Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
74.



Pagi sekali Aldo bangun, ia menyiapkan dokumen yang di minta atasanya, karena ia di minta menyusul ke pulau sebrang, semalam ia harus tidur sangat larut karena harus menyiapkan surat perjanjian pra nikah untuk atasan dan mantan istrinya.


Selain itu ia juga harus membujuk putri atasanya yang terus menangis, gadis kecil itu tidak bisa tidur tanpa mamanya. Ia terus merengek mencari sang mama, meski grandmanya dan juga tantenya sudah membujuknya, gadis kecil itu terus menangis hingga ia kelelahan dan tertidur.


Semalam Ken telah menghubungi Aldo agar membawa keluarganya menyusulnya ke pulau sebrang, Aldo masih tidak tahu, kenapa harus membuat surat perjanjian pra nikah dan membawa kekasihnya Reisa ikut serta.


Aldo keluar untuk berolah raga pagi terlebih dulu, hampir tiga puluh menit ia menghirup udara pagi di halaman belakang rumah berlari-lari kecil disana, tak berapa lama terlihat nyonya Sophia juga keluar dan berjalan-jalan di halaman belakang.


''Slamat pagi nyonya Sophia, apa tidur anda nyenyak??, sapanya


''Pagi Aldo, aku tidak bisa tidur, kau tahu cucuku terus terbangun dan menangis mencari mamanya, anak itu tidak bisa jauh dari mamanya, Lily terus membujuknya tapi ia terus merengek, kami bergantian menjaganya hingga ia tertidur'', ucap nyonya sophia


''Semalam tuan meminta saya untuk membawa anak-anak, nyonya dan juga nona Lily menyusulnya ke pulau sebrang, pagi ini kita akan berangkat'',


''Kenapa harus menyusul??, jadi mereka pergi ke pulau sebrang??


''Tuan ingin merayakan ulang tahun anak-anak disana, tapi tolong dirahasiakan dari mereka dulu, apa tuan Ken tidak memberi tahu nyonya jika mereka pergi kesana'' tanya Aldo


''Dia memberitahuku akan mengajak Isha berkencan, tapi tidak memberitahuku mau pergi kemana, ku pikir hanya pergi di sekitar sini saja''.


''Pulau Sebrang sangat indah nyonya, anda pasti akan suka dengan suasana di sana, meskipun disini juga indah dan nyaman''.


''Benarkah??, kalau begitu kita harus segera bersiap''.


''Silakan nyonya, saya permisi dulu''. Aldo sudah selesai berolah raga dia bergegas masuk dan melihat Ryuna, putra atasanya itu duduk sendiri di anak tangga.


''Hai jagoan, kau sudah bangun??.


''Uncle apa mamiku dan papa belum kembali???, tanyanya ia terlihat masih mengantuk


''Sepertinya belum, kenapa??.


''Sebenarnya mereka pergi kemana??, kenapa belum pulang??


''Mungkin urusanya belum selesai, jadi belum bisa pulang''.


''Apa orang dewasa memiliki urusan yang rumit, mereka tidak akan berceraikan dan meninggalkan kami disini???, tanyanya kuatir.


''Jangan mengatakan hal buruk, berdoalah memohon kebaikan untuk mama dan papa, oh ya hari ini kalian tidak pergi ke sekolah, nanti uncle yang izinkan'' ucap Aldo.


''Kenapa uncle??, apa Be sakit, ku dengar ia menangis terus mencari mama''.


''Kita semua akan pergi ke suatu tempat''.


''Kemana??, bagaimana nanti jika mami dan papa pulang ke rumah, tapi kita tidak ada??.


''Papa dan mami kalian belum akan pulang, urusannya belum selesai, apa Be sudah bangun???


''Sepertinya belum, ia terbangun dan menangis mencari mami'', ucapnya sedih dan tidak bersemangat.


''Ya sudah, kamu mandi dulu, setelah itu kamu bangunkan Be dan tante kamu, untuk segerap bersiap!!!!


Pria kecil itu mengangguk dan berbalik ke kamarnya untuk pergi mandi.


''Apa mau di bantu???, tanya Aldo tak tega, ia merasa putra penerus tuanya itu sangat kuatir tapi juga sangat mandiri.


