
''Hallo anak-anak papa pulang!!!, sapa Ken sambil mencomot satu kue di piring dan langsung memasukanya ke mulutnya, ''emmm enak'' ucap Ken dengan mulut penuh.
''Papa, Be mau berenang ditemani papa!!!, rengek Ryube, gadis itu sangat manja pada papanya tidak seperti Ryuna putranya yang sangat mandiri.
''Kenapa tidak minta di temani mama???, ucapnya sembari duduk di samping Arrumaisha, Ken pura-pura tidak tahu kalau mantan istrinya tidak bisa berenang.
''Mami kan tidak bisa berenang pa, nanti kalau tenggelam bagaimana??, jawab Ryuna dengan jujur.
Arrumaisha membeliakkan matanya, membuat nyonya Sophia tertawa, cucunya sangat jujur.
''Benarkah, papa akan mengajari mama bagaimana???
''Iya pa ajari mami, biar kita semua bisa berenang'', seru Ryuna membuat Ken bersemangat.
''Sayang kalian di temani papa saja ya, mami tidak bisa'', tolaknya.
''Kan ada papa yang ajari mama, tidak usah takut'', ucap putrinya menyemangatinya.
''Grandma mau istirahat ya, kau temani mereka'', ucap nyonya Shopia segera beranjak pergi meninggalkan mereka berempat, nyonya Shopia ingin memberikan ruang untuk keluarga kecil itu, dia beranjak ke kamar untuk istirahat.
''Aku akan mengajarimu, lihatlah anak-anak kita, aku hanya mengajarinya beberapa kali, sekarang mereka sudah bisa berenang'', ucap Ken menyakinkanya.
''Aku.... tidak.....'' Arrumaisha tidak melanjutkan bicaranya, Ken menarik tangan Arrumaisha membawa ketepi kolam.
''Jangan menunjukan keenggananmu di depan anak-anak'', bisik Ken di telinga Arrumaisha, kemudian pria itu melepas pakaiannya di depan Arrumaisha tanpa rasa malu dan hanya menyisakan ****** ***** saja, terlihat otot-otot perutnya, lalu Ken melempar pakaiannya ke kursi yang di duduki nyonya Shopia tadi dan segera melompat ke dalam kolam.
Arrumaisha tertegun malu, namun air kolam menyembur mengenai pakaiannya hingga basah, ia segera tersadar.
''Mami ayo, mami pasti bisa, papa akan mengajari mami sampai bisa'', ucap Ryuna
''Iya mama ayo!!!!!, teriak gadis kecil itu, membuat Arrumaisha tidak tega mengabaikanya, kedua anaknya begitu bersemangat.
''Lihatlah ini tidak begitu dalam, hanya setinggi bahu saja'', ucap Ken mendekati Arrumaisha yang masih berdiri di tepi kolam, lalu mengulurkan tangannya seperti meminta bantuan hendak keluar kolam.
"Mami sangat payah'', ucap Ryuna
"Uhuk... uhuk, mami sudah bilang tidak bisa berenang'', Arrumaisha hendak naik ke atas, namun Ken menahanya dan malah mendekapnya dari belakang, tidak peduli dengan mata Arrumaisha yang melotot padanya, Ken tersenyum dia benar-benar tak begitu mengenal sosok mantan istrinya selama ini, baru kali ini wanita itu berani melotot padanya, namun bagi Ken itu reaksi yang tidak pernah di buat-buat, wanita itu selalu apa adanya, dan sekarang Ken baru menyadarinya, dirinya telah jatuh hati pada mantan istrinya, semua yang dilakukan terlihat natural.
"Sudah terlanjur basah, kita temani mereka berenang, ayo kuajari''. Arrumaisha tak bisa menolak, diapun menurut untuk belajar berenang bersama Ken, anak-anak begitu gembira bisa bermain bersama kedua orang tuanya di kolam renang, kedua anak itu naik ke punggung Ken. Mereka bermain dengan seru, Ken merasa bahagia saat ini, karena tidak ada orang yang mengganggu keseruan mereka, dia berkali-kali memeluk tubuh kurus yang hanya terbalut dress selutut yang menempel mengikuti lekuk tubuh kurusnya, tiba-tiba hujan pun turun dengan derasnya, kedua anaknya langsung naik untuk mandi, karena mereka sudah terlalu lama berenang dan kedinginan, kini hanya tinggal Arrumaisha dan Ken yang tidak mempedulikan hujan yang turun semakin lebat, Ken masih mengajari Arrumaisha berenang.
