
''Halo tante Lily, aku Ryuna, apa tante bisa berbicara dengan bahasa kami???, tanyanya.
Lily hanya menggelengkan kepalanya, tanda tidak mengerti.
''Tante Lily belum bisa bahasa kita, kalian harus mengajarinya, sering mengajaknya bicara dengan bahasa kita, nanti dia pasti bisa'', jawab Ken
''Tapi papa dan grandma saat datang kesini sudah bisa berbicara dengan bahasa kita, iyakan grandma???, tutur Ryube membuat nyonya Sophia tersenyum.
''Karena sebelum grandma kesini, grandma sudah belajar bahasa kalian'', jelas nyonya Sophia
''Kenapa tante Lily tidak belajar bahasa kita sebelum ke sini?? tanya Ryube lagi
''Bagaimana tante bisa tahu apa yang kita bicarakan?? tanya Ryuna lagi.
Kedua anak itu terus bertanya, tapi Lily tidak tahu harus jawab apa, dia diam dan melihat ke arah Ken untuk minta bantuan menerjemahkanya. Lily juga tidak tahu kalau kakaknya sudah menikah dan memiliki anak-anak yang pintar, bahkan kedua anak itu seperti duplikat kakaknya dalam dua versi berbeda.
''Kalian kan sudah diajari papa bicara dengan menggunakan bahasa papa, jadi kalian bisa pakai bahasa itu untuk bicara dengan tante Lily'', jelas Arrumaisha.
''Ahhhh iya, tapi mami disekolah tidak ada yang bicara dengan bahasa papa, iyakan Be!!! ucap Ryuna
''Iya, tidak ada teman yang bicara dengan menggunakan bahasa papa juga, ibu guru hanya bicara dengan bahasa papa pada hari rabu'', tutur Ryube.
Kalau begitu kalian bisa berteman dengan tante Lily, sehingga kalian berdua ada yang bisa diajak berbicara dengan bahasa papa'' tutur Arrumaisha lagi.
''Tapi aku mau punya teman yang bisa bermain bola, bukan teman yang bisa berbicara dengan bahasa papa saja'', ucap Ryuna lagi.
Mata Arrumaisha membola, dia sudah mengalihkan pembicaraan, tapi masih saja anaknya mengingat permintaannya, yang baginya adalah hal yang tidak mungkin.
Ken merasa senang kali ini kedua anaknya berpihak kepadanya, setidaknya keinginan kedua anaknya akan bisa di wujudkan dengan papa dan mamanya rujuk, Ken menoleh pada istrinya, ''bagaimana honey apa kau siap???
''Arrumaisha membelikan matanya, lalu memindahkan Ryuna yang duduk di pangkuan di sampingnya, mami mau lihat apa makan siang sudah disiapkan belum, kalian temani tante Lily dulu'', beranjak ke dapur dan membantu pelayan menyiapkan makan siang.
''Ken tahu Arrumaisha beralasan untuk menyiapkan makan siang, padahal sudah ada pelayan yang khusus memasak dan menyiapkannya, dia sengaja menghindari permintaan kedua anaknya yang terus menuntutnya. Ken juga melihat mommynya kali ini tersenyum senang, harapanya mungkin akan segera terkabul.
''Tante Lily, nanti tidur di kamarku saja, Be bisa tidur sama mama'', ucap Ryube tersenyum.
''Di kamarku juga boleh tante'', Ryuna ikut menawarkan kamarnya untuk istirahat tantenya
''Tidak boleh begitu, mama bilang laki-laki tidur di kamar laki-laki, perempuan di kamar perempuan'', tolak Ryube.
Pria kecil itu hanya bisa mengalah, dia adalah pria, tidak bisa memberikan kamarnya untuk di tempati tantenya.
Seorang pelayan datang mempersilakan mereka untuk makan siang, Arrumaisha sudah menunggu di ruang makan keluarga, mereka segera beranjak untuk makan siang, setelah selesai Arrumaisha membawa kedua anaknya untuk istirahat siang, dan Ken mengajak Lily untuk mengobrol secara pribadi.
Lily mengambil nafas dalam, dia menceritakan semua pada Ken, tentang dirinya yang akan menikah dengan rekan bisnis keluarganya. Sejujurnya Lily ingin menolaknya, dia pikir masih sangat muda untuk menikah, dia baru tamat universitas, dan ingin berkarir, cita-citanya bahkan ingin memiliki usaha sendiri, ''ini semua karena kau menolak untuk menikah dengan anak rekan bisnis daddy, jadi sekarang aku yang harus menjalani pernikahan bisnis ini'', ucap Lily kemudian, ia begitu sedih.
Kedua saudara tiri itu saling menatap, diam untuk sesaat.
