Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
51.



Mom, kenapa tidak ada yang turun untuk makan malam?? tanya Ken saat selesai bekerja dengan Aldo. Sejak selesai berenang tadi Aldo datang dan segera membahas proyek yang sedang mereka kerjakan di kota B.


''Cucu mommy tidak terlihat turun, mungkin mereka masih tidur'' jawab nyonya Sophia.


''Tumben, biar aku lihat dulu'', ucap Ken. segera bergegas naik ke lantai atas menuju kamar mantan istrinya.


''Aldo, kau ikutlah makan disini, sudah beberapa hari kau tidak makan bersama kami, ayo duduklah disini''. ajak nyonya Sophia.


''Terimakasih nyonya Sophia'', Aldo segera duduk di tempat biasanya.


Ken telah sampai di lantai atas dia mengetok kamar Arrumaisha perlahan.


Tok.... tok... tok. ''Isha boleh aku masuk!!!


Tak ada jawaban dari dalam kamar, Ken perlahan membuka pintu, kamar nampak begitu gelap, Ken mencari saklar untuk menyalakan lampu, dan saat lampu menyala nampak kedua anaknya tidur disisi kanan dan kiri memeluk mamanya, ada kebahagian di dalam hati Ken saat melihat moment seperti ini, sesaat dia terhanyut dalam pikiranya, andai saja mereka tidak bercerai, Ken akan sering menikmati moment bersama kedua anak dan istrinya seperti sekarang. Namun pikiran itu segera hilang tatkala bunyi ponsel mengagetkanya.


Dreerrrttt... dreettt......


Bunyi getar ponsel membangunkan Arrumaisha, dia tidak bisa bergerak karena anak-anaknya ada disisi kanan dan kiri memeluknya, setelah lelah belajar berenang tadi siang, Arrumaisha mengajak kedua anaknya untuk tidur siang, terlebih cuaca yang mendukung. Dia merasa sangat lelah, mungkin karena sudah terlalu lama tidak kena hujan, saat tadi Ken terus memaksanya berlatih berenang hujan turun dengan derasnya.


''Bisakah kau pindahkan mereka, aku tak bisa bergerak'', ucap Arrumaisha pelan


Ken tersenyum dan segera memindahkan putranya yang tidur memeluk mamanya dengan erat.


''Aku tadi sudah mengetok pintu tapi tidak ada jawaban, jadi aku masuk saja'', jelas Ken


Arrumaisha tidak menanggapi, dia masih malu jika harus bertemu Ken karena kejadian tadi siang saat di kolam renang, dia segera mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas.


''Halo!!! sapa Arrumaisha sopan setelah menekan tombol hijau pada layar ponselnya, terlihat nama dokter Fahri.


''Halo Isha, apa kabarmu??? maaf aku sangat sibuk, baru bisa menelfonmu sekarang''.


''Aku baik, hacim...hacim...hacim, iya aku tahu''


''Isha kamu sedang flu?? kau sakit??? tanya dokter Fahri kuatir.


''Aku tidak apa-apa, tadi habis menemani anak-anaku berenang, hanya bersin saja'', jawabnya tanpa mempedulikan Ken disana.


''Kau sudah bisa berenang sekarang??? apa dia mengajarimu?? dia masih tinggal bersamamu???,tanya dokter Fahri tanpa jeda seolah dia bisa menebak apa yang terjadi tadi siang.


''Aku.... hanya menemani anak-anak'', Arrumaisha tentu tak ingin bercerita tentang kejadian saat di kolam renang bersama Ken, bahkan saat ini Ken sedang mendengarkan pembicaraan mereka di telefon, ''oh ya, ada apa menelfon???, hacim.... hacim...


''Aku hanya ingin tahu kabarmu, kangen sama suaramu, sepertinya kau kena flu, apa perlu aku mengantar obat kesana??.


''Tidak, tidak perlu, aku ada obat kok, lagi pula cuma flu biasa''.


''Kau sedang apa???, tanya dokter Fahri


''Aku baru bangun tidur'', jawabnya jujur


''Maaf mengganggumu, apa kau sudah makan???, tanya dokter Fahri


''Ya ini kami akan segera makan malam'', jawabnya singkat merasa tidak enak pada mantan suaminya.


''Ya sudah cepat makan dan segera minum obat lalu istirahat lagi!!! seru dokter Fahri


''Iya aku tahu''.


