Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
68.



Malam telah larut, Arrumaisha terbangun melihat penunjuk waktu di ponselnya yang masih menunjukan jam 02.15, ia berjalan perlahan ke kamar mandi sambil berjinjit agar tak menimbulkan suara dan mengusik tidur putrinya, peri kecil itu masih terlelap di alam mimpi tak terganggu, sejak Lily datang, gadis kecil itu memilih tidur dengan mamanya, dan membiarkan Lily tidur di kamar miliknya, beberapa lama kemudian ia keluar, dan bersiap memanjatkan doa kepada sang pencipta, ia bersujud cukup lama, berkeluh kesah kepada sang pemilik kehidupan, dan memasrahkan semua kepadanya, setelah selesai ia membetulkan selimut dan menutupi putrinya agat tidak dingin, serta menaruh guling di kanan kirinya, lalu mengecup keningnya, kemudian ia berjalan keluar kamar, dengan hati-hati menutup pintu kamar, lalu masuk ke kamar putranya, terlihat selimutnya jatuh ke lantai, Arrumaisha dengan pelan menyelimutinya kembali, memandangi wajah putranya yang tampan, dia tidak pernah mengeluh meski harus tidur di kamarnya sendirian, pria kecil yang pemberani, sangat pengertian dan selalu patuh padanya. Perlahan Arrumaisha membelai wajah putranya itu lalu mencium keningnya, kemudian dia keluar dari kamar putranya dan turun ke lantai bawah melangkah tanpa suara. Suasana masih begitu gelap. Ia sudah terbiasa bangun malam untuk memulai aktivitas, terlebih jika ada banyak pesanan.


Saat bersamaan Ken keluar dari kamar tanpa terlihat oleh Arrumaisha, ia merasa haus dan tidak ada air minum di kamarnya, ia mengikuti Arrumaisha yang pergi ke dapur, Ken memang sering tidak bisa tidur sampai larut dan biasanya baru menjelang pagi ia baru bisa memejamkan mata, ia sering kali bekerja saat malam hari sejak tinggal di rumah Arrumaisha, karena sekarang telah memiliki anak, ia mengerjakan pekerjaan saat anak-anaknya sudah tidur dan saat siang hari dia bisa meluangkan waktu dengan kedua anaknya.


Arrumaisha mencuci tangannya bersiap memulai aktifitas membuat kue dan tiba-tiba dua tangan kokoh memeluk pinggannya dari belakang, ia hampir saja berterik, namun suara yang begitu dikenalnya terdengar lekat di telinganya.


''Apa kau habis mandi, kenapa kau sangat harum??? tanya Ken begitu dekat di telinganya, Ken merapatkan pelukanya dan menghirup aroma wangi mantan istrinya, bagaimana tidak wangi, Arrumaisha selalu mandi terlebih dulu sebelum memulai aktifitasnya.


''Apa yang kau lakukan??, lepaskan aku'', ucapnya, Arrumaisha berusaha melepaskan diri dari pelukan Ken namun Ken malah semakin mengeratkan tubuh Arrumaisha.


Ken tidak menjawabnya, ''Honey ayo kita berkencan'', ucap Ken serasa berbisik di telinga


''Apa??? Arrumaisha menoleh dan wajah mereka begitu dekat.


Ken tidak bisa mengontrol dirinya, dadanya berdebar kencang, ia melihat bibir Arrumaisha dan entah kenapa ingin sekali minciumnya, Ken membalik tubuh Arrumaisha dan merapatkan tubuhnya lalu mencium bibir merahnya dengan sekejap.


Arrumaisha tak bisa menghindar, dia seperti tersengat aliran listrik, semua begitu tiba-tiba, membuatnya diam membeku, kedua tangan Ken mengungkungnya dengan kuat, Ken merasa tidak puas, menahan gejolak yang memburu di dadanya, dia kembali menempelkan bibirnya di bibir Arrumaisha dan menikmatinya dalam waktu yang cukup lama tanpa melepasnya membuat Arrumaisha menahan nafasnya hingga sampai beberapa lama kedua pasangan yang sudah bercerai itu hampir ke habisan nafas, Ken tersadar dan menghentikan ciumanya menarik nafas lalu mengusap lembut bibir Arrumaisha yang basah karena dirinya.


