Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
81.



Arrumaisha dan Ken bersiap melempar bunga, para tamu yang tidak memiliki pasangan bersiap di tempat untuk menangkap buket bunga yang di pegang Arrumaisha.


''Bersiap semua ya''', seru Arrumaisha, tiba-tiba bunyi ponsel yang kencang menghentikanya.


''Maaf saya harus menerima telfon, dokter Burhan berjalan ke belakang kerumunan sedikit menjauh, dia mengangkat telfonya.


''Assalamualaikum, ayah dimana??, suara di telefon.


''Kau sudah sampai, ayah ada di halaman villa, anak teman ayah sedang melangsungkan pernikahan disini, datanglah kesini, papa ingin mengenalkanya padamu'', ucapnya.


''Baiklah, aku segera kesana'', jawabnya di ponsel.


Dokter Burhan menutup ponselnya dan berbalik untuk bergabung dengan tamu lain untuk ikut menangkap buket bunga, saat bersamaan Arrumaisha dan Ken melemparkan buket bunga di tanganya, dan buket bunga itu terbang dan jatuh tepat di tangan dokter Burhan.


Semua menoleh ke arah dokter Burhan, dokter Burhan juga tidak mengira buket bunga itu akan jatuh di tanganya.


''Honey, kenapa bisa dokter Burhan yang menangkapnya, harusnya kau lemparkan ke arah yang lain'', ucap Ken


''Kau terlalu bersemangat, membuat bunganya terbang jauh'', jawabnya tak mau kalah


Ken memeluk istrinya dengan mesra, ''mungkin dia ingin menikah lagi, apa dia tidak punya istri???,tanya Ken.


''Aku tidak tahu, dia teman mommy, mungkin istrinya seumuran dengan mommy''.


''Kenapa tidak mengajak istrinya datang ke pernikahan kita??


''Mana aku tahu, kenapa tiba-tiba kau ingin tahu??.


''Aku pernah dengar cerita, orang yang menangkap buket bunga pengantin saat pesta pernikahan, maka ia akan segera bertemu dengan pasanganya dan akan segera menikah'', ucapnya lagi.


''Itu hanya mitos, bagaimana jika yang menangkap buket bunga sudah punya suami atau istri, apa mereka juga akan menikah lagi???, jawabnya.


Ken tidak menjawab, dia mengeratkan peluknya dan mencium istrinya, ''apa kau siap untuk nanti malam'', bisiknya lembut dan menggoda???.


''Apaan sih, jangan macam-macam, ada anak-anak'', ucapnya.


''Mereka bisa tidur dengan mommy atau Lily''.


''Mereka anak kita, kenapa harus tidur denganya''.


''Ini hari pernikahan kita, aku ingin berdua saja denganmu'', jawabnya.


''Kemarin kita pergi berdua, tanpa anak-anak''. jawabnya lagi


''Itu hal yang berbeda baby, kemarin kau terus menolakku, sekarang aku mau menikmati malam pertama berdua''.


''Tuan Ken, anda harus tahu kita sudah memiliki anak-anak, jadi kau harus mengerti'', tolaknya lembut.


''Jangan panggil aku tuan lagi dari sekarang, aku suamimu, panggil aku sayang'', pintanya.


Arrumaisha membeliakan matanya, ''Itu panggilan untuk anak-anak kita'', jawabnya


''Pokoknya aku tidak mau kau memanggilku dengan sebutan itu'', ucapnya. Ken tidak peduli, tamunya masih disana sedang menikmati hidangan, ia memilih merayu istrinya.


Seorang pria tampan berjalan menghampiri dokter Burhan dan nyonya Sophia, dua orang sahabat lama itu sedang asyik mengobrol mengenang masa muda mereka, tidak di sangka sudah bertahun-tahun mereka bertemu diusia yang tidak muda lagi.


''Ayah, sapa pria tampan yang tak lain adalah dokter Fahri.


''Kau sudah datang, ayah ingin mengenalkanmu pada teman lama ayah, dia ini dokter Sophia dari Canada, dulu kami teman saat masih di universitas, dia juga fasih menggunakan bahasa kita, dia banyak belajar bahasa pada ayah'', ucap dokter Burhan mengenalkan putranya pada nyonya Sophia.


''Halo dokter Fahri, apa kabar, senang bertemu anda lagi'', sapa nyonya Sophia tersenyum ramah.


Dokter Fahri terlihat kaget, ia tidak menyangka kalau ayahnya adalah teman ibu dari rivalnya, ia mengulurkan tanganya dengan sopan menjabat tangan nyonya Sophia, ''senang bertemu anda lagi nyonya'', sapa dokter Fahri.


''Kalian sudah saling kenal ???, tanya dokter Burhan


''Siapa yang menikah, kenapa tamunya hampir tidak ada??, tanya dokter Fahri penasaran.