''Ya sudah aku tutup telfonya, salam untuk anak-anakmu''.


''Ok''.


Ponsel itu mati, Arrumaisha menaruhnya kembali di nakas. Arrumaisha tidak berani menatap wajah Ken yang kesal, dia sangat canggung.


''Apa???


''Kau suka dia memperhatikanmu, kau suka di telfon olehnya??, suara Ken terdengar meninggi.


''Apa maksudmu???


''Jangan pura-pura tidak mengerti, kau suka dokter itu memperhatikanmu seolah-olah hanya dia yang peduli padamu'', tidak tahu kenapa Ken begitu emosi dan nada bicaranya semakin meninggi.


''Dia hanya menanyakan kabarku, kenapa denganmu??.


''Isha, aku memang tidak romantis sepertinya, tapi aku bersedia melakukan apapun untukmu dan anak-anak, aku tidak suka kau dekat dengan pria lain, apa lagi bicara dengan pria lain di depanku ataupun dibelakangku, tidak perlu membuatku cemburu'', ucap Ken hingga membuat kedua anaknya menggeliat bangun.


Aku tidak....,Arrumaisha tak melanjutkan biaranya karena anak-anaknya langsung terbangun.


''Papa, kenapa papa marah sama mama???, tanya putrinya yang langsung duduk dari tidurnya.


''Papa kenapa bertengkar dengan mami??? tanya putranya yang juga bangun dan memeluk maminya.


Ken mengusap wajahnya kasar, dia baru sadar kedua anaknya juga sedang berada disana, kecemburuanya membuatnya tidak bisa menahan diri.


''Tidak apa, papa tidak marah pada mama, tadi hanya ada sedikit masalah yang kita bicarakan, sudah waktunya makan malam ayo kita turun makan, grandma sudah menunggu'', elak Ken


''Papa Be mau gendong papa'', ucapnya manja Ken segera meraih putrinya dan membawanya keluar dari kamar untuk makan malam, tanpa mempedulikan Arrumaisha yang tertegun tak mengerti.


''Mami..... tidak.....'', tanya pria kecil itu memeluk mamanya.


''Mami tidak apa-apa, tadi papa tidak sedang marah, dia hanya sedang bicara sesuatu dan mami tidak mengerti'', ucapnya tersenyum membelai putranya agar tidak salah faham.


''Aku tahu, papa terkadang bicara dengan keras, mami jangan sedih'', ucapnya menenangkan.


''Sayang turunlah, waktunya makan malam!!!


''Apa mami tidak akan turun untuk makan???


''Kau makan saja dulu, mami sangat lelah karena belajar berenang tadi''.


''Baiklah'', Ryuna segera keluar dan turun menyusul papa dan saudaranya untuk makan.


''Halo uncle Aldo'', sapanya pada Aldo sopan


''Halo jagoan apa kabar??


''Aku baik'', jawabnya sambil duduk di kursinya.


''Sayang, apa mamamu tidak enak badan?? kenapa tidak turun makan??, tanya nyonya Sophia.


''Pria kecil itu terdiam dan melihat pada papanya, '' mami bilang kita makan dulu saja, tidak usah menunggunya, mami masih lelah, nanti akan ku bawakan makanan untuk mamiku'', jawab pria kecil itu tanpa ekspresi dan segera menyantap makanan yang sudah diambilkan untuknya dengan tenang.


Merekapun segera menyantap makan malamnya. Ken merasa menyesal, kata-katanya tadi sedikit keras dan bahkan kedua anaknya mendengarnya, namun dia benar-benar tidak bisa menahan diri tadi.


Ryuna telah menyelesaikan makannya lebih dulu, dia segera mengambil piring baru dan mengisinya dengan makanan.


''Sayang apa itu untuk mamamu???, tanya nyonya Sophia.


''Iya grandma, aku tidak ingin mami sakit lagi kalau tidak turun makan, aku akan bawakan untuknya''.


''Ohhh kau benar-bebar manis dan perhatian pada mami kamu, grandma sangat terharu''.


''Biar papa nanti yang bawakan untuk mama, kalian berdua belajar sama uncle Aldo!!!,ucap Ken tegas


''Mau uncle ajari sesuatu???, tawar Aldo dia tahu wajah Ken sedang kesal ada sesuatu yang terjadi pada atasanya itu.