Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
8.



Arrumaisha segera menghapus air matanya dan mengerjakan pesanan. Pikiranya sangat tidak baik, dia ingin segera menyelesaikan pesananya dan menjemput anak-anaknya. Mantan suaminya telah datang dan membawa bukti hasil tes DNA. Dia sangat kuatir mantan suaminya akan membawa anak-anaknya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak bisa memberikan kehidupan yang baik dan layak bagi kedua buah hatinya, tubuhnya semakin hari semakin kurus, setiap bulan dia harus menahan sakit sendiri. Dia berusaha kuat dan tegar menjalani kehidupanya, namun sebenarnya dia begitu rapuh. Dia sadar ketidak berdayaannya, antara sedih atau harus senang mantan suaminya kembali dan tahu tentang buah hatinya yang dia lahirkan tanpa sepengetahuanya.


Arrumaisha segera menjemput anak-anaknya agar tidak terlambat, mantan suaminya pasti sudah menyelidiki kehidupannya dengan anak-anaknya. Seperti biasa anak-anak itu sangat senang saat keluar ruangan dan melihat mamanya sudah berdiri disana menunggunya, merekapun segera pulang.


''Sayang cuci tangan dan ganti baju dulu, mama akan siapkan makan siang kalian, setelah itu baru bobok siang ya''.


''Baik mama'', kedua anak itu bergegas berganti baju, kedua anak itu sangat mandiri, sehingga diusia empat tahun sudah bisa melakukan apa yang di suruh mamanya.


Arrumaisha tampak sedih memandangi kedua anaknya yang sedang makan, matanya berkaca-kaca, apakah dia akan berpisah dengan kedua anaknya.


''Mama, kenapa mama menangis??, tanya Ryuna


''Mama tidak menangis sayang mama bahagia kok lihat kalian makan dengan lahap'', bohong Arrumaisha


''Tapi mata mama keluar air'', sahut Ryube


''Mama baik-baik saja sayang, cepat habiskan makanya setelah ini kita istirahat siang''.


Kedua anak itu mengangguk.


Sementara setelah menemui mantan istrinya tadi pagi Ken melihat orang-orang yang sedang bekerja membangun rumah dan toko bersama Aldo.


''Bagaimana Aldo, berapa lama waktu yang dibutuhkan''.


''Ini baru dimulai tuan target saya dua bulan sudah siap huni.


''Percepat pembangunannya, tambahkan pekerja kalau bisa sebulan selesai''.


''Kenapa tuan sangat terburu-buru''.


''Aku sudah menemuinya, dan tempat tinggalnya sangat tidak layak, rumahnya sangat sempit, hanya ada satu kamar, dapur dan ruang keluarga''.


''Bagaimana reaksi nona Arrumaisha??.


''Dia mengusirku, tapi aku akan kembali kesana lagi nanti, aku akan menemui anak-anakku''.


''Saya sudah bisa menebaknya''.


''Tapi aku heran dia sama sekali tidak marah atau memakiku, dia hanya mengusirku karena dia harus bekerja''.


''Tuan tahu saya yang memesan makanan untuk para pekerja pada nona Arrumaisha, tentu saja dia sibuk''.


''Apa kau menemuinya??.


''Tidak, saya memesan melalui kasir tokonya, dan pekerja mengambilnya di toko, masakan nona Arrumaisha enak tiap hari menunya berbeda-beda, saya ikut makan disini''.


'' Oh ya??, entah kenapa Ken tidak begitu suka mendengarnya.


''Apa selama menjadi istri tuan, nona tidak pernah memasak untuk tuan.


''Dia selalu memasak tiap pagi, tapi aku tidak pernah memakannya, aku bahkan selalu menyuruhnya membuang masakanya, aku selalu bersikap buruk padanya dan itu yang aku kuatirkan, dia mungkin tidak akan pernah memaafkanku''.


''Apa tuan berniat rujuk dengan nona Arrum''.


''Anak-anakku membutuhkanku Al, jika aku menuntut hak asuh atas anak-anaku, itu pasti akan melukainya lagi, tapi aku tidak akan membiarkan mereka hidup ditempat sempit itu, apa mungkin dia menerimaku jika aku meminta rujuk, setelah aku pikir justru aku tidak punya hak atas mereka. Aku menceraikannya begitu saja tanpa memikirkan apa yang akan terjadi padanya, bahkan aku tidak memberikan apapun saat itu''.


Ken berbicara panjang tentang kehidupan bersama Arrumaisha pada asistennya, Aldo adalah orang yang dipercaya Ken untuk mengurus perusahaan selama ini, terlebih saat dia kembali ke negaranya dan mengalami depresi karena kekasihnya berselingkuh dengan saudara tirinya hingga terjadi pertengkaran dan insiden yang akhirnya menewaskan kekasihnya.


