Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
66.



Ken dan Aldo sedang meninjau proyek pembangunan hotel yang masih belum selasai, dia tidak sabar ingin segera melihat hotel yang ia desain sendiri. Seiring kemajuan zaman dan kecanggihan tehknologi, tempat-tempat terpencil yang memiliki pesona alam yang indah akan menjadi viral dan banyak menarik wisatawan.


Ken nampak berbicara dengan kepala pekerja disana, ia nampak serius dan teliti, mengecek sendiri setiap detailnya. Dia berkeliling di lokasi kontruksi yang luas ditemani Aldo dan kepala pekerja, setelah selesai Ken dan Aldo masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.


''Apa tuan juga ingin pergi ke lokasi pertambangan???


''Lain kali saja, kita pulang, oh ya Aldo bagaimana kemarin kau bisa berkencan dengan dokter Reisa??, Ken tiba-tiba penasaran dengan hubungan Aldo dan Reisa, padahal sebelumnya Ken tidak pernah peduli, tiap hari Aldo hanya bekerja, dan terkadang menggantikan posisi atasnya itu, alhasil Aldo harus sering bolak-balik ke ibukota dan kota B.


''Sebenarnya sejak kita pergi ke pantai waktu itu, saya terus mendekatinya untuk minta maaf, saya merasa bersalah karena waktu itu tidak segera memberitahu bahwa saya sudah menemukan nona Isha, dan baru sekitar sebulan ini kami jadian''. Jawab Aldo dengan jujur


''Apa kau serius denganya???


''Ya, tentu saja kami serius, kenapa tuan menanyakan hubungan kami???.


''Aku penasaran bagaimana kau bisa mengenalnya dan dengan mudah memenangkan hatinya???


''Dia teman nona yang memberikan informasi tentang keberadaan nona Isha waktu itu, dan mungkin karena kami dari awal saling jatuh cinta, hanya saja saya pernah mengabaikannya, karena ada pekerjaan yang penting, maaf jika saya merahasiakan hubungan kami, Reisa tidak ingin membuat nona Isha berfikir buruk tentang saya, karena saya dekat dengan tuan''.


''Aku tahu, aku tidak tahu sepertinya hubunganku dan Isha tidak ada kemajuan, aku seperti berjalan di jalan buntu, haahhh kenapa saat aku benar-benar serius dengannya, dia malah menolak untuk rujuk'', desah Ken terasa berat.


''Oh ya tuan, maaf sebelumnya saya harus mengatakan ini''.


''Apa??, Ken melirik Aldo yang sedang menyetir.


''Reisa bilang nona Isha tidak ingin rujuk karena nona takut dengan tuan, dia mungkin takut tuan akan memperlakukan nona seperti dulu, nona takut apa yang pernah terjadi padanya dulu akan terulang lagi, dan Reisa juga bilang kalau dokter Fahri masih menunggu keputusan dari nona Isha, meski nona sudah menolaknya, dia tidak ingin menyerah, jika memang nantinya nona dan tuan tidak jadi rujuk, mungkin dokter Fahri akan meminangnya, bahkan dia bilang tidak akan membiarkan nona Isha kehilangan hak asuh atas anak-anaknya''.


Ken tersenyum kecut, dia mengusap wajahnya, ''Apa yang harus aku lakukan, agar dia mau menerimaku kembali?, aku tidak ingin keluargaku tercerai berai'', ucap Ken terasa putus asa, ''sekarang sudah berapa lama sejak kami bertemu, dia masih bertahan dengan pendirianya''.


Aldo terdiam dia berfikir keras mencari solusi masalah yang terjadi dalam kehidupan pribadi atasnya. Kehidupan cinta atasanya yang rumit, dulu dia sendiri yang membuang istrinya, dan sekarang menginginkannya kembali.


''Bagaimana jika tuan mengajaknya berkencan seperti pasangan yang memulai hubungan pada umumnya'', ucapnya tiba-tiba.


Ken mengernyitkan dahinya, ''maksudnya???.


