Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
40.



Arrumaisha menarik nafas panjang, dia sebenarnya enggan untuk menceritakan kisah kelamnya, yang membuatnya tidak bisa meraih cita-citanya. Dia tidak pernah menceritakan kisah hidupnya pada siapapun, dia merasa malu tidak bisa menggapai cita-citanya, namun kedua malaikat kecilnya yang selalu memberinya kekuatan.


''Kenapa kau sangat ingin tahu kisahku???


''Kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu, jadi tidak mau berbagi cerita denganku, apa kau tahu alasan kenapa aku memilih koas di kota ini??


''Tidak, memang apa alasanya??


''Pertama karena dokter Fahri merekomendasikanku, dia dokter yang hebat dan kedua karena dirimu. Saat senior kembali ke ibukota, dia datang ke kampus dan menanyakanmu, aku bertemu denganya, aku bilang padanya, kalau kau menghilang tanpa kabar, aku juga bilang tentang pesan terakirmu, aku tidak menyangka kalau senior akhirnya memilih bekerja di kota ini, padahal banyak tawaran dari rumah sakit di ibukota, pasti alasannya karena dirimu, lalu dia memberitahuku, kalau telah bertemu denganmu dan memintaku untuk koas di rumah sakitnya, ya aku mau saja, orang lain sulit mencari rumah sakit untuk koas, tapi aku malah ditawari oleh dokter pemilik rumah sakit, selama kau menghilang ada beberapa orang yang datang ke kampus mencarimu, tapi aku tidak memberitahu keberadaanmu, karena aku juga tidak tahu benar tidaknya, ku pikir ada masalah denganmu, aku sangat kuatir terjadi apa-apa padamu, hanya ada satu orang yang aku beri tahu karena aku juga ingin bertemu denganmu, aku berfikir tidak apa-apa memberitahunya, orang itu tidak terlihat mencurigakan, kupikir dia kekasihmu, aku juga memintanya untuk memberitahuku jika sudah bertemu denganmu'', ucapnya.


''Apa orang itu memberitahumu??


''Tidak, setelah itu dia juga tidak pernah datang ke kampus lagi''.


''Seperti apa orangnya??


''Dia tampan, kulitnya bersih, terlihat seperti pekerja keras dan berpendidikan, aku memberitahunya kalau kau pulang ke kampung halaman ibumu, setelah itu dia tidak pernah muncul lagi''.


''Apa ada orang yang datang mencarimu hingga kesini, apa kau ada masalah dengan orang beberapa tahun ini, sehingga kau harus pergi jauh dari ibukota, kau menghindari orang-orang itu???


''Tidak ada, hidupku memang tidak sebaik yang kau lihat seperti sekarang, sebelumnya aku hanya tinggal di rumah toko yang kecil, hingga mantan suamiku datang menemuiku dan mendapatiku hidup di ruko kecil bersama kedua anakku''.


Lima tahun lalu saat awal perkuliahan, aku dipaksa menikah oleh pamanku dengan mantan suamiku, pamanku ada masalah di perusahaan tempat dia bekerja dan harus mengganti kerugian yang dia timbulkan, untuk menebusnya agar pamanku tidak di penjara, paman ingin menjual tanah milik kedua orang tuaku dan mengganti kerugian yg dia timbulkan, tapi dia bilang ibuku berwasiat pembelinya harus menikahiku, saat itu aku menolak karena aku masih ingin mengejar cita-citaku, paman satu-satunya keluargaku, dia sudah membawaku dan merawatku dengan baik, kedua anak pamanku masih kecil, aku juga tidak ingin paman masuk penjara, akhirnya aku menyutujui untuk menikah dengan syarat aku tetap di bolehkan melanjutkan studiku, mantan suamiku juga menyetujuinya, dia juga meminta syarat untuk tidak mencampuri urusan masing-masing dan jika tidak ada kecocokan kita bisa mengajukan perceraian, hingga satu tahun pernikahan kami tidak saling mencintai dan apapun yang aku lakukan selalu salah, dia juga bilang akan menikahi kekasihnya yang tinggal diluar negeri, akhirnya kami memutuskan untuk bercerai tapi sebelum bercerai dia meminta haknya padaku, dan akhirnya aku hamil, keluarga pamanku tidak mau menampungku, karena paman tetap di penjara, meski sudah membayar sebagian, aku tidak ada tempat lagi, aku hanya menyisakan sedikit uang hasil penjualan untuk biaya hidup dan studiku, tapi saat itu aku bahkan tidak kuat untuk bangun, jadi setelah itu aku memutuskan pergi dari ibukota, aku ingin mengubur semuanya tapi aku tidak bisa melakukanya, lalu aku pindah kesini, tempat yang tidak ada orang bisa menemukanku, aku ingin hidup sendiri dan membesarkan kedua anakku, dan beberapa bulan lalu sebelum kita bertemu, mantan suamiku tiba-tiba datang membawa tes DNA kedua anakku, sebelumnya dia telah mencariku, mungkin orang-orang yang datang ke kampus adalah orang-orang suruhanya. Dia meminta maaf dan memintaku untuk rujuk'', ceritanya pada sahabatnya.