''Kau lihat sendiri, aku sudah punya keluarga, mereka istri dan anakku, aku tidak ingin anak-anaku hidup seperti hidupku di masa lalu, dulu daddy meninggalkan mommy demi menikah dengan ibumu karena bisnis, dan aku harus hidup bersama ibu orang lain yaitu ibumu, dan berpisah dengan mommy, bahkan mommy tidak di ijinkan bertemu denganku, aku bahkan harus diam-diam menemui mommy, hingga akhirnya sekarang aku bisa berkumpul dengan mommy lagi'', jawab Ken.
''Daddy tidak punya pilihan lain, kau menolak dan memutuskan hubungan dengan kami, aku menyusulmu berharap ada jalan keluar, tapi tidak kusangka kau sudah menikah dan memiliki anak'', ucap Lily.
''Bagaimana dengan kakakmu???.
''Mark tak bisa di harapkan, setelah keluar dari penjara, dia bahkan tidak pulang ke rumah, aku tidak tahu kemana dia tinggal, dia memilih untuk hidup sendiri, selama di penjara dia tidak ingin bertemu dengan keluarga, menurut petugas disana, dia terus menyalahkan dirinya dan sangat menyesali kejadian waktu itu, kurasa dia juga sangat mencintai Rachel. Ken ku mohon maafkan dia, meski dia bukan saudaramu, dia adalah kakakku dan aku mohon maafkan ibuku juga'', ucapnya sedih.
Lily dengarkan aku, aku sudah berusaha melupakan kejadian lima tahun lalu, aku juga terluka dan bahkan sempat depresi, itu salah satu alasanku untuk tidak menerima pernikahan bisnis ini, karena akan banyak orang-orang yang terluka, aku tidak akan menuruti permintaan daddy, aku sudah punya istri dan anak, mereka keluargaku, aku tidak ingin apa yang terjadi padaku, terjadi pada anak-anakku juga.
''Lalu aku harus bagaimana??
''Aku ada solusi, tapi aku tidak ingin melakukanya, hal ini akan membuat kakakmu semakin membenciku, kau tahu dari dulu dia tidak menyukaiku, bahkan ibumu selalu memperlakukanku berbeda'', ucap Ken lagi.
''Apa itu???
''Kalau mau, aku bisa mengakuisisi perusahaan daddy, tapi aku yakin ibumu tidak akan pernah setuju, karena dia tidak pernah ingin perusahaan jatuh ke tanganku, jika sampai ini terjadi ibumu pasti akan menyerangku, dan dia bisa menggunakan kakakmu, dia ingin kakakmu yang nantinya bisa mengendalikan perusahaan, bukan aku, dan sekarang aku sudah ada pekerjaan disini bersama anak dan istriku serta mommy, aku sudah menetap disini, itu adalah harapanku dari dulu'', ucap Ken.
Lily terdiam mencerna ucapan Ken, dia tahu kakaknya telah berpisah dengan ibu kandungnya dalam waktu yang cukup lama, dia juga mengalami perlakuan yang tidak baik dari ibu sambungnya yaitu ibu Lily sendiri, dan sekarang dia telah bahagia bersama istri, anak dan ibunya.
''Saat ini mereka hanya bisa mengharapkanmu, siapa pria yang akan menikah denganmu, daddy pasti tidak akan memilih pria sebarangan untukmu, bahkan dulu saat aku bertunangan dengan Rachel itupun juga bagian dari bisnis daddy, tapi aku mencintainya dari awal, dan tidak pernah aku duga dia menghianatiku, dia berselingkuh dengan kakakmu saat aku tak ada di sana, dan berakhir dengan kematiannya'', lanjut Ken sedih mengingatnya.
''Apa kau sangat mencintai istrimu??, apa dia benar-benar istrimu?, kenapa tidak ada cincin pernikahan di jarinya??, tanya Lily
Ken sedikit kaget, ia bahkan tidak ingat tentang cincin pernikahan, namun ia segera memberikan alasan, ''setiap hari dia membuat kue, jadi dia melepasnya, kalau kau ingin belajar membuat kue, belajarlah padanya untuk mengisi waktumu selama disini, lebih baik jika seorang wanita memiliki ketrampilan'', ucapnya.
''Apa itu usaha miliknya??
''Ya, belajarlah padanya, tidak ada ruginya, siapa tahu nantinya kau bisa buatkan kue untuk suami dan anak-anakmu'', tutur Ken.
''Lalu apa yang kau lakukan disini??, aku membaca majalah saat dipesawat, kau memiliki bisnis di ibukota, tapi kenapa bisa tinggal jauh dari ibukota?? tanya Lily
''Aku memiliki bisnis baru di sini dan sekarang dalam tahap pembangunan, kami akan menetap disini, anak dan istriku sangat menyukai tempat ini, begitu juga dengan mommy, sekarang istirahatlah, putriku Ryube meminjamkan kamarnya untukmu'', Ken beranjak dari duduknya meninggalkan Lily sendiri.
Tak terasa mereka berdua mengobrol cukup lama, hingga matahari sudah condong ke barat, Lily masih betah di teras belakang menikmati udara sore yang sejuk.