Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
104.



Ken terlihat sangat serius ketika membahas pekerjaan dengan Aldo, tidak peduli Aldo yang baru datang ia langsung mengajaknya berdiskusi membahas rencana pembukaan hotelnya. Arrumaisha sedang menemani kedua anaknya bermain di halaman belakang, tak berapa lama datang dokter Fahri menyapa kedua pria itu, seketika Ken menghentikan pembahasanya dengan Aldo. Ken mempunyai banyak pertanyaan pada saudara tirinya itu. Sebenarnya ia tidak ingin ikut campur, tapi entah kenapa dia tidak bisa mengabaikannya.


''Kenapa melihatku seperti itu???, tanya dokter Fahri


''Harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau suka sekali berkeliaran di rumahku'', ucap Ken membuat Aldo tertawa, atasanya masih saja suka cemburu pada saudara tirinya yang menyukai istrinya.


''Aku merindukan keponakanku''. jawab dokter Fahri dengan santai


''Alasan''.


''Dokter apa kabar??, sapa Aldo menengahinya.


''Baik, kau sendiri bagaimana??, kapan datang??


''Baru saja tiba'', jawab Aldo


''Silahkan di lanjutkan pembahasanya, aku akan menemui keponakanku'', ucap dokter Fahri


''Jangan menggoda istriku''. tegur Ken


''Siapa yang mau menggodanya, dia tidak tertarik denganku, aku hanya mau bertemu keponakanku, bolehkah???. ucapnya dan segera berlalu ke halaman belakang rumah Ken.


Arrumaisha duduk mengawasi kedua anaknya yang sedang bermain bola bersama, melihat sosok pamanya yang berjalan menghampiri mamanya, kedua anak itu segera berlari.


''Paman....!!!!!, seru mereka berdua dan berhamburan ke arah dokter Fahri, pria itu langsung berjongkok memeluk kedua keponakanya.


''Paman kenapa baru datang sekarang, apa paman sibuk??, tanya gadis itu langsung


''Ya paman sibuk dan baru sekarang bisa kesini'', jawabnya menggendong kedua keponakannya dan duduk di kursi dekat Arrumaisha.


Wanita itu tersenyum melihatnya, ''mereka sangat merindukanmu'', ucapnya.


''Benarkah kalian merindukan paman???


''Ya kenapa paman lama tidak kemari, aku ingin sekali menelfon, tapi papa bilang jika paman tidak datang kemari itu karena paman sibuk bekerja'', ucap gadis kecil itu memeluk leher dokter Fahri.


''Apa menjadi dokter selalu sibuk???, kapan paman akan libur panjang, kami sangat rindu grandma dan kakek'',ucap Ryuna.


''Nanti kalau paman ada libur panjang, pasti akan ajak kalian pergi mengunjunginya, kalau tidak suruh saja grandma dan kakek datang kemari''.


''Tapi kami ingin yang mengunjungi grandma dan kakek, pergi kesana seperti pergi berlayar'', ucapnya membuat Arrumaisha dan dokter Fahri tertawa.


''Lain kali pasti akan paman bawa kalian pergi kesana lagi, bukankan kalian harus bersekolah???.


Kedua anak itu mengangguk


''Sekarang kalian main lagi ada yang ingin mama bicarakan dengan paman''.


Dokter Fahri mengernyit, menurunkan kedua keponakanya untuk bermain lagi.


Arrumaisha menatap dokter Fahri penuh tanda tanya, tapi ia tidak bicara.


''Kenapa menatapmu seperti itu, apa yang ingin kau bicarakan??, tanya dokter Fahri.


''Apa tidak ada yang ingin kakak katakan padaku???.


''Tentang apa???


Arrumaisha diam saja menunggu dokter Fahri mengatakan sesuatu hal, ''apa kakak akan menyembunyikankan dari kami???.


''Apa gadis itu mengatakannya padamu???, haahhh dia kenapa berkata jujur sekali padamu''.


''Apa benar yang ia katakan, kakak minta mbak Ratna untuk menjadi istrinya dan akan memberikan perawatan gratis pada ibunya???.


''Sebenarnya aku tidak bermaksud seperti itu???.


''Lalu'',,,Arrumaisha menatap dokter Fahri serius.


''Isha, kau tahu aku bukan orang yang tega berbuat seperti itu, aku memang ingin membantu perawatan ibunya secara gratis meski tanpa meminta syarat itu'',ucapnya


Arrumaisha masih diam menunggu dokter Fahri bicara.


''Ok baiklah, aku akui, aku merasa telah menyukainya, sejak saat bertemu waktu itu, aku penasaran dengannya, selama beberapa minggu ini aku berusaha menghilangkan bayangan dia karena aku tidak tahu, apakah aku benar-benar jatuh cinta atau hanya sekedar simpatik saja, tapi semakin lama aku menghindar, justru aku semakin ingin bertemu denganya''.


