Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
85.



''Are you seriously???, Ken tidak percaya begitu saja.


''Aku juga baru diberitahu tadi, aku tidak menyangka ayahku memiliki perasaan pada ibu anda di usia yang tidak muda lagi, bahkan mereka baru bertemu kemarin, aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu sejak aku dilahirkan, selama ini ayah hanya fokus pada pekerjaan dan anak-anaknya, sekarang ia ingin menghabiskan sisa umurnya disini bersama ibu anda'', jelas dokter Fahri.


Ken merasa sedikit kasihan dengan pria disampingnya, dia berfikir sedikit lebih beruntung bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya saat masih kecil, meskipun setelahnya harus mengalami perlakuan buruk dari ibu tirinya. Ken kembali teringat kedua anak kembarnya yang lahir tanpa ada dirinya disisinya, bahkan ia tidak tahu jika telah memiliki anak dari wanita yang yang ia nikahi hanya karena sebuah syarat yang tidak pernah ia anggap, tapi sekarang Ken sadar, ia telah jatuh cinta dengan istrinya entah sejak kapan cinta itu bersemayam di relung hatinya, hingga ia merasa takut kehilangan.


''Apa anda akan mendukungnya???, tanya Ken


''Anda sendiri bagaimana??? dokter Fahri balik bertanya


Ia tak menjawab, hanya mengangkat bahunya, Ken merasa sedikit gusar, jika ibunya menikah dengan dokter Burhan yang merupakan ayah dari pria yang megaggumi istrinya, mereka akan menjadi sebuah keluarga besar, ia tahu bagaimana hubunganya dulu dengan saudara tirinya Mark yang tega menikungnya dari belakang, menjalin hubungan dengan tunanganya dan berakhir kehilangan wanita yang ia cintai, Ken merasa kuatir dan takut jika kejadian yang menimpanya terulang kembali.


''Setiap orang berhak untuk bahagia dengan pilihannya, jika ini pilihan mereka, kita bisa apa, seperti istri anda, dari awal cintanya bukan untuk saya, ia memilih hidup sendiri dalam kesusahan'', ucapan dokter Fahri membuat Ken menyadari satu hal bahwa istrinya begitu setia, tidak membuka hati pada pria manapun, meski ia telah menghancurkan masa depannya, tidak seperti tunanganya yang yang tega menghianatinya, berselingkuh dengan saudara tirinya Mark, sampai sekarang mereka telah memutuskan hubungan.


''Aku punya pengalaman buruk memiliki saudara tiri, aku tidak yakin jika mereka memutuskan bersama, tidak ada yang bisa menjaminnya apa yang akan terjadi''. ucap Ken


''Anda kuatir akan sesuatu???, apa anda tahu semua yang terjadi adalah campur tangan Tuhan, pertemuan dan perpisahan adalah kehendaknya, tidak ada yang abadi di dunia ini, kita sebagai manusia biasa hanya menjalaninya''. ucap dokter Fahri


Kedua pria itu terus mengobrol cukup lama, membuat Arrumaisha dan Lily mengantuk menunggunya, kedua anak kembarnya telah tertidur lelap di sofa, sedangkan dokter Burhan dan nyonya Sophia juga mengobrol berdua di ruang lain.


''Isha, kenapa mereka lama sekali??, tanya Lily


''Entalah, huuuaahhh aku sudah mengantuk'', jawabnya


''Apa kau tahu waktu itu aku satu pesawat dengan dokter Fahri''. ucap Lily


''Oh ya, apa dia orang yang kau maksud tampan itu??, tanya Arrumaisha.


Lily tersenyum malu dan mengangguk, ''dia memang tampan kan?, wajahnya terlihat bersinar dan penyabar''.


''Apa kau menyukainya??


''Aku bukan tipenya, mungkin aku hanya mengagguminya, aku tahu dia menyukai perempuan sepertimu, cintanya hanya untukmu, sampai-sampai hampir terkena serangan jantung tadi''. ucap Lily


Arrumaisha terdiam sesaat dan mendesah ''haaaaahhhh, jodoh itu sudah ditentukan, sebesar apapun cinta kita kalau bukan jodoh, tidak akan pernah bisa bersama, dan sesulit apapun keadaanya, jika sudah jodoh pasti akan bersama'', tutur Arrumaisha lembut


''Seperti kau dan Ken???


