
''Iya Yuna dan Be masih punya, tapi.....'', wajah nyonya Sophia berubah seketika.
''Tapi apa nek??? kenapa kakek tidak ikut nenek kesini''.
''Tidak apa-apa sayang, kakek sibuk mengurus pekerjaannya'', ucap nyonya Shopia.
''Bagaimana keadaan cucuku satunya, apa masih demam??.
''Namanya Ryube nyonya, Be masih tidur, tadi baru saja minum obat.
''Apa tidak sebaiknya di bawa ke rumah sakit??.
''Saya sudah menelfon dokter, dia berencana kesini, sekarang sedang dalam perjalanan nyonya, kebetulan dia teman saya''. Arrumaisha tidak tahu kalau mantan ibu mertuanya baru saja pensiun dari pekerjaanya sebagai seorang dokter.
''Sayang jangan panggil aku nyonya, panggil saja mommy atau grandma'', mohon nyonya Sophia.
''Maaf, saya belum terbiasa'', ucapnya sungkan
''Nenek, apakah nenek akan tinggal disini bersama kami atau nenek akan kembali lagi ke luar negeri??, tanya Ryuna
''Apa boleh grandma tinggal disini bersama kalian, disini terlihat menyenangkan, udaranya segar dan bersih, tidak seperti di ibukota panas dan berisik''.
''Tentu saja boleh, iya kan mami???
''Iya sayang, tentu saja boleh rumah ini ada beberapa kamar kosong''.
''Terimakasih sayang''.
''Mbak tolong siapkan kamar untuk grandma ya'', pintanya pada seorang assinten rumah tangga.
''Grandma mau kamar yang diatas atau yang di bawah'', tanya Ryuna
''Terima kasih sayang, mana saja boleh, sebaiknya yang di bawah saja, grandma sudah tua'', jawab nyonya Sophia.
Sementara Ken masih di kamar Arrumaisha menemani putrinya yang masih terlelap, memandangi wajah putrinya yang pucat, ini pertama kalinya Ken melihat putrinya sakit, beberapa bulan lalu saat tinggal di kota B anak-anaknya baik-baik saja dan sehat, namun setelah ditinggal beberapa hari, putrinya langsung sakit karena merindukanya, dia berfikir, bagaimana dengan waktu dulu saat Arrumaisha sendirian dan anak-anak masih bayi saat sedang sakit seperti ini, bagaimana dia bisa mengurusnya sendiri tanpa mengeluh dengan segala keterbatasan. Hanya membayangkan saja membuat dada Ken terasa nyeri, matanya berkaca-kaca, tanpa sadar air mata itu jatuh di pipi putrinya hingga membuatnya bangun.
''Papa!!!!, panggil gadis kecil dengan lemah.
"Papa, benarkah ini papa Be, kapan papa pulang??, kenapa papa menangis??
"Iya papa sudah pulang, cepat sembuh ya''.
"Papa sedih ya Be sakit, Be kangen papa, jangan tinggalin Be lagi'', ucapnya langsung bangun dan memeluk papanya dengan erat.
"Papa tidak akan meninggalkan kamu lagi'' ucapnya nelangsa, putrinya berfikir dia meninggalkannya padahal baru beberapa hari saja.
''Mama dimana???
''Mama ada di lantai bawah, menemui grandma Sophia, mereka sedang berbincang, Be mau bertemu grandma tidak???.
"Grandma itu siapa pa???
"Grandma Sophia adalah neneknya Be dan Ryuna, dia ibunya papa'', jelasnya pada putrinya
Ken membawa putrinya keluar kamar dan turun.
"Grandma, lihat siapa ini cucu grandma yang cantik mau di periksa grandma tidak, grandma baru pensiun dari pekerjaannya sebagai dokter''.
"Grandma seorang dokter ya??? tanya Ryube
''Iya itu dulu, sekarang grandma sudah pensiun'', jelasnya. ''Cucu grandma cantik sekali, bagaimana keadaanmu??, sini grandma periksa dulu''.
Ken duduk disebelah nyonya Shopia, nyonya Shopia segera memeriksa Ryube yang ada di pangkuan papanya.
Mereka berbincang hingga waktunya makan siang, suasana ruang keluarga terlihat akrab, nampak seperti keluarga sesungguhnya.
