Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
80.



Arrumaisha tersipu malu, ia menyambut uluran tangan mantan suaminya, mereka berjalan berdampingan dengan anggun dan duduk di depan penghulu, ia sedikit kaget karena penghulu yang duduk di depanya adalah penghulu yang dulunya menikahkan mereka, dan seorang pengacara yang dulu menyerahkan surat perjanjian pernikah mereka juga hadir di hadapanya.


''Halo nona Isha apa kabarnya??, sapa pengacara yang di percaya Ken.


Arrumaisha hanya mengangguk.


''Baik sebelum dimulai acara akad, saya selaku pengacara dari tuan Ken ingin menyampaikan surat perjanjian pra nikah seperti yang di mohonkan oleh pihak mempelai, nona bisa membacanya dulu sebelum menandatanganinya'', pengacara itu menyodorkan kehadapannya beberapa lembar kertas, satu salinan untuk Ken dan satu salinan untuk Arrumaisha.


''Bacalah!!!!, jika ada yang ingin kau tambahkan, kau bisa menambahkannya di bawah, aku minta pengacaraku untuk membuat surat seperti yang kau minta'', ucap Ken


Arrumaisha mengambil kertas itu dan mulai membacanya, tanganya sedikit gemetar, dia tidak tahu keputusannya menikah kembali dengan mantan suaminya apakah benar atau salah, ia tidak tahu apa yang akan dilalui nanti, tapi demi kedua anaknya ia akan melakukannya. Arrumaisha membaca lembar pertama dengan seksama terutama poin tentang kedua anaknya karena itu yang terpenting baginya, ia mencermatinya tak ingin ada yang salah, selanjutnya membuka lembar kedua, yang berisi pengembalian lahan milik keluarganya yang dulu di beli Ken, yang menjadi saksi bisu awal pernikahan mereka, dan lembar ke tiga adalah hadiah perkawinan dari Ken, Ken memberikan hotel yang sedang dalam tahap pembangunan di kota B, dan 50% saham perusahaanya, selain itu Ken juga memberikan hadiah saham miliknya kepada kedua anak kembarnya masing-masing sebesar 15%,dan sisanya di peruntukan untuk calon anak-anaknya nanti.


''Apa maksudnya ini aku tidak mengerti'', ucapnya.


''Honey, aku mengembalikan lahan milik kedua orang tuamu yang dulu aku beli, sekarang lahan itu menjadi milikmu, terserah nanti kau akan menggunakannya untuk apa, aku harap kau akan menjaganya, dari sanalah awal kisah kita yang menjadi cerita kisah kita dan anak, cucu keluarga kita, lembar berikutnya adalah hadiah untukmu dariku, dan lembar terakhir itu hadiah dari mommy untuk kita'', ucapnya dengan jelas


''Tapi aku tidak bisa menerimanya, ini hasil kerja kerasmu, jika kau berikan semua untukku dan anak-anak, bagaimana denganmu'', tolaknya lagi


''Honey, kau dan anak-anak adalah hartaku yang sebenarnya, apa yang aku miliki sekarang adalah milikmu dan anak-anak, dan sisanya untuk calon anak kita nanti, aku hanya minta jangan pernah melepaskanku untuk selamanya. Kau, anak-anak dan juga mommy ada bersamaku itu sudah cukup bagiku'', ucapnya sampai bergetar membuat Lily dan nyonya Sophia sampai menangis.


Lily begitu terharu mendengar ucapan kakaknya, dia tahu persis bagaimana masa lalu kakaknya, terpaksa berpisah dengan ibunya sejak kecil dan harus menerima perlakuan buruk dari ibu barunya yaitu ibu Lily.


Nyonya Sophia nampak tersedu, ia tidak kuasa mengingat semuanya, perpisahan dengan putranya adalah hal yang tersulit untuknya sejak usia putranya lima tahun hingga sekarang usia putra semata wayangnya telah melewati kepala tiga, mereka baru bisa hidup bersama, perpisahan mereka adalah hal yang tidak mudah, yang harus diterima meskipun hati kecilnya sangat tidak rela.


