibirnya, Arrumaisha tidak menolak, ia merasakan sensasi yang aneh setiap kali Ken menciumnya, Ken seperti mendapatkan kesempatan, ia menggigit bibir bawah Arrumaisha agar terbuka dan lidahnya menerobos bermain-main disana. Arrumaisha mengalungkan kedua tanganya di leher Ken dan Ken memeluknya erat pinggangnya, menarik tubuh Arrumaisha dan menyandarkan di dinding balkon tanpa melepaskan ciumanya, tangannya meremas p******a kananya, dan tangan satunya meremas pantatnya, tubuh Arrumaisha terasa menegang, ******* lirih keluar begitu saja dari mulutnya, dan pria itu semakin bernapsu ingin melakukan hal yang lebih. Mereka terus berciuman dalam waktu lama, Ken semakin memperdalam ciumanya, membawanya masuk ke dalam kamar dan menyandarkan tubuh Arrumaisha di ranjang, Ken mencumbunya, kedua tanganya dengan lembut meremas bukit kembar Arrumaisha, ciuman keduanya semakin menuntut, entah sejak kapan tali baju di punggungnya lepas, dan ciuman itu turun ke leher hingga dada, Ken melihat dua bukit kembar yang menegang, Ken langsung meremasnya dan ******* p****g kecoklatan itu bergantian dengan sangat rakus, Arrumaisha mengerang, dia tidak pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya, dia seperti melayang, ia hampir kehilangan kesadaran, begitu juga Ken, ia sudah tidak bisa menahan hasratnya, ''honey aku tidak tahan lagi'' dia segera berlari ke kamar mandi, dan menuntaskan sendiri meninggalkan Arrumaisha, ia merasa malu hampir saja tidak bisa mengendalikan diri, ia segera membetulkan pakaian yang ia kenakan, dan merapikan rambutnya yang tak beraturan, mengambil selimut menutupi badanya, sesaat kemudian ia mendengar suara Ken berteriak dari kamar mandi, ''honey jangan menyiksaku seperti ini aaaahhhhhhhh


''Ken kau tidak apa-apa??, tanyanya tetap di tempat.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi, hingga beberapa saat, Ken akhirnya keluar dengan wajah kusut lalu menjatuhkan tubuhnya di ranjang memeluk perut Arrumaisha yang duduk disana, menelungkupkan kepalanya di atas purut Arrumaisha, ''apa kau suka melihatku seperti ini, aku bisa gila jika harus menahannya terus''.


''Lalu aku harus bagaimana, kita bukan suami istri lagi, jangan pernah lakukan ini, kau membuatku hampir kehilangan kesadaran, aku tidak ingin merasakan apa yang dulu kau lakukan padaku, kau sangat kasar''.


''Apa, jika aku melakukan dengan lembut kau mau??? tanyanya dengan serius tanpa mendongak.


''Tidak!!!!, jawabannya membuat Ken sedih, ia bahkan tidak ingin mengangkat kepalanya,''kecuali jika kita sudah menikah''.


Ken langsung mendongak, ''kau serius????


''Ya, jawab Arrumaisha, kau hampir saja membuatku......


''Apa???


''Lupakan, jangan menjadi pria brengsek lagi, aku membencimu seumur hidupku, sebenarnya aku sudah mempertimbangkan untuk memberimu kesempatan tapi dengan syarat??.


''Syarat apa??


''Jika kita kembali rujuk, akan tetapi jika seandainya dalam perjalanan rumah tangga kita harus berpisah lagi, aku tetap ingin anak-anak tinggal bersamaku, tidak ada perebutan hak asuh, dan perjanjian itu harus dibuat secara tertulis, ada saksi dari masing-masing pihak'', ucapnya lembut namun terdengar tegas


''Baik'', jawabnya seketika, Ken tak ingin Arrumaisha berubah pikiran lagi, ''hanya itu???.


Arrumaisha mengangguk,''ya hanya itu'', ucapnya


Ken memeluknya erat, ''terimakasih baby''.