''Baiklah, ayo kita makan siang dulu, ngomong-ngomong kemana uncle Aldo''.
''Tuan Aldo ada di toko'', jawab seorang pelayan
''Panggil dia, suruh dia makan siang bersama'', ucap Ken
''Baik tuan'', pelayan itu segera beranjak mencari Aldo.
Mereka segera beranjak ke ruang makan untuk makan siang, Aldo juga segera kembali dan bergabung dengan keluarga Ken untuk makan siang bersama, Aldo sudah seperti keluarga baginya.
''Hai cantik, uncle dengar kamu sakit, kangen sama uncle Aldo ya'', canda Aldo.
''Be kangen sama papa, papa gak boleh kerja jauh lagi'', uncle Aldo saja yang kerjakan kerjaan papa, jawab gadis kecil yang duduk disebelah papanya itu sambil memanyunkan bibirnya.
''Ahhhh siiaaappp bos cantik!!!! seru Aldo membuat mereka tertawa, cepatlah sembuh nanti kita main bersama!!!!, ucapnya
"Uncle kan janji kalau mami sudah sembuh, akan mengajak kami main ke tempat permainan yang dulu kita pergi makan dan main disana'', ucap Ryuna yang duduk di sebelah maminya seperti menaggih janji pada Aldo.
''Maaf ya uncle waktu itu segera kembali ke ibukota, karena ada pekerjaan penting''.
"Uncle sibuk kerja sama papa kamu, nanti kalau cucu grandma yang cantik ini sudah sembuh, kita pergi main, bagaimana???, ucap nyonya Shopia.
''Grandma mau tinggal disini sama kita kan???, gak boleh pulang ke luar negeri!!!!, ucap pria kecil itu seperti sebuah perintah.
''Iya grandma Shopia tinggal disini saja, ada papa ada mama, uncle Aldo juga boleh tinggal disini'', ucap putri mereka.
''Terimakasih sayang, grandma sangat tersangjung atas kebaikan kalian''.
''Uncle Aldo tidak bisa tinggal disini terus, karena ada kerjakan di ibukota, maaf ya'', ucap Aldo.
''Sudah sekarang ayo kita makan dulu, tadi siapa yang bilang sama papa kalau mama belum makan dari pagi???.
''Mami dari pagi belum makan karena Be gak mau ditinggal, iyakan mami???.
''Kalau begitu ayo kita makan, mami pasti sudah menahan lapar dari pagi''.
''Mami makan yang banyak ya, biar kuat biar mami tidak sakit lagi'', ucap putranya begitu perhatian
''Anak hebat kau sangat perhatian pada mami kamu sayang'', ucap nyonya Shopia
Ken merasa putranya benar-benar sangat menyayangi mamanya, tidak seperti dia dulu yang tidak peduli padanya, sikap bocah kecil itu sangat membuatnya cemburu''.
''Ryuna, kenapa kau hanya perhatian pada mami kamu, kau tidak peduli dengan papa'', ucap Ken kesal
''Papa kan sudah dewasa'', jawabnya
''Mami kamu juga dewasa!!! Ken tidak mau kalah.
''Papa ibu guru bilang anak laki-laki harus menjaga ibu dan saudara perempuanya, apa papa juga menjaga grandma dengan baik, grandma kan ibunya papa???,ucap bocah kecil itu tanpa rasa bersalah.
Aldo tertawa sampai menyemburkan makanannya, nyonya Shopia tertawa mendengar kata-kata cucunya, dia kanggum dengan mantan menantunya yang telah mendidik kedua anaknya dengan baik.
Ken sedikit kesal, merasa kalah berdebat dengan putranya sendiri, bagaimana bisa seorang anak kecil yang berumur empat tahun menasehatinya.
''Kau sangat pandai bicara!!! ucap Ken kalah
Arrumaisha tersenyum, ''anak pintar mami bangga padamu, jangan bicara terus, habiskan makananmu''.
''Iya mami!!!.
Sementara itu Reisa sedang dalam perjalanan ke rumah Arrumaisha hari ini dia hanya setengah hari saja di rumah sakit dan ingin mengunjungi sahabatnya, dia sudah mempesiapkannya beberapa hari lalu, dia juga membeli beberapa mainan untuk kedua anak kembar sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu, saat bertemu di rumah sakit waktu itu, mereka hanya sebentar mengobrol.