Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
41.



Ryuna begitu senang saat diajak mengambil oleh-oleh dari Reisa yang berupa mainan dan pakaian dia langsung berlari mencari saudara kembarnya untuk memberikan bagianya, saat bersamaan, sebuah mobil masuk ke garasi dan turun seorang pria tampan yang tidak asing bagi Reisa, dia tertegun mengingat-ingat sosok lelaki itu.


Begitu juga Aldo dia kaget melihat Reisa ada di sana, mereka saling menatap begitu lama, seperti mengingat sesuatu yang telah lewat, ada desiran aneh di dada Reisa. Entah perasaan seperti apa, Reisa ingin marah pada lelaki itu, tapi mulutnya kelu.


''Apa kita pernah bertemu???, tanya Aldo berbasa-basi dia ingat betul wajah gadis di depannya, karena beberapa kali datang ke kampus bertemu dengannya untuk menanyakan informasi tentang sahabatnya yaitu Arrumaisha. Meski awalnya Reisa tidak mau mengatakan keberadaan sahabatnya, namun Aldo terus mendesaknya dan sedikit merayunya, hingga akhirnya Reisa mau memberikan sedikit informasi tentang keberadaan Arrumaisha.


''Apa kau orang yang waktu itu datang ke kampus mencari Arrumaisha??, kau sudah bertemu dengannya tapi tidak memberitahuku!! dasar tidak tahu trimakasih!! ketusnya.


''Maaf nona aku sangat sibuk, belum sempat memberitahu anda!!! jawab Aldo.


''Apa hubungannya denganmu??, kenapa kau disini, tanya Reisa sedikit kesal.


''Dengan siapa maksud anda???


''Siapa lagi kalau bukan Isha, kau datang ke rumahnya kan??.


''Ohhh, saya bukan siapa-siapa nona Arrumaisha, saya datang kesini untuk bekerja'', jawab Aldo santai.


''Kau bekerja disini??


''Ya, jawab Aldo sambil lalu masuk ke dalam rumah, Reisa juga mengikutinya masuk ke dalam rumah, karena pikirannya sedang kesal dia berjalan tanpa melihat pria di depannya berhenti begitu saja dan membuat Reisa menabrak punggung Aldo''.


'' Aduuhhh, kau ini kenapa tiba-tiba berhenti!!!!


''Anda yang menabrak saya, kenapa anda yang marah!! makanya kalau jalan pakai mata!!!! ketus Aldo.


''Dari dulu jalan pakai kaki, melihat baru pakai mata!!, Reisa juga kesal.


Mendengar keributan diluar dan suara sahabatnya terdengar kesal, Arrumaisha segera keluar, ''ada apa Rei???


Aldo dan Reisa seketika terdiam, menoleh ke pemilik suara lembut itu.


''Halo nona Isha, tidak ada apa-apa'', elak Aldo


"Isha, dia ini siapamu?? tanya Rei langsung


"Dia........,Arrumaisha tidak melanjutkan bicaranya.


"Sudah aku bilang aku bekerja disini, kau tidak percaya'', ucap Aldo dan menatap Reisa memberi isyarat agar berhenti bertanya.


"Reisa tidak mengubrisnya, dia berjalan mendahului Aldo dan menghampiri Arrumaisha.


"Isha ada yang ingin aku bicarakan denganmu'', Reisa menarik tangan Arrumaisha dan menjauhi Aldo.


''Ada apa??, tanyanya setelah di halaman belakang.


''Pria yang tadi siapamu?, kenapa ada dirumahmu?.


Reisa terdiam, tidak menyangka bertemu dengan pria yang telah membuatnya jatuh cinta dan juga kesal karena tidak mengabarinya setelah menemukan sahabatnya.


''Kenapa Rei?, apa kau mengenalnya?, tanya Arrumaisha lagi.


''Dia salah satu pria yang datang ke kampus mencarimu waktu itu, yang aku ceritakan padamu tadi', jelasnya.


''Dia salah satu orang kepercayaanya''.


''Apa dia selalu bersama suamimu?? apa yang dia lakukan disini?, tanya Rei lagi


''Aku tidak tahu, saat pertama kesini, dia juga datang bersamanya, dan sekarang dia juga ikut kesini, katanya ada pekerjaan disini, aku tidak tahu''.


''Kenapa tinggal di rumahmu??


''Dia bekerja untuk mantan suamiku, rumah ini di bangun olehnya, kalau tidak disini mau dimana, aku tidak mungkin mengusirnya, sekarangpun ibunya maksudku mantan ibu mertuaku juga disini''.


''Apa kau nyaman disini bersama mereka??


