Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
18.



Pagi ini Arrumaisha bersiap lebih awal, setelah seharian kemarin berdiam dirumah bersama kedua anaknya, kemarin Ken hanya sebentar mengunjungi anak-anaknya dan lebih banyak di rumahnya untuk melihat tukang menata rumah bersama Aldo, dia sudah tidak sabar ingin pindah dan memboyong anak-anaknya, dia juga ingin memberikan kejutan pada mantan istrinya ketika dia kembali dari urusanya.


Pagi ini Ken datang dan akan mengantar kedua anaknya ke sekolah.


''Pagi anak-anak, kalian sudah siap ke sekolah hari ini!!!, sapa Ken saat masuk ke rumah Arrumaisha.


''Papa....'', sapa Ryube yang masih menikmati sarapan paginya, sedang Ryuna tampak santai menikmati sarapan.


''Kau sudah datang'', sapa Arrumaisha.


''Apa kau sudah mau berangkat, kau tidak mau ku antar??, tanya Ken.


''Aku masih menunggu taxi, tolong jagalah anak-anak saja, aku tidak ingin merepotkan, sekali lagi trimakasih'', ucap Arrumaisha.


''Baiklah, aku pasti akan menjaganya, jangan kuatir''.


''Anak-anak apa kalian sudah siap berangkat??


''Ya papa'', jawab Ryube.


''Sayang selama mama pergi kalian jangan nakal ya, patuh sama papa dan jangan merepotkan'', ucap Arrumaisha pada kedua buah hatinya. Semalam dia telah memberitahu kedua anaknya, kalau dia akan pergi selama beberapa hari.


''Mami cepat pulang ya, dan hati-hati mami, aku akan merindukan mami'', ucap Ryuna.


''Sini mami peluk dulu'', Arrumaisha bergantian memeluk kedua anaknya, ''kalian jaga diri, mami pasti juga akan merindukan kalian'', ucapnya sedih. ''Berangkat sana sama papa'', Arrumaisha melepas pelukan.


''Hati-hati, cepatlah pulang!!!, ucap Ken membawa kedua anaknya menuruni rumah toko, mengantarkan kedua anaknya menuju sekolah, diikuti Arrumaisha dari belakang, dia juga turun menunggu taxi di toko miliknya.


Ken membuka pintu mobil mendudukan kedua anaknya, mereka melambaikan tangan pada Arrumaisha


''Dada mama, dada mami i love you'', ucap mereka.


Arrumaisha membalas seruan mereka dengan lambaian tangan, matanya berkaca-kaca, dia hampir tidak pernah meninggalkan kedua anaknya, tapi hari ini dia akan menjalani operasi dan akan tinggal di rumah sakit sampai dia sembuh, dia hanya bisa berharap operasinya lancar dan akan segera sembuh dan pulang berkumpul bersama kedua anaknya.


Ken memberi isyarat pada Aldo yang akan mengikuti kemana Arrumaisha pergi hari ini, dia sudah bersiap di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan dekat toko Arrumaisha.


Arrumaisha masih berbincang dengan Ratna, ''tolong jaga toko ya mbk, aku akan pergi beberapa hari'', ucapnya


''Saya akan menjaganya mbk, mbak Arrum mau kemana??, bagaimana dengan si kembar??, tanya Ratna.


''Mereka sama papanya, doakan semoga lancar semuanya''.


''Aamiin, semoga urusan mbak Arrum cepat selesai''.


''Terimakasih mbak Ratna''.


Tak berapa lama taxi yang dipesan datang


''Mbak Arrum itu taxinya sudah datang!!, kata Ratna.


''Ya sudah aku berangkat dulu ya'', ucap Arrum sambil melambaikan tangan.


''Hati-hati ya mbak'', Ratna melambaikan tanganya.


Arrumaisha segera masuk ke dalam taxi, ''Rumah sakit kota pak'', ucapnya pada sopir taxi.


''Baik mbak''.


Taxi itu segera putar balik dan melaju menyusuri jalanan menuju rumah sakit pusat kota.


Sementara Aldo yang melihat taxi keluar dari halaman toko milik Arrumaisha segera mengikutinya dari belakang.


Perjalanan yang ditempuh hampir dua jam, hingga akhirnya taxi itu belok ke rumah sakit kota, menurunkan Arrumaisha di lobi rumah sakit.


''Sudah sampai mbak'', kata sopir taxi.


''Terimakasih pak'', Arrumaisha segera turun dan memasuki rumah sakit setelah membayar.


Aldo juga telah sampai di rumah sakit, dia segera memarkirkan kendaraanya dan mencari Arrumaisha yang telah masuk ke dalam lebih dulu, tak lupa Aldo mengenakan topi dan masker.


Aldo melihat Arrumaisha masih berbincang dengan seseorang di bagian informasi, Aldo mengawasinya dari jarak yang tak begitu jauh, rumah sakit sangat ramai.


