Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
17.



''Aku tidak bisa menjawabnya sekarang, maaf'', jawab Arrumaisha lirih.


''Tidak apa Isha, aku tahu kau butuh waktu untuk mempertimbangkannya, aku bisa memakluminya, selama 5 tahun ini aku tidak pernah ada sedikitpun untukmu dan aku tidak tahu tentang anak-anak. Diantara kita memang sudah berakhir, dan sekarang aku menyesalinya, aku ingin hidup bersama anak-anak dan tentunya bersamamu, aku ingin kalian semua hidup bersamaku, aku berharap kau akan menerimaku kembali dan memulai semua dari awal'', ucap Ken


''Aku tahu aku tidak pantas mengatakan ini, aku menceraikanmu begitu saja, tapi bagaimana dengan anak-anak kita, aku telah menyakitimu dan anak-anakku, tapi apa kau pernah memikirkan bahwa mereka butuh aku sebagai papanya, maukah kau memaafkan aku'', tambah Ken lagi.


'''Haaahhh, aku sudah memaafkanmu, ini sudah jalan hidupku, bukankah kau bilang akan menikahi kekasihmu, kenapa kau kembali kesini dan mencari kami???, ucap Arrumaisha kemudian.


''Aku......,,hahhh, Ken mendesah sebelum melanjutkan bicaranya, ''perlu kau tahu aku tidak jadi menikahinya, Ken diam sesaat kemudian melanjutkan ceritanya, ''dia telah mati, sesuatu terjadi padanya''.


Arrum diam menyimak


''Saat aku pergi meninggalkanmu, aku memang berencana menikah dengannya, aku pulang ke negaraku dan aku mendapati dia berselingkuh dengan saudara tiriku, kami terlibat pertengkaran, dan hari itu demi melindungiku, dia tertembak oleh saudara tiriku, dia meninggal di perjalanan saat di bawa ke rumah sakit, aku sangat depresi, hidupku hancur tak tahu arah selama ini, hingga aku sering bermimpi tentang anak-anak yang selalu memanggilku papa dan akhirnya aku memutuskan kembali ke negara ini, hal yang aku ingat adalah dirimu, aku minta seseorang untuk mencari tahu keberadaanmu, hingga akhirnya aku menemukanmu disini bersama anak-anak'', jujur Ken.


''Berilah aku kesempatan Isha, aku berjanji akan memperbaiki semua, menjadi papa yang baik bagi anak-anak dan suami yang bisa kau andalkan'' ucap Ken berkaca-kaca tak ada kebohongan di matanya.


Arrumaisha tidak bergeming dari duduknya, dia tidak tahu harus bagaimana, dia sangat tahu kedua anaknya selama ini berharap papanya segera kembali, Arrumaisha tidak pernah memberitahu tentang perceraian, karena anak-anaknya belum mengerti.


''Sudahlah, sebaiknya kau juga istirahat Isha, aku sudah selesai makan, terimakasih kau mau memberikan kesempatan padaku untuk bertemu mereka kapanpun, terimakasih juga untuk makananya, ternyata masakanmu sangat enak, dulu aku selalu menolaknya saat kau menyiapkan makanan untukku, maaf merepotkanmu'', ucap Ken beralasan tak ingin melanjutkan bicaranya saat mantan istrinya itu tidak tahu harus memberikan keputusan yang berat.


''Biar aku bersihkan peralatanya, istirahatlah!!, seru Ken lagi, dia beranjak dari duduknya membawa piring kotor ke tempat cuci dan membersihkanya.


Arrumaisha masih duduk terdiam, kemudian dia berdiri menuju ke arah Ken yang masih mencuci piring yang habis di pakai untuk mereka makan tadi.


''Apa kau sibuk besok lusa????, tanya Arrum


''Kenapa?? jawab Ken menoleh padanya.


''Aku ada kepentingan lusa, apa kau bisa menjaga anak-anak untuk beberapa hari???


''Kau mau kemana??, aku akan mengantarkanmu, katakan padaku kalau kau butuh bantuan, kau bisa mengandalkanku sekarang, tidak perlu sungkan''.


''Bukan seperti itu, aku ada kepentingan yang tidak bisa aku tunda lagi, aku tidak bisa membawa anak-anak ikut bersamaku, aku butuh waktu beberapa hari, anak-anak juga sekolah, apa kau tidak keberatan menjaga dan mengurusnya selama aku tidak ada??, jelas Arrum.