Ken benar-benar tak melepaskan kesempatan berdua dengan Arrumaisha, dia terus mengajari mantan istrinya berenang, tiba-tiba Ken memeluk erat mantan istrinya, dia tidak bisa lagi menahan hasratnya, Ken memberanikan diri mencium bibir yang mulai kedinginan, Arrumaisha ingin meronta tapi tidak bisa, tenaganya tidak sebanding dengannya, Ken mendekapnya dengan erat dan menciumi leher Arrumaisha membuatnya meremang, ''aku mencintaimu Isha, aku menginginkanmu'', ucap Ken tak bisa menahan kejolak di dada.
Hujan deras membuat Arrumaisha tak begitu mendengar ucapan Ken, ''Apa???? Arrumaisha menatap Ken tajam sesekali menyeka air hujan yang jatuh di wajahnya, Ken yang sudah penuh dengan hasrat terpendamnya, dia memegangi wajah Arrumaisha dan menyingkirkan rambutnya yang menutupi wajahnya, ''Aku mencintaimu'' ucapnya dengan keras
Arrumaisha tidak percaya pria di depanya mengatakan hal konyol, tentu saja itu kata-kata konyol, karena selama satu tahun hidup bersamanya jelas-jelas pria di depan mengatakan tidak akan pernah jatuh cinta padanya dan selalu mengejeknya tak lebih cantik dari kekasihnya.
''Aku mencintaimu Isha!!!, ucapnya lagi. ''Sungguh!!!!!, aku tidak bisa lagi memedamnya, jangan acuhkan aku, aku mohon berilah aku kesempatan hidup bersamamu, tolong maafkan aku, aku berjanji akan menjadi pria yang baik untukmu dan papa yang baik untuk anak-anak kita, aku akan bertanggung jawab atas semua yang kulakukan padamu'' ucapnya penuh permohonan. Saat bersamaan ketika Arrumaisha melihat kesungguhan di mata Ken, kilatan petir menyambar sekeliling mereka, Arrumaisha terkaget dan memeluk Ken seketika, membenamkan wajahnya di leher Ken. Ken membelai rambutnya lalu membawa Arrumaisha ke sudut kolam.
''Sudah cukup latihannya, aku mau membersihkan diri'', ucap Arrumaisha berusaha melepaskan diri dari kungkungan Ken.
Sekali lagi Ken tak menyia-nyiakan kesempatan berdua, dia mencium bibir merah yang sudah kedinginan, menyalurkan kehangatan untuknya dalam waktu yang lama. Arrumaisha terbawa suasana, entah kenapa dia juga tidak bisa menahan diri, dia hanya bisa pasrah menerima cumbuan Ken yang mengungkungnya disudut kolam.
''Mami aku sudah selesai man... di!!!, suara pria kecil itu mengagetkan kedua pasangan yang sedang berciuman penuh hasrat, bahkan tadi Ken berani meremas pantatnya karena dress yang Arrumaisha kenakan menyingkap ke atas.
Arrumaisha buru-buru melepasnya dan berusaha naik keluar dari kolam, meninggalkan Ken yang masih belum puas menciumnya.
''Papa kenapa mencium mami di kolam??? tanya pria kecil itu dengan polos.
''Mami kedinginan'', jawabnya santai membuat Arrumaisha yang melangkah meninggalkan kolam, ''kau mengganggu saja!!! guman Ken sedikit kesal karena hasratnya yang tertahan, dan mengikutinya keluar dari kolam memungut pakaianya dan berjalan ke kamar mandi.
''Mama Be lapar'', teriak putrinya yang baru selesai membersihkan diri di bantu oleh pelayan rumah.
''Tunggu sebentar, nanti mama masak untukmu'', gadis itu menurut duduk di sofa menunggu sang mama yang masih membersihkan diri.