''Apa yang dilakukan nona Arrum di rumah sakit?? apa dia sakit??, gumam Aldo.


Dokter Fahri telah mendaftarkan Arrumaisha lebih dulu, Arrumaisha telah masuk ke dalam kamar perawatan terlebih dulu untuk menunggu waktu operasi yang sudah di jadwalkan oleh dokter Fahri.


''Maaf mbak, kalau tidak salah tadi saya lihat tetangga saya mendaftar di sini dan sudah di bawa perawat, apa dia sakit??, tanya Aldo.


''Yang mana kak???,


''Namanya Arrumaisha'', jelas Aldo


''Maksudnya nyonya Arrumaisha, pasien dokter Fahri dia akan menjalani operasi pengangkatan miom dan kista nanti siang'', jawab perawat


''Apa sudah lama dia sakit mbk??.


''Ya dia sebelumnya pasien dokter Burhan, sekarang ditangani oleh dokter Fahri, pengganti dokter Burhan''.


''Kamarnya sebelah mana ya mbk??


''Kamar mawar-1 kak'', jawabnya tanpa rasa curiga.


''Terimakasih mbak'', Aldo segera mencari kamar dimana Arrumaisha menunggu waktu untuk operasi siang ini. Aldo mencari-cari kamar 'Mawar-1', dia berjalan di lorong rumah sakit dan akhirnya menemukan kamar 'Mawar-1', Aldo ingin memastikan terlebih dulu di kamar itu memang benar Arrumaisha mantan istri bosnya, dari balik kaca jendela kamar terlihat Arrumaisha yang sudah berganti pakaian sedang duduk bersandar di ranjangnya, tidak ada siapapun yang menemaninya. Wajahnya terlihat sayu. Aldo kemudian pergi menjauhi kamar tersebut saat dia melewati ruangan, seorang dokter muda keluar bersama perawat.


''Dokter pasien anda nyonya Arrumaisha sudah masuk ruang perawatan, jadwal operasinya siang ini'', ucap perawat itu.


''Ok, bagaimana keadaannya'', tanya dokter itu? Perawat itu menjelaskan kondisi Arrumaisha.


Aldo mengeluarkan ponselnya mencari nama bos di kontaknya.


Sementara itu Ken sedang menunggu menjemput kedua anaknya dari sekolah.


Dreetttt.... getar ponsel, Ken segera mengangkatnya, terlihat nama Aldo disana,


''Ya Aldo ada informasi apa???,


''Tuan, nona masuk rumah sakit, hari ini nona akan menjalani oprasi'', ucap Aldo pelan dalam sambungan telepon.


''Apa....!!!!!, kau tidak salah memberikan info kan??? tanya Ken tidak percaya, raut mukanya seketika tegang.


''Tidak tuan, saya sudah memastikanya, menurut perawat bagian informasi nona sudah lama menjadi pasien dokter Burhan, dan selama ini melakukan rawat jalan, sekarang di gantikan oleh dokter Fahri''.


''Tuan sebaiknya datang kesini menemani nona, kasihan nona sendirian dia tidak punya keluarga, terlebih saat ini nona sedang sakit, dia butuh seseorang untuk bersandar, biar nanti si kembar sama saya'', ucap Aldo.


''Ok aku akan segera kesana, aku masih menunggu anak-anakku keluar sebentar lagi, jam berapa oprasinya???, tanya Ken


''Menurut perawat tadi, siang ini tuan'', jawab Aldo


''Ok kamu awasi dia dulu, siapa tahu dia butuh bantuan''.


''Siap tuan''.


Ken menutup teleponnya, Ken menarik nafas panjang hahhhh.


''Isha kenapa kau tak memberitahukan kalau kau sakit selama ini, kenapa kau harus berpura-pura kuat, kenapa kau menyembunyikan semua dariku, apa kau tidak bisa mempercayaiku lagi??, guman Ken.


Ken keluar dari mobil tatkala melihat anak-anak keluar kelas.


''Papa....., seru Ryube yang keluar menggandeng Ryuna, pria kecil itu terlihat lesu.


''Halo anak-anak, kenapa jagoan papa terlihat lesu??, tanya Ken yang melihat putranya nampak tidak bersemangat.


''Papa, aku mau mami'', ucap Ryuna berkaca-kaca ingin menangis tapi dia tahan.


Seketika Ken terpaku, baru beberapa jam di tinggal mamanya, Ryuna sudah kepikaran mamanya.


''Baiklah kita akan menyusul mama bagaimana??


''Iya aku mau pa'', seru Ryuna senang


''Aku juga mau papa, mama dimana??, tanya Ryube.


''Mama ada di rumah sakit, mama sedang sakit, kita akan menemani mama disana, tapi kalian tidak boleh rewel nanti, karena mama harus istirahat ok'', ucap Ken.


Kedua anak itu mengangguk, dan Ken segera membawa kedua anaknya menuju mobil dan berangkat ke rumah sakit.