''Isha kau pantas menerimanya, jangan menolak rezeki, aku yakin suamimu tulus memberikannya padamu'', bisik Reisa yang duduk disebelahnya


''Aku tidak bisa menerimanya, aku tidak tahu cara mengelolanya, aku tidak berpengalaman mengurus perusahaan'', ucap Arrumaisha menolak


''Honey, kau tidak harus mengurusnya sendiri, aku yang akan mengurus semua, kau hanya akan menerima hasilnya, jadi jangan terlambat memberi gaji padaku, jika terlambat aku akan minta denda'', ucap Ken membuat semua yang ada disana tertawa.


''Nona segeralah tanda tangani, tuan sudah tidak sabar ingin mengucap sumpah akad pernikahan dan berbulan madu'', ucap pengacara


Tiba-tiba nyonya Sophia berdiri, ''Terimalah sayang, mommy yakin putraku tulus memberikanya padamu, mommy juga setuju, sekarang kau adalah pemilik saham perusahaan, dan suamimu tidak akan berani membuatmu menderita, mommy dan semua yang ada disini akan menjadi saksinya.


''Mama, Be sudah lapar'', rengek gadis kecil itu


''Aku juga mami, kapan pestanya dimulai????, ucap pria kecil itu tidak sabar.


''Haaahhhh baiklah'', Arrumaisha segera menandatangani dokumen yang di pegangnya lalu memberikannya kepada Ken dan sebaliknya Ken memberikan salinan dokumen yang di pegangnya untuk ditandatangi.


''Kenapa papa menangis??, tanya gadis kecil itu


Ken melepas pelukan pada istrinya dan berjongkok meraih kedua anaknya, ''Papa sangat bahagia sayang, sekarang kita bisa hidup bersama selamanya'', Ken memeluk kedua anaknya, Arrumaisha juga tidak bisa menahan haru, pernikahannya selalu penuh kejutan.


''Apa sekarang kami boleh makan dan memulai pestanya???, tanyanya


''Tentu'', pergilah untuk mengambil makanan, mereka yang berjaga akan melayani kalian'', ucap Ken


Satu per satu memberikan ucapan selamat dan doa untuk pasangan yang sudah sah itu.


Reisa memeluk sahabatnya dengan erat, ''Selamat nyonya bos, tidak ada yang perlu kau kuatirkan lagi, semoga kau bahagia'', ucapnya


''Terimakasih Rei, aku harap kau segera menyusulku'', ucapnya.


''Selamat ya sayang, mommy sangat bahagia kalian bersama lagi, mommy harap kalian berdua akan menjaga pernikahan dan keluargamu'', ucap nyonya Sophia memeluk Arrumaisha dan Ken bersamaan.


''Terimakasih mommy'', ucap mereka berdua, mereka bertiga menangis haru, menangis bahagia, mereka bisa berkumpul bersama lagi setelah sekian tahun lamanya, melewati begitu banyak penderitaan dengan hati yang terluka.


''Oh ya mommy belum sempat mengenalkan teman mommy, dia ini teman mommy waktu masih belajar kedokteran dulu, namanya dokter Burhanudin, mommy bertemu kemarin di lobi hotel'', nyonya Sophia mengenalkan dokter Burhan pada Ken dan Arrumaisha.


Mereka berjabat tangan saling berkenalan, saat Arrumaisha menjabat tangan dokter Burhan ia teringat bahwa dia dokter yang menanganinya sebelum digantikan dengan dokter Fahri.


''Apa dokter Burhan yang dulu bekerja di rumah sakit kota B?, tanya Arrumaisha


''Benar bagaimana anda tahu nona?, tanyanya balik.


''Saya pernah menjadi pasien anda'', jawabnya


''Benarkah, maaf saya tidak ingat satu persatu nama pasien saya, bagaimana keadaan anda sekarang??


''Saya sehat dokter, saya sudah melakukan oprasi oleh dokter Fahri, pengganti anda'', ucapnya


''Dia itu putraku, aku meminta dia menggantikanku, saya menetap disini sekarang, ingin menghabiskan masa tua disini, selamat untuk pernikahan kalian berdua, semoga bahagia'', ucap dokter Burhan


Ken dan Arrumaisha nampak terkejut dan saling pandang, namun mereka segera berterima kasih.


''Kakak ipar waktunya melempar bunga'', teriak Lily.