''Jika tuan ingin memperbaiki hubungan dengan nona Arrumaisha, jangan membuatnya terluka, tuan harus berusaha meyakinkan nona Arrumaisha, bahwa tuan sudah berubah sekarang. Diterima atau tidak nantinya, tujuan utama tuan ingin membahagiakan mereka. Tentang hak asuh tentu saja tuan punya hak, tapi nona Arrumaisha lebih berhak, terlepas dia nanti mau menerima tuan kembali artinya dia mau rujuk dengan tuan itu sangat bagus untuk anak-anak, tapi andaipun tidak tuan harus tetap bertanggung jawab terhadap anak-anak tuan''.


''Terimakasih atas saranmu Al''.


''Apa tuan mencintainya atau hanya sekadar kasihan padanya??


''Aku akan menemui anak-anakku Al, ku rasa mereka sudah kembali dari sekolah, awasi pekerjaan mereka biar cepat selesai''.


''Baik tuan!!.


Setelah menjemput anak-anaknya sepulang sekolah, Arrumaisha tidak bisa tidur, hingga hampir dua jam dia masih enggan bangun, dia termenung melihat kedua buah hatinya, sesekali menyeka air matanya, hingga suara ketukan pintu menyadarkanya.


tok.... tok... tok....


Arrum segera berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk membasuh mukanya, kemudian bergegas membuka pintu.


''Hai'', sapa Ken tersenyum manis padanya, namun Arrum sedikitpun tidak membalasnya.


''Apa anak-anakku sudah pulang dari sekolah, kenapa sepi??, tanya Ken


''Mereka sedang tidur siang, masuklah!!!, seru Arrumaisha kemudian.


Ken nampak terpaku mendengarnya, tadi saat dia datang menemuinya diusir, tapi sekarang dengan suara lembut wanita di depannya mempersilakan masuk.


''Apa anda mau menunggu sampai mereka bangun??


''Tentu saja, tidak masalah'', mereka tampak canggung.


''Silakan duduk, saya harus membuat pesanan untuk sore ini.


''Trimakasih, jawab Ken seakan tidak percaya mantan istrinya itu mengizinkanya menemui anak- anaknya begitu saja.


Arrumaisha bergegas ke dapur, membuat pesanan untuk makan sore pekerja, Arrumaisha mencoba bersikap biasa.


''Apa yang kau kerjakan??, tanya Ken membuka obrolan dan mengikutinya ke dapur.


''Saya sedang memasak, ada pesanan makan sore untuk pekerja bangunan''.


Ken mengamati mantan istrinya yang cekatan dalam memasak, bau masakan juga harum, keringat membasahi wajahnya, tubuh kurus itu bergerak kesana kemari.


''Apa tiap hari kau ada pesanan seperti ini??


''Tidak, ini pesanan mungkin untuk bulan ini saja, biasanya hanya membuat kue di jual di toko''.


''Kenapa tidak melanjutkan kuliah??, tanya Ken, ''bukankah kau dulu masuk fakultas kedokteran dan baru semester pertama saat kita menikah dulu'', ucapnya lagi


Arrumaisha menghentikan pekerjaanya, dia menatap mantan suaminya tajam, dia ingin sekali marah tapi rasanya percuma.


''Aku hamil dan aku harus menjaga kehamilanku, kondisiku tidak terlalu baik, kata dokter aku terlalu muda untuk hamil, terlebih aku hamil bayi kembar, aku hampir tidak bisa bangun'', jelas Arrum.


Ken nampak terdiam mendengarnya, raut mukanya berubah seketika, dia begitu menyesal.


''Kenapa tidak mencariku dan memberitahuku??


''Kita sudah berpisah tuan, bukankah anda tidak pernah menginginkan saya, anda yang minta saya menjauhi tuan, anda mempunyai kekasih dan sudah bertunangan bahkan berencana menikah, kita tidak saling mencintai, anda punya kehidupan sendiri begitu juga denganku, saya tidak ingin merusak kehidupan dan kebahagian orang lain!!.jelasnya


Jawaban Arrum sangat menusuk dada Ken, ''merusak'' kata-kata itu membuatnya perih di dada, dirinyalah yang merusak kehidupan Arrumaisha.


''Kenapa sampai pindah kesini, bukankan kota ini jauh dari ibu kota??, tanyanya lagi


''Aku tidak punya siapa-siapa disana, bibi tidak mau menampungku, paman di penjara karena membuat perusahaan merugi, aku hanya punya sedikit uang tidak cukup untuk membiayai kuliah, aku juga tidak sanggup membayar orang untuk menjaga anak -anakku. Aku takut kalau mereka di culik dan di jual, jadi aku memutuskan untuk hidup di sini, ibuku berasal dari kota ini'', ucap Arrum jujur.


Tiba-tiba seorang anak kecil keluar dari kamar dan menangis kencang.


''Mama.... mama.... jangan tinggalin Be'', Ryube menangis sesenggukan dengan mata tertutup