''Putra nyonya Sophia menikahi mantan istrinya, ayah bertemu kemarin dengannya saat di lobi, dan dokter Sophia mengundang ayah untuk datang di pernikahan putranya, ayah baru tahu jika menantu dokter Sophia adalah pasien ayah dulu, dia bilang kau yang melakukan tindakan operasi sekitar satu tahun lalu'', ucapnya


Dokter Fahri seketika membeku, dia menerka-nerka benarkah wanita yang ia cintai dan ia tunggu akhirnya kembali pada mantan suaminya, tiba-tiba ia merasa lemas, dadanya berdenyut kencang tanpa sadar ia memang dadanya yang terasa nyeri.


''Kenapa diam, pergilah kesana untuk memberikan ucapan selamat'', seru dokter Burhan.


''Apa dokter Fahri sedang tidak enak badan, wajah anda terlihat pucat'', ucap nyonya Sophia, ia sedikit tahu jika putra temannya jatuh cinta pada menantunya namun ia pura-pura tidak tahu.


''Tidak apa-apa, saya baru sampai, agak sedikit lelah'', jawabnya, ''Kalau begitu saya kesana dulu'', dokter Fahri berjalan beberapa langkah dengan pikiran yang kacau dan


Bruukkk.


''Sorry'', ucap seorang perempuan yang tak lain adalah Lily. Lily sedang menemani kedua keponakanya yang sedang asyik bermain denganya, saat keponakanya melempar balon ia mundur untuk menangkapnya dan tidak melihat ada orang berjalan di belakangan, sehingga menabrak tubuh dokter Fahri, dan dokter Fahri reflek menangkapnya.


''It's ok, dokter Fahri membantu Lily berdiri, Lily sangat kaget, ternyata dia adalah seseorang yang ditemuinya di pesawat saat perjalanan dari ibukota ke kota B.


''Kau, yang waktu itu di pesawat kan??, ucap Lily dengan bahasanya.


''Pesawat apa?, tanya dokter Fahri tidak mengingatnya.


Lily menjelaskan pertemuannya saat dipesawat menuju kota B, ia sangat takut karena naik pesawat kecil dan suara yang sangat kencang, hingga memegang lengan dokter Fahri.


''Ohhhh, yang waktu itu anda???.


Lily mengangguk dan tersenyum senang karena akhirnya pria di depannya masih mengingatnya, ''apa anda tamu kakakku??, tanyanya


''Siapa kakak anda???


''Hari ini kakakku menikah, kalau bukan tamunya kenapa kau disini??, tanyanya


''Aku datang untuk bertemu ayahku, dia bilang putra temannya sedang melangsungkan pernikahan, dia memintaku untuk memberikan selamat pada mempelai'', jelasnya.


''Oohhh begitu!!!, kalau begitu silakan!!!.


Dokter Fahri hendak melangkah, tiba-tiba Reisa keluar dari dalam villa dan terkejut melihat dokter Fahri ada disana sedang berbicara dengan Lily


''Dokter Fahri!!, bagaimana anda bisa ke..si... ni?, tanya Reisa


''Dokter Reisa!!!!, anda disini juga???, siapa yang menikah??.


''Isha yang menikah'', jawabannya pelan, ia takut membuat seniornya patah hati. ''Maaf senior saya baru tahu tadi malam jika Isha akan menikah hari ini, dia tidak memberitahu siapapun, saya kesini karena Aldo mengajak saya, tapi dia juga tidak memberi tahu saya tentang rencana Isha menikah disini'', jelasnya


''Jadi benar Isha kembali pada mantan suaminya???, tanyanya terlihat begitu kecewa, ia mengusap wajahnya yang berkeringat.


Reisa hanya menganggukkan kepalanya, dia takut seniornya tidak bisa mengendalikan diri dan terjadi sesuatu.


''Kalian saling mengenal??, tanya Lily tiba-tiba.


''Lily, kenalkan dia dokter Fahri, seniorku dan Isha'', Reisa mengenalkan Lily pada dokter Fahri, ia merasa tidak enak dengan situasinya saat ini.


Lily tersenyum, ''Kami sudah pernah bertemu saat perjalanan ke kota B, jelasnya membuat Reisa melongo, ''halo dokter Fahri saya Lily, senang bertemu anda??, ucapnya memperkenalkan diri.


''Senang bertemu anda nona Lily'', ucap dokter Fahri.


Tiba-tiba dua anak kembar itu langsung berlari ke arah dokter Fahri dan memeluk kaki dokter Fahri.


''Paman dokter, kau datang juga, papa dan mama kami menikah lagi'', ucap gadis kecil itu dengan polos dan wajah yang riang.


''Paman dokter kemana saja, kenapa tidak pernah berkunjung ke rumah kami???, ucap pria kecil itu memegangi tangan dokter Fahri yang dingin.


Dokter Fahri tidak bisa berkata-kata, dia merasa lemas, ia sudah bisa menebak wanita pujaaanya memilih kembali menikah dengan mantan suaminya, ia tidak punya harapan lagi. ''Antar paman ke mama ya???, pintanya pada kedua anak kembar itu.