''Rei, aku hanya punya tempat kecil disini, kau lihat toko di depan tadi, aku hanya punya satu bagian kecil saja, setelah mantan suamiku datang, dia membeli tanah di samping dan belakang toko, lalu membangun rumah ini dan merenovasi tokoku, meskipun dia sudah memberikannya padaku dan anak-anak untuk tempat tinggal serta usahaku, semua diatur olehnya, dia bisa melakukan apapun, saat aku keluar dari rumah sakit, dia membawaku ke rumah ini, aku tidak bisa melakukan apa-apa Rei, aku juga tidak tahu tujuan dia apa, apakah benar hanya karena anak-anak atau ada hal lain yang aku tidak tahu, aku takut jika tidak menurutinya, dia akan membawa anak-anakku, bisa saja setelah mereka mendapatkan yang mereka mau, mereka akan menyuruhku keluar'', jelasnya sedih


''Isha aku tidak tahu masalahmu seberat apa, tapi jika kau ada masalah, jangan lari lagi, kau bisa memberitahuku dan mencariku, aku juga tidak tahu seperti apa mantan suamimu, setahuku dia seorang pembisnis dan pengusaha muda yang handal, dia punya banyak bisnis di ibukota dan di luar negeri, dan sekarang akan merambah ke kota lain, mungkin dia akan mengembangkan bisnisnya disini, karena ada kalian disini''.


''Aku tidak akan lari seperti dulu, dulu aku memang sudah tidak tahan tinggal di ibukota dengan keadaanku, sekarang ada anak-anakku, mereka adalah hidupku, merekalah yang membuatku kuat hingga sekarang, terimakasih atas perhatianmu Rei''.


''Apa yang akan kau lakukan, kalau mereka tinggal di sini bersama kalian''.


''Aku akan tetap disini Rei, rencananya aku akan buka toko kue di ruko milikku, meskipun dia yang sudah merenovasinya, aku tidak bisa bergantung padanya, kami sudah berpisah, aku bukan tanggung jawab dia lagi, aku akan berusaha untuk menghidupi diriku sendiri dan terutama untuk kedua anakku, anak-anak akan tetap menjadi prioritasku.


''Isha, maafkan aku ya, aku yang memberitahu kalau kau pulang ke kampung ibumu, dan sekarang mereka menemukanmu, jika mereka mengusikmu, datanglah padaku''.


''Kenapa harus minta maaf, ini semua sudah takdir Rei, ada pepatah mengatakan ''ada pertemuan ada juga perpisahan, ini sudah jalan hidupku, aku hanya bisa menjalaninya, ini bukan salahmu''.


Tanpa mereka sadari, Ken memperhatikan mereka mengobrol dari lantai atas dan sedikit mendengar percakapan mereka.


Ken menarik nafas pajang dan menghembuskanya perlahan, ada kesedihan diraut mukanya, hatinya juga merasa sakit, dia tahu kekuatiran mantan istrinya yang berfikir seperti itu padanya, Ken hanya ingin menebus kesalahannya, dan memberikan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya, tapi mantan istrinya berfikir lain dan sangat berhati-hati dalam bertindak, wanita itu tidak percaya begitu saja padanya, meskipun dia benar-benar iklas memberikan semua untuknya dan kedua anaknya. Semua sudah terjadi, tidak bisa kembali ke awal lagi.


''Papa....., papa kenapa??, tanya gadis kecil yang sedang asyik bermain dengan saudara kembarnya


''Papa tidak apa-apa sayang'', ucapnya pura-pura tersenyum bahagia.


''Papa sedih ya Be sakit? papa menangis ya? ada air mata di sudut mata papa'', gadis kecil itu segera menghapusnya, ucapan putrinya justru membuat hati Ken sakit.


''Kata mami laki-laki tidak boleh menangis dan cengeng, terlebih kalau itu kesalahannya sendiri, pria harus bertanggung jawab belajar menjadi kuat, karena dia akan menjadi pemimpin di masa depan'', putranya itu bicara tanpa melihat ke papanya dia asyik dengan mainan barunya.


Ucapan putranya seketika membuat malu, wajah Ken yang bersih dan tampan berubah pias, rasanya di tampar oleh kata-kata putranya sendiri, apa yang dilakukan dulu terasa tidak ada artinya di depan istrinya, dan putranya Itu bagaimana anak sekecil itu sudah bisa mengingat kata-kata bijak mamanya, namun ucapnya membuatnya tersadar, meskipun putranya itu mungkin tidak mengerti dan tidak bermaksud melakukannya, dia hanya seorang anak-anak yang patuh pada ibunya, disisi lain Ken merasa bangga karena mantan istrinya mendidik dan merawat kedua anaknya dengan baik, meski dengan segala keterbatasanya. Dia tersenyum bangga dan membelai kepala putranya.