''Ya, mungkin aku dan Ken ditakdirkan bersama, aku dan Ken tidak pernah saling mencintai, kami sudah bercerai hampir 6 tahun lalu, tapi pada akhirnya kami kembali menikah, atau mungkin seperti mommy Sophia dan daddymu, seberapa besar cinta mereka, pada akhirnya mereka berpisah juga, memilih hidup dengan caranya masing-masing, atau seperti dokter Burhan yang setia, memilih sendirian membesarkan anak-anaknya, mungkin juga seperti kisah Romeo dan Juliet''.


''Aku merasa Ken sangat beruntung mendapatkan wanita sepertimu, kau lembut, sabar dan penyayang juga pemaaf, Ken pernah bilang kau wanita yang kuat meski dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun, dia memintaku banyak belajar darimu''.


''I think yours love story is like cheese and chocolate, kalian memiliki rasa yang berbeda, tetapi setelah di padukan akan memiliki cita rasa yang lezat dan banyak disukai'', ucap Lily


''Itu nama toko kue dirumah???, ucap Arrumaisha tersenyum


''Kenapa kau menamainya begitu???,tanya Lily


''Karena aku hanya bisa membuat kue, aku terinspirasi dari anak-anakku, mereka memiliki selera yang berbeda meski terlahir kembar, Ryube lebih suka keju dan alergi coklat, sedang Ryuna suka sekali dengan semua yang berbau coklat, dia selalu diam-diam menghabiskan coklat sendirian''.


''Tapi mereka berdua sangat menggemaskan, mereka benar-benar duplikat Ken dengan versi yang berbeda'', ucapnya


''Iya, aku yang mengandung dan melahirkannya, tapi sedikitpun tidak ada aku di wajah mereka''. ucapnya sembari membelai rambut kedua anak kembarnya yang tidur pulas di pangkuan.


Beberapa saat kemudian Ken dan dokter Fahri terlihat menuruni tangga.


'' Apa yang kalian bicarakan'', tegur Ken yang langsung mengangkat tubuh putrinya dan duduk di samping istrinya.


Arrumaisha sedikit heran, melihat suaminya dan seniornya yang terlihat akrab, ''Kalian berdua lama sekali, kami sampai mengantuk'', ucap Arrumaisha cemberut


''Honey kau tidak boleh tidur malam ini'', bisik Ken sembari mengedipkan matanya.


''Kenapa tidak kau pindahkan di kamar saja, mereka tidak nyaman tidur di sofa'', ucap dokter Fahri


''Tidak apa-apa kak, sebentar lagi kita juga pamit''.


''Kemana mommy??, tanya Ken yang tidak melihat keberadaan mommynya


''Dia sedang berbicara dengan dokter Burhan??, ucap Lily


''Biarkan mereka tidur disini, bukanya kalian berdua ingin menikmati malam pertama''. goda dokter Fahri.


Arrumaisha membeliakan matanya, ''kakak harus istirahat, jangan lupa periksakan kesehatan kakak'', ucap Arrumaisha.


''Apa kau mengkuatirkanku??, suamimu akan cemburu jika kau perhatian pada pria lain, aku hanya belum makan sejak pagi tadi, dan pagi-pagi sekali harus menyebrang kesini''. jelasnya


'' Honey jangan pedulikan dia, kau hanya boleh pedulikan aku saja'', Ken berlagak cuek seperti sedang cemburu, tapi justru membuat semua tertawa.


''Hai nona Lily, apa anda menyukai suasana disini???, tanya dokter Fahri berbasa-basi


Lily tersenyum dan mengangguk, entah kenapa suaranya seperti tercekat saat dokter Fahri mengajaknya bicara, jantungnya berdebar-debar, Lily segera menepisnya, dia tidak ingin jatuh cinta pada pria yang duduk di depanya, dia sadar dirinya bukan tipenya, meski saat ini pria yang ia kagumi itu sedang patah hati, ia tidak mau terjebak pada cinta sesaat, yang justru akan menambah banyak masalah, selain itu ia mungkin akan segera kembali ke negaranya untuk melangsungkan pertunangan atau bahkan segera menikah, jika kedua orang tuanya menemukannya, ia pasti akan diminta segera kembali ke negaranya, ia hanya ingin menenangkan hati bersandar pada kakaknya Ken, sebelum kembali ke negaranya.