Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
91.



Selama beberapa hari Ken terus bertingkah aneh, setiap malam sebelum tidur suaminya itu selalu minta makanan yang dulu di masak oleh istrinya, tetapi dia selalu menolaknya untuk makan, dan ketika pagi suaminya itu kembali mengigil kedinginan dan mengeluh pusing. Sudah beberapa kali Arrumaisha membujuk suaminya untuk memeriksakan diri, akan tetapi suaminya selalu menolak, Ken tidak bilang kalau sebenarnya ia sering bangun lewat tengah malam karena mual dan memuntahkan semua makanan yang ia makan, ia tidak ingin membuat istrinya kuatir, jika ia tahu dirinya memuntahkan makanan yang di masak istrinya, ia pasti tidak akan memasak lagi untuknya, jujur Ken sangat menikmati semua masakan istrinya, entah kenapa Ken selalu muntah lewat tengah malam, dia sendiri tidak tahu penyebabnya, padahal saat itu sedang enak-enaknya tidur, sehingga membuatnya lemas dan menggigil kedinginan di pagi hari.


Arrumaisha tidak bisa tidur malam ini, entah kenapa matanya susah sekali terpejam, padahal suaminya berada di sisinya tidur dengan lelap memeluk pingganya.


Tidak bisa dipungkiri jika Arrumaisha memikirkan keadaan suaminya yang sudah beberapa hari seperti itu, saat siang hingga malam hari suaminya baik-baik saja akan tetapi saat pagi tiba selalu menggigil kedinginan dan mengeluh pusing. Selain itu sebentar lagi hotel pemberian suaminya akan dibuka, ia tidak punya keahlian tentang mengelola sebuh hotel, meski suaminya tidak melepaskan sendiri dirinya mengelola hotel dan tetap mendampinginya, dia merasa sedikit minder, ia belum pernah menjalankan sebuah bisnis perhotelan, dan sekarang mau tidak mau ia harus belajar lebih giat pada suaminya, hingga lewat tengah malam matanya tak bisa terpejam.


Arrumaisha memejamkan matanya, ia berfikir mungkin dengkuran suaminya membuatnya tak bisa tidur, wanita itu menutup telinganya dengan guling dan membelakangi suaminya yang tidur lelap tak terganggu.


Malam sudah hampir menjelang pagi, belum sempat Arrumaisha tidur, ia terkaget saat suaminya tiba-tiba bangun dan bergegas ke kamar mandi dan Ken kembali memuntahkan semua makanan yang ia makan.


Wanita itu buru-buru bangun dan menyalakan lampu kamar, ia mengikuti suaminya ke kamar mandi yang ada di kamarnya.


''Ken...., kau kenapa??? tidak ada sahutan dari dalam sana.


''Ken...buka pintunya!!!, kau sedang apa???, Ken tak menghiraukan teriakan istrinya.


''Ken..... sayang... ,panggilnya lagi, Arrumaisha mengetuk pintu dengan keras.


Tidak berapa lama Ken membuka pintu dengan sempoyongan, laki-laki yang biasanya terlihat gagah dan tampan itu langsung meraih tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat lalu menyesap lehernya, nafasnya naik turun tidak teratur.


''Kau kenapa????, tanya Arrumaisha dengan kuatir, tadi sempat terlihat mata biru suaminya berair dan wajahnya pucat. Dengan lembut Arrumaisha mengelus punggung suaminya.


''Sayang kau kenapa???, jangan membuatku kuatir'',tanyanya begitu takut, ia pun memeluk suaminya dengan erat, tanpa ia sadari air matanya mengalir dan jatuh di pundak suaminya.


Ken segera melepas pelukannya tatkala merasa pundaknya basah.


''Hai jangan menangis, aku tidak apa-apa'' Ken membingkai wajah istrinya dan menghapus air matanya yang menggenangi pelupuk matanya.


''Kau selalu bilang tidak apa-apa, tidak mau pergi periksa, tapi lihatlah dirimu, wajahmu pucat, dan tanganmu menjadi dingin''. ucapnya Arrumaisha tidak bisa menahan air matanya lagi, ia tersedu.


Ken memeluknya dengan perasaan bersalah, ia telah membuat wanita yang menyadarkan dirinya akan cinta yang tulus menangis karena mengkuatirkanya.