''Lalu???


''Lalu aku mengatakan hal konyol itu padanya'', dokter Fahri sesaat diam mengambil nafas, ''Isha kau tahu aku pernah mendapat penolakan darimu, tapi aku masih saja berharap kepadamu, dan sekarang kita berakhir menjadi saudara, aku hanya takut dia akan menolakku, jadi aku beralasan memberi syarat itu'', ucap dokter Fahri dengan jujur.


''Apa kakak tahu suamiku langsung tidak setuju saat aku menceritakan apa yang di katakan mbak Ratna padaku, dia tidak ingin kakak menyesal nantinya jika menikah karena sebuah syarat'', ucap Arrumaisha begitu lembut.


''Dia itu takut jika aku menggodamu, suamimu itu sangat pencemburu, apa kau bahagia hidup bersamanya???, tanya dokter Fahri.


''Dia tidak seperti dulu kak, dia mungkin benar-benar telah menyesal dengan perlakuanya kepadaku di masa lalu, dia sudah berubah, mungkin memang seperti ini takdir hidup kami, dia memperlakukanku dengan sangat baik sekarang, kakak tidak perlu kuatir lagi, sekarang kakak harus bisa membuka hati''. ucapnya


Dokter Fahri terdiam, apa yang di katakan Arrumaisha ada benarnya, sekarang saatnya dirinya untuk membuka hati, wanita yang di cintainya sekarang telah bahagia bersama suami dan anak-anaknya, ia tidak harus kuatir tentangnya lagi, dia di takdirkan bukan untuk bersanding denganya dan yang terpenting sekarang mereka adalah saudara, mereka akan selalu mendukung satu sama lain, ia menyadari bahwa dirinyalah yang mungkin memaksakan diri begitu menginginkan Arrumaisha menjadi pendamping hidupnya, hingga dia membatasi diri. Dia teringat kata-kata gadis desa itu, ''Tuhan tidak akan memberi yang kita inginkan tapi apa yang kita butuhkan''.


''Isha apa kau akan mendukungku jika aku menikahinya???.


''Yang akan menikahinya kan kakak, kenapa harus minta dukungan dariku, keputusan ada di tangan kakak dan dia, tapi jika kakak menikahinya, aku pasti kehilangan pegawai terbaikku, kau pasti akan membawanya kan???


''Jika dia tetap disini, siapa yang akan mendampingiku, suamimu tidak suka aku berkeliaran di rumahmu, kurasa suamimu sekarang menjadi budak cinta''.


''Karena itu dia tidak ingin kakak menikah dan memberikan syarat pada mbak Ratna, itu hal bodoh yang akan membuat kakak menyesal nantinya, sekarang kakak harus meluruskan ucapan kakak padanya''.


''Apa dia bekerja hari ini???


''Dia tidak pernah meninggalkan pekerjaannya, jika memang tidak ada sesuatu yang penting''.


''Aku akan bicara dengannya nanti, bagaimana dengan kehamilanmu, apa ada keluhan???.


''Seperti mereka sangat aktif di dalam''.


''Sepertinya aku harus bersiap untuk menyiapkan tim terbaik rumah sakit untuk menangani proses persalinanmu nanti''.


''Terimakasih kak''.


''Kalian sedang membicarakan apa???, tiba-tiba Ken datang dan langsung berjongkok mencium perut istrinya.


''Apa Aldo sudah pergi???, tanya Arrumaisha


''Ya dia akan pergi berkencan, ini akhir pekan''.


''Sayang sepertinya kita harus menyiapkan kado pernikahan untuknya dan pegawai terbaikku'', ucap Arrumaisha


''Kau yakin akan menikahinya??, tanya Ken.


''Tidak ada yang melarang aku akan menikah dengan siapa kan??.


''Jangan bertindak bodoh, jika tidak ingin menyesal nantinya''.


''Terimakasih sudah mengingatkanku'', jawab dokter Fahri.


''Jika kau serius menikah dengannya, aku dan istriku akan menyediakan tempat gratis di hotel milik istriku, sebentar lagi akan launching''.


''Serius, jangan pernah menarik ucapanmu''. ucap dokter Fahri


''Ya, kau tidak keberatan kan honey???, tanya Ken


''Tentu saja tidak, sekalian untuk promosi, kakak orang yang pertama'', jawab Arrumaisha


''Ok, ini kehormatan untukku, terimakasih brother'', dokter Fahri merasa senang ia tidak perlu pusing mencari tempat dan mengurus pernikahan, karena telah disiapkan untuknya.