
Beberapa hari setelah obrolan antara Ken dan asistenya Aldo, Ken mendapatkan selembar kertas yang berisi daftar kencan dari Aldo.
''Apa ini??? tanya Ken
''Daftar kencan untuk tuan dan nona Isha''. jawab Aldo santai.
''Sebanyak ini, apa aku harus melakukan semua???
''Tuan bisa pilih sendiri, itu hanya cara kencan yang biasa di lakukan pasangan pada umumnya''.
Ken membaca satu demi satu daftar kencan yang di tulis Aldo, dari mengantar anak ke sekolah bersama, lalu pergi jalan-jalan berdua, shopping, nonton film, pergi ke taman hiburan, dan lainya serta di akhiri dengan makan malam romantis.
''Aku butuh berapa hari untuk melakukan itu???
''Hanya satu hari saja tuan, dari pagi hingga malam lalu pulang ke rumah'', apa tuan tidak pernah berkencan sebelumnya??, tanya Aldo
''Aku tidak pernah melakukan hal konyol seperti ini'', jawab Ken cuek.
''Lalu apa yang tuan lakukan saat dulu berkencan dengan kekasih tuan???
''Kau tahu aku sibuk mengurus bisnisku disini, dan Rachel juga sibuk sebagai model serta jauh dariku, kami melakukan pertunangan bisnis, jadi dia hanya menemaniku dalam pertemuan bisnis, dan kami jarang bertemu apalagi melakukan hal seperti ini'', jelas Ken kesal lagi-lagi dia harus mengingat Rachel, kekasihnya yang menghianatinya dan sudah tiada.
Peffff, Aldo tidak bisa menahan tawanya.
''Kenapa kau tertawa, apanya yang lucu, dan lagi apa ini pergi ke tanan hiburan, ke kanak-kanakan sekali'', ucap Ken sedikit kesal.
''Maaf bukan seperti itu maksud saya, tuan harus melihat siapa sekarang pasangan tuan, jika dulu kekasih tuan hampir seumuran dengan tuan dan dia seorang wanita yang memiliki karir dan bisa di bilang dia public figur, sudah pasti sibuk dan terkenal, tapi sekarang pasangan anda nona Isha, dia wanita biasa yang tidak terkenal seperti tunangan tuan sebelumnya, nona sudah hidup menderita sejak kecil, dan saat dewasa ia menghabiskan waktunya untuk berjuang bertahan hidup dan merawat anak-anak, nona bahkan menutup diri dari dunia luar, dan lebih parah lagi nona Isha tidak tahu siapa diri tuan, jadi saya rasa nona butuh hiburan, suasana tenang dan nyaman bersama seseorang yang bisa di jadikan sandaran''.
Ken terdiam dan mencerna apa yang di katakan Aldo ada benarnya.
''Buatlah nona Isha merasa nyaman di sisi tuan, karena nona Isha mempunyai pendirian yang kuat, dan lagi tuan dan nona berasal dari negara yang berbeda, tentu punya banyak perbedaan pandangan dan persepsi, saya hanya menuliskan beberapa hal yang umum dilakukan pasangan muda saat berkencan, dan itu yang banyak di lakukan pasangan muda disini''.
''Apa kau pikir aku anak muda, aku tidak akan melakukan hal seperti ini'', tolak Ken
''Tuan memang tidak muda lagi, tapi nona masih muda, usia nona baru 22 tahun kan, tuan harus nenyesuaikan diri denganya, meskipun sekarang nona Isha sudah memiliki dua anak, akan tetapi nona terlihat semakin cantik dan anggun, orang tidak akan pernah mengira nona sudah memiliki dua orang anak, aku penasaran apa dulu nona pernah punya pacar dan pergi berkencan'', ucap Aldo membuat Ken tak suka
''Dia sudah mau 23 tahun, tahun ini, jawab Ken sarkas
''Tetap saja usia nona jauh lebih muda dari tuan, usia yang matang untuk memulai karir dan berkumpul serta bersenang-senang bersama teman dan sahabat ataupun dengan kekasihnya, dan bersiap untuk menikah''.