''Honey aku tidak tahu kenapa denganku, sudah beberapa hari, hampir dua minggu ini, perutku selalu mual menjelang pagi seperti ini dan selalu muntah, aku merasa tidak punya tenaga setelahnya, kepalaku jadi pusing, dan tubuhku dingin sampai menggigil sampai pagi, tapi saat mencium aroma tubuhmu pusingku akan berangsur hilang'', jelasnya.


''Kenapa baru bicara sekarang, dan tidak membangunkanku, aku memintamu pergi memeriksakan diri, tapi kau tidak mau'',kesalnya sembari menghapus air matanya yang terus jatuh tanpa di minta.


''Honey jangan menangis, maafkan aku, aku juga tidak tahu kenapa, aku pikir ada yang aneh dengan tubuhku, saat siang hari hingga malam aku baik-baik saja, tapi saat lewat tengah malam hingga pagi, aku menjadi seperti ini, dan anehnya lagi setelah mencium aroma tubuhmu pusing di kepalaku berangsur hilang, apalagi setelah melakukan itu denganmu di pagi buta, aku merasa segar kembali'', jelasnya dengan lemas


Seketika mata Arrumaisha membelalak, ''Kau!!!, jadi kau menyiksaku setiap pagi karena itu???


Ken mengangguk, ''mungkin jika sekarang kita melakukannya, maka aku akan segera pulih kembali'', ucap Ken memeluk istrinya erat dan mendorongnya ke ranjang.


''Tidak, ini bukan karena keracunan masakanmu, anak-anak juga tidak ada yang keracunan kan, mereka berdua baik-baik saja''.


''Mereka sudah terbiasa sejak kecil memakan menu masakanku, tidak sepertimu yang baru beberapa hari minta makanan yang aku masak sendiri, kau belum terbiasa atau entahlah, kau harus tetap pergi memeriksakan diri''.


''Apa kau mengkhuatirkan aku???, tanya Ken


''Siapa yang tidak kuatir dengan keadaanmu sekarang, jika anak-anak tahu mereka pasti akan sedih melihatnya, selama beberapa hari ini kau tidak mengantarkanya ke sekolah, mereka selalu menunggumu bangun, tapi kau tidak turun juga. Ken, aku tidak mau tahu kau harus pergi periksa, jika kau tidak pergi aku akan telefon kak Fahri untuk datang kesini memeriksamu''.


''Tidak, aku tidak mau di periksa jomblo itu, memangnya tidak ada dokter lain''. tolaknya


''Mau di periksa sama dokter Reisa''.


''Tidak''. tolak Ken


''Kenapa, dia juga dokter muda dan cantik''.


''Honey, aku tahu dia seorang dokter dan dia sahabatmu, tapi dia kekasih Aldo''.


'' Kenapa kalau ia kekasih Aldo??, kau ada masalah denganya??


''Jika aku diperiksa olehnya, dan ternyata aku benar-benar memiliki penyakit, lalu Aldo tahu dan semua direksi akan tahu, itu akan membahayakan perusahaan''. jelasnya


Arrumaisha mengernyitkan dahinya, ''kenapa begitu??


''Orang yang tidak suka denganku dan perusahaan, akan mencari celah untuk menghancurkan perusahaan saat tahu pemiliknya sakit, jadi tolong dirahasiakan dari mereka tentang keadaanku, kita cari dokter lain saja''.


Arrumaisha terdiam sesaat, ''bagaimana jika minta mommy atau dokter Burhan saja untuk memeriksanya, meskipun mereka sudah pensiun, tapi mereka sudah berpengalaman, mereka juga orang tuamu, jadi tidak ada salahnya memberitahu mereka, maksudku kita telfon saja mereka dan beritahu mereka tentang keadaanmu sekarang''.


''Aku tidak ingin mommy tahu dan kuatir dengan keadaanku''. tolaknya


''Lalu kau mau diperiksa siapa, jika semuanya kamu tolak??, Ken seorang dokter yang bertanggung jawab tidak akan membocorkan informasi keadaan pasienya, aku rasa kak Fahri bisa menyimpan rahasia dan lagi kita belum tahu kau itu sakit karena apa'', ucap Arrumaisha


''Baiklah kita pikirkan besok, bisakah sekarang aku mendapatkan pertolongan pertama dari istriku, aku yakin akan segera pulih dengan cepat, bagaimana jika kau yang diatas'', bisiknya ditelinga Arrumaisha dan membuat wanita itu merasa malu sendiri.


''Apa di atas'', ucapnya spontan


Ken tersenyum dan mengangguk.