''Tidak masalah, apa kau akan pergi mengunjungi makam orang tuamu???, anak-anak bilang mereka ingin mengunjungi kakek dan neneknya, bukankah orang tuamu telah tiada'', tanya Ken penasaran, dia curiga mungkin saja istrinya bertemu dengan pria lain.


''Arrumaisha nampak terpaku, mereka mangatakanya padamu??, aku hanya asal bicara'', jawab Arrum.


''Kalau kau ingin mengunjungi, kita bisa pergi bersama, aku juga ingin mengunjungi bersama kalian'', ucap Ken.


''Aku belum tahu kapan, mungkin setelah urusanku selesai, aku akan memikirkanya lagi, bagaimana dengan besok lusa, apa kau bisa??? tanya Arrum lagi.


''Tentu saja aku bisa, jangan kuatir, memangnya kau mau pergi berapa hari???jawab Ken sambil mengeringkan tanganya.


"Kalau begitu cepat selesaikan urusanmu dan cepat pulang, kami akan menunggumu'', ucap Ken.


"Terimakasih sebelumnya, maaf merepotkanmu, slamat malam'', ucap Arrum.


''Slamat malam aku akan turun, kau tutup pintunya!!!, ucap Ken dan berlalu keluar dari rumah Arrum menuju mobil.


Arrumaisha segera menutup pintu setelah Ken keluar, kemudian menyusul kedua anaknya yang tidur dengan pulas.


Ken sendiri, langsung memasuki mobilnya, dia menyalakan mobilnya menuju penginapan dimana Aldo menginap. Dia memang menyewa kamar penginapan selama ini, meski Ken sering tidur di dalam mobilnya yang di parkir di depan toko milik Arrumaisha, setengah jam kemudian Ken sampai dan langsung menuju kamar Aldo dan mengetuknya.


Tok... tok... tok...


Aldo yang berada di dalam kamar dan sedang mengerjakan pekerjaan kantor, segera membukanya, slamat malam tuan???, sapa Aldo melihat tuanya di depan pintu.


''Kau sedang apa??? tanya Ken.


''Mengerjakan pekerjaan kantor, oh ya rumahnya sudah bisa di huni jika tuan sangat tergesa, bagian dalam sudah dibersihkan dan furniturenya sudah datang, sebagian sudah ditata, tinggal membersihkan bagian luar'', lapor Aldo.


''Baguslah, besok aku akan mengeceknya'', jawab Ken. Aku ada pekerjaan untukmu Aldo dan ini sangat penting dan kau harus hati-hati''.


''Pekerjaan apa tuan??, tanya Aldo.


''Besok lusa Isha mau pergi mengurus sesuatu, aku tidak tahu apa itu, dia memintaku menjaga anak-anak untuk beberapa hari, aku mau kau mengikuti dan mengawasinya, kemanapun dia pergi, aku curiga dia pergi dengan pria itu'', jelas Ken.


''Apa tuan tahu nona mau pergi kemana??, tanya Aldo lagi.


''Aku tidak tahu, kau ikuti saja dia dan jangan sampai kehilangan jejaknya, laporkan padaku segera jika kau tahu apa yang dilakukannya besok lusa'', tegas Ken.


''Baik tuan''.


''Bagaimana dengan perusahan???, apa ada masalah??? tanya Ken.


''Sejauh ini tidak ada masalah, semua berjalan dengan baik tuan, saya sudah kirim laporan ke email tuan'', jawab Aldo.


''Baguslah, aku mengandalkanmu Aldo''.


''Siap tuan''.


''Aku ke kamar dulu'', Ken keluar dari kamar Aldo dan membuka kamarnya, kemudian membuka laptopnya melihat laporan yang dikirim Aldo, hingga sampai larut malam Ken masih sibuk dengan laptopnya, dia tidak bisa tidur malam ini, pikiranya tidak tenang, jatungnya tiba-tiba berdebar-debar, entah karena apa, tapi pikiranya terus memikirkan istrinya, padahal dia juga lelah setelah seharian tadi mengajak anak-anaknya serta mantan istrinya bermain di pantai hingga sore hari, hingga hampir menjelang pagi Ken baru bisa memejamkan mata.