''Mulai sekarang perlakukan nona dengan romantis, beri perhatian kecil setiap hari, dan tidak usah mengungkit ataupun membicarakan kekasih masa lalu tuan, terlebih saat bersama nona Isha, dia sudah tenang dialamnya, sekarang hanya ada masa depan tuan dan nona Isha juga anak-anak, tuan ingin nona Isha dan anak-anak kembali, jadi jangan jual mahal''.
''Aku tidak jual mahal, bahkan aku pernah memohon padanya, aku dan mommy beberapa kali membicarakanya tapi dia sampai sekarang tidak ada keputusan'', ucapnya terlihat kesal.
''Saya tahu, ini memang sulit untuk wanita yang sudah kehilangan kepercayaan, tuan harus sabar dan tetap berusaha menghadapi nona Isha, apa tuan sudah membeli cincinya??, tanya Aldo.
''Aku akan membelinya nanti''.
''Apa tuan sudah memberitahu nyonya Sophia dan nona Isha??.
Ken hanya menggeleng, ''momny sudah pasti akan mendukungku, dari awal ia sangat berharap kami segera rujuk, tapi aku belum memberitahunya, dan juga Lily, aku tidak ingin Lily tahu bahwa kami sebenarnya sudah bercerai, sebenarnya Lily sendiri sedang ada masalah, karena dia mau tidak mau harus menerima perjodohan dengan anak rekan bisnis daddy, karena aku menolak untuk bertunangan dan menikahi wanita pilihan keluargaku, aku ingin masalah keluargaku segera selesai, agar tidak ada yang mengusik anak-anakku nantinya''.
''Nona Lily mau di jodohkan??, apa nona Lily mau??? tanya Aldo merasa kasihan.
''Sebenarnya dia menolak dan kabur kesini, dia bahkan ingin menetap disini, tapi aku tidak setuju, daddy dan keluarga ibunya pasti tidak akan tinggal diam, mereka pasti sudah mengirim orang untuk mencarinya, aku merasa ini adalah karma keluargaku, ini seperti karma turun temurun, daddy meninggalkan mommy demi menikahi wanita lain, karena kepentingan bisnis, aku menikahi Isha hanya sebagai syarat, lalu menceraikanya begitu saja, dan sekarang Lily juga harus mengalami hal yang sama. Kemana harusnya aku membawanya berkencan??
''Terserah tuan, saya sarankan untuk pergi ke pulau sebrang, disana banyak tempat yang indah yang bisa dikunjungi'', jelas Aldo
''Aku rasa ini tidak akan cukup sehari??.
''Tuan bisa mengajak nona untuk beberapa hari, jika nona tidak keberatan itu tidak masalah''.
''Bagaimana kalau dia menolak untuk pergi, aku yakin dia tidak tega untuk meninggalkan anak-anak di rumah, apa tidak sebaiknya aku membawa anak-anak juga??
''Tuan harus bisa meyakinkan nona Isha, mintalah kesempatan sekali lagi pada nona, katakan ini bukan hanya untuk kebaikan tuan saja, tapi untuk anak-anak dan nona Isha sendiri, tidak masalah jika tuan mengajak anak-anak, tapi itu bukan kencan melainkan picnic keluarga''.
''Kau tahu dia hampir tidak pernah meninggalkan anak-anak, apa kau ingat saat Isha masuk rumah sakit, belum sehari saja kedua anakku sudah merengek minta menyusulnya''.
Aldo tampak diam berfikir, '' bagaimana jika tuan dan nona Isha pergi dulu, jika memang nanti anak-anak tidak baik-baik saja setelah satu atau dua hari saya akan membawa si kembar dan juga nyonya Sophia dan nona Lily menyusul tuan dan nona Isha''.
Ken nampak menganggukkan kepalanya tanda setuju, ''begitu lebih baik, tidak perlu membuatnya gelisah, setelah dua hari, bawalah mereka menyusulku, aku tidak yakin bisa melakukan semua yang di daftar ini dalam waktu satu hari, perjalanan kesana juga butuh waktu, ajak juga pacarmu, Isha pasti akan senang'' ucap Ken bersemangat.
''Saya tidak bisa berjanji bisa mengajaknya, dia terikat dengan pekerjaan''.
''Ya sudah terimakasih Aldo, satu lagi percepatan pembangunan hotel, jika Isha mau menerimaku kembali, aku akan mengadakan pesta pernikahan disana''.
''Siap tuan, semoga tuan berhasil mengajak nona Isha rujuk''.