''Maksud saya dari awal tuan dan nona tidak pernah berkencan layaknya pasangan yang saling jatuh cinta, dulu tuan dan nona langsung menikah dengan terpaksa dan tuan hanya menganggap pernikahan waktu itu sebagai syarat saja, bukan tujuan orang yang saling mencintai lalu memutuskan untuk menikah dan membina rumah tangga, nona Isha tidak punya siapa-siapa lagi untuk bersandar, dan harus membesarkan anak-anak sendiri, untuk wanita seperti nona Isha, sebenarnya nona sangat rapuh, dia terlihat kuat karena tidak ingin terlihat lemah di mata anak-anak, karena selama ini anak-anaknya hanya bergantung kepadanya, tidak ada tuan dalam kehidupan mereka selama ini, nona membutuhkan seseorang yang bisa memberikan kenyamanan saat dia butuh sandaran, seseorang yang bisa melindungi dan menjaganya, selalu ada untuknya, mendengar keluh kesahnya, maaf kalau saya lancang tuan'' ucap Aldo sopan


Ken terdiam mencerna semua yang diucapkan Aldo, ''apa kau pikir aku kurang perhatian padanya??, apa yang aku lakukan selama ini tidak ada artinya??.


Ken menarik nafas panjang, ''maksudmu aku harus berkencan sepertimu???


''Tepat sekali, tuan bisa mengajak nona Isha pergi makan berdua, shopping, atau pergi ke tempat yang indah hanya berdua saja, dan tuan harus bersikap romantis dan lebih perhatian pada nona, tunjukkan bahwa tuan benar-benar serius terhadap nona dan jangan lagi memikirkan masa lalu tuan''.


''Lalu bagaimana dengan anak-anakku, jika aku hanya pergi berdua??


''Serahkan pada saya dan lagi ada nyonya Sophia dan juga nona Lily, tidak perlu pergi ke tempat yang jauh, cukup yang dekat sini saja''.


''Apa ini akan berhasil???


''Di coba saja dulu tuan, berhasil atau tidak, tunjukkan pada nona kalau tuan benar-benar serius dengan niat tuan, selama ini tuan memang banyak membantunya, terutama untuk anak-anak, tapi itu memang kewajiban tuan, dan justru membuat nona sibuk sendiri dengan usahanya, jangan lupa memberikan hadiah kecil yang disukai nona dan juga bermanfaat, tidak perlu mahal, saya yakin nona bukan tipe wanita yang suka menghamburkan uang, jadi pasti nona akan mengomel jika tuan memberikan hadiah yang mahal, buatlah sesuatu yang berkesan sehingga nona bisa mengubah pandangan buruknya terhadap tuan'', jelas Aldo.


''Bagaimana kau bisa tahu???


''Saya membaca di internet cara menaklukan wanita''.


''Aku tidak tahu apa yang dia sukai'',


''Kalau begitu tanyakan pada nona apa yang ia sukai dan yang tidak ia sukai!!!.


''Kemana aku harus membawanya???, apa kau tahu tempat yang bisa membuatnya berkesan??


''Saya rasa nona tidak suka keramaian, buat acara kecil lalu tuan melamarnya dan jangan lupa mempersiapkan cincinnya, kalau perlu undang dokter Fahri biar dia melihatnya juga''.


''Bagaimana kalau dia menolak??


''Jangan menyerah dulu tuan, jika nona menolak, tuan tetaplah ayah dari anak-anak, dan tetap harus bertanggung jawab''.


''Haaahhh, baiklah aku ikuti saranmu, aku mau kau mengaturnya untukku''.


''Saya tuan!!!!, kaget Aldo


''Ya, ini kan idemu!!! kau atur semuanya, kecuali hadiah aku akan mencarinya sendiri'', ucapnya cuek.


''Ahhhh iya, siap tuan!!!!, Aldo sedikit kesal, namun tak bisa menolak, dia sudah memberikan saran panjang lebar dan ujung-ujungnya dia juga yang harus bekerja keras, mungkin sudah nasib menjadi asisten yang harus selalu bisa diandalkan.