''Lalu apa kau menerimanya??


''Aku tidak tahu, kami tidak pernah saling mencintai, untuk apa rujuk, aku tidak ingin menjadi beban siapapun, meskipun dia beberapa bulan ini banyak melakukan hal baik untuk kami, bagiku itu adalah kewajiban dia untuk anak-anaknya juga''.


''Apa mantan suamimu akan mengambil hak asuh atas anak-anakmu???.


''Dia bilang tidak, dia ingin rujuk dan memulai semua dari awal, aku tidak pernah mengenal siapa suamiku, sejak menikah kami hidup masing-masing , tidak mencampuri urusan masing-masing, dan setelah bercerai aku tidak ingin mencarinya bahkan mengingatnya aku tidak ingin''.


''Rei sejujurnya aku tidak tahu bagaimana kedepanya, jika aku menolak aku takut dia mengambil kedua anakku, tapi jika sebaliknya aku menerima, kami tidak pernah saling mencintai dan hanya ada luka yang tak ingin aku ulang lagi''.


''Apa kau tahu siapa mantan suamimu??


''Aku baru tahu kemarin, saat Be sakit dan merindukan papanya, putraku menanyakan tentang pekerjaan papanya, kami tidaklah sepadan, aku tahu kedua anakku membutuhkan papanya, tapi bukan berarti harus rujuk juga, aku hanya ingin hidup tenang bersama kedua anakku, lagi pula aku tidak melarangnya dia menemui anak-anak''.


''Aku tidak ingin membebani siapapun, meski kita dekat bukan berarti kau juga harus ikut menanggungnya, terimakasih sudah mengkuatirkan aku, sampai saat ini aku berusaha ikhlas dengan jalan hidupku, meskipun aku mungkin sangat kecewa tidak bisa lagi meraih cita-citaku, tapi lihatlah aku masih bertahan hingga sekarang, maafkan aku, terimakasih kau masih mempedulikanku, trimakasih masih menganggapnya temanmu dan terimakasih sudah mau mengunjungi kami''. ucapnya berkaca-kaca.


''Kenapa kau minta maaf padaku, kau tidak bersalah apa-apa, meski aku tidak bisa membantu apapun, sebaiknya kau memikirkan tawaran dia, anak-anakmu punya masa depan, kurasa dia mau bertanggung jawab atas perbuatannya dan itu bagus, aku tahu kau pasti mengalami banyak hal hingga kamu takut untuk memulai lagi, tapi anak-anakmu adalah penerus kalian''.


''Entahlah Rei, anak-anak memang prioritas utama, tapi untuk saat ini aku tidak kepikiran untuk rujuk''.


''Apa kau menyukai senior ???


''Maksudnya??


''Ya sapa tahu kau juga menyukai dokter Fahri, jadi tidak ingin rujuk dengan mantan suamimu, tapi mau orang yang baru, bagaimanapun juga dokter Fahri masih berharap padamu'', goda Rei


''Kau ini, aku sudah punya dua anak, masih banyak wanita baik-baik dan cantik yang lebih pantas untuknya''.


Ya tidak masalah, mau punya berapa anak juga yang dia mau kamu, selama dia bisa menerimamu dan anak-anakmu, kurasa tidak ada salahnya''.


''Aku rekomendasikan untukmu saja, kau cantik, baik hati dan tidak sombong juga sepadan denganya''.


''Aku tidak ingin punya suami dengan pekerjaan yang sama, kau tahu yang di bahas saat di rumah pasti seputar pasien dan rumah sakit''.


''Lalu kau ingin suamimu bekerja apa??


''Sebenarnya aku mungkin telah jatuh cinta pada pandangan pertama padanya, tapi dia tidak pernah datang lagi dan aku juga tidak tahu namanya'', ucapnya terlihat kecewa


''Siapa?? tanya Arrumaisha


''Orang yang mencarimu waktu itu, dia tipeku, tapi hingga aku selesai belajar disana, dia tidak pernah datang lagi'', ucapnya sedih.


''Wanita yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik, percayalah''.


''Mami, aku sudah selesai berenang dan sudah mandi, bolehkan aku mengambil mainan yang di bawa aunty Reisa''.


''Tentu saja ayo kita ambil dan main bersama dengan Be''. Reisa berdiri membawa Ryuna ke garasi untuk mengambil oleh-oleh yang dia bawa untuk kedua anak sahabatnya.