''Tidak, aku bisa sendiri'', jawabnya sambil berlalu


Semua telah bersiap, Aldo masih harus ke pusat kota untuk menjeput kekasihnya, semalam setelah menerima pesan dari Ken, ia langsung mengirim pesan untuk kekasihnya, meski awalnya Reisa menggerutu tapi akhirnya ia mau pergi bersama, ia meminta ijin bertukar jam kerja dengan rekannya.


''Uncle kita mau kemana??, tanya gadis kecil itu, matanya terlihat sembab, karena semalam terus menangis dan kurang tidur.


''Kita mau menjemput dokter Reisa dan pergi main naik kapal laut'', jawab Aldo


''Waahhh, aku belum pernah naik kapal laut'', pria kecil itu sangat bersemangat.


''Uncle Aldo apa di pulau Sebrang ada penghuninya??, tanya Ryube penasaran


''Tentu saja, nanti kalau sudah sampai sana kau bisa lihat, sekarang kalian bisa tidur dulu, lihat matamu yang indah itu, sekarang sudah berubah seperti mata panda'', canda Aldo membuat semua tertawa.


''Tapi aku mau mama sama papa'', gadis kecil itu kembali merengek.


''Papa dan mama sedang ada urusan, nanti kalau sudah selesai kita akan bertemu disana'', jawab Aldo agar gadis kecil itu tidak merengek terus.


''Benarkah uncle??, jawab kedua anak itu hampir bersamaan.


''Makanya sekarang kalian bisa tidur dulu, grandma sama tante Lily juga masih ngantuk, semalam bergantian menjagamu Be'', ucap Lily ia menguap berkali-kali.


Syuuutttt, ''pelan-pelan saja bicaranya, sepertinya grandma Sophia sudah tidur'', ucap pria kecil itu menaruh tangan mungilnya di kaca mobil agar tidak terantuk.


Aldo melihat bagaimana perhatiannya putra atasnya itu, selain pintar dan mandiri, dia juga peduli dengan hal-hal kecil, dia sama sekali tidak mirip dengan papanya, hanya wajahnya saja yang seperti duplikat papanya.


Akhirnya mereka sampai di tempat dokter Reisa yang sudah bersiap, mereka segera putar balik melanjutkan perjalanan menuju belabuhan penyebrangan.


''Hallo tampan, kenapa semua tidur??,tanya dokter Reisa seraya berbisik


'' Halo dokter Reisa, semalam Be merengek dan menangis mencari mama, jadi mereka mengantuk kurang tidur'', ucapnya sangat pelan.


''Oohhh, kau tidak menangis di tinggal mama dan papamu di rumah??,tanya dokter Reisa.


''Aku kan laki-laki, mami bilang laki-laki pantang menangis, harus lebih kuat dari perempuan'', jawabnya lagi membuat Aldo dan Reisa tersenyum.


''Ohhhh kau sangat menggemaskan, kau harus mengizinkan papa dan mama pergi berdua, agar kamu dan Be bisa segera punya adik??.


''Papa bilang, perut mama habis di operasi, tidak boleh punya adik dulu!!!.


''Oh ya??.


''Papa bilang kami harus berdoa, agar mami sehat terus, apa sekarang mami sedang sakit dan papa membawanya ke rumah sakit??, pria kecil itu tiba-tiba sangat kuatir.


''Tidak, mama baik-baik saja, ada papa yang akan menjaganya, mungkin sekarang mama dan papa sedang berbulan madu''.


''Apa itu bulan madu??.


''Bulan madu itu, pria dan wanita dewasa yang sudah menikah pergi berdua melakukan hal-hal yang menyenangkan'', jelas Reisa


Aldo langsung menoleh pada Reisa yang duduk di kursi sebelahnya, ''dokter Rei jangan meracuni pikiranya, mereka masih anak-anak''.


''Siapa begitu, anak-anak juga harus tahu hal-hal yang orang tua lakukan, mereka akan lebih mengerti''.


Aldo tidak menjawabnya, percuma jika harus berdebat dengan kekasihnya, karena ia selalu memiliki banyak alasan yang rasional, dia fokus menyetir, karena sudah sampai di pelabuhan penyebrangan, '' kita harus membeli tiket dan mengantri masuk kapal''.


Pria kecil itu sangat penasaran, ''waaahh apa kita akan naik kapal itu???, dia sangat bersemangat membuat semua terbangun.