''Sorry honey'', ucapnya tanpa rasa bersalah


Arrumaisha begitu malu, wajahnya terasa hangat, dadanya berdebar, deru nafasnya begitu kencang, ia ingin menyembunyikan wajahnya yang terasa semakin panas


Sejak meninggalnya Rachel, Ken tidak pernah dekat dengan wanita manapun, meski dulu ketika depresi ia habiskan waktunya di bar dengan minum-minum ditemani beberapa wanita, namun tidak menghapus ingatan saat wanita yang dicintainya sekaligus melukainya begitu dalam meregang nyawa di depan matanya, dan itu membuatnya hampir gila, hidupnya benar-benar hancur, hingga akhirnya ia memutuskan kembali ke ibukota dan menemukan mantan istrinya hidup sederhana bersama kedua anaknya di daerah terpencil di kota lain, sejak saat itu dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun dan perlahan bisa melupakan masa-masa yang sulit itu, Ken telah memiliki harapan yang kuat dan bersemangat untuk kembali membangun masa depanya bersama mantan istrinya dan juga kedua anak kembarnya, namun ternyata tidaklah mudah, sudah hampir satu tahun sejak menemukan mantan istri dan anak-anaknya, mantan istrinya belum membuka hati untuknya dan justru menolak untuk rujuk.


''Apa kau ada pesanan bangun sepagi ini??, tanya Ken menyingkirkan anak rambut Arrumaisha dengan lembut dan tetap merapatkan tubuhnya.


''Iya'', jawabnya lirih tertunduk, ia tidak berani menatap mata mantan suaminya.


''Jangan terima pesanan kue lagi untuk beberapa hari ini dan kalau bisa seterusnya!!!! seru Ken


''Kenapa???, Arrumaisha memberanikan diri menatap mata mantan suaminya.


''Kemana??, tanyanya lagi


''Nanti kau akan tahu, setelah mengantar anak-anak ke sekolah kita berangkat, mulai sekarang jangan terima pesanan kue lagi, kamu selalu bangun paling awal untuk beraktivitas, seharusnya kau masih di kamarmu menemani putrimu tidur, jangan memaksakan diri, aku sudah pernah bilang, jika aku masih sanggup membiayai hidupmu dan anak-anak, bahkan jika kita memiliki beberapa anak lagi'', ucap Ken.


Arumaisha tidak bertanya atau menjawab lagi, dia harus segera memulai membuat kue, jika tidak akan kesiangan dan ia tak mau pelangganya kecewa, tapi dia penasaran kemana Ken akan membawanya pergi.


''Bagaimana dengan anak-anak, siapa yang akan menjemputnya sepulang sekolah''.


''Aku sudah bilang Aldo, dia yang akan menjemputnya, ada mommy dan Lily yang menemani mereka, kau tidak perlu kuatir'', jawabnya


Haaaah, desah Arrumaisha, ''aku harus bekerja, bisakah kau melepaskanku???.


Ken segera mundur dari hadapan Arrumaisha, ''mau aku bantu??,tawarnya


''Arrumaisha tersenyum disudut bibirnya ''tidak usah, sepertinyan kau masih mengantuk'', jawabnya


''Kalau begitu biar aku temani'', tawar Ken lagi mengambil air mineral dan duduk di kursi makan, memandangi mantan istrinya yang sibuk sendiri, bergerak kesana kemari dengan cekatan, hingga akhirnya Ken tak bisa lagi melawan kantuknya dan akhirnya tertidur menaruh kepalanya di meja.


Arrumaisha juga tak mau membangunkannya, sesekali melihat mantan suaminya dan menata pesanan makanan di meja hingga semburat merah muncul, pertanda pagi telah tiba, ia telah menyelesaikan pesannya dan bersiap membawanya ke toko, beberapa pelayan di rumahnya sudah ada yang datang, segera membantunya membawakanya ke toko kuenya. Semua pembantu rumah tangga di rumahnya memang tidak ada yang menginap, mereka semua datang pagi-pagi dan pulang sore hari.


Arrumaisha membangunkan Ken yang masih terlelap, ia masih sangat mengantuk dan berat membuka matanya, namun saat melihat senyum mantan istrinya didepanya dia segera membuka mata dan meraih tubuh mantan istrinya dan memeluknya erat.


''Lepaskan Ken!!!!serunya


''Sebentar saja honey'', ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.


Wanita itu hanya bisa menurut, entah kenapa setelah berdoa dengan khusuk, tiba-tiba terbesit dalam pikirannya untuk memberikan kesempatan kepada mantan suaminya, dia telah banyak mempertimbanganya, mendengarkan saran dari sahabatnya dan orang-orang di sekitarnya, akankah mereka akan bersatu kembali.